Tugas EDP-Audit

1. Jelaskan apa itu Audit Planning..
2. Apakah fungsi dari Audit Charter.
3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur
4. Apakah pengertian dari audit berbantuan komputer
5. Apakah resiko audit itu.
6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.
7. Apakah fungsi dari laporan audit
8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.

18 thoughts on “Tugas EDP-Audit

  1. NAMA : SECHA YULIASTRI BAINI
    NIM : 2011 12 249
    TUGAS EDP AUDIT-PRA UAS

    1. Jelaskan apa itu Audit Planning..
    Jawab :
    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.

    2. Apakah fungsi dari Audit Charter.
    Jawab :
    Audit & Kontrol Internal berfungsi untuk membantu Manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengawasan manajerial dan fungsi-fungsi operasional Perusahaan.
    Tujuan Audit & Kontrol Internal adalah memberi nilai tambah pada kinerja operasional Perusahaan baik dari faktor efisiensi maupun efektivitas operasional sesuai dengan standar mutu yang berlaku

    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur
    Jawab :
    Pengertian Prosedur Pelaksanaan Audit Operasional
    Prosedur adalah rangkaian metode yang telah mejadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan (Wursanto.1991:20).
    Menurut Mulyadi (2001:5) prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
    perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
    Perencanaan dan Program Audit
    Untuk setiap audit, terutama untuk audit operasional (performance audit), auditor harus mengorganisir kegiatannya sehingga auditor dapat melaksanakannya secara efisien, ekonomis dan efektif. Perencanaan dan
    Program audit adalah perecanaan yang memadai untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti atas sasaran pemeriksaan selama pelaksanaan tiaptiap tahap fungsi audit (persiapan pemeriksaan, pengujian pengendalian
    manajemen sampai dengan pemeriksaan lanjutan) dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pemeriksaan.
    Prosedur Pelaksanaan Audit Operasional
    Persiapan Audit
    Persiapan audit bertujuan untuk mengumpulkan informasi, penelaahan peraturan, ketentuan dan undang-undang yang berkaitan dengan aktifitas yang di audit serta menganalisis informasi yang diperoleh guna mengidentifikasi hal-hal yang potensial mengandung titik kelemahan. Pada tahap ini auditor memilih bidang tertentu untuk diaudit dari seluruh bidang obyek kegiatan yang telah ditentukan pada tahap persiapan audit. Pemilihan ini diperoleh melalui pengumpulan dan penganalisaan informasi atas kegiatan yang diperiksa.

    Peranan auditor internal/standard dalam menemukan indikasi terjadinya kecurangan dan melakukan investigasi terhadap kecurangan, sangat besar. Jika auditor internal menemukan indikasi dan mencurigai terjadinya kecurangan di perusahaan, maka ia harus memberitahukan hal tersebut kepada top management. Jika indikasi tersebut cukup kuat, manajemen akan menugaskan suatu tim untuk melakukan investigasi. Tim tersebut biasanya terdiri dari internal auditor, lawyer, investigator, security dan spesialis dari luar atau dalam perusahaan (misalkan ahli komputer, ahli perbankan dan lain-lain). Hasil investigasi tim harus dilaporkan secara tertulis kepada top management yang mencakup fakta, temuan, kesimpulan, saran dan tindakan perbaikan yang perlu dilaporkan.

    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer
    Jawab :
    teknik Audit yang berbantuan Komputer ( TABK ) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan TABK atau CAATTs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Untuk mengkombinasikan pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi. TABK/CAAT merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Apakah resiko audit itu.
    Jawab :
    Risiko Audit adalah istilah yang umum digunakan dalam kaitannya dengan audit atas laporan keuangan suatu entitas.
    Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal.
    Audit Risk/Resiko Audit adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.
    Jawab :
    (a) Risiko Bawaan (Inherent Risk), adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait (maksudnya bahwa risiko bawaan timbul dengan asumsi pengedalian intern dalam perusahaan tidak ada. Jika sekiranya pengendalian intern dalam perusahaan memadai serta efektif dalam pelaksanaannya dengan sendirinya risiko bawaan akan dapat diminimalisasi). Risiko salah saji demikian adalah lebih besar pada saldo akun atau golongan transaksi tertentu dibandingkan dengan yang lain. Sebagai contoh, perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang memproduksi barang-barang hi-tech seperti misalnya handphone akan lebih berisiko terjadinya penumpukan persediaan yang usang karena tidak sesuai lagi dengan tuntutan pasar.

    (b) Risiko Pengendalian (Control Risk), adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas. Risiko ini merupakan fungsi efektivitas desain dan operasi pengendalian intern untuk mencapai tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan entitas. Beberapa risiko pengendalian akan selalu ada karena keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern.

    7. Apakah fungsi dari laporan audit
    Jawab :
    Fungsi laporan audit :
    1. Mengkomunikasikan.
    2. Menjelaskan.
    3. Mempengaruhi.
    Menurut Modul Manajemen Audit BPK-RI, laporan audit tertulis berfungsi untuk:
    a) Mengkomunikasikan hasil audit kepada pejabat pemerintah, yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    b) Membuat hasil audit terhindar dari kesalahpahaman
    c) Membuat hasil audit sebagai bahan untuk tindakan perbaikan oleh instansi terkait; dan
    d) Memudahkan tindak lanjut untuk menentukan apakah tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.
    Jawab : Manfaat Laporan Audit Bagi Manajemen Puncak
    1. Memantau efisiensi,efektivitas, dan kehematan unit organisasi dibawahnya
    2. Menilai kecocokan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen
    (Laporan tidak boleh membawa kesan seakan akan pemeriksa adalah lawannya )
    Tindak lanjut adalah proses pelaksanaan rekomendasi dari hasil audit yang harus dilaksanakan oleh klien.
    Auditor sistem informasi harus meminta dan mengevaluasi informasi yang dipandang perlu sehubungan dengan temuan, kesimpulan dan rekomendasi audit yang terkait dari audit sebelumnya untuk menentukan apakah tindak lanjut yang layak telah dilaksanakan dengan tepat waktu.

  2. Nama : Tariana
    N.I.M : 2010-12-181

    1. Audit Planning atau Perencanaan audit adalah merupakan total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.

    2. Fungsi dari audit charter adalah untuk menjadi pegangan dan pedoman bagi auditor serta untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor.

    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya dengan menggunakan prosedur yang ada. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer.

    5. Audit Risk / Resiko Audit Adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Contohnya asersi keberadaan dan keterjadian kas mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Hal ini disebabkan uang tunai merupakan suatu asset yang sangat rawan terhadap manipulasi, dan semua orang berminat terhadap uang. Sedangkan aktiva tetap lebih jelas keberadaannya.
    b. Risiko pengendalian (control risk) adalah risiko bahwa suatu salah saji material, yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Contohnya risiko pengendalian untuk asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi, risiko pengendalian untuk asersi-asersi keberadaan, keterjadian dan kelengkapan untuk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya suatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya untuk saldo rekening yang terpengaruh.

    7. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan terdiri dari bankir dan kreditor, pemilik dan pemegang saham, serta pemerintah.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan audit: what was done, what was found and what was recommended berkaitan dengan audit tersebut.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari hasil temuan audit.

    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk:
    a. memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa
    b. mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit lalu yang masih belum selesai,
    c. memonitor koreksi yang sudah dilakukan manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa, dan
    d. memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan.

  3. Nama : Tariana
    N.I.M : 2010-12-181

    1. Audit Planning atau Perencanaan audit adalah merupakan total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.

    2. Fungsi dari audit charter adalah untuk menjadi pegangan dan pedoman bagi auditor serta untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor.

    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya dengan menggunakan prosedur yang ada. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer.

    5. Audit Risk / Resiko Audit Adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Contohnya asersi keberadaan dan keterjadian kas mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Hal ini disebabkan uang tunai merupakan suatu asset yang sangat rawan terhadap manipulasi, dan semua orang berminat terhadap uang. Sedangkan aktiva tetap lebih jelas keberadaannya.
    b. Risiko pengendalian (control risk) adalah risiko bahwa suatu salah saji material, yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Contohnya risiko pengendalian untuk asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi, risiko pengendalian untuk asersi-asersi keberadaan, keterjadian dan kelengkapan untuk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya suatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya untuk saldo rekening yang terpengaruh.

    7. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan terdiri dari bankir dan kreditor, pemilik dan pemegang saham, serta pemerintah.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan audit: what was done, what was found and what was recommended berkaitan dengan audit tersebut.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari hasil temuan audit.

    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk:
    a. memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa
    b. mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit lalu yang masih belum selesai,
    c. memonitor koreksi yang sudah dilakukan manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa, dan
    d. memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan.

  4. Nama : Nugroho Prabowo
    NIM : 2010-12-197

    1. Audit Planning adalah total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Perencanaan audit yang baik merupakan faktor penting untuk dapat diperolehnya bukti audit (evidence) yang cukup dan kompeten guna mendukung isi laporan audit.

    2. Audit charter merupakan term of reference bagi suatu perusahaan. Audit charter merupakan dokumen yang secara formal memberikan alasan mengapa fungsi internal audit dibentuk. Audit charter membantu menjelaskan posisi fungsi internal audit dalam organisasi.

    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing., sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Teknik audit berbantuan komputer dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain teknik audit berbantuan komputer merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Audit Risk / Resiko Audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan.

    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Contohnya perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual.
    b. Risiko Deteksi (Detection Risk), adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Contohnya perbandingan antara jumlah seluruh pembayaran kepada seorang pemasok dengan barang yang sesungguhnya diterima, bisa memberi petunjuk tentang adanya kelebihan pembayaran. Hal ini mungkin tidak terdeteksi pada waktu dilakukan pengujian atas masing – masing transaksi pembayaran kepada pemasok.

    7. Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir dari suatu pekerjaan audit. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Auditor menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan yang sangat beragam sesuai dengan kepentingan masing-masing.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan audit.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen bahwa informasi yang disajikan bersifat andal dan berpengaruh signifikan bagi organisasi. Oleh karena itu, laporan hasil audit harus memuat fakta yang didukung dengan data dan argumentasi yang meyakinkan.

    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa serta mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam laporan hasil audit lalu yang masih belum selesai,

  5. 1. Jelaskan apa itu audit planning ?
    Perencanaan audit merupakan langkah yang paling awal dalam pelaksanaan kegiatan mengaudit, perencanaan dibuat bertujuan untuk menentukan objek yang akan diaudit/prioritas audit, arah dan pendekatan audit, perencanaan alokasi sumber daya dan waktu, dan merencanakan hal – hal lainnya yang berkaitan dengan proses auditing.

    2. Apakah fungsi dari Audit Charter ?

    A. Membantu memperbaiki dan memperkuat lingkungan pengendalian di Perusahaan untuk mencegah terjadinya fraud.
    B. Memberikan pandangan yang independent kepada Dewan Komisaris dan manajemen terhadap kecukupan pengendalian internal dan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur.
    C. Menyediakan jasa konsultasi yang memberikan nilai tambah dan memperbaiki kegiatan operasional perusahaan.
    D. Membantu Perusahaan mencapai tujuannya dengan pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan memperbaiki efektivitas dari manajemen risiko, kontrol dan tata kelola yang baik.

    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur ?
    Peran dari audit standard adalah sebagai pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing.
    Peran dari prosedur audit adalah untuk mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer ?

    Teknik audit berbantuan komputer adalah penggunaan komputer atau software- software yang dapat mempermudah pekerjaan seorang auditor.
    Ada dua kondisi yang menyebabkan auditor perlu mempertimbangkan penggunaan TABK:
    a. tidak adanya dokumen masukan atau tidak adanya jejak audit (audit trail) dalam sistem informasi komputer.
    b. dibutuhkannya peningkatan efektivitas dan efisiensi prosedur audit dalam pemeriksaan.
    Penggunaan TABK atau CAATTs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Untuk mengkombinasikan pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi. TABK merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Apakah resiko audit itu ?
    Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal, atau resiko yang merupakan Risiko kesalahan auditor dalam memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan yang salah saji secara material.

    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya ?
    a. Resiko deteksi terencana
    Merupakan ukuran risiko bahwa bukti audit atas segmen tertentu akan gagal mendeteksi keberadaan salah saji yang melebihi suatu nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi, andaikan salah saji semacam itu ada. Terdapat dua poin utama tentang risiko deteksi terencana ini yaitu sebagai berikut :
    1. Risiko ini tergantung pada ketiga faktor lainnya yang terdapat dalam model. Risiko deteksi terencana hanya akan berubah jika auditor melakukan perubahan pada salah satu dari ketiga faktor lainnya tersebut.
    2. Risiko ini menentukan nilai substantif yang direncanakan oleh auditor untuk dikumpulkan, yang merupakan kebalikan dari ukuran risiko deteksi terencana itu sendiri.
    Jika nilai risiko deteksi terencana berkurang, maka auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit untuk mencapai nilai risiko deteksi yang berkurang ini.
    b. Resiko Inheren
    Suatu ukuran yang dipergunakan oleh auditor dalam menilai adanya kemungkinan bahwa terdapat sejumlah salah saji yang material (kekeliruan atau kecurangan) dalam suatu segmen sebelum auditor mempertimbangkan keefektifan dan pengendalian intern yang ada.

    7. Apakah fungsi dari laporan Audit ?
    Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu mengkomunikasikan, menjelaskan, dan mempengaruhi. Laporan audit memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
    a. Menginformasikan, yaitu menceritakan hal-hal yang mereka temui.
    b. Mempengaruhi, yaitu meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari temuan audit.
    c. Memberikan hasil, yaitu mengerakkan menajemen kearah perubahan dan perbaikan.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit ?
    Tujuan dari tindak lanjut audit adalah proses pelaksanaan rekomendasi dari hasil audit yang harus dilaksanakan oleh klien dan juga sebagai alat ukur dalam menilai efektivitas pemeriksaan yang telah djalankan.

    Atau sebagai suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektifan dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap berbagai temuan pemeriksaan yang dilaporkan.
    Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa audit intern harus terus – menerus meninjau atau melakukan tindak lanjut untuk memastikan bahwa terhadap temuan-temuan audit yang dilaporkan telah dilakukan tindakan yaang tepat dan tidak berulang untuk hal yang sama. audit intern harus memastikan apakah suatu tindakan korektif terhadap berbagai temuan yang dilaporkan. Dalam hal ini manajemen bertanggung jawab untuk menentukan tindakan yang perlu untuk dilakukan sebagai tanggapan terhadap temuan-temuan audit yang dilaporkan. Sedangkan Kontrol Intern bertanggung jawab untuk memperkirakan suatu tindakan yang diperlukan manajemen, agar berbagai hal yang dilaporkan sebagai temuan audit tersebut dapat diselesaikan dan ditanggulangi secara tepat waktu

  6. 1. Jelaskan apa itu Audit Planning.

    Jawaban :
    Standar pelaksanaan pekerjaan lapangan mengharuskan perencanaan yang sebaik-baiknya dalam setiap penugasan audit. Oleh sebab itu tahap perencanaan audit merupakan tahap yang mau tidak mau harus mendapat perhatian yang serius dari auditor. Hal ini tentu tidak dapat dipungkiri karena pekerjaan apapun tentu akan lebih baik bila terencana dengan baik.

    Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi sebagai berikut :
    “Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.”

    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.

    2. Apakah fungsi dari Audit Charter.

    Jawaban :
    Audit charter merupakan term of reference bagi suatu perusahaan. Audit charter merupakan dokumen yang secara formal memberikan alasan mengapa fungsi internal audit dibentuk. Audit charter membantu menjelaskan posisi fungsi internal audit dalam organisasi.

    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur

    Jawaban :
    Peran dari audit standard adalah sebagai pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing., sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer

    Jawaban :
    Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Teknik audit berbantuan komputer dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain teknik audit berbantuan komputer merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Apakah resiko audit itu.

    Jawaban :
    Audit Risk / Resiko Audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan.

    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.

    Jawaban :
    • Risiko bawaan adalah kerentanan atau mudah tidaknya suatu akun mengalami salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prodedur struktur pengendalain intern yang tekait.
    Contoh : asersi keberadaan atau keterjadian akun piutang dagang mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Keberadaan aktiva tetap lebih mudah dibuktikan daripada keberadaan piutang dagang.
    • Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi yang tidak dapat didetksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern satuan usaha.
    Semakin efektif struktur pengendalian intern maka senakin kecil risiko pengendalian .
    • Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji matrial yang terdapat dalam suatu asersi.
    Risiko deteksi dapat ditekan atau diturunkan auditor dengan cara melakukan perencaaan yang memadai, dan supervisis atau pengawasan yang tepat, serta penerapan standar pengendalian mutu.

    7. Apakah fungsi dari laporan audit

    Jawaban :
    Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir dari suatu pekerjaan audit. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Auditor menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan yang sangat beragam sesuai dengan kepentingan masing-masing.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan audit.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen bahwa informasi yang disajikan bersifat andal dan berpengaruh signifikan bagi organisasi. Oleh karena itu, laporan hasil audit harus memuat fakta yang didukung dengan data dan argumentasi yang meyakinkan.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.

    Jawaban :
    Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa serta mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam laporan hasil audit lalu yang masih belum selesai.

  7. Nama : Nugroho Prabowo
    NIM : 2010 12 197

    1. Audit Planning adalah total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Perencanaan audit yang baik merupakan faktor penting untuk dapat diperolehnya bukti audit (evidence) yang cukup dan kompeten guna mendukung isi laporan audit.

    2. Audit charter merupakan term of reference bagi suatu perusahaan. Audit charter merupakan dokumen yang secara formal memberikan alasan mengapa fungsi internal audit dibentuk. Audit charter membantu menjelaskan posisi fungsi internal audit dalam organisasi.

    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing., sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Teknik audit berbantuan komputer dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain teknik audit berbantuan komputer merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Audit Risk / Resiko Audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan.

    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Contohnya perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual.
    b. Risiko Deteksi (Detection Risk), adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Contohnya perbandingan antara jumlah seluruh pembayaran kepada seorang pemasok dengan barang yang sesungguhnya diterima, bisa memberi petunjuk tentang adanya kelebihan pembayaran. Hal ini mungkin tidak terdeteksi pada waktu dilakukan pengujian atas masing – masing transaksi pembayaran kepada pemasok.

    7. Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir dari suatu pekerjaan audit. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Auditor menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan yang sangat beragam sesuai dengan kepentingan masing-masing.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan audit.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen bahwa informasi yang disajikan bersifat andal dan berpengaruh signifikan bagi organisasi. Oleh karena itu, laporan hasil audit harus memuat fakta yang didukung dengan data dan argumentasi yang meyakinkan.

    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa serta mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam laporan hasil audit lalu yang masih belum selesai,
    http://nugroho-ori.blogspot.com/2014/06/tugas-pra-uas-edp-audit.html

  8. Tugas Pra UAS EDP-Audit
    NAMA : Ani Nuryani
    NIM : 2012-12-227
    ==================================================================================
    Tugas EDP-Audit
    Posted on June 2, 2014 by darmansyah
    1. Jelaskan apa itu Audit planning
    2. Apakah fungsi dari Audit charter
    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur
    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan komputer
    5. Apakah resiko audit itu.
    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.
    7. Apakah fungsi dari laporan audit
    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.

    =====================================================================================
    Jawaban :

    1. Audit planning adalah suatu proses awal yang harus dipersiapkan Auditor dalam merencanakan setiap pemeriksaan, dalam hal ini perencanaan tersebut harus didokumentasikan yang meliputi :

    a) Penetapan tujuan, sasaran dan ruang lingkup pemeriksaan.
    b) Memperoleh informasi dasar (background information) tentang kegiatan yang akan diperiksa.
    c) Penentuan tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan.
    d) Pemberitahuan kepada para pihak yang dipandang perlu.
    e) Melaksanakan survei secara tepat untuk lebih mengenali kegiatan yang diperlukan, untuk mengidentifikasikan area yang ditekankan dalam pemeriksaan, serta untuk memperoleh berbagai alasan dan saran-saran dari pihak yang akan diperiksa (auditee comments and suggestions).
    f) Pembuatan program pemeriksaan.
    g) Menentukan bagaimana, kapan dan kepada siapa hasil-hasil pemeriksaan akan disampaikan.
    h) Memperoleh persetujuan atas rencana kerja pemeriksaan.

    2. Fungsi dari audit charter sebagai kriteria atau landasan pelaksanaan audit dan tata tertib secara tertulis tentang pelaksanaan audit internal untuk satuan pengawasan internal (SPI) didalam sebuah organisasi perusahaan. Jadi Audit Charter merupakan senjata sekaligus rambu-rambu bagi auditor untuk melaksanakan pekerjaan audit didalam sebuah organisasi perusahaan.
    Didalam audit charter terdapat visi dan misi peran auditor serta menjelaskan tujuan, ruang lingkup, kedudukan dan tangungjawab, wewenang, serta norma-norma auditor yang bisa menjadi tolok ukur bagi auditor untuk melakukan pekerjaannya, sehingga tidak akan terdapat kesalah pahaman antara auditor dan auditee. Sedangkan auditor sendiri akan menjadi lebih leluasa dan mempunyai arah yang jelas, karena di dalam audit charter telah ada nota kesepakatan yang disetujui oleh para pimpinan disemua struktur organisasi dan oleh top manajemen.
    Adanya audit charter adalah untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor dalam menjalankan tugasnya. Sehingga peran SPI dalam mewujudkan GCG sangat diperlukan dalam sebuah organisasi perusahaan. Oleh sebab itu adanya audit charter sangat diperlukan untuk landasan tertulis disamping job description menurut struktur organisasi.
    Oleh sebab itu seorang auditor sudah seharusnya langsung dituntut untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman dibidang audit internal dan menjaga kwalitas auditor, baik audit ketaatan maupun operasional. Sehingga para auditor bisa juga menjadi konsultan bagi unit-unit operasional di organisasi perusahaannya guna mengawal tujuan mencapai goal sebuah organisasi.
    3. Peran dari audit standard dan audit prosedur
    Peran Audit standar adalah sebagai suatu ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit, Badan penyusun dan penetapan standar auditing :
    • Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) IAI di Indonesia
    • (General Accepted Auditing Standard / GAAS)- : AICPA di Amerika Serikat

    Audit standar meliputi :
    A. Standar Umum :
    1) Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
    2) Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi (independence) dalam sikap harus dipertahankan oleh auditor
    3) Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya (due profesional care) dengan cermat dan seksama

    B. Standar Pekerjaan Lapangan
    1) Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
    2) Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan
    3) Bukti audit kompeten yang memadai harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan hasil audit.

    C. Standar Pelaporan
    1) Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesui dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
    2) Laporan harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya

    Peran audit prosedur adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.

    Jenis – Jenis Prosedur Audit
    • Prosedur Analitis
    Terdiri dari kegiatan yang mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan.Prosedur analitis mengahsilkan bukti analitis.
    • Menginspeksi
    Meliputi kegiatan pemeriksaan secara teliti atau pemeriksaan secara mendalam atas dokumen catatan atau pemeriksaan fisik atas sumber-sumber berwujud. Dengan cara ini auditor dapat membuktikan keaslian suatu dokumen.
    • Mengkonfirmasi
    Adalah suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independent dari luar perusahaan.
    • Mengajukan pertanyaan
    Hal ini bisa dilakukan secar lesan ataupun tertulis.Pertanyaan bisa dilakukan kepada sumber intern pada perusahaan klien atau pada pihak luar.
    • Menghitung
    Penerapan prosedur menghitung yang paling umum dilakukan adalah
    1.melakukan perhitungan fisik atas barang-barang berwujud
    2.menghitung dokumen bernomor tercetak
    Tindaka yang pertama dimaksudkan untuk mengevaluasi bukti fisik dari jumlah yang ada di tangan sedangkan yang kedua merupakan cara untuk mengevaluasi bukti dokumen khususnya yang berkaitan dengan kelengkapan catatan akuntansi.
    • Menelusur
    Yang biasa dilakukan adalah :
    1. memilih dokumen yang di buat pada saat transaksi terjadi
    2. menentukan bahwa dokumen pada transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat dalam catatan akuntansi.
    • Mencocokkan ke dokumen
    Kegiatannya meliputi :
    1. memilih ayat jurnal tertentu dalam catatan akuntansi
    2. mendapatkan dan menginspeksi dokumen tanyg menjadi dasar pembuatan ayat jurnal tersebut untuk menentukan validasi dan ketelitian transaksi yang dicatat.
    • Mengamati
    Aktivitas ini merupakan kegiatan rutin dari suatu tipe transaksi.
    • Melakukan ulang
    Auditor juga bisa melakukan ulang beberapa aspek dalam proses transaksi tertentu untuk memastikan bahwa proses yang telah dilakukan klien sesuai dengan prosedur dan kebijakan pengendalian yang telah di tetapkan.
    • Teknik audit berbantu computer

    Penggolongan prosedur audit
    • Prosedur untuk mendapatkan pemahaman
    • Pengajuan pengendalian
    • Pengujian subtantif
    Terdiri dari
    1. prosedur analitis
    2. pengujian detil transaksi
    3. pengujian detil saldo-saldo

    4. Audit berbantuan computer adalah penggunaan komputer atau software- software yang dapat mempermudah pekerjaan seorang auditor.
    Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs). Ada dua kondisi yang menyebabkan auditor perlu mempertimbangkan penggunaan TABK:
    1) tidak adanya dokumen masukan atau tidak adanya jejak audit (audit trail) dalam sistem informasi komputer.
    2) dibutuhkannya peningkatan efektivitas dan efisiensi prosedur audit dalam pemeriksaan.
    Ada dua tipe TABK yang lebih umum digunakan dalam audit:
    1) perangkat lunak audit (audit software)
    Perangkat lunak audit terdiri dari program komputer yang digunakan oleh auditor. sebagai bagian prosedur auditnya. untuk mengolah data audit yang signifikan dan sistem akuntansi entitas. Perangkat lunak audit dapat terdiri dari program pakar, program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written programs), dan program utilitas (utility programs).
    (2) data uji (test data) untuk tujuan audit.
    Data uji (test data). Dalam pelaksanaan prosedur audit. teknik data uji digunakan dengan cara memasukkan data ke dalam sistem komputer entitas. dan kemudian hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil yang telah ditemukan sebelumnya. Contoh penggunaan teknik data uji adalah:
    a) Data uji digunakan untuk menguji pengendalian khusus dalam program komputer, seperti on-Line password dan pengendalian akses data.
    b) Transaksi uji yang dipilih dari transaksi yang tidak diproses atau telah dibuat sebelumnya oleh auditor untuk menguji karakteristik pengolahan tertentu yang dilakukan oleh entitas dengan sistem komputernya. Transaksi ini umumnya diolah secara terpisah dari pengolahan normal yang dilakukan oleh entitas.
    c) Transaksi uji yang digunakan dalam suatu pengujian terpadu dengan cara menciptakan “dummy unit” (seperti departemen atau karyawan) untuk memposting transaksi uji ke dalam dummy unit tersebut dalam siklus pengolahan normal entitas.

    5. Resiko audit adalah tingkat ketidakpastian tertentu yang diterima auditor dalam pelaksanaan audit.Auditor harus menyadari bahwa ad ketidakpastian mengenai kualitas bahan bukti , keefektifan pengendalian internal klien dan apakah laporan keuangan memang telah disajikan secara wajar setelah diaudit

    6. Dua jenis resiko audit:
    1) Risiko Inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian. Contohnya, sebuah system yang menerapkan pemrosesan on-line, jaringan, software database, telekomunikasi,’ dan bentuk teknologi canggih lainnya, memiliki lebih banyak risiko inheren daripada suatu sistem pemrosesan batch yang tradisional.
    2) Risiko Pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan. Sebuah.perusahaan yang memiliki pengendalian internal lemah memiliki lebih banyak risiko pengendalian daripada perusahaan dengan pengendalian internal yang kuat. Risiko pengendalian dapat ditetapkan dengan cara melakukan tinjauan atas lingkungan pengendalian dan mempertimbangkan kelemahan pengendalian yang diidentifikasi dalam audit terdahulu, dan dengan mengevaluasi bagaimana kelemahan-kelemahan tersebut telah diperbaiki.
    3) Risiko Pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya.

    7. Fungsi dari laporan audit adalah
    1) Sebagai bukti pelaksanaan tugas
    2) Sebagai sumber refernsi untuk perencanaan audit berikutnya
    3) Sebagai alat pembuktian apabila ada sanggahan dari pihak-pihak yang terlibat
    4) Sebagai media untuk mengkomunikasikan informasi-informasi penting selama pelaksanaan audit
    laporan hasil audit merupakan bentuk komunikasi tertulis yang berisi pesan agar pembaca laporan ( auditee/manajemen) dapat mengerti dan meninaklanjuti temua ( sesuai rekomendasi yang terdapat didalam laporan tersebut). Laporan audit seharusnya merupakan alat komunikasi efektif yang mempunyai dampak psikologis (positif maupun negatif )bagi auditor maupu auditee , terutama individu yang terlibat .Jika suatu rekomendasi tidak ditindak lanjuti oleh auditee atau pihak yang terkait , maka hal tersebut berarti komunikasi tertulis yang dilakukan auditor tidak efektif

    8. Tujuan dari tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa terhadap temuan-temuan pemeriksaan yang dilaporkan Auditor telah dilakukan tindakan yang tepat.Auditor internal harus memastikan apakah suatu tindakan korektif yang diusulkan telah dilakukan dan memberikan berbagai hasil yang diharapkan, atau apakah manajemen telah mempertimbangkan masak-masak atas resiko.

  9. NAMA : Erry Windiati
    NIM : 2012-12-361
    EDP AUDIT
    1. Jelaskan apa itu Audit Planning ?
    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan disusun segera setelah engagment letter (surat perikatan) disetujui klien.
    2. Apakah fungsi dari Audit Charter?
    Audit & Kontrol Internal berfungsi untuk membantu Manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengawasan manajerial dan fungsi-fungsi operasional Perusahaan.
    Tujuan Audit & Kontrol Internal adalah memberi nilai tambah pada kinerja operasional Perusahaan baik dari faktor efisiensi maupun efektivitas operasional sesuai dengan standar mutu yang berlaku
    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur?
    Peranannya :
    1. Membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, keuangan serta operasi.
    2. Meyakinkan apakah pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.
    3. Menyakinkan apakah kekayaan perusahaan/organisasi dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala kemungkinan resiko kerugian.
    4. Menyakinkan tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.
    5. Menilai kwalitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.Pengertian
    Prosedur Audit
    Prosedur Audit adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.

    Jenis – Jenis Prosedur Audit
    • Prosedur Analitis
    Terdiri dari kegiatan yang mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan.Prosedur analitis mengahsilkan bukti analitis.
    • Menginspeksi
    Meliputi kegiatan pemeriksaan secara teliti atau pemeriksaan secara mendalam atas dokumen catatan atau pemeriksaan fisik atas sumber-sumber berwujud. Dengan cara ini auditor dapat membuktikan keaslian suatu dokumen.
    • Mengkonfirmasi
    Adalah suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independent dari luar perusahaan.
    • Mengajukan pertanyaan
    Hal ini bisa dilakukan secar lesan ataupun tertulis.Pertanyaan bisa dilakukan kepada sumber intern pada perusahaan klien atau pada pihak luar.
    • Menghitung
    Penerapan prosedur menghitung yang paling umum dilakukan adalah
    1.melakukan perhitungan fisik atas barang-barang berwujud
    2.menghitung dokumen bernomor tercetak
    Tindaka yang pertama dimaksudkan untuk mengevaluasi bukti fisik dari jumlah yang ada di tangan sedangkan yang kedua merupakan cara untuk mengevaluasi bukti dokumen khususnya yang berkaitan dengan kelengkapan catatan akuntansi.
    • Menelusur
    Yang biasa dilakukan adalah :
    1. memilih dokumen yang di buat pada saat transaksi terjadi
    2. menentukan bahwa dokumen pada transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat dalam catatan akuntansi.
    • Mencocokkan ke dokumen
    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer ?
    TABK atau teknik audit berbantuan komputer adalah penggunaan komputer atau software- software yang dapat mempermudah pekerjaan seorang auditor.
    5. Apakah resiko audit itu?
    Audit Risk/Resiko Audit adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya?
    a.Risiko Bawaan (Inherent Risk), adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait (maksudnya bahwa risiko bawaan timbul dengan asumsi pengedalian intern dalam perusahaan tidak ada. Contoh, perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang memproduksi barang-barang hi-tech seperti misalnya handphone akan lebih berisiko terjadinya penumpukan persediaan yang usang karena tidak sesuai lagi dengan tuntutan pasar.
    b. Risiko Pengendalian (Control Risk), adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas. Beberapa risiko pengendalian akan selalu ada karena keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern.
    7.Apakah fungsi dari laporan audit ?
    a. sbg dasar untuk memberikan rekomendasi perbaikan kpd pihak manajemen.
    b. sbg dasar untuk penyususunan program kerja audit di periode-periode mendatang.
    c. sbg bahan untuk pertimbangan para auditor-auditor selanjutnya dalam mengevaluasi.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit ?
    tujuan tindak lanjut audit adalah untuk meyakinkan auditor auditee telah memperbaiki kelemahan yang telah di identifikasi dengan melakukan update informasi,tindak lanjut dikantor juga lapangan.

  10. Nama : Suyani
    NIM : 201012184
    ===========================================================
    1. Jelaskan apa itu Audit Planning.
    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh baik dalam pelaksanaan dan lingkup yang akan diaudit baik itu kinerja maupun sistematis yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.
    2. Apakah fungsi dari Audit Charter
    a) Audit & Kontrol Internal berfungsi untuk membantu Manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengawasan manajerial dan fungsi-fungsi operasional Perusahaan.
    b) Tujuan Audit & Kontrol Internal adalah memberi nilai tambah pada kinerja operasional Perusahaan baik dari faktor efisiensi maupun efektivitas operasional sesuai dengan standar mutu yang berlaku
    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur
    Sebagai acuan audit atas penyajian laporan keuangan dan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.
    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer
    Karena itu auditor banyak menemukan lingkungan dimana data tersimpan lebih banyak dalam media elektronik dibanding media kertas. Auditor harus menentukan bagaimana perusahaan menggunakan system teknologi informasi untuk meng-inisiasi, mencatat, memproses dan melaporkan transaksi dalam laporan keuangan.

    5. Apakah resiko audit itu.
    Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal.
    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.
    a) Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Contohnya perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual.
    b) Risiko Deteksi (Detection Risk), adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Contohnya perbandingan antara jumlah seluruh pembayaran kepada seorang pemasok dengan barang yang sesungguhnya diterima, bisa memberi petunjuk tentang adanya kelebihan pembayaran. Hal ini mungkin tidak terdeteksi pada waktu dilakukan pengujian atas masing – masing transaksi pembayaran kepada pemasok.
    7. Apakah fungsi dari laporan audit
    a) Sbg dasar untuk memberikan rekomendasi perbaikan kpd pihak manajemen.
    b) Sbg dasar untuk penyususunan program kerja audit di periode-periode mendatang.
    c) Sbg bahan untuk pertimbangan para auditor-auditor selanjutnya dalam mengevaluasi.
    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.
    Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa serta mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam laporan hasil audit lalu yang masih belum selesai.

  11. Nama : Suyani
    NIM : 2010-12-184

    1. Jelaskan apa itu Audit Planning.
    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh baik dalam pelaksanaan dan lingkup yang akan diaudit baik itu kinerja maupun sistematis yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.
    2. Apakah fungsi dari Audit Charter
    a) Audit & Kontrol Internal berfungsi untuk membantu Manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengawasan manajerial dan fungsi-fungsi operasional Perusahaan.
    b) Tujuan Audit & Kontrol Internal adalah memberi nilai tambah pada kinerja operasional Perusahaan baik dari faktor efisiensi maupun efektivitas operasional sesuai dengan standar mutu yang berlaku
    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur
    Sebagai acuan audit atas penyajian laporan keuangan dan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.
    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer
    Karena itu auditor banyak menemukan lingkungan dimana data tersimpan lebih banyak dalam media elektronik dibanding media kertas. Auditor harus menentukan bagaimana perusahaan menggunakan system teknologi informasi untuk meng-inisiasi, mencatat, memproses dan melaporkan transaksi dalam laporan keuangan.
    5. Apakah resiko audit itu.
    Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal.
    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.
    a) Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Contohnya perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual.
    b) Risiko Deteksi (Detection Risk), adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Contohnya perbandingan antara jumlah seluruh pembayaran kepada seorang pemasok dengan barang yang sesungguhnya diterima, bisa memberi petunjuk tentang adanya kelebihan pembayaran. Hal ini mungkin tidak terdeteksi pada waktu dilakukan pengujian atas masing – masing transaksi pembayaran kepada pemasok.
    7. Apakah fungsi dari laporan audit
    a) Sbg dasar untuk memberikan rekomendasi perbaikan kpd pihak manajemen.
    b) Sbg dasar untuk penyususunan program kerja audit di periode-periode mendatang.
    c) Sbg bahan untuk pertimbangan para auditor-auditor selanjutnya dalam mengevaluasi.
    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.
    Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa serta mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam laporan hasil audit lalu yang masih belum selesai.

    Maaf pak darmansyah saya tidak bisa buka blok jadi saya input di post comment ini, terima kasih.

  12. Nama : Reni Mey Sari
    Nim : 2012-12-094
    EDP Audit

    1. Jelaskan apa itu Audit Planning?
    Jawab:

    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.

    2. Apakah fungsi dari Audit Charter.?
    Jawab:

    Audit & Kontrol Internal berfungsi untuk membantu Manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengawasan manajerial dan fungsi-fungsi operasional Perusahaan.
    Tujuan Audit & Kontrol Internal adalah memberi nilai tambah pada kinerja operasional Perusahaan baik dari faktor efisiensi maupun efektivitas operasional sesuai dengan standar mutu yang berlaku

    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur.?
    Jawab:
    Standar audit ini berfungsi sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik.

    Prosedur Audit adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.

    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan komputer.?
    Jawab:
    Audit yang berbantuan Komputer ( TABK ) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit.
    Penggunaan TABK atau CAATTs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Untuk mengkombinasikan pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi.

    5. Apakah resiko audit itu.?
    Jawab:
    Resiko audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan. Konsep keseluruhan audit mengenai resiko audit merupakan kebalikan dari konsep keyakinan yang memadai. Semakin tinggi kepastian yang ingin diperoleh audit dalam menyatakan pendapat yang benar, semakin rendah resiko audit yang akn diterima. Sedangkan jika 99% kepastian diinginkan, maka resiko audit adalah 1%,

    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.?
    Jawab:
    1. Planned Detection Risk (Risiko Penemuan yang Direncanakan)
    Adalah risiko bahwa bukti yang dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan kekeliruan yang melampaui jumlah yang dapat ditolerir. Jika kekeliruan semacam itu timbul. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan:
    a. PDR tergantung pada tiga unsur risiko lainnya dalam model. Jadi risiko penemuan yang direncanakan hanya akan berubah jika auditor mengubah salah satu unsur lainnya.
    b. PDR menentukan besarnya bukti yang akan dikumpulkan. Hubungan antara PDR dengan bukti berbanding terbalik. Jika nilai risiko penemuan yang direncanakan diperkecil, berarti jumlah bukti yang harus dikumpulkan auditor dalam audit lebih banyak.

    2. Inherent Risk (Risiko Bawaan atau Risiko Melekat)
    Adalah penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi, sebelum memperhitungkan faktor efektivitas pengendalian intern.
    Risiko bawaan menunjukkan faktor kerentanan laporan keuangan terhadap kekeliruan yang material dengan asumsi tidak ada pengendalian intern.
    Bila auditor berkesimpulan bahwa akan banyak kemungkinan terjadi kekeliruan tanpa pengendalian intern, berarti risiko bawaannya tinggi.
    Faktor pengendalian intern tidak diperhitungkan dalam menetapkan inherent risk (risiko bawaan) karena dalam model risiko audit hal itu akan diperhitungkan tersendiri sebagai risiko pengendalian.
    Hubungan antara risiko bawaan (inherent risk) dengan risiko penemuan (planned detection risk) serta rencana pengumpulan bukti adalah bahwa inherent risk sifatnya berbanding terbalik dengan planned detection risk rendah, maka planned detection risk tinggi dan bukti yang harus dikumpulkan pun sedikit.

    7. Apakah fungsi dari laporan audit.?
    Jawab:
    Fungsi laporan audit :
    1. Mengkomunikasikan.
    2. Menjelaskan.
    3. Mempengaruhi.
    Menurut Modul Manajemen Audit BPK-RI, laporan audit tertulis berfungsi untuk:
    a) Mengkomunikasikan hasil audit kepada pejabat pemerintah, yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    b) Membuat hasil audit terhindar dari kesalahpahaman
    c) Membuat hasil audit sebagai bahan untuk tindakan perbaikan oleh instansi terkait; dan
    d) Memudahkan tindak lanjut untuk menentukan apakah tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.?
    Jawab:
    Manfaat Laporan Audit Bagi Manajemen Puncak
    1. Memantau efisiensi,efektivitas, dan kehematan unit organisasi dibawahnya
    2. Menilai kecocokan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen
    (Laporan tidak boleh membawa kesan seakan akan pemeriksa adalah lawannya )
    Tindak lanjut adalah proses pelaksanaan rekomendasi dari hasil audit yang harus dilaksanakan oleh klien.
    Auditor sistem informasi harus meminta dan mengevaluasi informasi yang dipandang perlu sehubungan dengan temuan, kesimpulan dan rekomendasi audit yang terkait dari audit sebelumnya untuk menentukan apakah tindak lanjut yang layak telah dilaksanakan dengan tepat waktu.

  13. 1. Audit Planning atau Perencanaan audit adalah merupakan total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
    2. Fungsi dari audit charter adalah untuk menjadi pegangan dan pedoman bagi auditor serta untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor.
    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya dengan menggunakan prosedur yang ada. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.
    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer.
    5. Audit Risk / Resiko Audit Adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Contohnya asersi keberadaan dan keterjadian kas mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Hal ini disebabkan uang tunai merupakan suatu asset yang sangat rawan terhadap manipulasi, dan semua orang berminat terhadap uang. Sedangkan aktiva tetap lebih jelas keberadaannya.
    b. Risiko pengendalian (control risk) adalah risiko bahwa suatu salah saji material, yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Contohnya risiko pengendalian untuk asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi, risiko pengendalian untuk asersi-asersi keberadaan, keterjadian dan kelengkapan untuk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya suatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya untuk saldo rekening yang terpengaruh.
    7. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan terdiri dari bankir dan kreditor, pemilik dan pemegang saham, serta pemerintah.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan audit: what was done, what was found and what was recommended berkaitan dengan audit tersebut.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari hasil temuan audit.
    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk:
    a. memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa
    b. mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit lalu yang masih belum selesai,
    c. memonitor koreksi yang sudah dilakukan manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa, dan
    d. memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan.

  14. NAMA : GALUH ANZANI
    NIM : 201012183
    1. Audit Planning atau Perencanaan audit adalah merupakan total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
    2. Fungsi dari audit charter adalah untuk menjadi pegangan dan pedoman bagi auditor serta untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor.
    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya dengan menggunakan prosedur yang ada. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.
    4. Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer.
    5. Audit Risk / Resiko Audit Adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
    6. 2 Jenis resiko audit:
    a. Risiko bawaan (inherent risk) adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Contohnya asersi keberadaan dan keterjadian kas mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Hal ini disebabkan uang tunai merupakan suatu asset yang sangat rawan terhadap manipulasi, dan semua orang berminat terhadap uang. Sedangkan aktiva tetap lebih jelas keberadaannya.
    b. Risiko pengendalian (control risk) adalah risiko bahwa suatu salah saji material, yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Contohnya risiko pengendalian untuk asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi, risiko pengendalian untuk asersi-asersi keberadaan, keterjadian dan kelengkapan untuk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya suatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya untuk saldo rekening yang terpengaruh.
    7. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Mengkomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan terdiri dari bankir dan kreditor, pemilik dan pemegang saham, serta pemerintah.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan audit: what was done, what was found and what was recommended berkaitan dengan audit tersebut.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari hasil temuan audit.
    8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk:
    a. memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa
    b. mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit lalu yang masih belum selesai,
    c. memonitor koreksi yang sudah dilakukan manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa, dan
    d. memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan.

  15. Nama : Titi Sari Prabaningrum
    Nim :201212269

    1. Audit Planning atau Perencanaan audit adalah merupakan total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
    2. Fungsi dari audit charter adalah untuk menjadi pegangan dan pedoman bagi auditor serta untuk memperjelas hak dan tanggung jawab bagi auditor.
    3. Peran dari audit standard adalah sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya dengan menggunakan prosedur yang ada. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.
    4.teknik Audit yang berbantuan Komputer ( TABK ) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan TABK atau CAATTs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Untuk mengkombinasikan pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi. TABK/CAAT merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.
    5.Risiko Audit adalah istilah yang umum digunakan dalam kaitannya dengan audit atas laporan keuangan suatu entitas.
    Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal.
    Audit Risk/Resiko Audit adalah resiko bahwa auditor mungkin TANPA SENGAJA telah gagal untuk memodifikasi pendapat secara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
    6. a. Resiko deteksi terencana
    Merupakan ukuran risiko bahwa bukti audit atas segmen tertentu akan gagal mendeteksi keberadaan salah saji yang melebihi suatu nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi, andaikan salah saji semacam itu ada. Terdapat dua poin utama tentang risiko deteksi terencana ini yaitu sebagai berikut :
    1. Risiko ini tergantung pada ketiga faktor lainnya yang terdapat dalam model. Risiko deteksi terencana hanya akan berubah jika auditor melakukan perubahan pada salah satu dari ketiga faktor lainnya tersebut.
    2. Risiko ini menentukan nilai substantif yang direncanakan oleh auditor untuk dikumpulkan, yang merupakan kebalikan dari ukuran risiko deteksi terencana itu sendiri.
    Jika nilai risiko deteksi terencana berkurang, maka auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit untuk mencapai nilai risiko deteksi yang berkurang ini.
    b. Resiko Inheren
    Suatu ukuran yang dipergunakan oleh auditor dalam menilai adanya kemungkinan bahwa terdapat sejumlah salah saji yang material (kekeliruan atau kecurangan) dalam suatu segmen sebelum auditor mempertimbangkan keefektifan dan pengendalian intern yang ada.
    7. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu mengkomunikasikan, menjelaskan, dan mempengaruhi. Laporan audit memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
    a. Menginformasikan, yaitu menceritakan hal-hal yang mereka temui.
    b. Mempengaruhi, yaitu meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari temuan audit.
    c. Memberikan hasil, yaitu mengerakkan menajemen kearah perubahan dan perbaikan.
    8. Tujuan dari tindak lanjut audit adalah proses pelaksanaan rekomendasi dari hasil audit yang harus dilaksanakan oleh klien dan juga sebagai alat ukur dalam menilai efektivitas pemeriksaan yang telah djalankan.

    Atau sebagai suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektifan dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap berbagai temuan pemeriksaan yang dilaporkan.
    Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa audit intern harus terus – menerus meninjau atau melakukan tindak lanjut untuk memastikan bahwa terhadap temuan-temuan audit yang dilaporkan telah dilakukan tindakan yaang tepat dan tidak berulang untuk hal yang sama. audit intern harus memastikan apakah suatu tindakan korektif terhadap berbagai temuan yang dilaporkan. Dalam hal ini manajemen bertanggung jawab untuk menentukan tindakan yang perlu untuk dilakukan sebagai tanggapan terhadap temuan-temuan audit yang dilaporkan. Sedangkan Kontrol Intern bertanggung jawab untuk memperkirakan suatu tindakan yang diperlukan manajemen, agar berbagai hal yang dilaporkan sebagai temuan audit tersebut dapat diselesaikan dan ditanggulangi secara tepat waktu

  16. Nama : Titi Sari Prabaningrum
    Nim : 201212269

    1. Jelaskan apa itu Audit Planning.

    Jawaban :
    Standar pelaksanaan pekerjaan lapangan mengharuskan perencanaan yang sebaik-baiknya dalam setiap penugasan audit. Oleh sebab itu tahap perencanaan audit merupakan tahap yang mau tidak mau harus mendapat perhatian yang serius dari auditor. Hal ini tentu tidak dapat dipungkiri karena pekerjaan apapun tentu akan lebih baik bila terencana dengan baik.

    Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi sebagai berikut :
    “Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.”

    Audit Plan adalah pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan disusun segera setelah MANAGEMENT LETTER (surat perikatan) disetujui klien.

    2. Apakah fungsi dari Audit Charter.

    Jawaban :
    Audit charter merupakan term of reference bagi suatu perusahaan. Audit charter merupakan dokumen yang secara formal memberikan alasan mengapa fungsi internal audit dibentuk. Audit charter membantu menjelaskan posisi fungsi internal audit dalam organisasi.

    3. Jelaskan peran dari audit standard dan prosedur

    Jawaban :
    Peran dari audit standard adalah sebagai pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing., sedangkan peran dari prosedur audit adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit melalui metode dan teknik yang digunakan oleh auditor.

    4. Apakah pengertian dari audit berbantuan computer

    Jawaban :
    Audit berbantuan komputer yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Teknik audit berbantuan komputer dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain teknik audit berbantuan komputer merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

    5. Apakah resiko audit itu.

    Jawaban :
    Audit Risk / Resiko Audit adalah adanya ketidakpastian tentang kompetensi bukti, ketidakpastian tentang evektivitas dali pengendalian intern yang dimiliki klien, serta ketidakpastian tentang kebenaran dan kewajaran penyajian laporan keuangan.

    6. Sebutkan dua jenis resiko audit dan berikan contohnya.

    Jawaban :
    • Risiko bawaan adalah kerentanan atau mudah tidaknya suatu akun mengalami salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prodedur struktur pengendalain intern yang tekait.
    Contoh : asersi keberadaan atau keterjadian akun piutang dagang mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Keberadaan aktiva tetap lebih mudah dibuktikan daripada keberadaan piutang dagang.
    • Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi yang tidak dapat didetksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern satuan usaha.
    Semakin efektif struktur pengendalian intern maka senakin kecil risiko pengendalian .
    • Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji matrial yang terdapat dalam suatu asersi.
    Risiko deteksi dapat ditekan atau diturunkan auditor dengan cara melakukan perencaaan yang memadai, dan supervisis atau pengawasan yang tepat, serta penerapan standar pengendalian mutu.

    7. Apakah fungsi dari laporan audit

    Jawaban :
    Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir dari suatu pekerjaan audit. Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu
    a. Mengkomunikasikan
    Auditor menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan yang sangat beragam sesuai dengan kepentingan masing-masing.
    b. Menjelaskan
    Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan audit.
    c. Mempengaruhi
    Meyakinkan manajemen bahwa informasi yang disajikan bersifat andal dan berpengaruh signifikan bagi organisasi. Oleh karena itu, laporan hasil audit harus memuat fakta yang didukung dengan data dan argumentasi yang meyakinkan.

    8. Apakah tujuan dari tindak lanjut audit.

    J8. Tujuan tindak lanjut audit adalah untuk:
    a. memastikan bahwa saran/rekomendasi auditor yang dimuat dalam laporan hasil audit telah dilaksanakan secara memadai, dan tepat waktu oleh entitas yang diperiksa
    b. mengetahui perkembangan tindak lanjut saran/rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit lalu yang masih belum selesai,
    c. memonitor koreksi yang sudah dilakukan manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa, dan
    d. memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>