Bekal Dimasa Depan

bright-future-aheadSuatu hari datang seorang laki-laki separuh baya menemui saya, seraya datang dengan wajah yang gundah, setelah bertukar salam sebagai pembukaan pertemuan, saya persilahkan dia masuk dan duduk diruang tamu rumah saya, berikut petikan percakapan yang terjadi antara saya dengan lelaki separuh baya tsb:

“Sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu bapak, nama saya ABCDEFG(sengaja saya samarkan), saya sengaja menemui bapak untuk meminta nasihat atas kondisi yang saya alami”, begitu dia memulai pembicaraannya.
Saya menjawab sambil tersenyum heran “tidak mengapa…tidak mengapa…apa yang dapat saya bantu..??”.

“Begini Pak, Saya adalah seorang wiraswasta yang berhasil, saya memiliki istri dan 3 orang anak, yang tertua baru masuk SMU, yang kedua Kelas VII(SMP) dan sibungsu saya baru naik kelas IV.”, bersamaan dengan selesainya kalimat tersebut istri saya menyuguhkan teh manis hangat, dan cerita laki-laki paruh baya itupun terhenti.

“mari silahkan diminum tehnya selagi masih hangat”, ajak saya sambil saya mendahului meneguk teh hangat tersebut, setelah meneguk teh itu, wajah sang lelaki separuh baya itupun mulai terlihat agak santai, “bolehkah saya lanjutkan cerita saya pak?”tanyanya, saya jawab:”silahkan…silahkan”.
“saat ini saya merasa kondisi ekonomi saya sangat baik, Pak, apapun kebutuhan saya sekeluarga dapat saya penuhi”, ujarnya pula, saya memandang wajahnya dan berkata “jika demikian apa pula yang anda risaukan?”.

Dia tercenung sejenak, kemudian sembari menghela nafas dia berkata: “Meski Kondisi saya berkecukupan dan memiliki keluarga yang harmonis, tetapi batin saya KOSONG pak…!!!”.
“lho, koq bisa begitu, apa sebabnya dan mengapa anda katakan batin anda kosong?”tukas saya.

“Saya seorang pemeluk agama, pak, dan saya meyakini adanya Tuhan, tetapi saya merasa Tuhan tidak memperdulikan dan menyayangi saya, sehingga membuat ibadah yang saya lakukan hanya formalitas belaka, bukan datang dari lubuk hati saya”, demikian dia berkata sambil menundukkan wajah sedihnya.
“Bukankah kondisi seperti ini sangat menyedihkan pak?”dia memandang lekat-lekat mata saya.
“hmmm..pantas saja dia merasa batinnya kosong”, demikian kata saya dalam hati.
“Nah coba ceritakan, bagaimana anda dapat beranggapan bahwa Tuhan tidak memperdulikan dan menyayangi anda?”tanya saya.

why-do-bad-thing-happen“Begini Pak, saya seorang yatim-piatu sejak saya masih sekolah kelas II SMA, saya menjalani hidup ini sendiri saja tak ada seorangpun yang membantu saya, saya bekerja serabutan selepas sekolah dan saya tidur terkadang diMushola atau diemperan toko, sering kali saya tidak makan selama dua hari berturut-turut, karena upah yang saya terima harus saya bayarkan untuk uang sekolah dan keperluan lainnya”.
“kehidupan seperti ini saya jalani hingga saya menyelesaikan studi saya disalah satu perguruan tinggi negeri”, demikian lanjutnya.

“setelah selesai sekolah saya diterima disalah satu perusahaan pemborong bangunan, saya bekerja dengan giat dan mulai menabung, hingga akhirnya saya memutuskan berhenti bekerja dan mulai membuka usaha sendiri, sesuai dengan bidang keahlian saya(teknik sipil)”, “setelah melewati periode pasang-surut, usaha saya akhirnya berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat, hingga saat ini perusahaan saya sudah mempekerjakan ratusan orang”.

“lalu dimana masalahnya?, bukankah anda sudah sukses?”, tukas saya kembali.
“justru disinilah masalahnya, setelah saya menelaah masa lalu saya kemudian saya bandingkan dengan logika saya, maka saya menyimpulkan sesungguhnya Tuhan tidak pernah memperdulikan dan menyayangi saya!”. Katanya dengan pasti.

“lho koq bisa begitu, coba ceritakan masa lalu yg bagaimana dan apa logika yang anda pikirkan”,tukas saya.
“saya sangat menyayangi anak-anak saya, saya selalu berusaha agar mereka tidak mengalami penderitaan ataupun kesusahan, jangankan membiarkan mereka tidak makan selama 2(dua) hari berturut-turut, membiarkan mereka tidak makan setengah hari saja saya tidak tega, sedangkan saya hanya manusia biasa yang tidak memiliki sifat MAHA, saya hanya menyayangi anak-anak saya saja tanpa kata MAHA. Sedangkan Tuhan yang memiliki sifat MAHA PENYAYANG mengapa tega membiarkan saya tidak makan selama dua hari berturut-turut dan tidur diemperan toko?”, “berdasarkan logika berfikir demikian, salahkah saya jika saya beranggapan Tuhan tidak memperdulikan dan menyayangi saya?”, ujarnya menutup cerita.

What you need to knowSambil tersenyum, saya menjawab: “Anda Keliru, Anda SALAH BESAR…!!!!”.
“lho koq salah, dimana salah saya, tolong jelaskan pak!”, pintanya.
“Baiklah, pertama-tama saya ingin bertanya pada anda: pertanyaan saya ‘Apakah anda sayang pada anak anda yang bungsu?’, “tentu saja!”, jawabnya.
“Jika anak anda yang bungsu itu minta dibelikan permen-cokelat yang banyak dan akan memakannya setiap 10 menit sekali, apakah anda ijinkan?”, tanya saya.
“Tentu saja tidak, Pak!”, tukasnya pula,
“mengapa demikian?”, tanya saya,
“sebab hal itu akan merusak kesehatan gigi dan gusi serta kemungkinan akan terkena obesitas”, jawabnya tangkas.

“tapi coba renungkan, apa yang dipikirkan anak bungsu anda, ketika anda tidak memberinya permen-cokelat yang banyak?”, “dia pasti beranggapan anda tidak sayang sama dia, padahal anda mampu memberinya permen-cokelat sesuai dengan permintaannya”, jelas saya pula.
“dan tidak pernah terpikirkan oleh anak bungsu anda, bahwa dengan tidak memberinya permen-cokelat yang banyak, sesungguhnya anda sedang berusaha menunjukkan kasih sayang anda padanya, bukan!”, “dan hal itu anda lakukan karena anda tahu apa yang akan terjadi kemudian, jika anda meluluskan permintaannya”, lanjut saya pula.

when-something-bad-happenSiLelaki paruh baya itu tercenung, kemudian saya lanjutkan penjelasan saya: “Begitu pula dengan TUHAN, Beliau tahu apa yang terbaik untuk anda, sebagai seorang yatim piatu, coba jika saat itu anda tidak dibekali dengan kemampuan bertahan hidup dengan cara harus tidur diemperan dan terkadang tidak makan selama dua hari berturut-turut, mungkinkah anda memiliki daya juang yang membawa anda berada pada kondisi saat ini?”, tanya saya pula dengan tandas.

“Sesungguhnya apa yang anda alami itu adalah bukti kasih sayang TUHAN pada anda, DIA memberi anda bekal ketahanan mental dan fisik, karena DIA tahu, itu yang anda butuhkan untuk mejalani kehidupan..!!!!”, “tanpa itu semua, anda TIDAK AKAN BERHASIL…..!!!”.

“Sesungguhnya apa yang anda alami adalah BEKAL yang TUHAN berikan pada ANDA…!!!”.
“sama seperti anak bungsu anda, ketika dia menerima keputusan anda untuk tidak membelikannya permen-cokelat yang banyak, yang dapat dia konsumsi setiap 10 menit, dia akan bersedih dan sangat kecewa, tetapi disaat dia dewasa dan tersenyum dengan barisan gigi yang putih dan rapi, barulah dia menyadari arti tindakan anda saat dia masih kecil.”.

“Nah dapatkah anda mencerna apa inti penjelasan saya ini?”, tanya saya.
“Ya Pak, saya mengerti…saya mengerti….!!!, seraya bangkit dan berlutut mencium tangan saya.
“sekarang batin saya cerah……secerah mentari pagi, terima kasih bapak….terima kasih”, setelah menghabiskan sisa teh hangatnya silelaki paruh baya itupun pamit.
Beberapa hari kemudian sang lelaki paruh baya itu datang kembali kerumah saya beserta anak dan istrinya, mereka datang dengan wajah yang sumringah.

Pesan Moral dari cerita ini: Tatkala sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita, yakinlah bahwa itu merupakan bekal yang harus kita bawa untuk dapat melangkah dimasa depan.

16 thoughts on “Bekal Dimasa Depan

  1. Yaa.. Tepat sekali karena Tuhan mengetahui rancangan-rancangan setiap kita, rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, pembelajaran hidup dilalui untuk memberikan masa depan yang penuh harapan kepada kita.

    Thanks untuk cerita yang menarik ni Pak Darmansyah ^^

  2. Bahkan setelah mencapai sesuatu yang ‘lebih’ manusia masih bias mengeluh :)

    “Good people can always learn with no doubt”

  3. Artikel dan bacaan yang sangat memiliki makna dan arti yang sangat penting serta memiliki pengaruh dalam kehidupan setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  4. Sangat menarik cerita kehidupan yang Pak Darmansyah tulis, karena saya yakin setiap kehidupan seseorang pernah merasakan apa yang dirasakan bpk ABCDEFG ini.

    Memang, sering sekali kita menjust Tuhan tidak peduli pada kehidupan kita disaat hati kita kosong, hampa. Tetapi, sering kali kita baru menyadari atau mau flashback bahwa Tuhan ternyata peduli pada kita di saat ada seseorang yang mengingatkan apa yang kita dapatkan saat ini. Ini lah pelajaran bahwa Tuhan selalu punya rencana yang jauh “Lebih Indah Dengan Tujuan yang Indah” di masa depan untuk kehidupan setiap orang agar lebih bersyukur, bertanggung jawab dan memiliki rasa juang yang tinggi.

  5. terimakasih pak sudah mengingatkan untuk selalu bersyukur. kadang semua keinginan yang kita mau tidak dikabulkan Tuhan, karna sebenernya Tuhan itu lebih memilih memberikan apa yg kita butuhkan dan bukan hanya apa yg kita mau.

    Tuhan tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti :)

  6. TUHAN selalu punya rencana terbaik dan terindah yang tersimpan dibalik setiap perjalanan hidup manusia.

  7. Tuhan selalu memiliki rencana yang terbaik bagi hamba-Nya yang mau berusaha, dan walau bagaimanapun juga manusia selalu menjadi orang yang tidak pernah mensyukuri apa yang sudah ia miliki, semoga cerita ini dapat menginspirasi kita dan agar kita menjadi manusia yang selalu bersyukur..

  8. 2013-12-305, Agus Sucipto, Kewirausahaan Seksi 20

    Cerita yang sangat menginspirasi,
    pak.

    Beribadah kepada Tuhan bukan berarti kita terbebas dari permasalahan hidup.
    Namun kita harus belajar percaya dan mempercayakan hidup kita dalam pimpinanNya. Manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. So, bersyukur dan berserah kepadaNya akan menguatkan kita di dalam pengharapan pada hari depan yang cerah.

  9. Dengan cerita yang bapak tulis sekarang saya menyadari bahwa setiap kesulitan yang saya alami itu akan menjadikan saya semakin tegar menjalani kehidupan.
    Dan Disaat kita jatuh bukan menjadikan kita semakin terpuruk tapi agar kita bangkit dari keterpurukan itu.

  10. Pesan moral yang sampai saat ini selalu saya yakini kebenarannya pak… mengingat begitu banyak hal yang saya alami dalam proses pembentukan diri dan karakter…. trimakasih pak kata-katanya mengingatkan saya.

  11. Maaf pak tapi coba kita berfikir dari sisi si bapak ABCDEFG ini lagi, mungkin si bapak ini sempat terfikir kenapa ada anak yg bisa makan coklat setiap 10 menit sekali tanpa merusak gigi dan gusi karena ayahnya kaya sehingga bisa punya dokter pribadi, sedangkan dia tidak bisa karena ayahnya tidak mampu memiliki dokter pribadi. Kenapa dia harus yatim piatu di saat masih sangat membutuhkan perhatian orang tua sedangkan anak sebayanya penuh kasih sayang dan kebahagiaan ?:D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>