Alasan Munculnya Masalah Perilaku dalam menghadapi Perubahan.

Pandangan seseorang bahwa suatu perubahan baik atau buruk biasanya akan tergantung dari bagaimana dia secara personal terkena dampaknya. Contohnya; pandangan pihak manajemen akan berubah menjadi positif jika perubahan meningkatkan .laba atau kinerja atau mengurangi biaya. Sebaliknya, seorang pegawai akan melihat perubahan yang sama sebagai hal yang buruk jika pekerjaannya ditiadakan atau dipengaruhi secara negatif.

Guna meminimalkan reaksi perilaku yang negatif, harus dipahami terlebih dahulu mengapa penolakan terjadi. Beberapa faktor yang penting termasuk hal-hal berikut ini:

Karakteristik dan latar belakang personal. Umumnya, orang yang lebih muda dan berpendidikan lebih tinggi biasanya lebih mudah menerima perubahan. Begitu juga semakin nyaman seseorang dengan teknologi, maka akan semakin tidak mungkin dia menolak perubahan dalam SIA.

Cara perubahan diperkenalkan. Penolakan sering kali merupakan sebuah reaksi dari metode-metode yang membentuk perubahan daripada reaksi atas perubahan itu sendiri. Contohnya, logika yang digunakan untuk menjual sistem ke pihak manajemen puncak mungkin tidak sesuai untuk para pegawai dengan tingkat yang lebih rendah. Peniadaan tugas-tugas tingkat rendah dan kemampuan untuk maju serta tumbuh sering kali lebih penting bagi para pemakai daripada peningkatan laba dan pengurangan biaya.

Pengalaman dengan perubahan sebelumnya. Para pegawai yang memiliki pengalaman buruk dengan perubahan sebelumnya akan lebih segan untuk bekerja sama ketika terjadi perubahan di masa mendatang.

Dukungan dari pihak manajemen puncak. Para pegawai yang merasakan kurangnya dukungan dari pihak manajemen puncak atas perubahan akan bertanya-tanya mengapa mereka harus menerima perubahan tersebut.

Komunikasi. Para pegawai akan tidak mendukung perubahan kecuali jika alasan-­alasan perubahan tersebut dijelaskan.

Bias dan penolakan alami atas perubahan. Orang-orang yang memiliki hubungan emosional atas tugas mereka atau dengan rekan kerja mereka mungkin tidak ingin berubah jika elemen-elemen tersebut terkena pengaruh.

Sifat merusak proses perubahan. Permintaan atas informasi dan untuk wawancara akan mengganggu dan memberikan beban tambahan ke orang-orang. Gangguan­-gangguan ini dapat menimbulkan perasaan negatif atas perubahan yang menyebabkan gangguan-gangguan tersebut terjadi.

Ketakutan. Banyak orang merasa takut atas sesuatu yang tidak diketahui dan atas ketidakpastian yang menyertai perubahan. Mereka juga takut kehilangan pekerjaan, kehilangan kehormatan atau status, takut pada kegagalan, teknologi, dan otomatisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>