Tidak sampai 15 menit 2 kali Strike Ikan Monster.

Hari/Tanggal : Selasa 27 Desember 2011
Nama Angler : Saya dan Kang Ito
Rood : Tackledojo (punye Kang Ito), Maguro(dipakai Kang Ito)
Reel : Shimano Solstace 4000, Ryobi 5200(dipakai Kang Ito)
Line : PE-4(Kang Ito) dan PE-5(saya)
Nama Kolam : Godong Ijo
Alamat : Cinangka – Depok
Jenis Kolam : Kiloan, Tarikan, Jackpot
Jenis ikan : Banyak
Perolehan : 2 ekor Jenghis Khan dengan berat 34 kg dan 36 kg.

Karena merasa tertantang untuk memancing menggunakan tegeg hasil beli karena diskon dan berbekal kenur 2 lbs serta mata kail 0,2 pemberiam Mas Bey, setelah BBS telpon Ibob(panitia PDK) “Bob, tolong bukakan pagar saya mau mancing sepat nih”, “oke, siap laksamanakan” begitu jawabnya dan saya segera meluncur ke TKP berbekal pelet merah kecil dan segenggam nasi uduk yang perak.

Sampai lokasi sudah terpasang krapet merah, set tegeg dan mulai mancing…..tidak lama pelampung kecil ku langsung ngetrik dan ku angkat perlahan tegeg ajaib…wahhh…seekor jaer satu jari setengah menggelepar…dan berturut-turut naik yg lainnya ini berkat penggunaan pelet merah, sedang nasi uduk rupanya tidak disukai ikan.

IMG_4265Saya masih penasaran, koq sepatnya tidak mau makan yaaaa…terpikir untuk membeli kroto tetapi pelampung kecil kembali ngetrik dan aku angkat perlahan, kembali seekor jaer keecciiiiiitttt menggeliat seraya marah karena kenikmatannya menikmati hidangan pelet merah terganggu, baru saja saya akan melepaskan mata kail dari sang jaer.

Telpon berdering….wah…ini pasti berita penting(soalnya orang rumah tahu saya pergi mancing sepat), ohhh rupanya telpon dari Sang Maestro Djempol, “sedang dimana nih en lagi ngapain”, saya jawab “di PDK lagi mancing sepat, ada apa..?”, “anjrriiiitttt…bener2 nggak ada matinya, tiap hari mancing” begitu katanya, saya katakan “mumpung libur Om, btw ada apa nih”, “saya mau ke Godong Ijo mengantarkan pesanan mau ikut tidak dan kalau mau sekalian ngetes reel baru yang kemarin saya kasih PE-5 itu”, langsung saya jawab “Ok saya pulang dulu untuk mengambil reel dan mata kail, jam berapa brangkatnya..?”, “jam lima saya tunggu dirumah saya”, kata Kang Ito, segera saya sanggupi sambil membereskan peralatan mancing sepat dan segera meluncur kembali kerumah.

Sesampai dirumah Kapolda bertanya “ada apa koq kelihatannya terburu-buru..?”, saya jawab “mau ke GI sama Kang Ito” sambil memasukkan reel Shimano Solstace-4000 kedalam tas dan segera tancap gas ke kediaman Kang Ito, tepat pukul 17:02 saya tiba dan Kang Ito belum sampai dari Serpong, putri sulung beliau keluar dan mempersilahkan saya masuk, tetapi saya memilih untuk duduk diluar saja sambil menikmati racun nikotin dari wismilak kretek, tak lama menunggu dan persis isapan terakhir dari wismilak kretek saya hembuskan dari kejauhan muncullah baby-alphard dan saya melirik kearah jarum jam tepat pukul 17:08, wah lumayan nih tepat janji juga beliau.

Setelah berbasa-basi dengan putri-putri beliau sambil meraup teh kotak yg disuguhkan saya masuk ke mobil dan duduk manis disisi kiri, berbekal GPS yang sedang diuji coba oleh Kang Ito kami meluncur ke Godong Ijo.

Gerbang Godong Ijo kami masuki saat jarum jam menunjukkan pukul 18:12, setelah memarkirkan kendaraan dan menurunkan pesanan, kami memesan 3 ekor anak nyimas seharga 10k, saya set Tackledojo(milik Kang Ito) dengan Solstace-4000 yang telah diisi dengan PE-5 dan menyiapkan matakail Maguro Bass no. 8, Kang Ito pun meminjam joran maguro dengan pasangan Ryobi 5200 PE-4 milik GI, kami memilih gubuk paling tengah dideretan kiri dan mulai menerapkan tehnik retrive secara perlahan, Kang Ito disisi kanan dan saya disisi sebelah kiri, memasuki menit ke 2 terdengar suara menggelegar yang sangat dahsyaaattt……BLLEEEEGGGUUUUURRRRR……!!!!!.

Kang-Ito-2Kang Ito Strike dan langsung terlibat dalam pertarungan sengit, saya segera menggulung reel saya cepat2 dan langsung menyiapkan pocket camera untuk meng-abadikan momen2 indah ini.

Dengan seluruh kepiawaian beliau melayani perlawanan dari sang jengish, beberapa jurus telah berlalu dan masih belum tampak tanda2 menyerah dari sang jengish, ditengah serunya pertarungan Kang Ito berteriak “siapkan serokan yang besar..!!” seraya mencelupkan reel nya kedalam air telag, reel sudah panas rupanya, saya segera mencari serokan besar sambil memanggil ponggawa GI, “mas tolong siapkan tang dan serokan yang besar”, dijawab “strike ya Pak”, “iya hayo bantu” dan saya kembali ke gubuk untuk meng-abadikan momen2 berikutnya, dan benar saja setelah pertarungan berjalan 12 menit sang monster berhasil dikandaskan dan ternyata……buuuueeesssaaarrrrr seeekkkkaaalllliii……!!!!!!!, “wah monster naik nih” kata sang ponggawa dan mereka bertiga berkutat melepaskan mata kail dari mulut sang monster, saya masih asyik meng-abadikan momen2 itu, ternyata monster yang naik seberat 34kg……wah pecah rekor saya terdahulu.

IMG_4277Senyum kemenangan tersungging dibibir sang maestro Djempol, seraya berkata “bagaimana mau memberi pengakuan kalah…?”, saya mengangguk dan berkata “iya deh saya kalah tapi tunggu pembalasanku”, masih dengan senyum kemenangan beliau berkata “apa iya mampu…!!”.

Saya bertekad dan kembali melakukan adegan lempar-tarik…..dan benar saja belum sampai satu menit PE-5 saya terangkat naik dan saya mulai melakukan perhitungan, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan SSSTTTTTRRRRIIIIKKKKKEEEEE….diikuti dengan suara air yang BBEERRGGEEMMUURRUUUUHHHH……ombaknya bergulung-gulung hingga menerpa IMG_4280gubuk pertama diseberang sana dan Solstace saya menjerit dengan keras mengalahkan suara speaker mushola didepan GI yang sedang menghimbau jamaahnya untuk berkumpul, tackledojo pun menukik tajam, segera saya pasang kuda2 “Paku Bumi” dengan mengerahkan tenaga seribu kati, telapak kaki saya terbenam kedalam lantai konblok sedalam 3cm dan saya mulai melayani serangan2 dari sang jengish, jeritan solstace tidak mau berhenti terpaksa saya naikkan drag 3 putaran..klik…klik…klik…tetapi jengish tetap meluncur dengan derasnya, saya naikkan lagi drag dua kali klik sembari saya ayunkan aji gelap ngampar kearah kanan…..tetapi jurus itu masih mampu dielakkan sang jengish dengan cara menghindar kekiri, inilah momen yang saya tunggu, saya berikan sodokan keatas dan tendangan kaki memutar(bacagi) sedang gerakan jengish kearah kiri saya manfaatkan dengan menggulung dan memompa sekuat tenaga, jurus ini berhasil mengurangi jarak antara saya dan sang jengish, Pemancing dilapak seberang berteriak “Strike…yaaaa…Pakkkk…..hati2 ini gelombangnya baru saja melewati gubuk kami”.

IMG_4286Tetapi saya kecele, sang jengish masih terus berlari kearah kiri dan semakin menjauh menuju kearah pintu air, wah……dari sisi paling kanan telaga sang jengish berpindah kesisi paling kiri, seluruh telaga dikuasai sang jengish, peluh sudah membasahi sekujur tubuh saya hingga kelapisan terdalam, saya putar tumit sebelah kanan sambil tetap mempertahankan tenaga seribu kati pada kedua kaki saya.

Saya mulai menggunakan jurus penentuan, saya turunkan tackledojo hingga membentuk sudut 15 derajat dari permukaan air dan mengempos semangat sepenuhnya dipusar dan saya alirkan seluruh tenaga yang terkumpul di pusar kearah pergelangan tangan kanan saya dan terus saya biarkan tenaga tersebut mengalir melalui tackledojo kearah PE-5, sedikit bergetar dan berputar perlahan sang PE-5 dan mendadak saya hentikan tenaga yang mengalir tersebut hingga membuat PE-5 sedikit mengendur(resiko mocel ini saya ambil sebagai langkah untung2an), benar saja sang jengish yang merasa diatas angin mulai lengah pada saat itulah kembali saya kerahkan tenaga seraya memompa dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya(wweeellleeehhh ngape jadi nyontek teks Proklamasi neeehhh).

Meski dengan jeritan solstace yang tak henti2 saya teruskan gempuran ini dan berhasil memperpendek jarak antara kami, waktu sudah berlalu 25 menit, sang ponggawa GI yang dipanggil oleh Kang Ito berteriak “belum sampai 30 menit Pak, jangan menyerah”seraya menyemangati saya.

Uap putih sudah mulai mengepul dari kepala saya pertanda seluruh tenaga dalam sudah terkerahkan semua dan saya memasuki tahap kritis dan Kang Ito menyadari hal ini beliau menginstruksikan kepada para ponggawa untuk memberi ruang lebih lega pada saya dan jarak semakin semakin pendek antara saya dan sang jengish saya mengatubkan mulut dan meng-kertakan gigi dengan sisa2 tenaga yang ada saya tuntaskan jurus pamungkas ini, benar saja sang jengish mulai menepi dan serokan pun siap menerima tubuh gempalnya…tetapi..mendadak suara menggelegar kembali terdengar, sang jengish mengerahkan upaya terakhirnya dengan cara menghempaskan diri kebelakang…solstace menjerit keraaaassss…..kuda2 kaki saya bergeser sepanjang 7cm dan badan saya doyong kedepan membentuk sudut 25derajat, sayapun mengangkat kaki kiri dan menempelkan telapaknya dilutut sebelah kanan sambil sedikit memberi tekukan pada dengkul kaki sebelah kanan, hal ini saya lakukan untuk menambah tenaga agar posisi kuda2 saya tidak terus terseret…..berhassiiiillll…….sang jengish menyerah dan saya pompa habis2an hingga ketepi….bbblllluuuuppppp…masuklah ia kedalam serokan ekstra beesssaarrr…….!.

IMG_4290Saya terduduk sambil mengatur nafas mengembalikan tenaga yang sudah hampir menghilang, Kang Ito sibuk mengabadikan momen tersebut, ikan diangkat keatas(karena ini merupakan ikan terbesar yang naik pada bulan ini) beratnya tidak tanggung2 36kg……wooowww…sebuah prestasi kembali saya ukir……sang Maestro Djempol hanya tersenyum dan memberikan tepukan tangan ber-kali2…seraya berujar “Selamat…selamat…..dan Bravoooo….!!!!”.

Hari ini pengurus GI mengucapkan selamat beliau berkata “Hebat…dalam waktu kurang dari 20 menit terjadi dua kali Strike monster…!!”.

Bagi saya hari ini merupakan hari penuh prestasi, siang mengangkat ikan mujair satu jari, sorenya mengangkat monster 36kg. Terima kasih saya sampaikan pada Kang Ito yang telah membantu saya mengukir sejarah mengangkat ikan air tawar diatas 25kg(pertama saya ke GI ngangkat 28kg, datang yang kedua 31,55kg dan kali ini datang yang ketiga 36kg).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>