Hadi Zubaidi – 201312015 menulis tentang Perilaku

social-behaviorPerilaku sosial menurut saya adalah sesuatu sikap atau sifat individu maupun kelompok yang berpacu terhadap gerak lingkup sosial yang dimana perilaku tersebut berpengruh terhadap tempat, individu&kelompok serta waktu, dimana perilaku tersebut akan melekat pada diri dan menjadi kebiasaan dalam menjalani kegitan sosial, dan perilaku tersebut nantinya dapat dipertanggung jawabkan .

Hadi Zubaidi – 201312015 menulis tentang Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial itu ada akibat adanya kepedulian terhadap sesama makhluk sosial dimana makhluk sosial bertindak layaknya pemimpin agar suatu tindakan yang tidak diinginkan tidak terwujud dalam lingkungan sosial. Pengendalian ini dimaksudkan agar terciptanya lingkungan sosial yang aman, tentram serta sejahtera agar masyarakat yang ada dilingkungan sosial dapat hidup dan menjalani aktivitas dengan damai tanpa adanya perasaan khawatir.social-control

Bayu Permana Syidiq (2013-12-094) menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

power&authorityKekuasaan dan Wewenang pada dasarnya adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin atau lembaga yang berwenang guna menjalankan tugas dan wewenang sesuai dengan porsi dan kedudukannya. Kekuasaan dan Wewenang yang dimiliki pun harus seimbang agar tidak terjadi kekeliruan atau penyimpangan dalam melaksanakannya. Apabila kekuasaan dan wewenang dijalankan tidak sesuai dengan porsi atau kedudukan yang dimiliki /diemban maka akan timbul sikap semena-mena yang menimbulkan konflik sosial.

Diva Damanta S (201358165) menulis tentang Teori Hierarki Kebutuhan

teori-hierarki-kebutuhansetiap individu pasti mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya, salah satu nya kebutuhan pokok yang merupakan kebutuhan wajib bagi individu.
Kebutuhan juga merupakan keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kebutuhan manusia tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata). Misalnya rasa aman, ingin dihargai, atau dihormati,maka kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas.

Diva Damanta S (201358165) menulis tentang Perilaku Sosial

Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli Ibrahim, 2001). Sebagai bukti bahwa manusia dalam memnuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain.Ada ikatan saling ketergantungan diantara satu orang dengan yang lainnya. Artinya bahwa kelangsungan hidup manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.social-behavior

Diva Damanta S (201358165) menulis tentang Obyek Sosiologi

obyek-sosiologiSosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.
Objek Material: adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
Objek Formal: lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Objek budaya: salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.
Objek Agama: Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat.dan banyak juga hal-hal ataupaun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.

Ilyasa 2013-12-213 menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

power&authorityKekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan strata social seseorang. Semakin tinggi kemampuan seseorang dalam orgnisasinya, pengaruhnya akan semakin besar dan secara otomatis kekuasaannya meluas sehingga strata sosialnya semakin naik. Sedangkan wewenang adalah hak,dimana adanya kekuasaan membuat keputusan, memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab kpd orang lain.

Sherly Darmawan (2013-11-333) menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

kekuasaan & hak sllu berjalan berdampingan krna ke-2 hal itu sangat berkaitan erat, 1 kesatuan & tak dpt dipisahkan. kekuasaan & wewenang tdk harus dikaitkan dgn masalah hukum, dll, tetapi seluruh aspek kegiatn yg kita lakukan sllu dekat dgn kekuasaan & wewenang. tanpa ada kemampuan, tentu kita tidak dpt mengambil apa yg seharusny mnjadi hak kita. namun jika kita tidak memiliki hak tetapi kita memiliki kemampuan, kita dpt menyatakannya kpd si pemberi wewenang bahwa kita berhak utk memperoleh wewenang tsb. sbg contoh, bapak guru memberi wewenang kepada seorg murid yg cadel (tdk bisa sebut R) utk menyebutkan kalimat “Ular melingkar di atas pagar sambil berputar-putar”. maka murid tsb akan sngat kesulitan utk menyebutkn kalimat tsb dikarenakn ia tdk mampu melakukannya, sekalipun ia telah diberikan wewenang. sementara ada seorang murid yang tidak cadel namun tidak diberikan wewenang, maka murid tsb dpt mngatakn kpd sang guru dgn cara membuktikannya bahwa ia bnr2 mampu menyebutkannya sehingga ia diberikan wewenang.power&authority

Rachmah Fitriani (201312049) menulis tentang Mobilitas Sosial

social-mobilityMobilitas sosial adalah suatu proses pergerakan naik atau turunnya status seseorang atau kelompok masyarakat. Terjadinya mobilitas sosial berkaitan dengan hal-hal yang dianggap berharga dalam masyarakat. Oleh karena itu, kepemilikan atas hal-hal tersebut akan menjadikan seseorang menempati posisi atau kedudukan yang lebih tinggi. Akibatnya, dalam masyarakat terdapat penggolongan yang memengaruhi struktur sosial. Hal-hal tersebut antara lain kekuasaan, kehormatanm ilmu pengetahuan, dan kekayaan.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Perilaku Kolektif

collective-behaviorPada umumnya, perilaku kolektif diasumsikan sebagai perilku menyimpang, tetapi berbeda dengan perilaku menyimpang. Perilaku kolektif dilakukan secara bersama-sama karena rangsangan tertentu, tetapi perilaku menyimpang dilakukan seseorang/pribadi/individu yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga melanggar batasan/aturan yang berlaku di masyarakat tersebut.

Perilaku kolektif tidak bersifat rutin dan merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu. Misalnya: Kebakaran yang terjadi di pertokoan (ruko-ruko) di suatu daerah. Kejadian tersebut disaksikan oleh banyak orang, tetapi bukannya menolong pihak-pihak yang menjadi korban, orang-orang tersebut melakukan penjarahan barang toko secara bersama-sama.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Gagasan dasar Civil Society

civil-society-1Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, tidak seperti masyarakat primitif. Masyarakat madani menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan IPTEK. Masyarakat madani juga merupakan salah satu sumber dari kesejahteraan dan kemakmuran suatu negara karena masyarakat madani mengikuti UU atau aturan yang sudah ditetapkan hukum. Syarat untuk mencapai masyarakat madani adalah keterlibatan atau keikutsertaan masyarakat dalam urusan negara/pemerintah.

Misalnya: Keiuktsertaan masyarakat dalam pemilu presiden dan wakil presiden, alias tidak golput.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Perilaku Manusia

perilaku-manusia-pada-ruang-terbuka-imagesSalah satu faktor utama yang menentukan perilaku manusia adalah tekanan sosial dari indidu lain/lingkungan. Seseorang akan memberikan tanggapan atas rangsangan yang diberikan orang lain/ lingkungan sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor tersebut akan mempengaruhi perilaku sesorang ke arah yang positif/negatif. Oleh karena itulah perilaku setiap manusia tidak sama.

Misalnya: Orang desa yang hidup sederhana dan sifatnya bergotong royong pindah ke kota. Tekanan sosial ini akan mempengaruhi perilaku orang tersebut. Jika orang tersebut dapat melakukan kontrol atas dirinya dan tetap ingat dengan budaya yang ada di desa, maka ia tidak akan terpengaruh oleh kehidupan individualitas dan pergaulan bebas yang ada di kota. Jadi setiap orang harus pandai menyesuaikan diri dan memilih hal-hal yang baik dan membuang yang buruk bagi kehidupannya.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Perilaku Menyimpang

perilaku-menyimpang-aPerilaku menyimpang dapat dilakukan secara individu/kelompok. Perilaku seseorang/kelompok dikatakan menyimpang apabila bertentangan dengan batasan/aturan/norma yang ada di suatu himpunan/kelompok/perkumpulan/masyarakat tertentu.

Misalnya: Acara ulang tahun seorang remaja putri yang ke-17 dengan dress code berwarna terang, tetapi salah satu/sekelompok tamu undangan mengenakan gaun berwarna gelap. Hal itu menandakan bahwa tamu-tamu tersebut telah melakukan perilaku menyimpang dalam kelompok tersebut (dalam acara ulang tahun).

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Perubahan Sosial

Sadar atau tidak sadar, setiap manusia pasti akan berubah. Perubahan ini terjadi karena berbagai faktor. Faktor yang utama adalah karena adanya faktor kebutuhan/keinginan untuk berkembang. Manusia mempunyai sifat yang tidak pernah puas akan suatu hal yang telah dimiliki/diraih ataupun pada situasi yang statis. Itulah yang menjadi motivasi bagi setiap individu untuk berkembang dan berubah menjadi lebih baik.

Perubahan-sosial=proses-imagesMisalnya: masyarakat golongan menengah ke bawah yang hidup sederhana dan hanya makan tahu tempe ingin makan daging setiap hari, maka mereka akan termotivasi untuk memenuhi keinginnanya. Mereka akan bangkit dan bekerja keras untuk dapat naik jabatan dari kelas menengah menjadi kelas atas.

Proses perubahan pada diri setiap manusia ada yang cepat dan lambat. Hal ini tergantung seberapa besar niat manusia yang termotivasi untuk berkembang menjadi lebih baik serta seberapa besar keinginan dan tuntutan hidup yang ingin mereka ubah/wujudkan.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Mobilitas Sosial

Manusia lahir dari berbagai golongan dan latar belakang yang berbeda. Keinginan akan suatu hal setiap individu juga bebeda. Hal itulah yang menyebabkan seseorang ingin berpindah posisi dari satu lapisan ke lapisan lain agar dapat mencapai keinginannya.

Misalnya: Karena tuntutan ekonomi, banyak orang yang berbondong-bondong ingin bekerja di perusahaan terkenal dan tidak hanya di posisi karyawan, melainkan sebagai atasan.

social-mobilityDalam hal ini, mobilitas sosial hanya dapat dilakukan oleh masayarakat yang terbuka. Berbeda dengan masyarakat yang sifatnya tertutup (sistem kasta). Bagi orang yang terlahir dari kasta rendah akan tetap di posisinya, tidak bisa berpindah ke kasata yang lebih tinggi. Meskipun demikian, mobilitas sosial tidak hanya terjadi secara vertikal, baik ke arah atas atau bawah, tetapi juga secara horizontal.

Pada umumnya, mobilitas sosial akan menyebabkan konflik karena persaingan yang terjadi. Oleh karena itulah setiap individu harus mengetahui batas diri masing-masing dan dapat menyesuaikan diri.

Irene Angeline (2013-12-042) menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

Wewenang dan kekuasaan yang dimiliki sesorang akan menunjukkan apakah orang tersebut pantas menjadi seorang pemimpin atau tidak. Seorang pemimpin yang bijak terlihat dari bagaimana dia menggunakan wewenang dan kekuasaan yang dimilikinya. Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, sedangkan kekuasaan adalah kemampuan melakukan wewenang.

Dalam suatu perusahaan, terdapat karyawan yang rajin (teori Y) dan malas bekerja (teori X). Dalam hal ini, pemimpin mempunyai peran yang sangat penting. Seorang pemimpin harus bisa mengatur karyawan-karyawannya dengan cara yang bebeda sesuai sifat dan kinerjanya.

Misalnya: Pemimpin memberikan reward bagi karyawan yang rajin (teori Y), sedangkan bagi yang malas bekerja (teori X), pemimpin harus bisa memperbaiki kelakuannya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek penyebab kemalasan karyawan untuk bekerja.

Pada umumnya, dalam perusahaan terdapat beberapa divisi. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemimpin menyalahgunakan kekuasaan dan wewenangnya serta mencegah agar tidak terjadi konflik. Jika seseorang melaksanakan wewenangnya tetapi tidak disertai kekuasaan, maka hanya konflik sajalah yang terjadi.power&authority

Paramita Andini – 201312064 menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan untuk bertindak atau memerintah sehingga dapat menyebabkan orang lain bertindak, pengertian disini harus meliputi kemampuan untuk membuat keputusan mempengaruhi orang lain dan mengatasi pelaksanaan keputusan itu. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang, yang mempunyai dukungan atau pendapat pengakuan dari masyarakat. Adanya wewenang hanya dapat menjadi efektif apabila didukung dengan kekuasaan yang nyata.
Terimakasih.

Paramita Andini – 201312064 menulis tentang Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial sebagai peralihan status dan peranan individu atau kelompok sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya, baik yang sederajat maupun yang tidak sederajat diperlukan anggota masyarakat agar struktur sosial masyarakat berubah. Dari asumsi tersebut kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan-keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial pada suatu masyarakat. Para sosiolog mempunyai perhatian khusus terhadap kesulitankesulitan yang dialami para individu dan kelompok-kelompok banyak kesempatan mendapatkan kedudukan, semakin besar mobilitas sosialnya. Ini berarti bahwa sistem stratifikasi social masyarakat semakin terbuka.

Pada masyarakat berkasta yang stratifikasinya bersifat tertutup sulit terjadi mobilitas social vertikal. Berbeda dengan masyarakat yang mempunyai system stratifikasi yang bersifat terbuka.

Terimakasih.

Yuni Utami (2013-12-058) menulis tentang Mobilitas Sosial

Menurut saya Mobilitas Sosial ada karna masyarakat itu berfikir untuk mengubah pandang orang lain kepada dirinya, maka dari itu dia mengubahnya dari sisi status sosial. Mengapa dari sisi itu? kebanyakan di Negara kita yaitu Indonesia masih berfikir bahwa harta kekuasaan, dan jabatan adala penilain orang terhadapa diri kita.
dan dari situlah adanya mobilitas sosial. mobilitas sosial sendiri ada yang menjukan peningkatan dan penurun tergantung dari kelasnya yaitu kelas terbuka atau kasta.

ADE IRMA.P 201312056 menulis tentang Mobilitas Sosial

menurut saya mobilitas sosial adalah suatu hal dimana masyarakat dapat berpindah pikiran, yang menunjukan lebih ke status sosial untuk menunjukn bahwa orang tersebut ada. mobilitas sosiallpun ada karna seseorang tersebut ingin dianggap ada pada suatu kelompok atau dikalangan masyarakat itu.Dari situlah masyarakat memiliki pemikiran mobilitas sosial. Tetapi mobilitas ada yang berdampang peningkatan dan ada juga penurunan.

Agnes Firdiana Anggraini 201312045 menulis tentang Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah proses perubahan, pergeseran, peningkatan ataupun penurunan status dan peran anggotanya.
Misalnya seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi pengusaha dan berhasil dengan gumilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha yang ingin mengikuti jejak ayahnya yg telah berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya, na,un ia gahal dan jatuh miskin.
Proses kenerhasilan dan kegagalan setiap otang dalam melakikan gerak sosial inilah yang disebut mobilitas sosial.

Norita Desi Pratiwi (2013-12-016) menulis tentang Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial pada dasarnya sudah dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir karena manusia memiliki latar belakang yang sangat berbeda sejak ia lahir. Sehingga pada saat setiap manusia tersebut beranjak dewasa maka ia telah melakukan mobilitas sosial dari anak-anak, remaja, dan dewasa. salah satu faktor penyebab mobilitas sosial adalah lingkungan sekitar dimana manusia tersebut berada

Rizky Dwicahyani (2013-12-183) menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama agar tujuan itu dapat tercapai.
Kewenangan adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan, contoh : seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya karena seseorang itu mempunyai kekuasaan

Rizky Dwicahyani (2013-12-183) menulis tentang Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. ada dua jenis mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat yaitu Meningkat dan Menurun.
Perubahan dalam mobilitas ditandai oleh perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antarindividu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok. Mobilitas sosial terkait erat dengan stratifikasi sosial karena mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan dari satu strata sosial ke strata sosial yang lain.

Rizky Dwicahyani (2013-12-183) menulis tentang Perubahan Sosial

Perubahan sosial terjadi karena adanya pergeseran orientasi manusia dari yang lama menuju sesuatu yang baru dan disebabkan oleh pola pikir manusia yang dipengaruhi lingkungan yang ada. Perubahan tersebut berada pada dua bidang terdiri dari perubahan materiil dan immaterial. Perubahan materiil yaitu perubahan fisik yang dilakukan dan dialami oleh manusia misalnya dalam hal teknologi telah merubah pola interaksi manusia .Perubahan immaterial yaitu perubahan keyakinan dan prinsip hidup manusia, misalnya berkaitan dengan HAM.

Prahesti Ayu Wulandari 201312027menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

wewenang dan kekuasaan memiliki perbedaan. contoh mudahnya, ketika kita diberi kesempatan untuk meneruskan usaha milik orang tua kita walaupun kita tidak tahu dapat melaksanakan dengan baik atau tidak maka disana kita diberi hak untuk melaksanakannya, ini disebut wewenang. lain halnya ketika kita dipercaya oleh atasan kita untuk mengisi posisi jabatan yang lebih tinggi karena kinerja kita sangat bagus dan dianggap mampu melakukannnya, maka ini disebut kekuasaan

Prahesti Ayu Wulandari 201312027 menulis tentang Perubahan Sosial

perubahan sosial memang harus disikapi dengan cermat dan tidak boleh asal-asalan karena seperti pada paparan diatas, tidak ada perubahan yang tidak meninggalkan dampak. dampak itu maksudnya ada dampak baik ataupun buruk. dampak buruk itulah yang jangan sampai terjadi. tanggung jawab kita dalam memanage diri sendiri beperan penting disini agar setiap yang kita lakukan dapat memberi dampak yang baik

Arif mulianto 201312025 menulis tentang pengertian dan contoh Mobilitas Sosial

mobilitas sosial ialah suatu gerak perpindahan seseorang atau sekelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain.
tetapi saya disini kagak hanya pengertian saja tetapi saya kasih contoh
contoh 1: dari orang miskin ke orang kaya itu termaksud mobilitas sosial tetapi dlm jenis mobilitas termaksud mobilitas vertikal.
contoh 2: dari orang kaya yang punya perusahaan menjadi miskin dikarena kan bangkrut atau mengalami kerugian yg besar itu termaksud mobilitas sosial jenisnya itu mobilitas vertikal.
contoh 3: orang yg bekerja di perusahaan besar dgn jabatan menager tetapi karena perusahaan itu buka cabang di daerah laen atau diluar daerah orang tersebut dipindahkan ke perusahaan cabang dgn jabatan yg sama menager itu termaksud dengan mobilitas sosial tetapi jenisnya itu mobilitas horizontal .

sekian dari contoh saya agar orang tidak hanya pengertian saja tetapi dia bisa memahami contoh atau kasus dlm kehidupan sehari-hari di mobilitas sosial,hehehehehe

Arif mulianto 201312025 menulis tentang Wewenang dan Kekuasaan

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.
contoh : suatu guru yang mempunyai wewenang kepada murid untuk mengerjakan tugas karena guru tersebut mempunyai wewenang sebagai guru di kelas murid .
Kekuasaan adalah suatu jabatan orang yg bisa memberikan wewenang terhadap orang laen .
contohnya : suatu guru yang mempunyai kekuasan di dlm kelas dan dia mempunyai wewenang terhadap murid itu buat kerjain tugas
jadi disimpulkan kekuasaan dan wewenang itu saling berkaitan satu dgn laennya