MANAJEMEN PROSES PRODUK BARU

MANAJEMEN PROSES PRODUK BARU
Kiat Sukses Program Produk Baru


Menurut Cooper, R. ada 15 pelajaran untuk suksesnya program produk baru yaitu:

  • Produknya unik dan unggul.

            Artinya, produknya “berbeda”, memberi manfaat unik, dan berasio nilai tinggi untuk konsumen.

  • Sangat berorientasi pasar.

            Dipengaruhi oleh pengetahuan tentang keadaan pasar (market driven) dan proses pengembangan produk baru berfokus pada konsumen.

  • Berwawasan pasar internasional.

            Dengan melihat pada keadaan internasional maka disain produk, pengembangannya, dan target pemasarannnya, akan menghadirkan inovasi produk yang terdepan.

  • Lebih banyak melakukan persiapan sebelum produk dikembangkan.
  • Perumusan dengan tajam definisi / konsep produk pada awal dari proses.
  • Pelansiran produk yang dipersiapkan dengan matang dan dilaksanakan dengan baik.

            Rencana pemasaran yang mapan untuk pelansiran produk adalah inti dari keberhasilan.

  • Struktur, disain dan iklim organisasi yang tepat.
  • Dukungan manajemen puncak tidak menjamin sukses, walaupun bermanfaat.
  • Adanya sinergi sangat penting, proyek yang “asing” cenderung gagal.
  • Produk yang ditujukan ke pasar yang menarik akan berjalan lebih baik.
  • Daya tarik pasar adalah kriteria utama dalam seleksi produk.
  • Suksesnya produk baru dapat diduga.

Profil produk yang unggul dapat dipakai sebagai kriteria seleksi produk baru.

  • Suksesnya produk baru dapat dikendalikan.

Perlu lebih ditekankan adanya kebutuhan untuk kelengkapan, konsekuen, dan kualitas dalam pelaksanaan.

  • Sumberdaya dan sarana harus tersedia.
  • Kecepatan adalah segala-galanya, namun harus tanpa mengorbankan kualitas dalam pelaksanaannya.
  • Perusahaan yang menjalankan pengembangan produk baru secara bertahap dan menggunakan konsep pengembangan produk dengan pedoman permainannya secara disiplin, akan lebih berhasil.

Karakteristik Produk Baru yang Unggul dan Pengembangan

  • Produk yang unggul dan unik.

Mempunyai bentuk/perlengkapan yang unik untuk konsumen
Memenuhi kebutuhan konsumen lebih baik dari pesaing.
Memecahkan masalah yang dialami bila konsumen menggunakan produk pesaing.
Mengurangi biaya bagi konsumen.
Inovatif atau ada pertama-kalinya.

  • Berwawasan konsumen.

Dicapai dengan cara sebagai berikut:
Mengenali kebutuhan konsumen.
Mengerti apa yang dibutuhkan pemakai.
Memenuhi kebutuhan pasar.
Terus-menerus berhubungan dengan konsumen.
Kuat dalam pengetahuan pasar dan penelitian pasar.
Pelaksanaan dan kegiatan pemasaran yang berkualitas.
Pendanaan yang lebih untuk kegiatan pemasaran awal.

  • Definisi atau konsep produk/proyek yang tajam.

Ketajaman definisi atau konsep meliputi sebagai berikut:
Pasar sasaran tertentu ; jelas siapa yang akan menggunakan produk tersebut.
Penggambaran / diskripsi produk ; produk apa, apa yang dapat dilakukan olehnya dan manfaatnya.
Penjabaran strategi posisi (positioning) yang diambil.
Daftar tentang bentuk, sifat, persyaratan dan spesifikasi produk yang harus ada dan sebaiknya ada.

  • Struktur, disain, dan iklim organisasi.

Pengembangan produk baru bukan merupakan kegiatan disatu bagian atau departemen, melainkan merupakan kegiatan multi disiplin dan multi-fungsi. Peran kelompok dan pimpinan kelompok kerja sangat menentukan.
Tiga alternatif struktur sangat menonjol :

  • Matriks yang imbang (balanced matrix)

Seorang manajer proyek ditugaskan untuk menangani proyek dan berkontribusi dalam tanggung-jawab dan wewenang dengan para manajer fungsional: ada kebersamaan dalam menyetujui dan mengarahkan.

  • Matriks proyek (project matrix)

Seorang manajer proyek ditugaskan untuk menangani proyek dan mempunyai tanggung-jawab serta wewenang utama atas proyek. Para manajer fungsional menugaskan karyawan yang diperlukan dan menyediakan keahlian teknis.

  • Kelompok proyek (project team)

Seorang manajer proyek diberi wewenang menangani kelompok yang terdiri dari anggota inti yang berasal dari berbagai fungsi. Para manajer fungsional tidak mempunyai keterlibatan dan wewenang formal.
Terlepas dari bentuk mana yang dipilih, kepemimpinan proyek yang kuat dan adanya kewewenangan formal sangatlah penting.

Iklim yang ditumbuhkan harus memberi ganjaran dan mendorong adanya kreativitas dan inovasi dan tersedianya sarana untuk melakukan usaha kreatif.

  • Mempercepat proses produk baru.

Ada lima metode dalam mempercepat proses produk baru tanpa merugikan kualitas dalam pelaksanaannya, yaitu:

  • Lakukan langkah pertama dengan tepat.
  • Pengulangan akan memperpanjang waktu.
  • Pekerjaan rumah dan definisi produk yang jelas.
  • Persiapan dengan membuat pekerjaan rumah dan memperjelas produk/proyeknya.
  • Proyek diorganisir secara kelompok multifungsi dan dengan diberi kewewenangan.
  • Proses dilakukan secara berurutan, bersamaan, atau bertumpuk.
  • Proses bertahap dengan mengikuti pedoman main (game plan)
  • Game plan merupakan model pengembangan produk yang didasarkan konsep dan pegangan operasional yang membawa dari tahap gagasan menuju pada pelansiran produk. Model menjelaskan kegiatan dan tes yang dilalui. Pedoman yang disusun meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pengembangan produk baru.
  • Proses Pengembangan Produk Baru

Model pengembangan produk baru menurut Cooper  terdiri dari lima pintu dan lima tahap. ”Pintu” adalah kegiatan menilai apakah proses dilanjutkan atau tidak. “Tahap” adalah kegiatan yang dalam model Cooper adalah :

  • Penyelidikan awal.
  • Penyelidikan mendalam.
  • Pengembangan.
  • Percobaan dan penilaian.
  • Produksi penuh dan pelansiran pemasaran.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu kita membuat dan menjual barang dan jasa yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar target atau selera konsumen yang dituju.

1) Menembus pasar
Strategi menembus pasar untuk menjangkau sasaran pembeli yang belum tercapai
Upaya-upaya praktis yang dapat dilakukan antara lain:
– Meningkatkan unit penjualan dengan cara menurunkan harga, membuat barang atau jasa yang lebih banyak, dan lain-lain.
– Menambah lokasi atau staf penjualan agar dapat menjangkau jumlah pembeli yang lebih banyak.
– Meningkatkan periklanan agar lebih dikenal dengan baik.
– Menambah barang dan jasa dengan melakukan program cuci gudang untuk barang-barang yang hamper kadarluasa.
– Melakukan promosi penjualan, sepeerti memberi hadiah – hadiah, diskon, voucer, dan sebagainya.
– Meningkatkan pengenalan merek dengan melakukan publisitas, penelitian dan sejenisnya.
– Meningkatkan promosi dan iklan melalui media dan cara yang sesuai dengan sasaran pembeli yang hendak dicapai.
– Menurunkan harga dengan memberikan penawaran khusus atau diskon berdasarkan jumlah produk yang dibeli.
2) Mengembangkan pasar
Starategi ini dilakukan apabila sasaran pembeli yang lama sudah jenuh atau sudah habis sehingga perlu mencari sasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lama.
3) Mengembangkan produk
Strategi ini mencakup perubahan barang dan jasa yang tetap menggunakan cara produksi yang sama dengan cara produksi. strategi ini umumnya dilakukan untuk memperpanjang masa edar atau siklus hidup, bila mana kita mengetahui bahwa sasaran pembeli mulai bosan dan kita harus mengubah barang dan jasa yang ditawarkan tersebut
4) Melakukan Diversifikasi
Strategi ini merupakan pengembangan produk baru yang masih berhubungan dengan produk lama untuk ditaarkan kepada pasar yang baru juga.

5) Menetapkan Biaya Murah
Starategi ini didasarkan pada biaya input yang rendah sehingga dapat menghasailkan barang atau jasa yang murah juga, namun bukan berarti menawarkannya dengan kualitas yang rendah.
6) Memfokuskan pada pasar
Strategi ini dilakukan dengan memberikan layanan kepada para pembeli khususnya dengan pelayanana terbatas, dan pembeli dapat ditentukan dengan jelas, lebih efektif dan efisien dari pesaing.
7) Melakukan diferensiasi
Strategi ini berkonsentrasi pada penciptaan barang dan jasa baru yang dipandang sangat berbeda dengan yang lain.

Kelayakan Usaha

Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Kalau seseorang atau pihak melihat suatu kesempatan usaha, maka timbul pertanyaan, apakah kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis? Apakah kita bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut? Pertanyaan pertanyaan tersebut yang sebenarnya mendasari dijalankannya studi kelayakan usaha. Rencana usaha tidaklah semata mata dapat langsung anda putuskan untuk dilakukan karena ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan agar usaha yang akan dilakukan nantinya dapat menguntungkan bukan sebaliknya menyebabkan kerugian.
Oleh karena itu, rencana usaha harus dikaji secara mendalam melalui studi kelayakan usaha yang hasil dari studi itu tersebut membantu anda apakah rencana uasaha layak atau tidak untuk dilaksanakan.
Usaha yang diteliti bisa berbentuk besar atau kecil, seperti usaha pembangunan tenaga nuklir, sampai dengan usaha jasa fotocopy. Tentu saja semakin besar program yang dijalankan, semakin luas dampak yang terjadi. Dampak ini bisa berupa dampak ekonomis, bisa juga yang bersifat sosial. Karena itu ada yang melengkapi studi kelayakan ini dengan analisa yang disebut analisa manfaat dan pengorbanan (cost and benefit analysis) termasuk didalamnya semua manfaat dan pengorbanan sosial (social cost and social benefit). Dengan demikian, pada umumnya suatu studi kelayakan usaha akan menyangkut 3 aspek, yaitu :
1. Manfaat ekonomis usaha tersebut bagi usaha itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat financial). Yang berarti apakah usaha itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko usaha tersebut.
2. Manfaat ekonomi usaha tersebut bagi Negara. Sering juga disebut manfaat ekonomi nasional, yang menunjukkan usaha tersebut bermanfaat bagi ekonomi makro suatu Negara

3. Manfaat sosial usaha tersebut bagi masyarakat sekitar, ini merupakan studi yang paling sulit dilakukan.

Dengan ringkas kita bisa mengatakan, bahwa tujuan dilakukannya studi kelyakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Tentu saja studi kelayakan ini akan memakan biaya, tetapi biaya tersebut relative kecil apabila dibandingkan dengan resiko kegagalan usaha.
Dalam rangka studi kelayakan usaha tersebut hal-hal yang perlu diketahui adalah :
1. Ruang lingkup kegiatan usaha. Di sini perlu dujelaskan/ditentukan bidang-bidang apa usaha akan beroperasi. Kalau misalnya usaha adalah pendirian pabrik tekstil, maka apakah pabrik tekstil ini merupakan usaha yang terpadu, ataukah hanya tahapan tertentu saja.
2. Cara kegiatan usaha dilakukan. Di sini ditentukan apakah usaha akan ditangani sendiri, ataukah akan diserahkan pada pihak lain. Siapa yang akan menanganinya.
3. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya seluruh usaha. Disini perlu diidentifikasikan factor-faktor kunci keberhasilan usaha semacam ini. Teknik yang bisa dipergunakan adalah dengan mengidentifikasikan “underpinnings” untuk usaha semacam ini.
4. Sarana yang diperlukan oleh usaha. Menyangkut bukan hanya kebutuhan seperti : material, tenaga kerja, dan sebagainya, tetapi termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung, seperti jalan raya, transportasi, dan sebagainya.
5. Hasil kegiatan usaha tersebut. Serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut.
6. Akibat-akibat yang bermanfaat ataupun yang tidak dari kegiatan usaha tersebut. Hal ini sering disebut juga sebagai manfaat dan pengorbanan ekonomis dan sosial.
7. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan usaha, beserta jadwal dari masing-masing kegiatan tersebut, sampai dengan usaha investasi siap berjalan.

Organisasi Bisnis

Organisasi Bisnis
Pengertian organisasi bisnis yang terdapat dalam www.en.wikipedia.org yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Contoh organisasi bisnis adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat.
Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap usahanya.
Secara garis besar lingkungan bisnis dapat dibedakan menjadi; lingkungan pasar (market environment), dan lingkungan bukan pasar (nonmarket environment). Yang termasuk dalam lingkungan pasar adalah unsur-unsur dalam sistem pasar yang berpengaruh terhadap kegiatan suatu perusahaan, yang meliputi;

• Langganan
• Perusahaan yang menyediakan bahan mentah

• Para pekerja dalam perusahaan
• Perusahaan lain pesaing maupun bukan pesaing

Sedangkan lingkungan bukan pasar meliputi beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan perusahaan dalam perekonomian. Unsur-unsurnya antara lain;
• Kegiatan ekonomi pada keseluruhannya
• Peraturan dan Undang-undang negara dan pelaksanaannya
• Kestabilan pemerintah/politik dan kebijakan pemerintah
• faktor sosial dan budaya dalam masyarakat
• Organisasi perburuhan dan masyarakat lain
• Situasi dan perkembangan ekonomi global

Simple…….but Very Usefull Exercise.

Inti Latihan yang dinamakan Jin Jin Du Li(JJDL) ini adalah sebagai berikut:

Kedua pasang harus tertutup…..!!!!!
Siapa yang pada awal latihan ini bisa bertahan berdiri lebih dari 30 detik saja maka dia hebaattt….!!!!
Begini cara latihannya…..Ok…..!!!!
Siapkah Anda………….????????

Tutup kedua belah mata anda , lalu angkat salah satu kaki, boleh kiri ataupun kanan, dan tidak usah diangkat tinggi-tinggi cukup sekedarnya saja.

Jika anda tidak bisa melakukannya kurang dari 10 detik(SEPULUH DETIK) dan ingat tidak boleh ditopang apapun, hanya mengangkat salah satu kaki dengan mata terpejam, maka itu berarti tubuh anda telah mengalami degenerasi s/d level 60-70 tahun, dengan perkataan lain meski umur anda saat ini baru mencpai 40 tahun an, namun fisik anda telah MEROSOT lebih cepat.

Ini bukan lelucon………..!!!!!
Cobalah sekali lagi……..!!!!!

Tutup kedua mata anda, angkat salah satu kaki(tidak usah terlalu tinggi cukup sekedarnya saja), pasti anda akan terhuyung kekanan, kekiri, kedepan atau kebelakang…..!!!!!!

Namun anda tidak usah berkecil hati atau khawatir. Latihan ala Cina ini dapat anda latih terus menerus, kapan saja, dimana saja.

Ahli-ahli pengobatan Tradisional Cina mengatakan, latihan-latihan JJDL ini bila dilakukan satu hari selama 1 menit saja, maka dapat membantu mencegah DIMENSIA/Sifat Pelupa.

Latihan setiap hari JJDL dapat membantu mengatasi Hipertensi, Kadar Gula Darah Tinggi, Penyakit-penyakit pada leher dan Otot-otot Tulang punggung dan dapat mencegah Dimensia.

Jika anda berlatih secara rutin dan teratur setiap hari, maka yang semula anda hanya mampu bertahan beberapa detik saja maka lama kelamaan anda akan mampu bertahan selama 5 menit, dan Silahkan merasakan sendiri manfaat latihan JJDL ini…..!!!!
Murah meriah tanpa biaya sedikitpun. Modalnya hanya KEMAUAN….sekali lagi KEMAUAN….!!!!

Bila Anda mampu melatih diri setiap hari sehingga mampu bertahan lebih lama, maka anda akan merasa lebih bugar dari sebelumnya.

Silahkan Mencoba, Semoga Bermanfaat……!!!!!

Audit Planning.

Audit Planning.

In this phase we plan the information system coverage to comply with the audit objectives specified by the Client and ensure compliance to all Laws and Professional Standards. The first thing is to obtain an Audit Charter from the Client detailing the purpose of the audit, the management responsibility, authority and accountability of the Information Systems Audit function as follows:

  1. Responsibility: The Audit Charter should define the mission, aims, goals and objectives of the Information System Audit. At this stage we also define the Key Performance Indicators and an Audit Evaluation process;
  2. Authority: The Audit Charter should clearly specify the Authority assigned to the Information Systems Auditors with relation to the Risk Assessment work that will be carried out, right to access the Client’s information, the scope and/or limitations to the scope, the Client’s functions to be audited and the auditee expectations; and
  3. Accountability: The Audit Charter should clearly define reporting lines, appraisals, assessment of compliance and agreed actions.

The Audit Charter should be approved and agreed upon by an appropriate level within the Client’s Organization.

In addition to the Audit Charter, we should be able to obtain a written representation (“Letter of Representation”) from the Client’s Management acknowledging:

  1. Their responsibility for the design and implementation of the Internal Control Systems affecting the IT Systems and processes
  2. Their willingness to disclose to the Information Systems Auditor their knowledge of irregularities and/or illegal acts affecting their organisation pertaining to management and employees with significant roles within the internal audit department.
  3. Their willingness to disclose to the IS Auditor the results of any risk assessment that a material misstatement may have occurred

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Sistem Informasi Manufaktur (SIMa) termasuk dalam kerangka kerja Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara keseluruhan. SIMa lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi, dengan  mempertimbangkan semua proses yang terjadi.

Input
Data Internal perusahaan merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang  mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna.
Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.Data-data ini biasanya berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.
Data awal ini dapat diperoleh sejak awal perusahaan berdiri maupun pada saat proses produksi berlangsung, kemudian data-data yang diperlukan didokumentasikan ke dalam sebuah database. Namun, apakah kita bisa mendefinisikan data apa saja yang perlu kita catat ke dalam sebuah database?
Oleh karena abstrak dan banyaknya data yang harus didokumentasi, maka kita harus bisa mendefinisikan tujuan akhir dari informasi yang hendak kita buat. Pihak manajemen puncak (eksekutif) harus memberikan pedoman kepada pihak manajemen informasi untuk membuat sebuah sistem informasi yang dikehendaki. Setelah itu, pihak manajemen informasi dapat memutuskan untuk mengumpulkan data yang seperti apa untuk dapat menghasilkan informasi seperti yang diharapkan oleh pihak eksekutif.

 Proses
Proses pengolahan data menjadi informasi selalu diidentikkan dengan Database Management System (DBMS). DBMS ini identik dengan manajemen data, dimana data yang ada harus dijamin akurasi, kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi pemakai.
Kegiatan yang terjadi di dalam manajemen data adalah :
1. Pengumpulan (pendokumentasian) data
2. Pengujian data, agar tidak terjadi inkonsistensi data
3. Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
4. Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data.
5. Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain.
Seperti halnya data input, pengolahan data menjadi informasi memerlukan proses khusus dengan menggunakan metode perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan industry yang bersangkutan. Apabila kita belum mengetahui keinginan informasi dari pihak eksekutif, pengolahan data yang ada dapat menimbulkan cost yang inefektif dan inefisiensi.

 Output
Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data perlu diklasifikasikan berdasarkan beberapa subsistem. Dalam hal ini, penulis mengklasifikasikan output data menjadi 3 bagian yaitu persediaan, produksi dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak meninggalkan unsur biaya yang terjadi di dalamnya.

 Persediaan
Subsistem persediaan memiliki definisi setiap produk yang ada dalam perusahaan baik yang disimpan ataupun akan dibutuhkan. Subsistem persediaan memberikan jumlah stok, biaya holding, safety stock , dan lain-lain berdasarkan hasil pengolahan data dari input.
Subsistem persediaan biasanya memiliki proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory). Proses yang lain dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan, namun kedua proses ini sudah cukup mewakili keseluruhan proses dalam subsistem persediaan.
Dalam proses pembelian, pihak manajemen informasi perlu mendokumentasi proses pemilihan pemasok hingga kedatangan material dari pemasok untuk kemudian diproses di dalam lantai produksi.
Proses pembelian perlu diperhitungkan dengan mempertimbangkan korelasi antara pembelian dan penyimpanan. Apabila jumlah penyimpanan kecil, maka frekuensi pembelian diperkirakan semakin banyak (dengan kuantitas produk yang sedikit) dan biaya semakin besar,. Namun apabila jumlah penyimpanan besar, maka frekuensi pembelian sedikit (dengan kuantitas produk yang banyak) dan biaya dapat ditekan, tapi biaya penyimpanan juga bertambah.

 Penyimpanan naik————-Pembelian Turun

Penyimpanan turun————-Pembelian Naik

 Perbandingan terbalik antara penyimpanan dan pembelian ini perlu dihitung untuk mencari titik  optimal untuk pembelian dan titik optimal untuk penyimpanan agar tidak terjadi pembengkakan cost.
Proses penyimpanan juga memiliki peran dalam subsistem persediaan. Penyimpanan yang terlalu banyak (berlebihan) dapat mengakibatkan biaya (perawatan, kerusakan, dll), sehingga kuantitas penyimpanan perlu diperkirakan sesuai dengan kapasitas gudang.

 Produksi
Subsistem produksi perlu didokumentasikan dan perlu dijadikan sebuah informasi untuk mendukung para eksekutif dalam menentukan keputusannya. Definisi dari subsistem produksi adalah segala hal yang bersangkut paut dengan proses yang terjadi di setiap stasiun kerja ataupun departemen. Informasi yang perlu untuk user adalah penjadualan produksi (scheduling) dan transaksi (transaction) antar stasiun kerja.
Penjadualan produksi perlu memperhitungkan data demand dan kapasitas produksi. Data ini biasanya diambil dari pihak marketing yang mengetahui peramalan pasar mendatang, sehingga produk tidak terlalu banyak ataupun terlalu disedikit diproduksi. Selain berhubungan dengan pihak marketing, penjadualan produksi berhubungan dengan pihak Human Resource dalam hal jumlah karyawan yang bekerja, kualifikasi karyawan, shift kerja ,dll. Meski jumlah karyawan sedikit, apabila kualifikasi baik, maka hasil produksi pun berkualitas. Oleh karena itu, performance pekerja menentukan
penjadualan produksi. Bill of Material (BOM) berhubungan sekali dengan penjadualan produksi. Hubungan erat antara penjadualan dan persediaan dapat direlasikan melalui BOM. Tingkat persediaan akan mempengaruhi jadual produksi, sehingga BOM setiap produk perlu dirinci agar tidak terjadi keterlambatan produksi. Keterlambatan komponen setiap produk dapat dilihat dari hasil pengolahan data, sehingga setiap kesalahan dapat diperbaiki untuk periode penjadualan berikutnya.
Keterkaitan antar stasiun kerja perlu didukung oleh sistem yang baik. Just In Time (JIT) yang dipublikasikan oleh Jepang, menjadi sistem yang cukup terkenal di perusahaan besar karena adanya proses informasi yang akan mengurangi keterlambatan pengiriman produk ke stasiun kerja berikutnya (sistem kanban).
Dalam SIMa pun perlu didokumentasikan setiap proses transaksi (arus ambil, terima, retur antar stasiun kerja) yang terjadi untuk menjaga kemungkinan terjadi kesalahan pengiriman, kerusakan pada waktu pengiriman, dll. Proses transaksi pun perlu mengatur sistem dokumentasi penyimpanan WIP dan barang jadi yang akan diproses lebih lanjut agar produk tersebut terhindar dari kerusakan maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

 Kualitas
Subsistem kualitas memiliki definisi yang sangat kompleks. Semua hal berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Banyak hal lain yang bukan definisi mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses perawatan.
Proses yang perlu didokumentasi dalam subsistem ini adalah kontrol proses (Process Control), Perawatan (Maintenance), dan Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Masih banyak hal lain yang perlu didokumentasi, namun secara keseluruhan, tiga proses ini dapat mencerminkan kualitas produk yang dihasilkan.
Proses perawatan termasuk dalam bagian kualitas karena gangguan proses yang terbesar di lantai produksi adalah karena masalah perawatan mesin. Proses perawatan ini berhubungan dengan umur ekonomis mesin, sekaligus berhubungan dengan lamanya perawatan yang dilakukan. Informasi mengenai proses perawatan akan sangat mendukung penjadualan produksi, sehingga tidak terlalu banyak preemption (penghentian proses) dalam setiap stasiun kerja.
Proses produksi yang terjadi di setiap stasiun kerja perlu didokumentasi agar nantinya dapat menjadi informasi, stasiun kerja mana yang paling berpengaruh terhadap kualitas produk saat ini. Penentuan ini dapat dilakukan dengan pencatatan produk cacat yang terjadi di setiap stasiun kerja. Kualitas sebuah produk sangat ditentukan oleh keinginan konsumen. Konsumen memiliki standar kepuasan yang diterjemahkan ke dalam spesifikasi, dan spesifikasi tersebut menjadi tolok ukur kualitas sebuah produk. Dokumentasi spesifikasi produk yang dihasilkan dapat menjadi tolok ukur kualitas proses produksi yang sedang berjalan saat ini. Informasi mengenai spesifikasi produk yang ada saat ini pun dapat menjadi pemikiran strategis untuk kebijakan perusahaan di masa mendatang.

Biaya
Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan produknya. Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya. Bagan sistem informasi manufaktur diatas menggambarkan bahwa biaya merupakan komponen yang melingkupi keseluruhan output informasi tersebut, dan biaya juga termasuk dalam setiap komponen subsistem tersebut. Maksudnya, dalam menghasilkan informasi untuk setiap subsistem memerlukan biaya yang besar dan sekaligus ada biaya yang dapat direduksi dari hasil informasi yang didapatkan dari sistem yang ada.

KOMITMEN PERUSAHAAN
Sistem Informasi Manufaktur adalah sebuah sistem yang cukup kompleks. Sistem ini dapat berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang tinggi, sumber daya yang berkualitas, dan yang paling penting adalah komitmen perusahaan.
Sistem Informasi Manufaktur merupakan subsistem dari sistem informasi manajemen secara keseluruhan. SIMa ini berguna untuk memperbaiki proses produk yang terjadi untuk mendukung visi, misi, strategi, bahkan tujuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Pembentukan SIMa ini tidak akan terlepas dari peran seorang Industrial Engineer. Kompleksitas sistem ini hanya dapat dibuat dengan pengetahuan praktis dari setiap personel perusahaan digabungkan dengan pengetahuan teori oleh pihak akademisi atau pihak yang mengerti mengenai sistem informasi ini. Maka dari itu, SIMa dapat menjadi sebuah ujung tombak ataupun sebuah pondasi perusahaan untuk dapat survive dari krisis yang berkepanjangan.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS).

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Dalam kegiatannya, HRIS mengelola dan menjalankan sistem administrasi SDM mulai dari perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data sampai dengan pemberhentian dan administrasi tunjangan. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat model HRIS yang didalamnya meliputi subsistem input (berupa SIA, Penelitian SDM dan Intelijen SDM), serta Output (berupa Subsistem Perencanaan Kerja, Perekrutan, Manajemen Angkatan Kerja, Tunjangan, Benefit dan Pelapor Lingkungan.
Dalam pelaksanaanya, kegiatan HRIS dilakukan oleh HRD (Human Resources Departement) yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.

Enterprise Information System

Sebuah enterprise information system umumnya adalah setiap jenis sistem komputasi pada tingkatan ” enterprise”. Artinya system ini menawarkan kualitas layanan yang tinggi, berurusan dengan volume data yang besar dan mampu mendukung operasi beberapa organisasi besar (“enterprise “).

Sistem informasi perusahaan (enterprise information system) menyediakan platform teknologi yang memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan proses bisnis mereka. Sebuah sistem informasi perusahaan menyediakan sistem tunggal yang merupakan pusat organisasi dan memastikan bahwa informasi yang dapat dibagi di semua tingkat fungsional dan hirarki manajemen. Sistem perusahaan membuat struktur data standar dan sangat berguna dalam menghilangkan masalah fragmentasi informasi yang disebabkan oleh banyaknya sistem informasi dalam sebuah organisasi.

Sistem informasi perusahaan akan ditempatkan dalam satu atau lebih pusat data, akan menjalankan perangkat lunak perusahaan, dan dapat mencakup aplikasi yang biasanya melintasi batas-batas organisasi seperti sistem manajemen konten(content management systems).

Hal mendasar dari EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara logikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing2 divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara logikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.

 Contoh EIS adalah Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM) dan masih banyak yang lainnya. Tantangan terbesar dalam implementasi EIS adalah tingkat kesulitannya karena sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, biaya mahal dan belum tentu berhasil. Walaupun begitu, sekarang makin banyak pilihan untuk solusi EIS ini. Sehingga perusahaan bisa menentukan solusi mana yang paling cocok. Beberapa contoh vendor EIS misal SAP (www.sap.com), Oracle (www.oracle.com) .

PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

Gallery

This gallery contains 4 photos.

Pengambilan Keputusan. 1.       Merupakan proses dengan langkah-langkah tertentu. 2.       Dillakukan sebagai upaya mengatasi/memecahkan masalah 3.       Proses menetukan satu pilihan alternative 4.       Hanya dilakukan satu kali saja. 5.       Mengandung suatu resiko. Tujuan Pengambilan Keputusan: 1.       Pencapaian tujuan organisasi secara lancer, mudah … Continue reading

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan

Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.

a. Point to Point (Titik ke-Titik) .
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa.

 

Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.

 

b. Star Network (Jaringan Bintang) .
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu.

 

Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

 

c. Ring Networks (Jaringan Cincin) .
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah.

Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju.

Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

d. Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

 

Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

 

e. Bus Network .
Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama.

 

Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.

 

f. Plex Network (Jaringan Kombinasi) .
Merupakan jaringan yang benar-benar interactive, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi

Database

Database often abbreviated DB. A collection of information organized in such a way that a computer program can quickly select desired pieces of data. You can think of a database as an electronic filing system.

Traditional databases are organized by fields, records, and files,. A field is a single piece of information; a record is one complete set of fields; and a file is a collection of records. For example, a telephone book is analogous to a file. It contains a list of records, each of which consists of three fields: name, address, and telephone number.

An alternative concept in database design is known as Hypertxt  . In a Hypertext database, any object, whether it be a piece of text , a picture, or a film, can be linked to any other object. Hypertext databases are particularly useful for organizing large amounts of disparate information, but they are not designed for numerical analysis.

To access information from a database, you need a datavase management system *DBMS). This is a collection of programs that enables you to enter, organize, and select data in a database.

Increasingly, the term database is used as shorthand for database management system.

Perancangan Sistem Informasi.

Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.

General Ledger Information System.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Secara umum bentuk siklus akuntansi perusahaan jasa meliputi:

  1. Pembuatan bukti transaksi
  2. Membuat jurnal/buku harian atas transaksi yang terjadi sesuai berdasarkan tanggal transaksi
  3. Pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar (pembuatan buku besar)
  4. Membuat ayat jurnal penyesuaian
  5. Pembuatan kertas kerja
  6. Menyusun laporan keungan
  7. Membuat jurnal penutup
  8. Penutupan buku besar
  9. Neraca sisa/saldo setelah penutupan
  10. Membuat jurnal pembalik

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang.
Secara umum bentuk siklus akuntansi perusahaan dagang adalah sebagai berikut:

1. Tahap Pencatatan
1.1 Transaksi/Bukti transaksi
1.2 Mencatat transaksi ke dalam:
– Jurnal Umum
– Jurnal Khusus
1. Jurnal penerimaan kas
2. Jurnal pengeluaran kas
3. Jurnal pembelian
4. Jurnal Penjualan
– Buku Besar Pembantu
1. Piutang usaha
2. Hutang usaha
3. Persediaan
1.3 Pemindahbukuan ke Buku Besar

2. Tahap Pengiktisaran
2.1 Membuat Neraca Sisa
2.2 Membuat Jurnal Penyesuaian
2.3 Membuat Kertas Kerja

3. Tahap Pelaporan
3.1 Perhitungan rugi laba
3.2 Perubahan ekuitas
3.3 Neraca

2.4 Jurnal penutup
2.5 Menutup buku besar
2.6 Neraca saldo setelah penutupan
2.7 Jurnal Pembalik

Kata-Bijak-2

In three words I can sum up everything I’ve learned about life: It goes on

If you want something you’ve never had then you’ve got to do something you’ve never done.

If you listen to your fears, you will die never knowing what a great person you might have been.

The wise are not wise because they make no mistakes. They are wise because they correct their mistakes as soon as they recognize them.

If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.

In the middle of difficulty lies opportunity,

We cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them.

The secret to creativity is knowing how to hide your sources.

Don’t lose hope because when the sun goes down, the stars come out.

A pretty face gets attention, but a pretty heart gets commitment.

Always be a first-rate version of yourself…Instead of a second-rate version of someone else.

To accomplish great things we must not only act…We must dream, we must plan, and we must believe.

Always try to help others…And if you can’t help them, at least don’t hurt them.

Yǒuyì shì liǎng kē xīn zhēnchéng xiāng dài, ér bùshì yī kē xīn duì lìng yī kē xīn de qiāodǎ—— Persahabatan adalah dua hati yang saling tulus, dan bukanlah detak hati yang satu kepada hati yang lain.

What lies behind us and what lies before us are tiny matters compared to what lies within us.

The real secret to total gorgeousness is to believe in yourself.

Life may not be the party we hoped for, but while we’re here we should dance.

As we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.

Be not afraid of life. Believe that life is worth living and your belief will create the fact.

When life’s problems seem overwhelming, look around and see what other people are coping with. You may consider yourself fortunate.

Life is wonderful. It’s a gift to be alive, to see the sun and breathe the air. And there isn’t really anything else.

Don’t be afraid of your fears. They’re not there to scare you.  They’re there to let you know that something is worth it.

Teachers open the door, but you must enter by yourself.

Do not quench your inspiration and your imagination Don’t become the slave of your model.

Better never have met you in my dream than to wake up and reach for the hand that are not there.

Flatter me, and I may not believe you, Criticize me, and I may not like you, Ignore me, and I may not forgive you, Encourage me, and I may not forget you.

If you tell the TRUTH, you don’t have to remember anything.

If you want to know your past, look into your present condition, If you want to know your FUTURE, look into your present action.

The best THINGS in life aren’t things.

Success is how high you can BOUNCE when you hit the bottom.

If you want to KISS the sky you better know how to KNEEL.

Everybody can be great because anybody can serve, You don’t have to be a college degree to serve, You don’t have to make your subject and verb agree to serve, You only need a heart full of grace. A soul generated by love.

Always hold your head up, but be careful to keep your nose at a friendly level.

Data Flow Diagram

Data Flow Diagram.
Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem.
Penggunaan DFD Sebagai Modeling Tool dipopulerkan Oleh Demarco & Yourdon (1979) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan Metoda Analisis Sistem Terstruktur.
Simbol DFD:

Kesatuan Luar/Lingkungan Luar Sistem
Suatu kantor, departemen atau devisi laian dalam perusahaan tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.
Orang atau kelompok orang di organisasi tetapi diluar sistem yang dikembangkan.  Suatu organisasi atau orang yang berada diluar organisasi, misal langganan, pemasok.
Sistem informasi lain diluar sistem yang dikembangkan.
Sumber asli dari transaksi.
Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan system.
Arus Data
Formulir atau dokumen.
Laporan tercetak yang dihasilkan sistem.
Tampilan atau output layar yang dihasilkan sistem.
Masukan untuk komputer
Komunikasi ucapan.
Surat-surat atau memo.
Data yang dibaca atau direkam ke suatu file.
Suatu isian yang dicatat dalam buku agenda.
Trasnmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain.
Proses
Kegiatan atau kerja yang dilakukan orang, mesin atau komputer.
Semua proses harus ada input dan harus ada outputnya.
Physical data flow diagram (PDFD) proses dapat dilakukan oleh manusia, mesin atau komputer.
Logical data flow diagram (LDFD) proses yang dilakukan oleh computer.
Simpanan Data
Suatu file atau database di system komputer.
Suatu arsip atau catatan manual.
Suatu kotak tempat data di meja seseorang.
Suatu tabel acuan manual.
Suatu agenda atau buku.

Pengendalian Proses

Pengendalian proses (processing controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah di valid) menjadi error karena adanya kesalahan proses. Tujuan pengendalian pengolahan adalah untuk mecegah agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan selama proses pengolahan data.
Pengendalian proses merupakan bentuk pengendalian yang diterapkan setelah data berada pada sistem aplikasi komputer. Menurut IAI (SA341,Par.08) pengendalian ini didesain untuk memberi keyakinan yang mamadai bahwa: (a) transaksi, termasuk transaksi yang dipicu melalui sistem, diolah semestinya oleh komputer, (b) transaksi tidak hilang, ditambah, digandakan, atau diubah tidak semestinya, dan (c) kekeliruan pengolahan dapat diidentifikasi dan dikoreksi secara tepat waktu.

Database

Pengertian Database
1.Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
2.Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
3.Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
4.Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.