SISTEM DATABASE.

Tampilan Logis dan Fisik (Logical View and Physical View) Data Sistem database memisahkan tampilan logis dan physical-logical-data-viewfisik data. Tampilan logis adalah bagaimana pemakai atau programer secara konseptual mengatur dan memahami data. Sebagai contoh, seorang manajer penjualan mengkonseptualisasikan seluruh informasi mengenai para pelanggan, yang menyimpannya dalam bentuk tabel. Tampilan fisik merujuk pada bagaimana dan di mana data secara fisik diatur dan disimpan dalam disk, tape, CD-ROM, atau media lainnya. Sebagai contoh, Gambar 4-3 memperlihatkan susunan catatan (record layout) suatu file piutang.

sistem-databaseMemisahkan tampilan logis dan fisik memungkinkan pengembangan aplikasi baru karena programer dapat berkonsentrasi untuk memasukkan kode (coding/hal-hal yang akan dilakukan program) ke dalam logika aplikasi dan tidak perlu memusatkan perhatian pada bagaimana dan di mana berbagai data disimpan atau diakses. Dengan merujuk kembali pada Gambar 4-3, misalkan ada seorang programer yang menginginkan laporan atas kredit yang memperlihatkan nomor pelanggan, batas kredit, dan saldo terakhir.

gbr-4-3Agar dapat membuat program tersebut menghasilkan laporan seperti ini, programer tersebut harus memahami lokasi dan panjang field yang dibutuhkan (contohnya, posisi catatan 1 hingga 10 untuk nomor pelanggan) dan format setiap field (alfanumerik atau numerik). Jelas sekali bahwa proses ini akan menjadi lebih kompleks apabila data yang dibutuhkan berada di beberapa file.

Sebaliknya, Gambar 4-4 memperlihatkan software sistem manajemen database yang berkaitan dengan hubungan (link) antara cara data secara fisik disimpan dan dengan tampilan logis data pemakai. Jadi, DBMS mengendalikan database agar para pemakai dapat mengakses, membuat permintaan, atau memperbaruinya tanpa harus mencari terlebih dahulu bagaimana dan di mana suatu data disimpan secara fisik.

Memisahkan tampilan fisik dan logis data juga berarti para pemakai dapat mengubah konsep hubungan antara berbagai bagian data (tampilan logis tugasnya) tanpa mengubah cara data tersebut secara fisik disimpan. Dengan cara yang sama seorang administrator database dapat mengubah penyimpanan fisik data untuk meningkatkan kinerja sistem, tanpa menimbulkan pengaruh atas para pemakainya atau program aplikasinya.

Skema

Skema (schema) mendeskripsikan struktur logis database. Terdapat tiga tingkat skema, yaitu: konseptual, eksternal, dan internal.

  • Gambar 4-5 memperlihatkan hubungan antara ketiga tingkat ini.
  • Gambar 4-4 Fungsi DBMS: untuk Mendukung Pandangan Logjs Berbagai Data

gbr-4-4Skema tingkat konseptual (conceptual level schema) adalah tampilan seluruh database pada tingkat organisasi. Skema ini mendaftar elemen-elemen data dan hubungan antarĀ­ mereka. Skema tingkat eksternal terdiri dari satu set tampilan individual bagi pemakai dari berbagai bagian database, yang setiap bagiannya merupakan subskema. Skema tingkat internal menyediakan tampilan tingkat rendah dari database. Skema ini mendeskripsikan bagaimana data sebenarnya disimpan dan diakses, termasuk informasi mengenai petunjuk (pointer), indeks, panjang catatan, dan seterusnya.

gbr-4-5Gambar 4-5 menghubungkan setiap tingkat ini dengan anak panah berkepala dua, yang mewakili pemetaan antar-skema. DBMS mempergunakan pemetaan untuk menerjemahkan permintaan data dari seorang pemakai atau suatu program aplikasi (diekspresikan dalam bentuk nama dan hubungan logisnya) ke petunjuk (pointer), indeks, dan alamat yang dibutuhkan agar secara fisik dapat mengakses data.

Para akuntan sering terlibat dalam pengembangan skema pada tingkat konseptual dan eksternal, sehingga penting untuk mengetahui perbedaan antara keduanya. Sebagai contoh, lihat siklus pendapatan S&S. Skema konseptual untuk siklus pendapatan di database akan berisi informasi mengenai pelanggan, penjualan, penerimaan kas, staf penjualan, uang kas, dan persediaan. Pada tingkat eksternal, beberapa subskema dapat dihasilkan dari skema ini. Setiap subskema dibuat sesuai dengan kebutuhan para pemakai atau program aplikasinya. Setiap subskema juga didesain untuk mencegah akses ke bagian database yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tertentu dari pemakainya. Sebagai contoh, subskema pada tingkat eksternal untuk staf pembuat faktur penjualan akan mencakup informasi mengenai batas kredit pelanggan dan saldo saat ini, jumlah persediaan serta harganya, tetapi mungkin tidak akan meliputi informasi mengenai biaya persediaan atau saldo perusahaan di bank saat ini. Subskema tingkat eksternal untuk staf bagian pengiriman akan mencakup informasi mengenai alamat pelanggan, tetapi mungkin tidak akan meliputi informasi mengenai batas kredit pelanggan atau besarnya gaji pegawai. Subskema tambahan akan menetapkan porsi yang relevan dari database yang dapat diakses para pegawai untuk melaksanakan pekerjaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>