Nilai sebuah rasa CINTA

Seorang petani memiliki beberapa ekor anak anjing untuk dijual . Dia membuat brosur dan menggambarkan 4 ekor anak anak anjing, dan menempelkan brosur itu dengan paku pada pagar halaman rumahnya .

4-little-dogSaat ia sedang memalukan paku yang terakhir, ia merasa ada orang yang menarik overall-nya .

Dia melihat ada seorang anak kecil dan menatap matanya yang jernih.

” Tuan , ” kata anak itu , ” Saya ingin membeli salah satu anak anjing Anda . “

” Yah , ” kata petani itu , sambil mengusap keringat dari tengkuknya , ” anak anjing ini berasal dari orang tua yang baik dan mahal . “

Anak itu menundukkan kepalanya sejenak . Kemudian menggapai jauh ke dalam sakunya ,
dia mengeluarkan beberapa recehan dan mengacungkannya ke petani  itu. ” Aku memiliki tiga puluh sembilan sen . Apakah itu cukup untuk melihatnya? “

1932to1950Canada1cent5coins” Tentu , ” kata petani itu . Kemudian ia meniupkan peluit  pemanggil anjing. ” Kesini Dolly ! ” seraya berseru.

Dolly  berlari keluar dari kandangnya diikuti oleh tiga ekor anjing kecil yang hanya memiliki sedikit bulu .

Anak kecil menekankan wajahnya pada bilah pagar. Matanya menari-nari kegirangan .

Anak-anak anjing itu beriringan secara berurutan berjalan menuju pagar, tetapi anak kecil itu melihat sesuatu yang lain, dia melihat pada urutan paling belakang ada seekor anak anjing yang lebih kecil dia berjalan terpincang-pincang berusaha menyusul ketinggalannya dengan yang lain.

poor-little-dog” Aku mau yang itu , ” kata anak kecil , menunjuk ke anjing kecil tersebut .

Petani itu berlutut di samping anak itu dan berkata , “Nak, kamu tidak ingin anak anjing itu. Dia tidak akan pernah bisa berlari dan bermain dengan kamu seperti anak anjing lainnya. “.

Anak kecil itu mundur dari pagar, seraya menggulung bagian bawah celana pada salah satu kakinya, ia memperlihatkan kaki palsu yang terpasang dilututnya.

Kemudian dia menatap petani itu , ia berkata, ” Anda lihat Pak , saya sendiri tidak bisa berjalan terlalu baik, dan anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mengerti  keadaannya. “

Dengan linangan air mata, petani berjongkok dan mengambil anak anjing kecil yang malang itu. Memegangnya dengan hati-hati dan ia menyerahkannya kepada anak kecil itu.

Berapa harganya Pak ? ” Tanya anak kecil .

Tidak ada biaya , ” jawab sang petani , “Tidak ada biaya untuk cinta . “

no-charge

2 thoughts on “Nilai sebuah rasa CINTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>