Variabel-Variabel Motivasi

Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari: (1) Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); (2) Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); (3) Kebutuhan atas imbalan (Insentive). Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive).
Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dalam banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut.

Motif.

motiveMenurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai : a motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes. Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

tahapankehidupanWilliam G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow sebagaimana diungkap pada halaman sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

Harapan.

hope-in-focus-1Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004)mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan. Arthur levingson dalam buku Vilfredo Pareto (1953: 178) menyatakan : The individual is influenced in his action by two major sources of role expectation the formal demands made by the company as spalled out in the job, and the informal expectation forces make behavioral demans on the individual attemps to structure the social situation and the devine his place in it.

tuntutan-pekerjaanDengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu : sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105), addtionally, as could be anticipated, the groups themselves can be axpected to interact, effecting the others expectations. Ternyata kelompok karyawan sendiri dapat juga mempengaruhi harapan-harapan yang akan dicapainya. Dan dengan adanya keyakinan atau pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan atau menggerakkan usahanya (Gary Dessler, 1983: 66). Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori expectancy mengajukan 3 (tiga) konsep konsep dasar, yaitu : (1) Valence atau kadar keinginan seseorang; (2) Instrumentality atau alat perantara; (3) Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri (Gary Dessler, 1983: 66).

Insentif.

IncentiveSMALLDalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah peransang, tepatnya pendapat Dubin adalah incentive are the inducement placed the course of an going activities, keeping activities toward directed one goal rather than another. Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain. Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan dari pada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap atau tingkah laku orang-orang. Secara lebih lengkap Viteles menyatakan : incentive are situasions which function in arousing dynamis forces in the individual, or managements of conditions introduced with the expectation of influencing or altering the behavior of people.

modern-employee-incentives-589x328Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemnberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin: ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.

 

This entry was posted in Uncategorized by admin. Bookmark the permalink.

67 thoughts on “Variabel-Variabel Motivasi

  1. Menurut saya,motivasi harus didasari oleh keinginan seseorang,alat perantara,dan keyakinan untuk mewujudkan keinginan tersebut yg menjadi variabel -variabel dalam motivasi

  2. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, seperti bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Dalam suatu perusahaan selalu dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengatur organisasi dalam suatu perusahaan tersebut untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan setiap dalam organisasi dan perusahaan pasti memiliki konflik antara atasan dan bawahannya maka dibutuhkan komunikasi yang baik agar tidak terjadi konflik antara satu orang dengan yang lainnya begitupun suatu perusahaan pasti mengalami pengembangan jadi 5 variabel dalam kinerja pegawai sangat berhubungan dan memiliki peran penting bagi suatu perusahaan yang ingin berkembang dengan baik.

  3. bissmillahirrohmanirrohim.
    manusia bergerak karna ada keinginan,tujuan dan motivasi didalamnya yang menjadi dasar atas itu semua adanya kemauan mencapai suatu tujuan,maka dari itu variabel motivasi disusun tergantung pada manusia itu sendiri dan diartikan dengan suatu tujuan dan keyakinan masing-masing.
    terimakasih.

  4. Menurut saya, variabel-variabel motivasi saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Karena jika dilihat, variabel-variabel ini memiliki kesamaan arti, yaitu usaha yang dilakukan seorang individu untuk mencapai sesuatu yang belum tercapai. Dengan adanya motiv, intensif, harapan, dan lain sebagainya itulah yang membuat seorang individu lebih bersemangat melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu yang belum tercapai.

  5. Menurut saya, dalam melihat tingkat motivasi seseorang diukur dari ketiga fungsi variabel motivasi, semakin tinggi tingkat fungsi variabel motivasi seperti (motif,ekspektasi dan insentif) maka semakin tinggi juga motivasi orang tersebut untuk mencapai keinginannya.

  6. Tiga variable yang berkaitan dengan motivasi adalah Valensi, Harapan dan sarana. Harapan adalah keyakinan bahwa peningkatan usaha akan mengakibatkan peningkatan performa jika saya yaitu bekerja lebih keras maka ini akan lebih baik.

    Sarana adalah keyakinan bahwa jika Anda melakukan dengan baik bahwa hasil yang berharga akan diterima yaitu jika saya melakukan pekerjaan yang baik, ada sesuatu di dalamnya untuk saya.

    Valensi adalah penting bahwa tempat-tempat individu atas hasil yang diharapkan. Sebagai contoh, jika saya terutama termotivasi oleh uang, saya mungkin tidak menawarkan tambahan nilai waktu luang.

  7. Menurut saya, Variable-variable motivasi salah satu dorongan kepada individu untuk mencapai suatu tujuan yang mereka ingini. induvidu akan lebih bersemangat lagi untuk mencapai tujuannya karena adanya variable motivasi tersebut.

  8. Variabel motivasi adalah acuan individu untuk mecapai yang ia ingingikan, maka motivasi harus dilandasi keyakinan untuk mewujudkan keinginan tersebut yg menjadi variabel -variabel dalam motivasi.

  9. Menurut saya. Dari ke 3 variabel tersebut benar, karna pada dasarnya motivasi terdapat pada diri kita masing-masing. Dan suatu keyakinan itu dapat diwujudkan dari motivasi yang ada.

  10. Dari adanya 3 variabel motivasi tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa , dengan adanya motif , kita bisa tahu apa alasan kita dalam melakukan suat tujuan . Dengan adanya harapan , kita bisa selalu berfikir positiv dengan apa yang kita kerjakan . Dengan adanya Insetifitas , kita bisa selalu “Exited” dan bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik .

    Terima kasih

  11. Menambahkan dari variabel variabel diatas, saya pikir motivasi pada para pekerja kini tidak hanya berada pada motif,harapan,dan insentif. Pekerja dewasa ini dapat termotivasi jika terdapat adanya kepuasan kerja, lama atau cepatnya durasi kerja yang harus mereka habiskan, tingkat profesionalisme pekerja , serta kondisi lingkungan pekerjaan yang mereka alami didalam kesehariannya. Tanpa mengesampingkan faktor psikis pekerja saat berada dirumahnya pun mempengaruhi dirinya dalam bekerja. Kita dapat setuju bahwa orang yang memiliki banyak masalah dirumahnya, tentu saja sediit banyak akan mempengaruhi dirinya di dalam bekerja.

  12. Menurut saya ketiga variabel tersebut benar, karena yang terjadi saat ini setiap apapun yang kita lakukan haruslah ada imbalan atau acuan yang menjadi motivasi kita. Tanpa ketiga variabel tersebut sangatlah sulit untuk mendapatkan motivasi, baik motivasiyang datangnya dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain.

  13. Sri Mulyani 2013-11-461 Seksi 58
    Motif kebutuhan yang belum terpuaskan akan mendorong seseorang untuk bertindak tertentu.Keyakinan/pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk menggerakan usahanya. Serta imbalan yang diberikan perusahaan akan merangsang karyawan untuk bekerja lebih baik lagi.

  14. ketiga variabel tersebut merupakan kombinasi yang pas apabila seseorang hendak mewujudkan harapan dan cita – cita yang ia hendak raih.
    motif adalah awal dari segala tindakan yang dilakukan seseorang dalam meraih apa yang ia inginkan.
    dari motif yang telah ia lakukan, ia pasti mengharapkan suatu perubahan yang dapat membuka jalan ia dalam mewujudkan motif awal dia berusaha.
    terakhir, insentif ialah ekspektasi dari hasil yang ingin dicapai sesuai target awal seseorang untuk mencapai tujuan utama dia dalam melakukan suatu pekerjaan sehingga memacu dia untuk berusaha melakukan yang lebih baik lagi dan lebih giat lagi dalam usahanya.

  15. Menurut saya, variabel-variabel motivasi sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive). Karena sifatnya luas teori tersebut banyak digunakan untuk di bidang manajemen, administrasi, psikologi, dan marketing. Terimakasih.

  16. Menurut saya motivasi harus didasari oleh keinginan seseorang dari dalam dirinya . faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut dan 3 variabel adalah landasan yang tepat untuk mewujudkannya

  17. menurut saya motif , harapan , dan insentif memang sudah harga mutlak menjadi bagian dari motivasi sendiri karna di dalamnya mencakup bagian bagian dari pencapaian motivasi

  18. Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) ada tiga variabel motivasi yaitu motif, insentif, dan harapan. Ketiga hal ini menentukan motivasi karena dengan adanya motif maka ada dorongan untuk melakukan sesuatu,adanya harapan maka seseorang berani melakukan sesuatu, dan adanya insetif maka akan ada yang merangsang seseorang mencapai tujuan.

  19. area motivasi mempunyai banyak , motivasi mempunyai acuan dalam melakukan atau impian yang kita inginkan , bagaimana motivasi itu timbul ?
    motivasi timbul akan adanya dari dorongan-dorongan orang sekitar keluarga,guru,teman,sahabat dan karib-karib lainnya . kembali lagi pada diri sendiri dengan adanya dorongan untuk memacu suatu semangat yang utuh harus dari prinsip diri sendiri . maka dari itu banyak orang yang terkadang salah dengan jalan kehiduppannya di karnakan mereka tidak mempunyai prinsip-prinsip yang harus kita punyai.

  20. pada pendapat-pendapat para ahli di atas, bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan . ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

  21. Motiv, harapan dan insentif berjalan secara bersamaan. Langkah awal di mulai dr motiv, berlanjut kepada harapan yang membuat kita berangan-angan indah dengan apa yg kita akan dapatkan jika apa yg kita lakukan tsb bisa tercapai, dan insentiflah yg mengacu seseorang agar bertindak untuk menggapain motivasinya

  22. dari beberapa pendapat diatas, bahwa variabel-variabel motivasi dapat diukur dari 4(empat) indikator yaitu sbb:
    1. Dorongan mencapai tujuan
    2. Semangat kerja
    3. Inisiatif dan kreativitas, serta
    4. Rasa tanggung jawab

  23. YOSUA SALIM / 2013-12-089 / SEKSI 58.

    Menurut saya :
    1. Motive itu intinya motivasi orang bekerja itu karena kebutuhan hidup.
    2. Expectation itu intinya dia kerja karena dia mengharapkan sesuatu, entah fasilitas atau outcome.
    3. Insentif itu intinya daya tarik yang diberikan sengaja kepada seseorang untuk membangun seseorang agar tertarik terhadap hal itu.

  24. ARISTON (2013.12.090) SEKSI 58

    Menurut saya, variabel-variabel motivasi merupakan faktor-faktor yang mendukung seseorang melakukan tindakan atau yang mendorong seseorang memiliki “alasan” dalam bertindak.
    Yang pertama motif, ketika seseorang termotivasi untuk melakukan sebuah pekerjaan pastinya jelas orang tersebut memiliki motif atau yang menjadi penyebab seseorang melakukan sebuah pekerjaan / tindakan.

    Yang kedua, Harapan dapat dikatakan sebagai sebuah tujuan seseorang di dalam melakukan tindakan di mana di dalam tindakannya mengandung motif, dan harapan menjadi pemicunya.

    Yang ketiga, Insentive merupakan imbalan lebih ketika seseorang bertindak di samping untuk mengejar tujuan / harapannya.

  25. motif, harapan, intensif itu saling berkaitan satu sama lain. tanpa motif maka tidak ada faktor penggerak untuk melakukan sesuatu maka tidak ada juga harapan dan proses yang intensif agar harapan itu dapat terwujud. oleh karena itu ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan.

  26. Motivasi dalam hidup manusia itu berbeda-beda, ada yang memotivasi dirinya agar slalu bergiat dan ada juga yg tidak, jadi Motivasi haruslah slalu tertanam didalam diri kita agar kita memiliki variabel motivasi yg bermacam-macam.

  27. menurut saya motivasi sangat dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif untuk itulah orang2 lebih bersemangat dalam memiicu motivasi.

  28. menurut saya motivasi sangat dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif untuk itulah orang2 lebih bersemangat dalam memiicu motivasi..

  29. menurut saya, Dalam pencapaian sebuah tujuan dapat dilatar belakangi oleh motiv, harapan dan insentif. ketiga faktor tersebut seseorang harus dapat memahami dan melakukan dengan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan yg diinginkan, bila kita salah memahami dapat beresiko ketidakseimbangan dalam melewati proses-proses untuk menggapai tujuan. – Variabel-Variabel Motivasi

  30. Menggali potensi diri juga dipengaruhi oleh variabel-variabel motivasi yang ada. Dimulai dengan adanya motif, yaitu kebutuhan tertentu yang seseorang rasakan yang selanjutnya menentukan tindakan yang orang tersebut lakukan. Selanjutnya adalah harapan, yaitu kemungkinan yang ada bahwa dengan perbuatan tertentu akan mencapai tujuan. Yang terakhir adalah insentif, dengan adanya insentif yang diberikan kepada seseorang, maka seseorang akan melakukan hasil yang semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. Ketiga teori ini sangat berketergantungan satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

  31. 201311267 – Fendy – seksi 58

    Menurut saya, harapan timbul karena keinginan yang kuat. Itu menjadi pemicu seseorang bertingkah laku dan berpikir untuk mencapai tujuan. Faktor insentif juga berperan sebagai tambahan dalam diri seseorang untuk termotivasi.
    Terima kasih Pak.

  32. Menurut saya
    Variabel-variabel motivasi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. variabel-variabel ini memiliki arti, yaitu usaha yang dilakukan seorang untuk mencapai sesuatu yang belum tercapai. Dengan adanya motiv, intensif, harapan, dan lainnya yang membuat seorang lebih bersemangat mencapai sesuatu yang belum tercapai.

  33. Variable-variable motivasi adalah kebutuhan, pengharapan dan lingkungan. Dalam setiap individu mempunyai kebutuhan dan pengharapan yang berbeda-beda, maka variable-variable motivasi sangat berpengaruh pada pencapaian suatu tujuan yang di harapkan.

  34. Menurut saya variabel motivasi merupakan suatu kumpulan atau rumus dari berbagai hal tentang motivasi. Motivasi berasal dari dalam diri manusia dan bukan berasal dari lingkungan luar seseorang.

  35. Motivasi dipengaruhi oleh motif, pengharapan dan insentif, karena itulah setiap individu menjadi bersemangat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Pada dasarnya setiap individu sudah memiliki motivasi, karena manusia membutuhkan motivasi untuk mencapai setiap tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut juga pasti ada dorongan dari luar seperti dari keluarga, teman dan sebagainya. Terimakasih

  36. Motivasi terdiri dari beberapa variabel, diantaranya adalah motive, expectation dan insentif. Tiga variabel tersebut sangat mempengaruhi mativasi itu sendiri. Sehingga tingginya motivasi seseorang dapat diukur dengan :
    1. Motive, seberapa besar faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan hal tersebut.
    2. Expectation, seberapa besar kencenderungan atau kemungkinan untuk mencapai hal tersebut.
    3. Insentif, seberapa besar daya tarik dari hal tersebut.

  37. Menurut saya, variabel individu adalah sebuah acuan untuk individu melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Tanpa ketiga variabel tersebut sangatlah sulit untuk mendapatkan motivasi, baik motivasi yang datangnya dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain.

  38. pada dasarnya variabel tersebut menunjukan struktur kehidupan yang ada, kita ambil contoh karyawan , bahwa pada dasarnya manusia yang bekerja, ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, lingkungan yang baik, dan insetif yang baik. Terlepas dari teori tersebut, teori ini bersifat keinginan seseorang .

  39. Variabel-variabel motivasi yang terdiri dari kebutuhan fisiologis,kebutuhan keselamatan,dan keamanan kerja,kebutuhan sosial,kebutuhan penghargaan serta kebutuhan aktualisasi diri mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap produktivitas kerja karyawan

  40. Menurut saya variabel motivasi merupakan dasar dasar yang menyebabkan timbul nya motivasi, motivasi / motifawal nya berasal dari dalam diri dikarenakan kebutuhan untuk mencapai apa yang di ingin kan ( inner need ).
    Selanjut nya setelah mereka terdorong untuk melakukan sesuatu mereka psti memiliki harapan tersendiri setelah melakukan kegiatan tersebut
    Insentif dapat di sebut juga sebagai imbalan yang diterima ketika kita telah menyelesaikan sebuat kegiatan dengan benar dan sukses.
    pada umum nya, variabel-variable motivasi dapat di bagi menjadi berbagai macam. namun untuk ” Motif, harapan dan Insentif merupakan hal utama / pokok yang mendorong muncul nya motivasi ( variabel-variabel motivasi )

  41. melva marshella (2013-52-199) seksi 59
    menurut saya daripada disebut sebagai variabel, ketiga hal diatas lebih seperti dasar terbentuknya motivasi. motif adalah dorongan untuk memenuhi kebutuhan. harapan adalah apa yang kita pikir akan kita dapatkan dari pemenuhan kebutuhan tersebut. insentif adalah imbalan dari usaha kita dalam memenuhi motif, dan insetif bisa berbentuk segala hal, tidak hanya uang. maka ketiga hal inilah yang secara sistematis membuat kita termotivasi. dengan kata lain termotivasi adalah perasaan senang untuk meraih motif.

  42. Rohani (2012-52-109) seksi 59

    Motivasi secara garis besar terbagi anatara kebutuhan yang bersifat fisik dan psikologis. Dalam bekerja misalnya, motivasi utama kita adalah kebutuhan akan gaji / salary (keb. fisik), selain itu kita juga memerlukan ekspetasi yang diberikan atasan maupun perusahaan sebagai batas mengenai apa yang harus kita kerjakan serta sebagai garis tujuan kita. Dan terakhir insentif / imbalan sangat diperlukan agar seorang pekerja merasa dihargai hasil kerjanya, sehingga ia dapat mempertahankan bahkan terus meningkatkan hasil pekerjaannya.

    Best regards,
    Rohani

  43. menurut saya , Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. variabel ini sering digunakan untuk masing-masing variabel…

  44. ice krisyani (2013-52-145) seksi 59
    Insentif adalah suatu sarana memotivasi berupa materi, yang diberikan sebagai suatu perangsang ataupun pendorong dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang besar untuk meningkatkan produktivitas kerjanya dalam organisasi (Gorda, 2004:141). Sedangkan Manullang (2003 :147) menyatakan, Insetif merupakan sarana motivasi/sarana yang menimbulkan dorongan.

    insentif adalah penghargaan yang diberikan kepada individu dalam suatu kelompok, yang diketahui berdasarkan perbedaan dalam mencapai hasil kerja. Ini di rancang untuk memberikan rangsangan atau memotivasi karyawan berusaha meningkatkan produktivitas kerjanya.

    Harsono (2004:21) berpendapat, insentif adalah setiap sistem kompensasi dimana jumlah yang diberikan tergantung pada hasil yang dicapai, yang berarti menawarkan sesuatu yang berarti menawarkan sesuatu insentif kepada pekerja untuk mencapai hasil yang lebih baik.

    dengan adanya insentif maka kita akan lebih terdorong dan termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik.

  45. Setiap manusia memiliki motivasi untuk mewujudkan impiannya. Motivasi itu sendiri terdiri dari 3 variabel, seperti yang dikemukakan para ahli yaitu, motif, harapan & insentif. ketiga variabel itu saling berkaitan, dimana motif adalah sesuatu yang membuat manusia bergerak/melakukan sesuatu, harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat dicapai setelah melakukan sesuatu dan insentif adalah seperti penghargaan yang akan di dapat jika berhasil mencapai harapan tersebut. Jadi, sebenarnya hal terpenting pertama yang harus dimiliki individu untuk dapat mencapai impiannya adalah motif, maka harapan & insentif akan mengikuti & terfikirkan sendiri oleh individu.

    Terima kasih.

  46. Menurut pendapat saya :
    Variabel Motivasi adalah suatu faktor-faktor atau besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil dari motivasi tersebut. Variabel motivasi bisa terdiri dari kebutuhan, harapan, tujuan, kemampuan individu dan kondisi individu itu sendiri. Variabel ini biasanya saling berhubungan dan yang akan menentukan bagaimana hasil akhirnya.

  47. menurut saya tentang variabel-variabel motivasi saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Karena jika dilihat, variabel-variabel ini memiliki kesamaan arti, yaitu usaha yang dilakukan seorang individu untuk mencapai sesuatu yang belum tercapai. dan dalam melihat tingkat motivasi seseorang diukur dari ketiga fungsi variabel motivasi, semakin tinggi tingkat fungsi variabel motivasi seperti (motif,ekspektasi dan insentif) maka semakin tinggi juga motivasi orang tersebut untuk mencapai keinginannya.

  48. Menurut pendapat saya,
    Variabel Motivasi adalah suatu faktor-faktor atau besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil dari motivasi tersebut. Variabel motivasi bisa terdiri dari kebutuhan, harapan, tujuan, kemampuan individu dan kondisi individu itu sendiri. Variabel ini biasanya saling berhubungan dan yang akan menentukan bagaimana hasil akhirnya.

  49. Menurut saya, teori ini sangat memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lain. karena teori ini berbicara bagaimana seseorang dapat mencapai tujuannya yang ia harapkan. dalam proses nya pun seseorang harus mempunyai harapan . dimana harapan yang ia inginkan akan menimbulkan insentif dimana akan meransang seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan nya yang lebih baik.

  50. Ice krisyani ( 2013-52-145 ) seksi 59

    menurut saya, ke 3 variabel tersebut saling berkaitan. karena adanya harapan seseorang memiliki motivasi untuk melakukan tindakan. dan insentif adalah tujuan dari motivasi tersebut. tidak dapat dipungkiri bahwa insentif adalah sebagai pemicu atau pendorong motivasi. dengan adanya insentif seseorang akan lebih termotivasi untuk melakukan dan mendapatkan sesuatu yang lebih.

  51. Dear : Bp. Darmansyah

    Menurut padadangan saya, variabel motivasi sangat berpengaruh terhadap motivasi seseorang untuk mencapai tujuannya. Dimana semakin tinggi variabel motivasi yang diberikan maka semakin tinggi juga motivasi orang tersebut mencapai targetnya.
    Terimakasih.

  52. Variabel-variabel motivasi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk bertindak. Telah dikemukakan oleh beberapa ahli bahwa variabel motivasi terdiri dari 3 yakni, motif, harapan dan insentif. Ketiga variable inilah yang membentuk suatu dorongan untuk melakukan suatu perbuatan demi mencapai kebutuhan yang belum terpuasan. Motif yakni keinginan yang berasal dari diri seseorang, kemudian harapan merupakan kemungkinan untuk melakukan sesuai dengan sebaik-baiknya sehingga manusia memperoleh insentif (penghargaan,bonus,dll)

  53. Variabel merupakan faktor-faktor peubah dalam motivasi. Variabel sangat dibutuhkan dalam proses motivasi . Dengan adanya variabel motivasi kita akan termotivasi untuk melakukan suatu tindakan.

  54. Menurut saya variabel motivasi yang terdiri dari motif,harapan & insentif dapat sebagai bentuk dorongan/hasrat bagi seseorang untuk mencapai kebutuhan yang belum didapatkan oleh seseorang.

  55. Selamat sore Pak Darmansyah. Sesuai dengan penjelasan Bapak dalam blog diatas menerangkan tentang 3 variabel motivasi. Saya menanggapi variabel tersebut adalah memang suatu pembangun motivasi. Terdapat 3 variabel yang sangat berkaitan yaitu diawali dari motif, sebenarnya apa dasar seseorang tersebut ingin mencapai suatu tujuan. Itu semua terbentuk didalam motif. Dari motif akan muncul harapan, dimana harapan ini akan membangun sebuah keinginan seseorang sehingga seseorang tersebut memiliki pandangan kedepan dalam mencapai tujuannya. Sejalan dengan motif dan harapan, lalu munculah intensif, intensiflah yang mengembangkan motif dan harapan itu. Dengan adanya intensif maka seseorang yang memiliki tujuan dan pandangan kedepan akan semakin yakin dan semakin bersemangat untuk meraih tujuan itu. Dengan intensif seseorang yang masih terlihat bingung akan mulai termotivasi lagi. Sehingga munculah sebuah motivasi usaha. Sebagai contoh motivasi itu muncul akibat adanya 3 variabel tersebut adalah ketika seorang mahasiswa yang punya tujuan untuk bisa lulus dengan nilai terbaik. Dalam tujuan tersebut pasti ada motif yang mendasarinya mengapa dia memiliki tujuan yang seperti itu. Ternyata mahasiswa memiliki motif bahwa dia ingin selepas dari universitas langsung mendapatkan tawaran pekerjaan dari Perusahaan terkemuka. Motif itu menghasilkan suatu harapan bahwa disaat dia bisa bergabung dengan Perusahaan terkemuka, maka dia akan mendapatkan kelayakan hidup yang lebih baik. Ternyata sejalan dengan motif dan harapan tersebut mahasiswa mendapat intensif berupa beasiswa selama menjalani S1nya. Inilah yang membuatnya makin bulat dalam meraih tujuannya dan akan terbentuknya motivasi usaha dalam kehidupan mahasiswa tersebut.
    Terimakasih Pak.

  56. Setelah mengetahui variabel motivasi, saya semakin memahami bagaimana cara mencegah kekecewaan pada klien saya. Dalam berkomunikasi atau menyepakati suatu kerjasama , sebaiknya kita menekankan secara jelas dan terperinci mengenai 3 hal berkaitan motive, ekspetasi, dan incentive.

  57. Nama: Shinta Anggraini Karsono
    NIM: 201466113

    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya adalah Akal. Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan, formal
    maupun informal, dari manusia pemiliknya. Jadi, akal bisa didefinisikan sebagai salah satu
    peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk mengingat, menyimpulkan, menganalisis,
    menilai apakah sesuai benar atau salah. Dengan akal seharusnya manusia bisa memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai target yang diinginkan. Tapi, ternyata pada kenyataannya, banyak hal-hal atau kondisi yang menjadi hambatan sehingga akal manusia tidak bisa berjalan sendirian. Butuh force dari luar untuk meningkatkan motivasi. Yaitu, beberapa variabel motivasi: motiv, harapan, dan insetif.

  58. Nama : Katharina M
    Nim : 201466180
    Seksi : 24

    Melihat teori yang mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dapat dikatakan benar atau setuju dengan hal itu. Namun mungkin dalam aplikasinya bisa salah satu yang digunakan atau bisa keseluruhan yang menjadi pemikiran seseorang bekerja. Seperti contoh teori diatas dari Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Menurut saya mungkin ada seseorang karyawan yang hanya menggunakan satu motif tersebut. Dan ini biasanya ditempat kerja hanya sebagi penonton, pelaku dan atau mungkin trauble maker. Mungkin mudah diajak bekerjasama, namun harus terus diberikan bimbingan. Karena motivasinya hanya isentif, dia mungkin hanya sebagi karyawan yang berada di zona nyaman. Sebagai seorang pimpinan saya rasa penting mengetahui teori pada bab 5 ini, karena akan membantu dalam menghadapi atau bagaimana harus berperan dan memperlakukan pegawai dibawahnya untuk membangun atau menggerakkan kearah tujuan bersama. Karena aplikasinya akan sangat berbeda beda terhadap karyawan yang satu dengan yang lain.

  59. Nama: Eliana
    NIM: 2015-52-106
    Sesi: 24

    Menurut saya motivasi terbentuk oleh keinginan setiap individu. 3 variabel motivasi dapat muncul karena kebutuhan dan keinginan manusia. Sedangkan, setiap individu memerlukan kebutuhan dan keinginan yang berbeda. 3 variabel motivasi adalah sebuah dasar atau sesuatu yang paling umum dari kebutuhan manusia.

  60. Nama : Dyah Laras Harjanti
    Nim : 201466179
    Seksi : 24

    Dengan adanya motiv, intensif, harapan, dan lainnya yang membuat seorang lebih bersemangat mencapai sesuatu yang belum tercapai. Variabel-variabel motivasi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. variabel-variabel ini memiliki arti, yaitu usaha yang dilakukan seorang untuk mencapai sesuatu yang belum tercapai.

  61. Nama : Robert Setiady
    NIM : 201281216
    Seksi : 24

    Saya setuju dengan teori yang dikemukakan oleh Cut Zurnali yang menyatakan bahwa variabel motivasi dari seorang karyawan /ti yaitu MEI (Motive, Expectation, Insentive). Perusahaan yang besar dan sudah mempunyai penilaian sendiri terhadap SDM , yang merupakan salah satu asset abstract di dalam perusahaan mempunyai dasar penetapan MEI ini.

  62. Nama : Desi Irma
    Nim : 201466078
    Seksi. : 24
    Terima kasih pak artikel di atas sangat bermanfaat buat saya. Menurut saya artikel di atas benar, dari 3 variabel motivas di atas, kita bisa menilai kesuksesan dan seberap lama seseorang dalam mencapai tijuannya yang dia inginkan.

  63. Nurhata
    201321082
    Sesi 24

    Saya setuju dengan teori yg bapak berikan. Variable variable motivasi yaitu motif, harapan, dan insentif. Just input, selain 3 variable tersebut saya menambahkan kata Appreciation dan dream. Terimakasih

  64. Dela Fariha Fuadi
    201466144
    Sesi 24

    Variabel tersebut merupakan alasan dalam melakukan suatu hal. Kali ini kita dapat membedakan tujuan yang ingin kita capai berdasarkan alasan-alasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>