Perilaku Menyimpang.

Deviant Behavior

Perilaku Menyimpang.
Pembicaraan tentang penegakan hukum sangat terkait dengan perilaku menyimpang, baik yang dilakukan oleh orang awam, pejabat public, maupun oleh aparat penegak hukum sendiri. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang perilaku menyimpang akan sangat membantu upaya penegakan hukum, khususnya dalam usaha yang bersifat preventif.

Yang menjadi masalah, disamping masalah kompleksitas mengenai perilaku menyimpang dan latar belakangnya, ada nuansa relativitas ketika menentukan mana perilaku yang menyimpang, mana yang bukan. Kompleksitas masalah perilaku menyimpang misalnya menyangkut medical concepts, legal concepts, dan moral issues (Schur, 1979:18-25). Sedangkan relativitas perilaku menyimpang antara lain karena adanya kemungkinan tinjauan dari berbagai aspek atau perspektif, seperti cross-cultural perspectives, sub-cultural variations, ecological context,variation over time, dan situational deviance (Schur, 1979: 74-96). Sementara itu, Goode mengemukakan bahwa relativitas perilaku menyimpang bisa disebabkan oleh factor audience, actor, dan situational (Goode, 1984: 14- 16).
Pengertian Perilaku Menyimpang.
Secara mendasar, paling tidak ada tiga perspektif untuk menentukan apakah perilaku menyimpang itu, yaitu absolutist, normative, dan reactive (Goode, 1984: 7).

Perspektif absolutist berpendapat bahwa kualitas atau karakteristik perilaku menyimpang bersifat instrinsik, terlepas dari bagaimana ia dinilai. Dengan kata lain, perilaku menyimpang ditentukan bukan dengan norma, kebiasaan, atau aturan-aturan sosial.

Perspektif normative berpendapat bahwa perilaku menyimpang bisa didefinisikan sebagai setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat (Cohen, 1992: 218).
Dengan demikian, sebuah tindakan dikatakan menyimpang atau tidak, ditentukan oleh batasan- batasan norma masyarakat atau budaya.
Perspektif reaktif berpandangan bahwa perilaku menyimpang dapat ditemukan dalam bagaimana secara aktual perilaku itu dinilai. Untuk dapat dikualifikasikan sebagai sebuah perilaku menyimpang, sebuah tindakan harus memenuhi syarat (1)diamati atau paling tidak didengar, dan (2) menyebabkan hukuman yang nyata bagi pelakunya. Kunci utamanya adalah concrete social disapproval toward specific action and actors.
Perspektif reactive memiliki beberapa kelemahan (Goode, 1984:9-10):
First: It ignore secret behaviour that would be reacted to as deviance, where it known to the community…
Second: It ignore secret behaviour that would be reacted to as deviance, even where the actor knows that it would be condemned by the community…
Third: It denies the possibility that there is any predictability in the reactive process…
Fourth: It ignores the reality of victimization.
Perilaku menyimpang bisa dilakukan secara individual atau kelompok. Perilaku mengemis yang dilakukan seseorang merupakan penyimpangan individual, tetapi kalau tindakan mengemis itu dilakukan hampir oleh warga satu kampung, maka tindakan itu termasuk tindakan menyimpang secara kelompok atau penyimpangan kelompok.

141 thoughts on “Perilaku Menyimpang.

  1. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  2. Perilaku menyimpang menurut saya merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma. Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.

  3. Perilaku menyimpang dapat dilakukan secara individu/kelompok. Perilaku seseorang/kelompok dikatakan menyimpang apabila bertentangan dengan batasan/aturan/norma yang ada di suatu himpunan/kelompok/perkumpulan/masyarakat tertentu.

    Misalnya: Acara ulang tahun seorang remaja putri yang ke-17 dengan dress code berwarna terang, tetapi salah satu/sekelompok tamu undangan mengenakan gaun berwarna gelap. Hal itu menandakan bahwa tamu-tamu tersebut telah melakukan perilaku menyimpang dalam kelompok tersebut (dalam acara ulang tahun).

  4. Perilaku Menyimpang adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang yang dianggap melanggar strandar perilaku atau norma-norma yang berlaku dalam sebuah kelompok masyarakat. Bisa pula dikatakan, perilaku menyimpang merupakan perilaku seorang atau kelompok yang dianggap tidak menyesuaikan diri dengan kehendak umum masyarakat atau kelompok.

  5. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

  6. Perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian dari pada makhluk sosial. Perilaku menyimpang juga dapat diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat.

    Terimakasih.

  7. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Perilaku menyimpang memiliki 2 faktor yatu faktor subjketif (perilaku yang berasal dari seseorang itu sendiri) dan faktor objektif (perilaku yang berasal dari lingkungan). Perilaku menyimpang bisa bersifat positif (bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang positif) dan bersifat negatif (bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang negatif). Berdasarkan pelakunya perilaku mennyimpang di bagi 3 yaitu penyimpangan individu (tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang), penyimpangan kelompok (tindakan yang dilakukan oleh sekelompok yang menyimpang), dan penyimpangan campuran (dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang melakukan penyimpangan).

  8. Penyimpangan sosial terjadi bila ada individu atau kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas atau perilaku yang berada di luar batas norma dan hukum yang berlaku di dalam suatu lingkungan masyarakat. Dalam bermasyarakat, perilaku individu maupun kelompok dibatasi oleh suatu norma agar dapat berperilaku yang dianggap baik sehingga diterima di dalam masyarakat. Tetapi, kadang penyimpangan sosial sering kali terjadi dalam masyarakat seperti membuang sampah di sungai. Seorang anak yang mencontek pada saat ujian disebut telah melakukan penyimpangan tetapi bukan penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial terjadi ketika misalnya semua siswa yang berada di dalam satu kelas semuanya mencontek, perilaku itu disebut penyimpangan sosial karena dilakukan secara bersama-sama atau kelompok.

  9. Menurut pemahaman saya tentang materi ini, perilaku akan dikatakan menyimpang ketika satu individu melakukan hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau norma atau aturan atau kesepakatan dalam suatu wilayah atau kelompok masyarakat tertentu yang di tinggali. Namun kita dapat meminimalisir perilaku menyimpang ini dengan melakukan interaksi kepada kelompok masyarakat di wilayah yang kita tinggali.
    Terima Kasih.

  10. perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan di lingkungan tsb. tidak semua perilaku menyimpang bisa dikatakan perilaku menyimpang, mengapa? sebagai contoh yaitu mabuk-mabukan, ketika seseorang melakukan mabuk-mabukan di lingkungan dimana semua orang disitu melakukannya, maka mabuk-mabukan ini tidaklah disebut sebagai penyimpangan karena norma yang berlaku disana tidak melarang orang untuk mabuk. beda halnya dengan orang yang mabuk di tempat orang-orang yang tidak pernah mabuk maka ini disebut dengan perilaku menyimpang.

  11. perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
    Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
    Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
    1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
    2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.

  12. Perilaku menyimpang dapat diartikan sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku yang berlaku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah-istilah negatif.
    Sifat dalam perilaku menyimpang terbagi menajdi dua, yaitu:
    1. Penyimpangan positif: Penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan walaupun caranya menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Contoh: Seorang ibu rumah tangga yang terpaksa menjadi sopir angkot karena desakan ekonomi
    2. Penyimpangan negatif: Penyimpangan yang cenderung kearah nilai-nilai sosial bersifat rendah, dan dipandang buruk. Dan tindakan ini akan dicela masyarakat dan pelakunya tidak dapat di toleril masyarakat. Contoh: Tindakan pembunuhan dan pemerkosaan

  13. Menurut saya perilaku menyimpang adalah suatu tindakan atau perbuatan seorang individu yang menyimpang dari aturan atau norma yang telah dibuat baik itu mendesak atau tidak mendesak, dan bisa juga karna individu tersebut kurang atau tidak menyukai aturan yang telah ada sehingga ia menyimpang

  14. Menurut saya, perilaku menyimpang ini tercipta karena adanya ketidaksesuaian nilai dan norma yang berlaku di dalam lingkungan individu bertempat tinggal . sehingga individu yang mengalami perilaku menyimpang merasa terpisahkan dari individu yang lain nya .

  15. perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap kehendak masyarakat.
    contoh :
    homo, lesbian, tidak sesuai norma-norma yang ada di masyarakat.
    cara berpakaian yang mini atau pakaian yang tidak sesuai pakaian yang normal itu termaksud tidak sesuai norma-norma yang ada di masyarakat

  16. Perilaku Menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
    Faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial
    • Faktor dari dalam adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia.
    • Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tangga atau keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan dan media massa. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya, media massa, media cetak, media elektronik.
    Jenis-jenis penyimpangan sosial : Tawuran atau perkelahian antarpelajar
    Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele.

  17. Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang diekspresikan seseorang atau beberapa oranga dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial. Penyebab dari penyimpangan sosial terdiri dari akibat sosialisasi yang tidak sempurna, dan sub kebudayaaan yang menyimpang. Bentuk-bentuk dari penyimpangan sosial ini terdiri dari primer dan sekunder. Adapun yang dimaksud primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara dan dapat ditoleransi. Sedangkan yang bersifat sekunder adalah penyimpangan yang berulang-ulang, dan tidak dapat di toleransi.

  18. adanya perilaku menyimpang ini karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

  19. Perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma. Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.

    jadi perilaku menyimpang adalah perilaku seseorang/sekelompok orang yang dianggap melanggar strandar perilaku atau norma-norma yang berlaku dalam sebuah kelompok/masyarakat. Bisa pula dikatakan, perilaku menyimpang merupakan perilaku seorang/kelompok yang dianggap tidak menyesuaikan diri dengan kehendak umum masyarakat/kelompok.

  20. Perilaku Menyimpang yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai, norma, dan nilai moral manusia. Salah satu contohnya yaitu seorang pencuri yang mengambil barang milik seseorang, pencuri tersebut dikatakan memiliki perilaku menyimpang karena si pencuri menyebabkan pemilik dari barang tersebut mengalami kerugian.Pada perilaku menyimpang ini akan menjadi kebiasaan jika terus menerus dilakukan dan tidak ada efek jeranya.

  21. Sebelumnya pengertian dari perilaku itu adalah cara atau tindakan dalam kehidupan yang terbentuk dari kebiasaan dan ada. Jika berbicara perilaku menyimpang itu relatif , mengapa demikian? Sebab sudah dijelaskan perilaku dibentuk oleh adat dimana setiap kelompok masyarakat memiliki perbedaan adat yang mengakibatkan perbedaan perspektif dalam memberi label mana perilaku menyimpang mana yang tidak. Seperti di amerika yang menganggap homoseksual itu biasa dan legal sehingga tidak menyimpang namun berbeda di indonesia dimana perilaku tersebut menyimpang dan illegal.

  22. Pembicaraan tentang penegakan hukum sangat terkait dengan perilaku menyimpang, baik yang dilakukan oleh orang awam, pejabat public, maupun oleh aparat penegak hukum sendiri

  23. Perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma.Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.

  24. perilaku menyimpang pada dasarnya adalah perilaku yang tidak sesuai dengan hukum, norma, moral, adat dan budaya yang telah ditetapkan di lingkungan tempat kita sedang berada. namun perilaku menyimpang tidak selamanya disebut menyimpang dan perilaku benar tidak selamanya disebut benar, ada kalanya dua hal tersebut malah menjadi terbalik pada kondisi tertentu.
    contohnya ketika kita sakit flu saat berada di Indonesia dan saat berada di luar negeri. di Indonesia, ketika kita membuang cairan flu dengan tisu / sapu tangan di depan umum, maka tindakan itu akan dinilai sangat tidak sopan dan jorok, menurut mereka, tindakan tersebut adalah perilaku yang menyimpang karena dinilai tidak sopan dan memalukan. dengan menahannya agar tidak keluar dinilai lebih sopan menurut mereka walaupun menimbulkan suara berisik dari hidung. sementara diluar negeri, sah-sah saja jika kita membuang cairan flu dengan tisu / sapu tangan di depan umum dan mereka tidak akan memandang kita sebagai orang yang berperilaku menyimpang, karena menurut mereka tindakan kita semata-mata untuk membersihkan hidung kita dari kuman yang terkandung dalam cairan tersebut sehingga beresiko lebih kecil untuk menular kepada orang lain pada saat kita bersin, juga untuk menjaga kesehatan pribadi. mereka tidak menganggap hal tersebut jorok selama hal itu dilakukan tidak saat dimeja makan dan mengucapkan maaf sebelum membuangnya sehingga orang disekitar kita tidak akan terkejut. sementara jika kita menahannya agar tidak keluar, justru itu akan dinilai sangat jorok dan mengganggu bagi mereka karena menurut mereka kita menyimpan penyakit dan menimbulkan suara berisik dari hidung.
    dari situ terlihat jelas juga bahwa perilaku menyimpang tidak selamanya menyimpang tergantung dari hukum, budaya, adat, norma, moral yang ada di lingkungan tempat kita sedang berada.

  25. Perilaku menyimpang : Perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma, aturan-aturan , peraturan-peraturan yang berlaku dan telah disepakati.
    Namun tidak semua dapat dikatakan perilaku menyimpang.
    Dikatakan menyimpang jika tidak sesuai dengan perilaku suatu kumpulan/kelompok/komunitas dalam daerah/area tersebut.

  26. Perilaku menyimpang juga dapat dikatakan sebagai suatu perilaku yang dieskspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari, tidak menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian anggota masyarakat.

  27. Perilaku bisa kita katakan sebagai perilaku menyimpang jika perilaku tersebut tidak sesuai dengan norma atau kebiasaan dalam lingkungan dimana tempat kita melakukan perilaku tersebut. Misalnya , di Indonesia makanan pokok kita adalah nasi, seringkali orang Indonesia mengatakan belum makan kalau belum makan nasi. Berbeda dengan di luar negeri yang terbiasa makan roti. Jadi kita tidak boleh sembarang mengatakan bahwa perilaku tersebut menyimpang, kita harus melihat dari sudut pandang mana dikatakan bahwa perilau tersebut menyimpang.

  28. Perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.

  29. marsello (2013-58-113) seksi 17

    perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku orang lain dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

  30. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian dari pada makhluk sosial.Perilaku menyimpang memiliki 2 faktor yaitu Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir) dan Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan).

  31. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang dapat terjadi pada manusia muda, dewasa, atau tua baik laki-laki maupun perempuan. Perilaku menyimpang ini tidak mengenal pangkat atau jabatan dan tidak juga tidak mengenal waktu dan tempat. Penyimpangan bisa terjadi dalam skala kecil maupun skala besar.

  32. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dilakukan individu yang melanggar norma atau aturan yang telah dibuat dan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
    contohnya: Berbicara kurang sopan terhadap orang tua.

  33. Perilaku menyimpang adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang individu tapi dianggap tidak sejalan dengan tindakan yang dilakukan oleh individu lainnya sehingga menyebabkan perilaku tersebut menjadi menyimpang.

    contoh :
    Bagi orang – orang di luar negeri jika mereka ingin tidur akan mengucapkan good night kepada orang lain tapi di jakarta yang lebih lagi orang-orang yang tidak terlalu mengerti itu akan mengucapkan good night walaupun mereka belum ingin tidur.

  34. Perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian dari pada makhluk sosial. Perilaku menyimpang juga dapat diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat

  35. Perilaku menyimpang merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi norma atau patokan dan nilai yang sudah baku di masyarakat. Perilaku menyimpang ada yang positif dan negatif. Positif, penyimpangan yang dapat diterima bahkan dipuji dan dihormati. Sedangkan penyimpangan negatif adalah penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat, seperti perampokan, pembunuhan terhadap etnis tertentu.

  36. perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan di lingkungan tsb. tidak semua perilaku menyimpang bisa dikatakan perilaku menyimpang, mengapa? sebagai contoh yaitu mabuk-mabukan, ketika seseorang melakukan mabuk-mabukan di lingkungan dimana semua orang disitu melakukannya, maka mabuk-mabukan ini tidaklah disebut sebagai penyimpangan karena norma yang berlaku disana tidak melarang orang untuk mabuk. beda halnya dengan orang yang mabuk di tempat orang-orang yang tidak pernah mabuk maka ini disebut dengan perilaku menyimpang.

  37. Perilaku menyimpang adalah sutu perilaku yang keluar dari norma-norma&nilai-nilai yang berlaku di dalam suatu negara atau suatu kelompok masyarakat

  38. Perilaku menyimpang adalah hal yang menyimpang dari norma, aturan atau kaidah yang berada di tempat tersebut. Menurut saya individu yang menyimpang itu dikarnakan salah dalam mengartikan setiap tindakan orang yang berada disekitarnya. Bisa dikatakan menyimpang, karna individu tersebut bersikap beda dengan individu yang berada di kelompoknua.

  39. Pengertian dari perilaku menyimpang itu sendiri yaitu tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
    Contoh dari perilaku menyimpang misalnya anak laki-laki yang senang bermain boneka dan senang berdandan serta senang bermain dengan anak perempuan. Dia tidak seperti anak laki-laki pada umumnya yang senang bermain robot-robotan atau mobil-mobilan dan bermain dengan anak laki-laki sebayanya, inilah yang disebut perilaku menyimpang.

  40. Perilaku menyimpang menurut saya adalah perilaku yang melanggar suatu nilai dan norma yang sudah ditetapkan dalam suatu kelompok atau lainnya. perilaku seseorang bisa di sebut menyimpang jika tidak sesuai aturannya. seperti sekelompok orang yang pencinta tantangan dan di situ ada satu orang yang menonjol tidak suka dengan tantangan dan orang tersebut bisa disebut perilaku menyimpang.
    dan seperti di Jakarta sebenarnya tidak boleh melalui atau memakain jalur TransJakarta tapi tetap saja banyak yang melanggar tapi itu dilakukan lebih dari satu orang tidak bisa disebut perilaku menyimpang karna melebihi satu orang .

  41. Perilaku menyimpang adalah adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
    Perilaku menyimpang didefinisikan sebagai perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan masyarakat atau kelompok tertentu di dalam lingkungan tersebut. Perilaku menyimpang juga merupakan suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di satu tempat mungkin tidak pantas dilakukan di tempat yang lain.

  42. Perilaku menyimpang adalah perilaku individu yang bertentangan dari aturan dan norma-norma yang telah diteteapkan oleh kelompoknya. perilaku yang tidak seragam, perilaku yang tidak patut dilakukan.
    misalnya di sekolah ditetapkan peraturan untuk wajib menggunakan sepatu berwarna hitam dan kaos kaki putih, maka ketika ada seorang siswa yang menggunakan sepatu warna hijau, maka siswa itu dikatakan berperilaku menyimpang dari kelompoknya.
    perilaku menyimpang bisa berasal dr luar diri dan dalam diri, misalnya siswa tersebut terpengaruh dari sekolah lain yang mungkin tidak memberlakukan peraturan tersebut, maka itu adalah faktor eksternal.

  43. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang keluar dari batasan-batasan norma dan nilai dari lingkungan masyarakat.

  44. perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan aturan-aturan, norma-norma, dan peraturan yang telah ada dan telah disepakatti.

  45. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dilanggar dengan norma-norma yang berlaku oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari

  46. Perilaku Menyimpang dianggap menyimpang jika individu berperilaku berbeda dengan sekelompok orang tertentu atau setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok (masyarakat). Perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada didalam masyarakat.
    Contoh: Seseorang yang berjalan perlahan ketika hujan turun sedangkan banyak orang yang berlari mencari tempat untuk berteduh, maka orang yang berjalan perlahan itu dianggap menyimpang.

  47. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
    contoh perilaku menyimpang :
    dalam peraturan pengajian anakanak (TPA) harus menggunakan baju koko dan memakai peci, dan ada seorang anak tidak mematuhi peraturan dalam TPA tersebut, dia menggunakan baju bermain biasa untuk mengaji. maka anak tersebut berprilaku menyimpang dalam kelompok tersebut

  48. menurut pemahaman saya, perilaku menyimpang bukanlah perilaku yang salah, tetapi hanya menurut pandangan orang yang subyektif saja yang menganggap bahwa orang itu berperilaku menyimpang. sebagai contoh : jika seseorang hendak mandi tetapi ia menggunakan baju kemeja, maka orang itu berperilaku menyimpang.

  49. perilaku menyimpang adalah perilaku yang salah dilakukan oleh seseorang, apa bila tidak di waktu dan tempat yang tepat. seorang anak menggunakan tangan kiri untuk makan tidak menyimpang apa bila dilakukan di kelompok dimana anak-anak yang kidal. tapi akan menyimpang bila dia makan di tempat yang anak-anaknya tidak kidal

  50. Perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma. Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.

  51. Menurut pendapat saya perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertu dalam masyarakat dan perbuatan yang mengabaikan norma yang terjadi apabila seseorang/kelompok orang tidak mematuhi patokan-patokan yang berlaku di dalam masyarakat.

  52. Perilaku Menyimpang sepertinya sudah sering terjadi di masyarakat. menurut saya perilaku menyimang dapat dikurangi namun tidak dapat dihilankan, tergantung ada diri manusianya itu sendiri. meanggar lalu lintas, tidak masuk kuliah, melukai orang lain merupakan beberapa contoh perilaku menyimpang. perilaku menyimpang yang tidak dapat diterima oleh orang lain.

  53. Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang diekspresikan seseorang atau beberapa oranga dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial. Penyebab dari penyimpangan sosial terdiri dari akibat sosialisasi yang tidak sempurna, dan sub kebudayaaan yang menyimpang. Bentuk-bentuk dari penyimpangan sosial ini terdiri dari primer dan sekunder. Adapun yang dimaksud primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara dan dapat ditoleransi. Sedangkan yang bersifat sekunder adalah penyimpangan yang berulang-ulang, dan tidak dapat di toleransi.

  54. SEKSI 18

    perilaku menyimpang terjadi didalam masyarakat karna ber bagai faktor, bisa dari dalam dirinya dan bisa dari luar. tetapi menurut saya oengaruh dari luar adalah pengaruh yang sangat berpengarung terhadap terjadinya perilaku yang menyimpang. kita bisa meliahat contohnya akhir akhir ini, seperti pelecehan seksual di Taman kanak kanak, Video porno oleh anak SMP, kekerasan saat OSPEK di sekolah atau universitas. semuanya sangat tidak sesuai dengan norma yang ada.

  55. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.

  56. Menurut saya perilaku menyimpang adalah sesuatu perilaku seseorang yang dilakukan tidak sesuai dengan norma, kaidah dan peraturan peraturan yang ada dilingkungan masyarakat ditempat ia tinggal. Perilaku ini terjadi akibat 2 faktor yaitu faktor dari dalam dirinya yang memang memiliki keinginan untuk keluar dari peraturan dan norma – norma yang ada dalam lingkungannya atau faktor dari luar yang mempengaruhi suatu pemikiran dari orang tersebut.

  57. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  58. Menurut pemahaman saya tentang materi ini, perilaku akan dikatakan menyimpang ketika satu individu melakukan hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau norma atau aturan atau kesepakatan dalam suatu wilayah atau kelompok masyarakat tertentu yang di tinggali. Namun kita dapat meminimalisir perilaku menyimpang ini dengan melakukan interaksi kepada kelompok masyarakat di wilayah yang kita tinggali.

  59. Perilaku menyimpang adalah hal yang menyimpang dari norma, aturan atau kaidah yang berada di tempat tersebut. Menurut saya individu yang menyimpang itu dikarnakan salah dalam mengartikan setiap tindakan orang yang berada disekitarnya. Bisa dikatakan menyimpang, karna individu tersebut bersikap beda dengan individu yang berada di kelompoknya.

  60. Tingkah laku seseorang dapat dikatakan menyimpang bila tingkah laku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan juga melanggar aturan-aturan, nilai-nilai, dan norma-norma, baik norma agama, norma hukum, norma adat. Tingkah laku menyimpang dapat terjadi dimana-mana, dan kapan saja, baik di sekolah, dalam keluarga maupun dalam kehidupan di masyarakat.
    contohnya :
    penyalah gunaan narkoba merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai, norma sosial dan agama.

  61. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang
    berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang dapat terjadi pada manusia muda, dewasa, atau
    tua baik laki-laki maupun perempuan.

  62. menurut saya perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan juga tidak sesuai dengan ajaran agama yang kita anut.

  63. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau norma, baik dalam sudut pandang kemanusiaan secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian dari pada makhluk sosial. Perilaku menyimpang juga dapat diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. jika perilaku menyimpang tetap dilakukan maka dianggap tabu dan orang yang melakukan biasanya mendapatkan sanksi

  64. perilaku menyimpang adalah suatu tindakan atau perbuatan seorang individu yang menyimpang dari aturan atau norma yang telah dibuat baik itu mendesak atau tidak mendesak, dan bisa juga karna individu tersebut kurang atau tidak menyukai aturan yang telah ada sehingga ia menyimpang

  65. perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan nilai2 dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat(perilaku yang berlawanan)
    penyimpangan sebenarnya itu tidak selalu berarti negatif melainkan ada yang positif penyimpangan itu ada 2 macam yaitu penyimpangan postif dan penyimpangan negatif.
    penyimpangan positif itu penyimpangan yang dilakukan terarah pada nila-nilai sosial yang diharpkan,meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku
    contoh: seorang ibu yang menjadi supir angkutan umum untuk menambah penghasilan keluarga.
    penyimpangan negatif yaitu suatu tindakan yang dipandang endah,melanggar nilai-nilai sosial.
    contoh:pencurian dan pembunuhan.

  66. pendapat saya mengenai Perilaku Menyimpang ialah setiap perilaku ataupun sikap yang tidak sesuai dengan norma dan budaya yang seharusnya dalam masyarakat. Perilaku menyimpang sendiri menurut saya dapat diakibatkan karena beberapa faktor,baik faktor eksternal ataupun internal dari setiap individu. Penyimpang itu menurut saya ada yang dapa diterima oleh umum adapula yang titolak ataupun dibenci oleh masyarakat. membahas penyimpangan itu sangat luas,karena penyimpangan bisa berupa penyimpangan atas norma dalam masyarakat,hukum,agama,kesusilaan dan yang lainnya.

  67. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan mayoritas yang ada dalam sebuah masyarakat, sehingga standar antara perilaku menyimpang dan tidak menyimpang tergantung pada kesatuan pikiran masyarakat.

  68. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma norma dalam masyarakat. Pelaku yang melakukannya disebut devian.
    Jenis-jenis perilaku menyimpang :
    a. Penyimpangan Primer, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang tetapi pelakunya masih dapat diterima dan dimaafkan di masyarakat
    b. Penyimpangan Sekunder, yaitu penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga pelaku dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang

  69. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma, aturan-aturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang telah ada sebelumnya dan yang telah disepakati secara bersama.
    Contoh : Bunuh diri, makan saat pelajar berlangsung, jalan mundur.

  70. jika perilaku anda berbeda dengan orang-orang pada umumnya anda di sebut menyimpang.
    perilaku menyimpang tidak mengenal golongan atau ras, itu bisa terjadi pada siapa saja.

  71. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang dapat terjadi pada manusia muda, dewasa, atau tua baik laki-laki maupun perempuan. Perilaku menyimpang ini tidak mengenal pangkat atau jabatan dan tidak juga tidak mengenal waktu dan tempat. Penyimpangan bisa terjadi dalam skala kecil maupun skala besar. 

  72. perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau aturan dalam lingkup kehidupan bermasyarakat

  73. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyalahi aturan dan kebiasaan yang buruk , biasanya dialami oleh anak anak remaja yang sedang mencari jati diri

  74. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.

  75. Perilaku menyimpang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat yang saling berdampingan. Perilaku menyimpang sesungguhnya telah disadari manusia bahwa perbuatan tersebut melanggar norma atau peraturan yang berlaku. Secara tidak langsung manusia melakukan kegiatan menyimpang secara sadar. Hal seperti dapat menimbulkan beban yamg kemungkinan akan muncul yg disebabkan oleh aksi menyimpang.

  76. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kasus-kasus yang sudah menyimpang terutama dalam berperilaku. Perilaku yang menyimpang dapat menjerumuskan kita kedalam hal/sikap yang tidak baik dan itu sudah melanggar norma yang ada yang telah ditetapkan. Maka untuk mengurangi perilaku-perilaku yang menyimpang perlu adanya tindakan tegas/hukuman bagi para pelanggar supaya diberi efek jera, dan dapat mengurangi jumlah perilaku yang menyimpang sedikit demi sedikit.

  77. Menurut saya Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

    Penyebab perilaku menyimpang di bagi Dua yaitu :
    1.Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
    2.Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.

  78. Menurut saya perilaku menyimpng itu tindakan yang sangat tidak baik dan sudah melanggar nilai nilai kesusilaan dan kepatutan, maupun sudah melanggar norma keagamaan juga.

  79. Perilaku menyimpang dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku yang di ekspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari, tidak menyeseuaikan diri dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian masyarakat.

  80. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi norma atau nilai yang sudah berlaku di masyarakat. Perilaku menyimpang dpt digolongkan menjadi 4,yaitu: 1) Tindakan kriminal atau kejahatan. Contoh : pencurian, pembunuhan 2) penyimpangan seksual. Contoh : perzinahan, kumpul kebo. 3) pemakaian dan pengedaran obat terlarang. Contoh : narkotika 4) penyimpangan dalam bentuk gaya hidup. Contoh : Sikap arogansi/ kesombongan terhadap sesuatu yg dimilikinya seperti kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian.

  81. Dikatakan perilaku menyimpang jika semua bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma, atau dapat juga diartikan sebagai tindakan yang melanggar aturan, kaidah, dan tata nilai sehingga dapat dianggap sebagai perbuatan atau perilaku yang menyimpang.

  82. Menurut saya, Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan yang berlaku pada suatu lingkungan sehingga menjadi sebuah perilaku yang menyimpangan.

  83. MIA DAMAYANTI
    2014-11-136
    SEKSI 01
    suatu perilaku yang disadari atau tidak oleh individu bahkan kelompok adakalanya terjadi penyimpangan/ketidaksesuaian terhadap nilai dan norma yang ada. Tindakan manusia yang menyimpang dari nilai dan norma atau peraturan disebut dengan perilaku menyimpang.terutama pada kalangan remaja karena tingkat emosionalnya cukup tinggi dan bulum mampu mengontrol diri dalam mengambil pergaulan .perilaku menyimpang ini tidak memandang umur baik anak-anak sampai orang dewasa bisa melakukan perilaku menyimpang tersebut . Adakalanya tetapi penyimpangan sosial tidaklah selalu bersifat negatif, seperti contoh seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarganya rela menjadi kuli bangunan sebagaimana perkerjaan itu harusnya dilakukan oleh kaum adam, karena tujuan ibu ini semata-mata baik untuk menyambung hidup keluarganya dikarenakan menggantikn posisi suaminya yang sudah tiada maupun dengan alasan apapun.

  84. MIA DAMAYANTI
    2014-11-136
    SEKSI 01
    suatu perilaku yang disadari atau tidak oleh individu bahkan kelompok adakalanya terjadi penyimpangan/ketidaksesuaian terhadap nilai dan norma yang ada. Tindakan manusia yang menyimpang dari nilai dan norma atau peraturan disebut dengan perilaku menyimpang.terutama pada kalangan remaja karena tingkat emosionalnya cukup tinggi dan bulum mampu mengontrol diri dalam mengambil pergaulan .perilaku menyimpang ini tidak memandang umur baik anak-anak sampai orang dewasa bisa melakukan perilaku menyimpang tersebut . Adakalanya tetapi penyimpangan sosial tidaklah selalu bersifat negatif, seperti contoh seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarganya rela menjadi kuli bangunan sebagaimana perkerjaan itu harusnya dilakukan oleh kaum adam, karena tujuan ibu ini semata-mata baik untuk menyambung hidup keluarganya dikarenakan menggantikn posisi suaminya yang sudah tiada maupun dengan alasan apapun…

  85. Perilaku menyimpang timbul karena seseorang itu sendiri belum mengetahui mengenai aturan-aturan yg berlaku atau memang disengaja melanggar aturan tersebut. Maka dari itu, aturan yg ada perlu dipatuhi oleh setiap orang meskipun tidak ada sanksinya.

  86. Menurut saya, Perilaku menyimpang ialah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan yang berlaku pada suatu lingkungan sehingga menjadi sebuah perilaku yang menyimpangan.

  87. perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
    Perilaku menyimpang juga merupakan hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna, serta ketidakmampuan seseorang menerapkan nilai dan norma sesuai dengan tuntutan masyarakat. Kedua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang, sehingga menghasilkan perilaku yang menyimpang.

  88. Perilaku menyimpang adalah tindakan melanggar aturan yang ada. Penyimpangan dapat dilakukan sendiri bisa juga oleh sekelompok orang.

  89. perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku perbuatan atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada didalam masyarakat.
    contoh perilaku menyimpang dilingkungan keluarga :
    -berbuat sewenang-wenang dalam bermusyawarah misalnya : pendapatnya yang selalu mau diutamakan
    – tidak pernah solat
    -melawan perintah orang tua.

  90. Eppy juwanti (2014-11-207) SEKSI 23

    Perilaku menyimpang dilakukan bukan dengan norma, kebiasaan, atau aturan-aturan sosial pada umumnya.
    Perilaku menyimpang bisa dilakukan siapa saja dan sifat perilaku menyimpang tidak selalu negatif
    Contoh perilaku menyimpang positif ketika seorang ibu rumah tangga menjadi tukang ojek yang pada umumnya tukang ojek dikerjakan oleh kaum laki-laki,ibu itu melakukannya demi menambah penghasilan untuk kluarganya
    Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah, melanggar nilai-nilai sosial, dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. Contoh pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan sebagainya.

  91. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  92. SITI TAHYATI (2014-11-178) SEKSI 23
    Perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang dieskspresikan oleh seorang / beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari / tidak disadari, tidak menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian anggota masyarakat.
    Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang
    A. Penyimpangan primer : Adalah penyimpangan yang bersifat temporer atau sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang. Contoh : Siswa yang membolos atau menyontek pada saat ujian dan pelanggaran peraturan lalu lintas.
    B. Penyimpangan skunder : perbuatan yang dilakukan secara khas dengan memperlihatkan perilaku menyimpang. Contoh : Pembunuhan, perjudian, perampokan dan pemerkosaan,
    C. Penyimpangan sistematik : Adalah suatu sistem tingkah laku yang disertai organisasi sosial khusus, status formal, peranan-peranan, nilai-nilai, norma-norma dan moral tertentu yang semuanya berbeda dengan situasi umum.Contoh: Kelompok teroris/jaringan Alkaida, jaringan ini termasuk kelompok yang melakukan penyimpangan sosial yang terorganisir dan sistematis.
    Faktor-faktor Penyebab Perilaku Penyimpang
    A. Dorongan kebutuhan ekonomi : Perilaku menyimpang yang terjadi karena dorongan kebutuhan ekonomi.Contoh : Perbuatan mencuri
    B. Sikap mental yang tidak sehat : sikap yang ditunjukkan dengan tidak merasa bersalah/menyesal atas perbuatannya, bahkan merasa senang. Contoh: Profesi pelacur.
    C. Ketidakharmonisan dalam keluarga : Tidak adanya keharmonisan dalam keluarga dapat menjadi penyebab terjadinya perilaku menyimpang. Contoh : Kalangan remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang karena faktor broken home.

  93. Penyimpangan sosial (perilaku menyimpang) adalah tindakan-tindakan manusia yang tidak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku pada masyarakat.

  94. Menurut saya perilaku menyimpang itu ialah perilaku individu yang tidak sesuai dengan norma-norma atau aturan-aturan yang berlaku di masyarakat dan juga tidak sesuai dengan ajaran agama yang kita anut.

  95. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang diluar norma yang berlaku dimasyakarat seperti : melanggar peraturan lalu lintas! Tawuran antar pelajar,

  96. Lindawati 201411205 seksi 23.

    Perilaku menyimpang adalah perilaku yang bertentangan dengan hukum moral, hukum kenegaraan dan norma-norma sosial masyarakat.
    Perilaku menyimpang dapat dilakukan tidak hanya oleh satu orang, namun juga oleh sekelompok masyarakat. Perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok dapat dipicu oleh satu orang yang berpikiran demikian dan mengajak kelompoknya untuk melakukan hal yang sserupa. Biasanya ini terjadi karena kesamaan keadaan sosial. Contohnya, mencuri. Ini bisa didasarkan karena kelompok tersebut tingkatan sosialnya berada di level yang rendah.

  97. Secara umum, yang digolongkan sebagai perilaku menyimpang, antara lain adalah :
    1. Tindakan yang nonconform, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau norma yang ada. Contoh : memakai sandal ke kampus; merokok di area di larang merokok, membuang sampah bukan pada tempatnya.
    2. Tindakan yang antisosial atau asosial, yaitu tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum. Bentuk tindakan sosial itu antara lain : menarik diri dari pergaulan, tidak mau berteman, dll
    3. Tindakan-tindakan kriminal, yaitu tindakan yang nyata-nyata telah melanggar aturan-aturan hukum tertulid dan mengancam jiwa atau keselamatan orang lain. Misalnya, pencurian, perampokan, pembunuhan dsb.

  98. Menurut saya perilaku menyimpang adalah perilaku atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku dimasyarakat. Penyimpangan ada yang bersifat individu dan kelompok.

    Tapi tak selamanya perilaku menyimpang itu bersifat negatif, ada juga yang positif.Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan, meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga.

  99. Ayu Anggraeni 201411268 seksi 23

    menurut saya perilaku menyimpang adalah ialah perilaku individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan norma atau aturan-aturan yang berlaku di masyarakat itu sendiri. baik yang disadari ataupun yang tidak disadari oleh pihak itu sendiri

  100. Perilaku Menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  101. Suatu perilaku disebut menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat

    Penyimpangan bersumber pada:
    1. Teori different association, yaitu penyimpangan yang bersumber pada pergaulan. Penyimpangan dipelajari dari pergaulan / proses alih budaya. Misalnya orang yang menghisap ganja. (Sutherland)
    2. Teori labelling, yaitu penyimpangan yang terjadi karena pemberian julukan/cap, yang diberikan masyarakat kepadanya (Edwin M. Lemert)
    3. Teori merton, penyimpangan karena perbedaan struktur sosial dan budaya (Robert K. Merton)

     

  102. Perilaku menyimpang adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat

  103. Perilaku menyimpang adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat

  104. Inneke Putri Manna (201411302) SEKSI 23
    Perilaku menyimpang adalah suatu perilaku seseorang atau lebih dalam masyarakat yang melanggar peraturan atau tidak menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku contohnya motor atau mobil melintasi jalan busway padahal jalan tersebut hanya boleh dilintasi oleh busway.

  105. Heribertus Edwin Kasiwali(2014-11-089)

    Menurut saya, perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang memiliki sisi positif dan negatif bagi orang yang melakukannya dan orang yang melihatnya, juga itu tergantung dari dua sudut pandang yang berbeda,sudut pandang itu menurut saya yaitu orang yang berbuat dan yang melihatnya, tapi kebanyakan orang mengaitkannya pada suatu perbuatan yang menyimpang atau bersifat negatif.

  106. Perilaku menyimpang yang biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan,baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
    Dan penyimpangan ini memiliki 2 sifat beserta maknanya yaitu :
    1.Penyimpangan bersifat positif : yaitu penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif,kreatif dan memperkaya wawasan seseorang. Misalnya : emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karir.
    2.Penyimpangan negatif : yaitu penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengabitkan hal yang buruk seperti pencurian,perampokan,pelacuran.dan pemerkosaan.
    Adapun perilaku dari penyimpangan ini yaitu Individu,kelompok dan campuran.

  107. menurut saya, perilaku menyimpang adalah perilaku yang keluar dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk meluruskan kembali perilaku yang abnormal tersebut. contoh perilaku menyimpang adalah tindak kejahatan, korupsi, penganiayaan dan masih banyak lagi.

  108. Irawati nim : 2014.11.270 seksi : 23

    Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas – batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
    menurut Lemert (1951 ) penyimpangan di bagi menjadi 2 bentuk yaitu :
    1 . Penyimpangan Primer
    penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. ciri – ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara tidak dilakukan secara berulang – ulang dan masih dapat di tolerir oleh massyarakat. contoh nya : pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas.
    2 . Penyimpangan skunder
    penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehigga para pelakunya di kenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. misalnya orang yang mabuk terus menerus. contoh : seorang yang sering melakukan pencurian, penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.

  109. PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL
    Penyimpangan adalah segala bentuk perilaku yang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat. Dengan kata lain, penyimpangan adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan terhadap nilai dan norma dalam masyarakat disebut dengan deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut divian (deviant).
    Pada masyarakat tradisional penyimpangan jarang sekali terjadi dan dapat dikendalikan. Sebaliknya, pada masyarakat modern, penyimpangan dirasa semakin banyak dan bahkan seringkali menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pihak lainnya. Salah satu bentuk penyimpangan adalah penyimpangan sosial. Seperti halnya kebudayaan yang bersifat relatif maka penyimpangan sosial juga bersifat relatif. Artinya, penyimpangan sosial sangat tergantung pada nilai dan norma sosial yang berlaku. Suatu tingkah laku dapat dikatakan menyimpang oleh suatu masyarakat, namun belum tentu dianggap menyimpang oleh masyarakat lain yang memiliki norma dan nilai yang berbeda.

  110. Nama : Tri Ulaika
    NIM : 201411212
    Sesi : 23
    Perilaku Menyimpang adalah Bentuk dari suatu perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai/norma-norma, kaidah-kaidah yang berlaku dalam suatu masyarakat tersebut.
    Ada banyak bentuk bentuk prilaku menyimpang yang terjadi d sekitar lingkungan kita, mulai dari tindakan kriminal sampai pelanggaran norma norma agama seperti kejahatan terorganisasi misalnya KKN , penyelundupan senjata atau penyimpangan seksual dan masih banyak contoh lainnya. Prilaku menyimpang timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi sehingga seseorang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi.
    Faktor faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang:
    1. KELUARGA
    Pembentukan kepribadian seseorang untuk pertama kalinya akan berawal dari keluarga karena proses sosialisasi yang di alami individu untuk membentuk kepribadiannya adalah keluarga yang merupakan faktor penentu bagi perkembangan atau pembentukan kepribadian terhadap anak hingga ia dewasa.
    2. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL
    Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang individu dalam proses pembentukannya. Contoh perbedaan seorang individu yang tinggal di wilayah orang-orang beriman dengan yang tinggal di wilayah orang-orang yang pemabuk.
    3. KELOMPOK BERMAIN
    Lingkungan tempat tinggal dan kelompok bermain merupakan dua media sosialisasi yang sangat berkaitan, karena seorang individu akan memiliki kelompok bermain atau pergaulan dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut. Namun ada juga seorang individu memiliki kelompok bermain diluar lingkungan tempat tinggalnya yang bisa ia peroleh dari lingkungan sekolah atau luar sekolah. Dengan demikian kelompok bermain dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang.
    4. MEDIA MASSA
    Media massa seperti surat kabar, televisi, atau internet dapat mempengaruhi kepribadian seseorang karena disebut media sosialisasi. Media massa juga dapat memicu terjadinya perilaku menyimpang seperti tayangan yang berbau pornografi maupun pornoaksi, kekerasan dll

  111. Perilaku menyimpang adalah kelakuan seorang individu yang tidak sesuai dengan kelompoknya sehingga menimbulkan perbedaan antara individu dengan individu lainnya maupun individu dengan kelompok.

  112. perilaku menyimpang adalah perilaku yang melangar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat hal ini biasa ditemukan di komunitas yang tidak benar keluarga yang berlaku kasar terhadap anaknya

  113. menurut saya perilaku menyimpang adalah perilaku yang dilakukan di luar batas kewajaran yang sudah di tentukan oleh norma-norma. misalkan seperti menginginkan barang milik saudara sendiri,mencuri,dan lain sebagainya yang menunjukkan ke arah-arah yang negatif.

  114. Deviant behavior yaitu menggambarkan suatu tindakan atau perilaku yang melanggar norma-norma sosial , termasuk aturan resmi diberlakukan (misalnya, kejahatan ) serta pelanggaran informal norma-norma sosial (misalnya, adat istiadat ).

  115. menurut saya penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  116. Perilaku menyimpang merupakan hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna, serta ketidak mampuan seseorang menerapkan nilai dan norma sesuai dengan tuntutan masyarakat.

  117. Devi Putriani (201411174) seksi 23

    Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. Terima Kasih

  118. Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Dalam hal perilaku menyimpang tidak selamanya bersifat negatif ada juga yang bersifat positif yaitu yang mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. Sementara penyimpangan yang bersifat negatif bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun.

  119. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma atau nilai – nilai yang dianut dalam lingkungan masyarakat. Perilaku menyimpang biasanya terjadi karena ada kaitannya dengan sosialisasi individu yang kurang tepat.

  120. Perilaku Menyimpang adalah prilaku dimana tidak sesuai dengan adat istiadat yang ada di lingkungan tersebut.

  121. Perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan atau tidak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Atau dengan kata lain penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap kehendak masyarakat.

  122. IIS CHIRUN NISA
    201411037
    sesi-23
    Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
    Penyebab Terjadi Penyimpangan
    1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
    2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.

  123. Pengertian perilaku menyimpang:
    perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

    Contoh :
    Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.

    Sebab terjadinya perilaku menyimpang:
    a. Sosialisasi yang tidak sempurna : tidak mendapat pendidikan atau penanaman nilai dan norma secara utuh.
    Contoh :
    – Pada lembaga primer (keluarga), sosialisasi yang tidak sempurna sering terjadi karena perceraian suami istri. Karena suami istri bercerai, pendidikan norma anak terabaikan, akibatnya anak berperilaku menyimpang.
    – Di sekolah seorang anak diajarkan untuk disiplin belajar tetapi di rumah tidak, sehingga ia tumbuh menjadi pemalas

  124. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

    Contoh :
    Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.

  125. LULUT RIZKIANI ( 2014-11-122 )

    Menurut saya , Perilaku menyimpang adalah Tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dan berlaku di dalam lingkungan masyarakat . Seseorang yang menyimpang dari norma biasanya orang tersebut kesulitan dalam pergaulan atau membaur dalam masyarakat dan memilih tujuan utamanya.
    Contoh : Pelajar yang tawuran dan merokok
    Beberapa penyebab terjadinya penyimpangan sosial ada 2 faktor yaitu yang berasal dari dalam ( Keluarga ) dan luar ( Lingkungan /Teman )
    Penyimpangan sosial masih bisa di cegah dengan pembentukan kepribadian anak sejak dini atau diadakannya pengendalian yang mampu menekan penyimpangan sosial itu sendiri.

    Terimakasih

  126. LULUT RIZKIANI ( 2014-11-122 ) SESI 23

    Menurut saya , Perilaku menyimpang adalah Tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dan berlaku di dalam lingkungan masyarakat . Seseorang yang menyimpang dari norma biasanya orang tersebut kesulitan dalam pergaulan atau membaur dalam masyarakat dan memilih tujuan utamanya.
    Contoh : Pelajar yang tawuran dan merokok
    Beberapa penyebab terjadinya penyimpangan sosial ada 2 faktor yaitu yang berasal dari dalam ( Keluarga ) dan luar ( Lingkungan /Teman )
    Penyimpangan sosial masih bisa di cegah dengan pembentukan kepribadian anak sejak dini atau diadakannya pengendalian yang mampu menekan penyimpangan sosial itu sendiri.

    Terimakasih

  127. Tingkah laku seseorang dapat dikatakan menyimpang bilamana tingkah laku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan juga melanggar aturan-aturan, nilai-nilai, dan norma-norma, baik norma agama, norma hukum, norma adat. Tingkah laku menyimpang dapat terjadi dimana-mana, dan kapan saja, baik di sekolah, dalam keluarga maupun dalam kehidupan di masyarakat.

  128. Nama : Vera Utifah
    NIM : 2014-11-082
    Sesi : 01

    Perilaku menyimpang merupakan suatu bentuk sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat merugikan diri individu itu sendiri serta orang lain,perilaku menyimpang dapat dipengaruhi oleh lingkungan bergaul,keluarga dan kurangnya perhatian dari kedua orangtua.

  129. menurut saya perilaku menyimpang ialah perilaku atau tindakan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan aturan dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. berperilaku menyimpang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain dan biasanya orang yang berperilaku menyimpang akan di hukum,

  130. Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.

  131. Perilaku menyimpang merupakan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan aturan-aturan di dalam masyarakat

  132. Perilaku menyimpang merupakan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan aturan/norma yang ada. Seseorang dapat dikatakan memiliki perilaku menyimpang ketika orang tersebut tidak sesuai dengan tujuan hidup/sudut pandang kita. Maka sikap yang harus kita ambil adalah “do nothing”.

    Misalnya, seperti daging tikus. Kalau didaerah timur seperti di Sulawesi memakan daging tikus adalah suatu tindakan yg lazim, namun kalau menurut saya itu adalah perilaku yg menyimpang.

    Terimakasih.

  133. perilaku menyimpang adalah tindakan yang dilakukan oleh sesorang yang tidak sesuai dengan peraturan atau kaidah yang ada dalam masyrakat.
    perilaku menyimpang berdampak negatif untuk diri sendiri maupun dalam masyarakat.
    contohnya : membuang sampah tidak pada tempatnya

  134. Putri wulandari – 201411033 – sesi 01

    perilaku menyimpang adalah tindakan yang dilakukan oleh sesorang yang tidak sesuai dengan peraturan atau kaidah yang ada dalam masyrakat.
    perilaku menyimpang berdampak negatif untuk diri sendiri maupun dalam masyarakat.
    contohnya : membuang sampah tidak pada tempatnya

  135. Pengendalian sosial adalah pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lain untuk mengarahkan peran-peran individu atau kelompok sebagai bagian dari masyarakat agar tercipta situasi, kemasyarakatan sesuai dengan yang diharapkan.
    Pengendalian sosial memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:
    1. Agar masyarakat mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku.
    2. Agar tercipta keserasian dan kenyamanan dalam masyarakat.
    3. Agar pelaku penyimpangan kembali mematuhi norma yang berlaku.

  136. Bebby Elisa 2014-12-190 SESI 22

    Prilaku menyimpang adalah bentuk prilaku yang menyimpang dari norma-norma maupun kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
    Contohnya : Penyimpangan seksual,Penyalahgunaan Narkotika,Melanggar Peraturan Lalu Lintas,Pencurian

  137. IRMAWATI 201411251
    Seksi 23

    Perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang dieskspresikan oleh seorang / beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari / tidak disadari, tidak menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian anggota masyarakat.
    Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

  138. Ana Setiana (2014-12-061) – Sesi 22
    Perilaku penyimpangan merupakan suatu bentuk perilaku yang tidak sesuai, melanggar, atau menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat. Sehingga perilaku menyimpang dapat terjadi di mana saja, baik di lingkungan terdekat yaitu keluarga maupun di lingkungan masyarakat. jadi perilaku atau tindakan kita sehari hari dalam lingkungan keluarga atau lingkungan masyarakat inilah yg menjadi tolak ukur apakah tindakan kita menyimpang atau sudah sesuai dengan keinginan masyarakat atau justru tidak diinginkan oleh masyarakat.
    contoh : wanita yang bepakaian minimalis di tempat umum, sebagai wanita kita seharusnya berpakaian rapih dan sopan bukan malah berpakaian yg minimalis yg tidak sewajarnya sehingga dapat mempertontonkan aurat kita terutama sebagai wanita muslim yg seharusnya kita tutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>