Mengapa harus dilakukan EDP-Audit

Sistem Informasi harus dapat: melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif, dan menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien. Untuk alasan tersebut, audit untuk sistem informasi perlu dilakukan oleh lembaga independen di luar pengembang sistem.

Ada 6 kerangka objektif harus dipastikan oleh auditor sistem informasi:

  •   Peralatan keamanan untuk melindungi komputer, program, komunikasi, dan data  dari akses yang tidak sah, modifikasi atau perusakan;
  • Program pengembangan yang disahkan oleh manajemen;
  • Program modifikasi yang disetujui oleh manajemen;
  • Akurasi dan keutuhan pengolahan transaksi, file laporan, dan catatan komputer.
  • Sumber data yang tidak akurat dan tidak memiliki otorisasi yang sesuai, diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial;
  • Kerahasiaan Komputer data-file yang telah diperiksa.
This entry was posted in Uncategorized by admin. Bookmark the permalink.

55 thoughts on “Mengapa harus dilakukan EDP-Audit

  1. CeciliaCatharine
    201112081

    Menurut saya yang di maksud dengan artikel di atas adalah bagai mana cara untuk membuat informasi dan aset suatu organisasi / perusahaan terlindungi dari pihak luar. 6 cara yang auditor sistem informasi lakukan tersebut untuk menghindari hal-hal yang diluar keinginan dengan maksud file hilang, terhapus atau apapun yang harus di hindari untuk merugikan organisasi / perusahaan tersebut.
    Di lakukannya EDP audit untuk memperkecil kemungkinan kesalahan dari audit, dengan cara memastikan hal yang seharusnya audit itu berkerja dengan efisien mungkin.

  2. CeciliaCatharine
    201112081
    seksi: 2

    Menurut saya yang di maksud dengan artikel di atas adalah bagai mana cara untuk membuat informasi dan aset suatu organisasi / perusahaan terlindungi dari pihak luar. 6 cara yang auditor sistem informasi lakukan tersebut untuk menghindari hal-hal yang diluar keinginan dengan maksud file hilang, terhapus atau apapun yang harus di hindari untuk merugikan organisasi / perusahaan tersebut.
    Di lakukannya EDP audit untuk memperkecil kemungkinan kesalahan dari audit, dengan cara memastikan hal yang seharusnya audit itu berkerja dengan efisien mungkin.

  3. Mutiara Akbar
    2011-12-082
    seksi 02

    menurut pendapat saya, alasan mengapa EDP audit perlu dilakukan adalah untuk menjaga aset,menjaga kerugian akibat kehilangan data, resiko kebocoran data, dan Perlengkapan keamanan yang melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.

    serta File data komputer diharuskan telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya. hal ini dimaksudkan agar aset atau data tidak bocor atau jatuh ke pihak luar…

  4. Audit sistem informasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Selain memudahkan pekerjaan dan melindungi data-data perusahaan, audit sistem informasi juga dapat mencegah terjadinya kesalahan pencatatan atas transaksi yang dapat merugikan perusahaan seperti yang sudah tertulis diatas. Dan perusahaan harus memberikan pelatihan serta perhatian lebih terhadap auditor sistem informasi agar 6 kerangka obyektif tersebut bisa berjalan dengan baik.

  5. Margaretha chandra (2013.12.225)
    Menurut pendapat saya,alasan edp audit harus dilakukan adalah untuk mengatasi resiko kebocoran data,Kerugian akibat kehilangan data,kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan,dan untuk menghindari kerugian karena kesalahan proses perhitungan.

  6. Siti Maulida
    2011-12-003
    Seksi 01

    Menurut saya, tujuan Sistem Informasi Audit adalah :
    1. Availability yaitu ketersediaan informasi. Apakah sistem informasi pada perusahaan dapat menjamin ketersediaan informasi yang dengan mudah tersedia setiap saat. Sehingga mempermudah daam pengambilan keputusan.
    2. Confidentiality yaitu kerahasiaan informasi. Apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berhak dan memiliki otorisasi. Seperti adanya kebocoran data.
    3. Integrity yaitu apakah informasi yang tersedia akurat, handal dan tepat waktu.
    Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa sistem informasi harus dapat : melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan menggunakan sumber daya yang dimiliki dengan cara yang efisien. Terdapat 6 kerangka objektif yang harus diperhatikan dalam audit sistem informasi. Kerangka ini sangat berkaitan dengan komponen-komponen yang ada dalam sistem informasi. Hal tersebut untuk menghindari resiko-resiko yang mungkin ditimbulkan akibat gagalnya pengembangan suatu sistem informasi, seperti sistem yang tidak dapat diimplementasikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga memerlukan biaya pengembangan sistem yang melampaui anggaran yang telah ditetapkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka hanya pihak yang berkompeten dan yang memiliki keahlian saja yang dapat melakukan hal tersebut adalah auditor sistem informasi.

  7. Menurut pendapat saya, alasan harus dilakukan EDP Audit adalah agar dapat melindungi aset perusahaan untuk menghindari resiko kebocoran data, menghindari kesalahan pencatatan transaksi dalam laporan keuangan, menghindari kerugian akibat kehilangan data, serta mencegah dan menemukan fraud dari perusahaan yang di audit, sehingga dapat menambah kredibilitas laporan keuangan perusahaan dengan tujuan laporan tersebut dapat di percaya oleh pihak luar entitas.
    Auditor sistem informasi harus memperhatikan 6 kerangka objektif, yang bertujuan agar kerangka objektif tersebut dapat diterapkan oleh auditor guna mendukung dalam jalannya proses audit.

  8. Eka Puspita Esterina
    2011-12-099
    Seksi 01

    Menurut pendapat saya alasan harus dilakukan EDP Audit adalah agar dapat melindungi aset perusahaan untuk menghindari resiko kebocoran data, menghindari kesalahan pencatatan transaksi dalam laporan keuangan, menghindari kerugian akibat kehilangan data, serta mencegah dan menemukan fraud dari perusahaan yang di audit, sehingga dapat menambah kredibilitas laporan keuangan perusahaan dengan tujuan laporan tersebut dapat di percaya oleh pihak luar entitas.
    Auditor sistem informasi harus memperhatikan 6 kerangka objektif, yang bertujuan agar kerangka objektif tersebut dapat diterapkan oleh auditor guna mendukung dalam jalannya proses audit.

  9. Yulianty Kusuma
    2011-12-038
    Seksi 01

    EDP Audit merupakan metode dalam suatu pemrosesan data. EDP Audit sangat penting untuk dilakukan dalam perusahaan, karena dengan adanya EDP Audit dapat melindungi asset perusahaan, menjaga data-data agar tidak terjadi kerusakan atau kehilangan, mengecek kecermatan data agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan serta membantu tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Audit Sistem Informasi memiliki cakupan yang lebih luas. Informasi yang disampaikan audit sistem informasi lebih detail, karena audit sistem informasi tidak hanya menilai kelayakan laporan keuangan tetapi juga menilai kelayakan lingkungan pada saat proses pemeriksaan laporan keuangan berlangsung. Ada 6 kerangka objektif yang harus diperhatikan dalam audit sistem informasi yang bertujuan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Oleh karena itu audit sistem informasi perlu dilakukan oleh pihak independen yang berkompeten.

  10. Farah Mahardika
    2011-12-016
    Seksi 01

    Pelaksanaan Audit Sistem Informasi pun bukan hanya untuk membuat sistem mampu memenuhi syarat IT Governance (IT Governance adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan seluruh proses teknologi informasi perusahaan/organisasi yang strukturnya akan menetapkan pendistribusian hak dan tanggung jawab antara pihak-pihak yang terlibat, juga berisikan peraturan serta strategi yang ditetapkan perusahaan/organisasi (Prasojo, 2005)), tetapi juga menguji apakah Sistem Informasi yang dimiliki telah sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi, menguji performanya, melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien, serta mendeteksi resiko dan efek potensial yang mungkin timbul di kemudian hari.
    Menurut saya, dilakukannya Audit Sistem Informasi sama pentingnya dengan keberadaan Sistem Informasi itu sendiri di perusahaan, karena keduanya saling mendukung. Dari sejumlah manfaat penggunaan Sistem Informasi, salah satunya adalah untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya, dimana Audit Sistem Informasi berperan untuk memastikan tujuan tersebut tercapai dengan “mengawasi” Sistem Informasi.
    Misalnya, terjadi peristiwa seperti kehilangan data, kesalahan pemrosesan komputer, pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah, atau karena penyalahgunaan komputer. Apabila peristiwa-peristiwa tersebut tidak terdeteksi dan diatasi dengan segera, maka akan berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kesimpulnnya, Audit Sistem Informasi diperlukan untuk menghindari resiko yang berpotensi menyebabkan perusahaan mengalami kerugian di kemudian hari, sehingga keberlangsungan hidup perusahaan dapat terus dipertahankan.
    Terima kasih.

  11. DIAN PURNAMA YULIANTINI
    2011-12-037
    SEKSI 01

    Audit system informasi dapat dilakukan secara gabungan antara audit atas laporan keuangan dan audit internal. Audit system informasi merupakan pemeriksaan akan pengendalian yang terdapat pada infrastruktur tekonologi informasi. Meliputi proses mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti system informasi, praktik, dan operasi perusahaan. Saat ini, audit system informasi juga dikenal dengan sebutan Electronic Data Processing audit (EDP audit).
    Tujuan EDP Audit yakni memberikan opini atas system informasi yang terkomputerisasi, untuk melihat apakah kegiatan operasi perusahaan sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tanggungjawab yang diberikan serta memberikan rekomendasi hasil temuan agar memudahkan manajemen perusahaan untuk memperbaikinya. Ada 6 kerangka objektif yang harus diperhatikan dalam audit sistem informasi yang bertujuan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.
    Secara garis besar, tujuan EDP audit dibagi mejadi 3 adalah:
    1. Availability = ketersediaan informasi
    Ketersediaan informasi di perusahaan dapat dengan mudah tersedia setiap saat.
    2. Confidentiality = kerahasiaan informasi,
    informasi yang dihasilkan oleh system informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak -pihak yang berhak dan memiliki otorisasi.
    3. Integrity = informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu.
    Audit system informasi memliki focus pada pengidentifikasian resiko yang terkait pada asset informasi perusahaan dan menentukan pengendalian yang tepat untuk mengurangi (bukan menghilangkan sepenuhnya) resiko tersebut
    Evaluasi yang dilakukan harus memberikan keyakinan bahwa asset perusahaan terjaga, begitu pula integritas data, serta operasi perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien demi memenuhi tujuan perusahaan.

  12. Komputerisasi pada saat ini telah merambah ke segala bidang. Kebutuhan terhadap auditing di sistem computer (EDP AUDIT) semakin perlu untuk diterapkan agar tujuan auditing tetap dapat dicapai secara efektif dan efisien. Pada dasarnya tujuan audit tidak memiliki perubahan, hanya saja pada saat proses audit dilakukan mengalami perubahan. Proses yang dilakukan dengan menggunakan EDP AUDIT dapat mengurangi kesalahan yang biasanya timbul pada saat melakukan proses audit secara manual. Oleh sebab itu auditor harus dapat mengembangkan ilmunya yang berbasis komputerisasi agar dapat melakukan pengolahan data yang akurat dan dapat mengurangi resiko yang timbul.

  13. Nurfadillah hidayanty
    2011-12-032
    seksi 01

    EDP audit dilakukan guna melindungi aset organisasi dari kecurangan yang akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan , kerugian akibat dari kebocoran data serta penyalah gunaan alat yaitu komputer yang dapat merugikan perusahaan . Dalam proses EDP audit auditor juga harus memperhatikan 6 kerangka obyektif untuk memastikan kelayakan dari sistem komputer yang digunakan perusahaan oleh perusahaan guna menghindari resiko yang akan terjadi dikemudian hari.

  14. Dzikriyati Dwi Rifai Amini
    2011-12-084
    Seksi 01

    Seperti yang telah dijelaskan dari materi sebelumnya, EDP Audit merupakan proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer mampu mengamankan asset, memelihara kebenaran data maupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan harta perusahaan secara hemat. Untuk mewujudkan semua hal-hal tersebut maka terdapat 6 kerangka objektif yang harus dipastikan oleh auditor informasi, yang telah disebutkan diatas. Sebagai contoh saya akan mengambil dari point pertama yakni peralatan keamanan untuk melindungi komputer dan program.
    Beberapa peralatan keamanan untuk melindungi komputer seperti : UPS, Stabilizer dan Static Floor. Peralatan atau perlindungan untuk program yaitu dengan menggunakan anti virus dan dalam pembuatan folder dibuat versi. Dari contoh tersebut merupakan sebagian cara perlindungan untuk komputer dan program yang sebaiknya ada dan dipenuhi oleh perusahaan karena dalam proses Audit Sistem Informasi ini kesemuanya itu akan dipertanyakan oleh auditor. selain itu meminimalkan terjadinya resiko yang akan muncul seperti kebocoran data.

  15. Dengan adanya EDP Audit memudahkan perusahaan dalam melindungi Asset, mengatasi resiko kebocoran data, menghindari kecurangan dalam laporan keuangan dan penyalahgunaan Asset. Ada 6 kerangka objektif yang harus diperhatikan dalam Audit Informasi seperti yang telah disebukan diatas, yang bertujuan untuk mendukung jalannya proses audit dengan efektif dan menghindari resiko yang tidak diinginkan tersebut, baik resiko kebocoran data, atau pun kecurangan laporan keuangan dengan penyalahgunaan Asset.

    EDP Audit digunakan auditor dalam pemanfaatan komputer dalam melaksanakan beberapa pekerjaan audit. Serta bermanfaat untuk memudahkan proses pengecekan data agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pencatatan.

  16. Rani Wahyuning Tyas
    2011-12-128
    seksi : 01

    menurut saya EDP Audit digunakan untuk melindungi asset perusahaan dari kebocoran serta menjaga data-data dari kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi, dan juga digunakan untuk menemukan kecurangan yang mungkin terjadi pada saat proses pekerjaan diperusahaan yang di audit tersebut berlangsung. Pada EDP Audit terdapat 6 kerangka objektif yang perlu diperhatikan oleh auditor sistem informasi, kerangka tersebut digunakan untuk menghindari resiko-resiko yang mungkin terjadi misalnya pada perangkat komputer yang harus memiliki UPS, stabilizer, statistic floor.

  17. Rani Wahyuning Tyas
    2011-12-128
    seksi : 01

    menurut saya EDP Audit digunakan untuk melindungi asset perusahaan dari kebocoran serta menjaga data-data dari kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi, dan juga digunakan untuk menemukan kecurangan yang mungkin terjadi pada saat proses pekerjaan diperusahaan yang di audit tersebut berlangsung. Pada EDP Audit terdapat 6 kerangka objektif yang perlu diperhatikan oleh auditor sistem informasi, kerangka tersebut digunakan untuk menghindari resiko-resiko yang mungkin terjadi misalnya pada perangkat komputer yang harus memiliki UPS, stabilizer, statistic floor.

  18. Rini Hamupus Prahoro
    2011-12-145
    seksi : 01

    Menurut saya EDP Audit perlu dilakukan guna melindungi perusahan dari berbagai resiko, seperti resiko kehilangan data, resiko akibat kebocoran data, resiko akibat penyalahgunaan komputer, yang dapat merugikan perusahaan secara materil. Untuk melakukan EDP audit, maka auditor harus memperhatikan 6 langkah objektif. Yang mana auditor harus benar-benar memperhatikan faktor-faktor penunjang kemanaan serta kelayakan yang ada di perusahaan. Misalnya untuk perangkat komputer harus diperhatikan faktor penunjang keamananya seperti UPS, Stabilizer, Statitic Floor, ruangannya harus ber Ac. Sedangkan untuk softwarenya harus diperhatikan faktor penunjang keamananya seperti : Anti virus. Tetapi anti virus versinya juga mesti rajin diperbaharui. Selain anti virus program-program yang terdapat di komputer versinya mesti rajin diperbaharui. Jika salah satu faktor penunjang keamanaan tidak terdapat di perusahaan tersebut maka auditor akan menanyakan hal itu. Untuk itulah EDP audit sangat perlu dilakukan oleh semua perusahaan guna mengamankan data-data yang dimiliki perusahaan dan meminimalisir keruguian yang akan di dapat oleh perusahaan.

  19. Aulia Rahmawati
    2011-12-149
    Seksi : 01

    EDP Audit dilakukan semata – mata untuk melindungi asset perusahaan seperti data serta berbagai keperluan dalam perusahaan yang tersimpan dalam komputer agar terhindar dari kebocoran informasi dan kecurangan. Dimana untuk menjaga keamanan semua data agar terhindar dari kecurangan, yang akan menimbulkan kerugian perusahaan maka auditor harus mampu benar- benar melakukan EDP Audit sesuai 6 kerangka objektif yang tertera dalam artikel diatas pada saat proses audit. Dari 6 kerangka tidak hanya memeriksa fokus pada data dalam komputer saja namun juga memperhatikan lingkungan sekitar yang memungkinkan akan mempengaruhi kualitas, gangguan, atau efek langsung terhadap isi komputer maupun komputernya langsung. Seperti kerangka pada point pertama mengenai Peralatan keamanan untuk melindungi komputer yaitu memeriksa peralatan- peralatan apa saja yang berguna untuk menunjang keamanan komputer. Seperti adanya UPS, AC dan statistic floor diperiksa kegunaannya benar-benar sesuai manfaatnya dan bisa melindungi komputer perusahaan atau tidak.

  20. Menurut pendapat saya, Audit Sistem Informasi adalah suatu proses pengevaluasian dan pengumpulan bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:melindungi aset,menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,menyediakan informasi yang relevan dan handal,mencapai tujuan organisasi dengan efektif,menggunakan sumber daya dengan efisien.
    Audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu operasional, compliance, pengembangan system, internal control, financial dan kecurangan audit.
    Terdapat Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:
    – Internal auditor adalah karyawan perusahaan, yang pada umumnya melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan intern dan kecurangan audit.
    – Ekstenal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal auditor. akantetapi auditor eksternal yang bertanggung jawab untuk menegaskan kewajaran laporan keuangan.
    – Goverment auditor, melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan. sebagai contoh, pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank, auditor yang dtugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan audit daerah dan para pegawai pemerintah
    – Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara. fraud examminer misalnya: kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahan besar akuntan publik , IRS, perusahaan asuransi.

  21. Nurul Hasanudin
    2011-12-187
    Seksi 02

    Menurut pendapat saya, Audit Sistem Informasi adalah suatu proses pengevaluasian dan pengumpulan bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:melindungi aset,menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,menyediakan informasi yang relevan dan handal,mencapai tujuan organisasi dengan efektif,menggunakan sumber daya dengan efisien.
    Audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu operasional, compliance, pengembangan system, internal control, financial dan kecurangan audit.
    Terdapat Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:
    – Internal auditor adalah karyawan perusahaan, yang pada umumnya melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan intern dan kecurangan audit.
    – Ekstenal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal auditor. akantetapi auditor eksternal yang bertanggung jawab untuk menegaskan kewajaran laporan keuangan.
    – Goverment auditor, melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan. sebagai contoh, pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank, auditor yang dtugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan audit daerah dan para pegawai pemerintah
    – Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara. fraud examminer misalnya: kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahan besar akuntan publik , IRS, perusahaan asuransi.

  22. Menurut saya, IT Audit disebut dengan EDP Audit (Electronic Data Processing Audit) ini merupakan suatu proses yang meliputi mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti system informasi, praktik, dan operasi perusahaan yang dilakukan oleh audit atas laporan keuangan dan audit internal, untuk menentukan apakah system computer mampu mengamankan harta, memelihara keakuratan data serta mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan penggunaan asset perusahaan secara efisien.
    Alasan dilakukannya EDP Audit yaitu : mencegah terjadinya kerugian akibat kehilangan data, mencegah terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan, mencegah terjadinya dari resiko kebocoran data, mencegah dari kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
    Adapun 6 kerangka objektif yang dijelaskan ini merupakan kerangka yang harus diperhatikan dan dipersiapkan oleh auditor sistem informasi ketika proses audit berlangsung, supaya terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan dalam proses audit.
    Terimakasih.

  23. Menurut saya, EDP audit dilakukan bertujuan untuk memberikan opini terhadap sistem informasi yang terkomputerisasi. Dengan EDP audit, auditor harus menilai apakah sumber daya yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efektif, efisien, dan ekonomis. Apakah semua aset perusahaan dilindungi dengan baik, terjamin integritasnya serta terdapat pengendalian intern yang memadai.

  24. 1. Untuk mengamankan harta. Untuk tujuan yang tidak di otorisasi seperti hal nya semua harta dan mereka harus dilindungi oleh suatu sistem pengendalian yang intern.
    2. Pemeliharaan integritas data.
    Integritas data merupakan suatu konsep yang fundamental dalam edp.
    3. Pencapaian tujuan organisasi.
    Secara efektif suatu sistem pemrosesan dapat dikatakan efektif apabila dia dapat mencapai tujuan tujuannya dan mengevaluasi efektifitas dan untuk pengambilan keputusan.

  25. Ria Angraini
    2011-12-006
    Seksi 01

    Menurut saya EDP Audit harus dilakukan agar kita tidak mengalami kerugian akibat kehilangan data, kesalahan dalam pengambilan keputusan, resiko kebocoran data, penyalahgunaan komputer, kerugian akibat kesalahan proses perhitungan, tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
    Menurut Ron Weber, Tujuan audit sistem informasi yaitu :
    1. Mengamankan asset
    2. Menjaga integritas data
    3. Menjaga efektivitas sistem
    4. Mencapai efisiensi sumberdaya.
    Adapun tujuan yang lain adalah :
    – Untuk memeriksa kecukupan dari pengendalian lingkungan, keamanan fisik, keamanan logical serta keamanan operasi sistem informasi yang dirancang untuk melindungi piranti keras, piranti lunak dan data terhadap akses yang tidak sah, kecelakaan, perubahan yang tidak dikehendaki.
    – Untuk memastikan bahwa sistem informasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa membantu organisasi untuk mencapai tujuan strategis.

  26. Pengertian EDP Audit menurut Weber :
    Auditing EDP adalah suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti untuk menentukan apakah
    suatu sistem komputer melindungi aktiva, mempertahankan integritas data, mencapai
    tujuan organisasi secara efektif, dan menggunakan sumber daya secara efisien.
    Audit EDP atau yang sekarang lebih dikenal dengan audit teknologi informasi (TI), merupakan audit yang berfokus pada berbagai aspek berbasis komputer dalam sistem informasi perusahaan. Audit ini meliputi penilaian implementasi, operasi, dan pengendalian berbagai sumber daya komputer yang tepat. Disebabkan oleh kebanyakan sistem informasi modern menggunakan teknologi informasi, maka audit TI merupakan komponen penting dalam semua audit eksternal (keuangan) dan internal.
    Ada 6 alasan penting mengapa Audit EDP perlu dilakukan, yaitu antara lain:
    1. Kerugian akibat kehilangan data.
    2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
    3. Risiko kebocoran data.
    4. Penyalahgunaan komputer.
    5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
    6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

  27. Menurut Budilaksono Agung, (2011),untuk mengantisipasi risiko -risiko yang ada, organisasi menginginkan adanya assurance dari pihak yang berkompeten dan independen mengenai kondisi sistem TI yang akan atau sedang mereka gunakan. Pihak yang paling berkompeten dan memiliki keahlian untuk melakukan review tersebut adalah Auditor Sistem informasi (Auditor TI).

    Ada 3 metode yg dapat dilakukan oleh auditor yang melksanbakan EDP audit :
    1. Audit Around The Computer ( audit sekitar computer )
    Auditor hanya memeriksa input dan output dari EDP system tanpa melakukan test terhadap proses dalam EDP system tersebut.
    2. Audit Through The Computer ( audit melalui computer )
    Dalam hal ini selain mengaudit input dan output juga melkukan proses EDPnya pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan Generalized Audit Software dan memasukan dummy data ( data palsu ) untuk mengetahui apakah data tersebut di proses sesuai dengan system yang seharusnya. Dummy data digunakan agar tidak mengganggu data asli .
    3. Audit With The Computer
    Dalam metode ini audit dilakukan dengan menggunakan computer dan software untuk mengotomatiskan prosuder pelaksanaan audit

  28. Sendy Eka Rini
    2011-12-123
    seksi 01
    EDP audit merupakan strategi untuk meningkatkan keamanan teknologi sistem informasi yang kita digunakan agar data-data atau asset-asset yang kita miliki dapat aman dan terlindungi. Dengan melakukan audit ini, maka dapat melindungi keamanan data, kerahasiaan data, dan keutuhan data kita. dan tidak hanya sebatas data, EDP Audit dapat membantu kita untuk mengetahui apakah sistem kita berjalan dengan semestinya atau tidak. EDP audit dilakukan untuk menghindari fraud. EDP Audit ini harus dilakukan secara keseluruhan terhadap perusahaan agar tujuan dari perusahaan yang ingin dicapai dapat berjalan sesuai dengan teknologi sistem informasi yang digunakan.

  29. Martha Deborah Silaen
    2011-12-005
    Seksi 01
    Menurut pendapat saya alasan mengapa EDP audit perlu dilakukan adalah untuk mendapatkan dan mengevaluasibukti-bukti system informasi, praktik, dan operasi perusahaan. Evaluasi yang dilakukan harus dapat memberikan keyakinan bahwa asset perusahaan terjaga, begitu pula integritas data, serta operasi perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien untuk memenuhi tujuan perusahaan.
    Selain itu menurut Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain:
    1.Kerugian akibat kehilangan data.
    2.Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
    3.Resiko kebocoran data.
    4.Penyalahgunaan komputer.
    5.Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
    6.Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
    Terdapat beberapa manfaat dilakukannya EDP audit yaitu pada saat implementasi dan pada saat setelah system live.
    1. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
    a. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
    b. Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
    c. Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.
    2. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
    a. Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
    b. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
    c. Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
    d. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
    e. Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
    f. Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.
    Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa EDP audit sangat penting dilakukan karena dapat membantu suatu perusahaan dalam mengetahui segala sesuatu yang dapat mengganggu proses system dalam perusahaan secara luas dan dapat mengevaluasi segala kecurangan-kecurangan yag dapat merugikan perusahaan.

  30. Menurut pedapat saya, EDP-Audit diperlukan untuk memudahkan dalam melakukan evaluasi terhadap seluruh ruang lingkup perusahaan. Selain itu, dengan adanya 6 kerangka objektif yang harus dipastikan oleh Auditor Sistem Informasi, dapat membuat kebenaran terhadap hasil audit yang dilakukan Auditor lebih akurat, karena selain memeriksa laporan keuangan perusahaan, auditor juga dapat memeriksa seluruh ruang lingkup dari proses akuntansi yang sedang dilakukan.
    Selain itu, secara komputerisasi Auditor dapat mengetahui seluruh aktivitas perusahaan yang layak atau tidak, guna mencegah resiko penyalahgunaan Asset perusahaan yang menyebabkan terhambatnya pencapaian terhadap tujuan yang diinginkan perusahaan.

  31. EDP itu sendiri proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data maupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan harta perusahaan secara hemat.
    Sekarang hampir semua unit kerja dapat mengolah datanya sendiri dengan komputer yang mereka miliki. Data yang rumit dan banyak yang akan diolah menjadi informasi bentuk tertentu yang sukar dan khusus yang tidak dapat dikerjakan pada unit sendiri, dapat diserahkan pengolahannya pada Unit Pengolahan Data Elektronik (EDP). Pada umumnya, EDP hanya berfungsi membantu pengolahan data, sedangkan rancangan sistemnya disusun oleh unit kerja masing-masing karena unit kerja bersangkutan pasti lebih tahu akan jenis dan bentuk informasi yang diperlukannya.

  32. Menurut saya apa yang dimaksut dan yang saya tangkap dengan artikel tersebut adalah bahwa setiap perusahaan harus melakukan audit pada sistem informasi (EDP) mereka. Untuk mengetahui apakah perusahaan mereka tersebut telah melaksanakan kinerja dengan baik, apakah tujuan nya sudah tercapai dengan baik dan efektif , dan dikerjakan secara efisien. Dengan melakukan sistem informasi juga kita dapat melindungi aset organisasi dan menjaganya dari pihak-pihak yang ingin memanfaat kan untuk kepentingan mereka sendiri/orang lain. Hal yang harus diperhatikan dalam pengauditan sistem Informasi
    > keamanan sistem , apakah sistem yang dijalankan perusahaan telah sesuai dengan standar, apakah program tersebut telah memenuhi aturan nya. appakah sistem yang dilakukan sah/tidak, komputer yang digunakan berjalan dengan baik/tidak (misal ada antivirus,stabilizer,upsd dll)

    dalam melakukan audit sistem informasi harus dimuali dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada di perusahaan, yaitu dengan melakukan observasi, menguji setiap aktiva fisik maupun non fisik dari perusahaan, juga mereviewnya.

  33. Menurut pendapat saya EDP Audit adalah proses pengumpulan bukti dan penilaian bukti agar dapat menentukan bahwa sistem komputer telah melindungi aktiva, mempertahankan integritas data dan menggunakan sumber daya secara lebih efisien.
    Karena menurut saya seperti yang disebut diatas maka dapat saya simpulkan bahwa EDP Audit harus dilakukan karena “resiko-resiko audit” yang besar.

  34. Elis Marsela
    2011-12-015
    seksi : 01

    Menurut saya,edp-audit ini perlu dilakukan.
    Karena edp audit ini berperan penting,antara lain:
    kerugian akibat kehilangan data,kesalahan dalam pengambilan keputusan,resiko kebocoran data,penyalahgunaan komputer,kerugian akibat kesalahan proses perhitungan,tingginya nilai investasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer.
    Oleh sebab itu edp audit ini penting untuk proses penilaian yang sistematis oleh orang-orang yang memiliki keahlian terhadap informasi mengenai aktivitas ekonomi suatu badan usaha,dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan ketentuan yang telah ditetapkan agar dapat mencapai tujuan.
    Dalam edp audit ini juga seorang auditor harus ahli dalam hal auditing,akuntansi dan juga komputer.

  35. Rr. Nova Herbiyanti
    201112041
    seksi 01

    Menurut saya, EDP audit sangat perlu dilakukan agar dapat menghasilkan informasi yang dapat diandalkan dan akurat, menjaga kerahasiaan dan keutuhan informasi dengan mencegah terjadinya kebocoran data, melindungi aset perusahaan, memastikan pengelolaan dan operasionalisasi teknologi informasi tersebut dilaksanakan secara efektif, efisien, sesuai dengan prosedur dan mematuhi peraturan yang berlaku.
    Auditor harus memperhatikan 6 kerangka objektif yang telah disebutkan. Sebagai contoh seperti penggunaan anti virus untuk melindungi keamaan peralatan komputer agar tidak terjadi kehilangan data. Dan penggunaan otorisasi seperti password agar terhindar dari resiko kebocoran data.

  36. Menurut saya, EDP AUDIT memberikan keyakinan bahwa asset perusahaan terjaga dan berfokus pada pengidentifikasian yang tepat untuk mengurangi resiko terjadinya kerusakan atau kecurangan atas kinerja perusahaan, menurut salah satu tokoh menjelaskan peran auditor dalam proses audit mencakup 4 bidang utama yaitu :
    • Membantu staf audit keuangan
    • Mengaudit bidang-bidang lingkungan pengelolaan data
    • Mengaudit program system aplikasi computer
    • Mereview pengembangan system

  37. NUR DWI RAHMAWATI
    2011-12-096
    SEKSI 01

    Audit sistem informasi harus dilakukan karena pada saat ini teknologi semakin berkembang, sehingga dapat memudahkan penggunanya untuk melakukan segala aktifitas. Salah satunya adalah melakukan Audit SI. Karena dengan menggunakan teknologi komputerisasi data yang diolah akan menjadi lebih baik lagi hasilnya.
    Ada beberapa alasan mengapa Audit SI penting untuk dilakukan yaitu diantaranya:
    1. kerugian akibat kehilangan data
    2. kesalahan dalam pengambilan keputusan
    3. kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pemrosesan komputer
    4. penggunaan komputer yang di salah gunakan, seperti hacker, cracker, dan juga virus
    5. kesalahan pada proses perhitungan
    6. Nilai investasi yang tinggi untuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

    Auditor SI untuk itu harus memperhatikan 6 kerangka objektif agar dapat dengan mudah mengaudit secara maksimal dalam proses pekerjaannya.

  38. Nama : Kokom Kurmalasari
    NIM : 201112152
    Seksi : 01

    Menurut saya audit sistem informasi sangatlah berbeda dari sistem audit pada umumnya karena dalam sistem informasi audit lebih cenderung menilai lingkungan sekitar proses terjadinya pembuatan laporan keuangan, yang dimana hal-hal detail mengenai lingkungan sekitar pembuatan laporan keuangan yang cenderung diabaikan oleh audit pada umumnya tidak ditanyakan. Seperti apakah pada komputer yang akan dibuat laporan keuangan mempunyai perlindungan dari virus-virus.

  39. Sofyan Hari Saputra
    2011-12-028
    Seksi 01
    Menurut saya sangat penting di dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan melakukan EDP AUDIT.Hal tersebut dilakukan mengingat sering terjadinya kebocoran pada sistem perusahaan baik itu data-data yang sepele sampai data yang sangat penting seperti laporan keuangan. Karena didalam EDP AUDIT itu bisa membantu perusahaan ataupun organisasi untuk mengurangi ataupun mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. EDP AUDIT juga berguna membantu organisasi mencapai tujuan secara efektif.
    EDP AUDIT sebaiknya dilakukan oleh seorang auditor yang mempunyai integritas tinggi agar tidak terjadi kesalahan didalam auditing. Ada 6 kerangka objektif harus dipastikan oleh auditor sistem informasi, kerangka tersebut digunakan untuk menghindari resiko-resiko yang mungkin terjadi.

  40. Nama: Selvia Dwi Julisman
    Nim: 201112035

    Menurut saya mengapa harus dilakukan audit karena pada saat ini teknologi semakin berkembang, sehingga dapat memudahkan penggunanya untuk melakukan segala aktifitas. Salah satunya adalah melakukan Audit SI. Karena dengan menggunakan teknologi komputerisasi data yang diolah akan menjadi lebih baik lagi hasilnya. Beberapa alasan mengapa Audit SI penting untuk dilakukan adalah sebagai berikut :

    • Nama : Selvia Dwi Julisman
      Nim : 201112035

      Menurut saya mengapa harus dilakukan sistem audit informasi karena pada saat ini teknologi semakin berkembang, sehingga dapat memudahkan penggunanya untuk melakukan segala aktifitas. Salah satunya adalah melakukan Audit SI. Karena dengan menggunakan teknologi komputerisasi data yang diolah akan menjadi lebih baik lagi hasilnya. Adapun alasan mengapa Audit SI penting untuk dilakukan adalah sebagai berikut: Misalnya kerugian akibat kehilangan data, penggunaan komputer yang disalah gunakan dan kesalahan pada komputer dalam pemerosesan.

  41. Siti Fatimah
    201112115
    Seksi 01

    Menurut saya mengapa diperlukannya EDP Audit adalah karena sekarang ini zaman sudah berkembang dengan adanya tekhnologi yang canggih sehingga memudahkan pengguna nya untuk dapat memperoleh informasi. informasi ini dapat disalahdunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab oleh karena itu perlu adanya audit tentang sistem informasi agar segala informasi dalam perusahaan tidak sampai ketangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu. Selain itu EDP Audit juga dapat mengurangi kerugian akibat kehilangan data seperti pemadaman listrik, adanya virus dalam komputer, hacker yang dapat mengubah suatu program dalam perusahaan untuk kepentingan individual atau kelompok.

  42. Nama : Filly Pratama Putra Isya
    NIM : 201112036
    Seksi : 01

    Saya menarik kesimpulan bahwa EDP audit dilakukan untuk mengecek atau mengawasi apakah sistem informasi yang dimiliki sudah dapat melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif, dan menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien atau belum
    cara audit nya sangat berbeda dengan audit yang biasa karena EDP audit juga memperhatikan lingkungan sekitar apakah layak atau tidak.

  43. Nama : Filly Pratama Putra Isya
    NIM : 201112036
    Seksi : 01

    Saya menarik kesimpulan bahwa EDP audit dilakukan untuk mengecek atau mengawasi apakah sistem informasi yang dimiliki sudah dapat melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif, dan menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien atau belum
    cara audit nya sangat berbeda dengan audit yang biasa karena EDP audit juga memperhatikan lingkungan sekitar apakah layak atau tidak.

  44. menurut saya EDP audit sangatlah perlu dilakukan untuk bertujuan mereview dan mengevaluasi pengawasan internal yang digunakan untuk menjaga keamanan dan memeriksa tingkat keprcayaan sistem informasi serta mereview operasional sistem aplikasi. selain itu diperlukan oleh perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus membuat prosedur pengendalian dalam menjaga aset perusahaan dan memeriksa pengendalian tersebut dengan menguji pengendalian. Menguji pengendalian digunakan untuk mengevaluasi apakah telah berjalan sesuai dengan prosedur atau tidak.
    menurut Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash University , dalam salah satu bukunya: Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan, antara lain:
    1. Kerugian akibat kehilangan data
    2. kesalahan pengambilan keputusan
    3. resiko kebocoran data
    4.penyalahan komputer
    maka perlunya adanya pemeriksaan komputer dengan cara melihat dari segi peralatan keamanan komputer dalam melindungi komputer seperti: stabilizer, UPS, AC, alat pemadam dan statik floor, program yang hanya di miliki oleh peruahaan, melindungi program dapat menggunakan anti virus dan kode/password tertentu untuk melindungi komputer.

  45. Liya Apriliya
    2011-12-109
    Seksi 1

    EDP audit dilakukan untuk menjaga keamanan aset perusahaan, memeriksa integritas data, meningkatkan efektifias sistem, meningkatkan efisiensi sistem, mencapai tujuan perusahaan dengan efektif, menggunakan sumber daya dengan efisien.
    Auditor harus memastikan tujuan berikut ini dipenuhi untuk melakukan audit sistem informasi;
    – Perlengkapan keamanan melindungi computer seperti UPS. Melindungi program menggunakan antivirus. User ID dan password untuk menghindari data dari akses yang tidak sah.
    – Program adalah serangkaian perintah-perintah yang diberikan kepada komputer untuk melakkukan suatu tugas tertentu. Pengembangan program sesuai dengan otorisasi manajemen seperti Mozilla firefox dikembangan menjadi versi terbaru. Memeriksa apakah sistem sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
    – Modifikasi program dengan otorisasi manajemen. Jika dari pihak yang tidak mengotorisasi , tidak hanya mengakses tetapi juga merusak sumber daya dan ancaman terhadap integritas. Contoh, memodifikasi pesan-pesan yang ditransmisikan pada jaringan.
    – Pengolahan transaksi yang akurat dan lengkap. Sistem pengolahan transaksi mencakup pencatatan transaksi yang akurat serta control prosedur yang digunakan dalam penerbitan dokumen seperti tagihan kuliah.
    – Tidak akurat dan otorisasi yang tidak tepat diidentifikasikan dan ditandatangani dari pihak manajerial tentang sumber data. Sistem computer saat ini harus mampu mencatat tanda tangan digital menandatangi dokumen dengan data yang tidak bisa dipalsukan.
    – File data computer yang telah diaudit dan lingkup dijaga kerahasiaannya.

  46. NAMA : Filly Pratama Putra Isya
    NIM : 201112036
    Seksi : 01

    Saya Menarik kesimpulan bahwa EDP audit dilakukan untuk mengecek atau mengawasi apakah sistim informasi yang dimiliki sudah dapat melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif, dan menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien atau belum
    cara auditnya sangat berbeda dengan audit yang biasa karena EDP audit juga memperhatikan lingkungan sekitar apakah sudah layak atau tidak

  47. NAMA : Filly Pratama Putra Isya
    NIM : 201112036
    Seksi : 01

    Saya Menarik kesimpulan bahwa EDP audit dilakukan untuk mengecek atau mengawasi apakah sistim informasi yang dimiliki sudah dapat melindungi aset organisasi, menjaga integritas data, membantu organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif, dan menggunakan sumber daya mereka dengan cara yang efisien atau belum
    cara auditnya sangat berbeda dengan audit yang biasa karena EDP audit juga memperhatikan lingkungan sekitar apakah sudah layak atau tidak

  48. Menurut saya EDP audit itu adalah untuk memberikan opini terhadap sistem informasi yang terkomputerisasi. Auditor harus menilai apakah sumber daya telah digunakan secara efektif, efisien dan ekonomis, semua aset dilindungi dengan baik, terjamin integritasnya serta terdapat pengendalian intern yang memadai.

  49. Nama : Duwan P Raynaldo
    Nim : 2011-12-171
    Seksi : 02

    Menurut saya EDP Audit dilakuakan agar dapat memberikan keyakinan bahwa asset perusahaan terjaga, begitu pula integritas data, serta operasi perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien untuk memenuhi tujuan perusahaan.

  50. Nama : Silvia
    NIM : 201112126
    Seksi : 01

    EDP Audit merupakan hal yang sangat penting dalam implementasi sebuah sistem informasi bagi organisasi yang mengembangkannya. Pemanfaatan teknologi/sistem informasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi sebuah organisasi dalam pencapaian tujuan/visi/misi perusahaannya. Namun di lain sisi kepentingan tersebut berimbas pada meningkatnya kerawanan dari pengembangan/pembangunan sistem informasi. Untuk menekan titik-titik rawan tersebut diperlukan seperangkat batasan-batasan dan tolok-ukur yang dapat dijadikan dasar dalam melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembangunan/pengembangan sistem informasi. Dengan dilakukannya EDP Audit yang dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya maka pelaksanaan penerapan teknologi informasi di dalam suatu organisasi dapat memberikan hasil terbaiknya serta menyerap informasi yang terbaik.

  51. Nama : Junita
    Nim : 2011-12-200
    Seksi : 2
    Menurut saya kenapa harus menggunakan EDP Audit karena hal yang fundamental untuk pelaksanaan review yang layak dan evaluasi pengolahan yang dikomputerisasi serta penggunaan komputer dalam pelaksanaan audit. Oleh karena itu, auditor dituntut harus juga mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknologi informasi khususnya Auditing PDE agar mereka dapat melakukan audit secara efektif dan efisien di organisasi yang menerapkan sistem berkomputer, untuk mengindentifikasi kegiatan, program dan aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat di capai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut. Berkaitan dengan tujuan ini titik berat audit diarahkan terutama berbagai objek audit yang diperkirakan dapat diperbaiki di masa yang akan datang, disamping juga mencegah kemungkinan terjadinya berbagai kerugian.

  52. Menurut saya tujuan audit itu secara umum dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :
    1.Kelengkapan (Completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.
    2. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.
    3. Eksistensi (Existence). Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.
    4. Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
    5. Klasifikasi (Classification). Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
    6. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar. Serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
    7. Pisah Batas (Cut-Off). Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu peride akuntansi.
    8. Pengungkapan (Disclosure). Untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

  53. Nama :Felesia Febelina
    NIM : 201212005
    Seksi : 01

    EDP itu penting dilakukan agar mengurangi adanya kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja, untuk menguragi adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan baik dari internal maupun pihak lain yang tidak berkepentingan. EDP juga penting karena dapat sebagai pengendalian bagi pihak terkait jika memang adanya suatu kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja, yang nantinya tujuan perusahaan akan efesien dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>