HARGA TRANSFER (Transfer Pricing).

PENGERTIAN HARGA TRANSFER.

transfer-pricingHarga transfer secara luas diartikan sebagai harga barang dan jasa yang ditransfer antar pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi tanpa memandang bentuk pusat pertanggungjawaban. Dalam arti yang lebih sempit, harga transfer adalah harga barang atau jasa yang ditransfer antar pusat laba atau setidak-tidaknya salah satu dari pusat pertanggungjawaban merupakan pusat laba. Dalam pembahasan selanjutnya, pengertian harga transfer ini digunakan untuk kepentingan penilaian kemampuan laba divisi.transfer-pricing-process

TUJUAN PENENTUAN HARGA TRANSFER.

Harga transfer harus didesain sedemikian rupa sehingga memenuhi tujuan-tujuan berikut:

  1. Menyajikan informasi yang relevan untuk menentukan imbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan.
  2. Memaksimalkan penghasilan global
  3. Mengamankan posisi kompetitif anak/cabang perusahaan dan penetrasi pasar
  4. Mengevaluasi kinerja anak/cabang perusahaan mancanegara
  5. Menghindarkan pengendalian devisa
  6. Mengatrol kredibilitas asosiasi
  7. Mengurangi risiko moneter
  8. Mengatur arus kas anak/cabang yang memadai
  9. Membina hubungan baik dengan admintrasi setempat
  10. Mengurangi beban pengenaan pajak dan bea masuk
  11. Mengurangi risiko pengambil alihan oleh pemerintah.

Sistem Pengendalian Manajemen.

Management Control System.

Pengendalian Manajemen merupakan sebuah proses yang memastikan/menjamin penggunaan sumber daya yang diperoleh digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi. Pengendalian Manajemen dapat juga diartikan sebagai proses yang bertujuan memastikan/menjamin peng-alokasian sumber daya manusia, fisik dan teknologi secara menyeluruh dalam mencapai tujuan organsasi.

Pengendalian Manajemen berhubungan erat dengan arah kegiatan manajemen yang mengacu pada garis besar pedoman yang telah ditentukan dalam proses perencanaan strategi.

mgt-contr-systSistem Pengendalian Manajemen merupakan kesatuan pemikiran dari metode Akuntansi Manajemen yang bertujuan mengumpulkan dan melaporkan data serta mengevaluasi kinerja perusahaan. Sistem Pengendalian Manajemen berusaha mengarahkan berbagai macam usaha yang dilakukan oleh semua unit dalam organisasi agar mengarah pada tujuan organisasi dan tujuan manajernya.

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN (COSO)

COSO System Management Control.

Sistem pengendalian manajemen adalah suatu rangkaian tindakan dan aktifitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus.

coso-urlCommittee of Sponsoring Organization (COSO) memperkenalkan 5 element kebijakan dan prosedur yang dirancang dan diimplementasikan untuk memberikan jaminan bahwa tujuan pengendalian manajamen akan dapat dicapai.
5 element pengendalian tersebut adalah :

  1. Lingkungan pengendalian (control environment).
  2. Penilaian risiko manajemen (management risk assessment).
  3. Sistem komunikasi dan informasi (information and comunication sistem).
  4. Aktifitas pengendalian (control activities).
  5. Monitoring.

UNSUR-UNSUR SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Management Control Elements

Suatu sistem pengendalian manajemen yang dapat diandalkan (reliable) pada Sistem Informasi Akuntansi harus memenuhi unsur-unsur berikut :Reliable

  1. Keahlian karyawan (pegawai) sesuai dengan tanggung jawabnya.
  2. Pemisahan tugas.
  3. Sistem pemberian wewenang, tujuan dan teknik serta pengawasan yang wajar untuk mengadakan pengendalian atas harga, utang, penerimaan dan pengeluaran.
  4. Pengendalian terhadap penggunaan harta dan dokumen serta formulir yang penting.
  5. Periksa fisik harta dengan catatan-catatan harta dan utang, atau yang benar-benar ada dan mengadakan tindakan koreksi jika dijumpai adanya perbedaan.

Elemen-elemen Sistem Pengendalian Manajemen.

Management Control Elements
Elemen-elemen Sistem Pengendalian : element-index

  1. Pelacak (Detector) atau sensor : suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
  2. Penilai (Assessor) : suatu perangkat yang menentukan signifikan dari peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
  3. Effector : suatu parangkat (yang sering disebut ”umpan balik”) yang mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut. Jaringan komunikasi : perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effector.

PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

pst-pertanggungjawaban

 

  • Pusat pertanggungjawaban adalah organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang dilakukan.
  • Fungsi pusat pertanggungjawaban adalah sebagai sebuah unit yang mengimplementasikan strategi tertentu untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Pusat pertanggungjawaban memperoleh input yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan (aktivitas)-nya dan menghasilkan output.
  • Output suatu pusat pertanggungjawaban juga bisa menjadi input untuk pusat pertanggungjawaban yang lain.
  • Manajer pusat pertanggungjawaban bertanggungjawab untuk memastikan hubungan optimal antara input dengan output.
  • Hubungan antara input dan output ada yang bersifat timbal balik dan langsung, tetapi ada juga yang bersifat tidak langsung.
  • Mengukur input biasanya lebih mudah karena terdapat ukuran-ukuran fisik yang jelas (nilai moneter, jumlah tertentu, dlsb).
  • Mengukur output lebih sulit dilakukan, karena terkadang tidak terdapat ukuran fisik dan hubungan dengan input yang jelas, sehingga dibutuhkan angka-angka pengganti (surrogate numbers).

Kinerja pusat pertanggungjawaban diukur dengan dua kriteria yaitu efisiensi dan efektivitas.effecient-effective

  • Efisiensi merupakan rasio (perbandingan) antara input dengan output.
  • Efektivitas merupakan rasio (perbandingan) antara output yang dihasilkan dengan tujuannya.

PUSAT PENDAPATAN.

pst-pdptnPusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan output (pendapatan) yang diukur secara moneter, akan tetapi tidak dihubungkan dengan input-nya (beban).

Contoh: departemen pemasaran (penjualan). Departemen pemasaran tidak berwenang untuk menentukan harga pokok ataupun harga jual produk yang dihasilkan. Akan tetapi, ukuran utama kinerjanya adalah pendapatan yang diperoleh dari pemasaran produk tersebut.

PUSAT BEBAN.

investment-centerPusat beban adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur.

Pusat Beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

  • Pusat beban teknik
  • Pusat beban kebijakan

PUSAT BEBAN TEKNIK.
Pusat beban teknik merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya secara tepat dan memadai dapat diestimasikan dengan wajar.
Ciri-ciri pusat beban teknik:

  • Input-nya dapat diukur secara moneter.
  • Input-nya dapat diukur secara fisik.
  • Jumlah rupiah optimal dan input yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 unit output, dapat ditentukan.

Contoh: Departemen pemanufakturan (produksi); Bagian penggajian.
Dalam pusat beban teknik, efisiensi lebih ditekankan, sehingga output akan dibandingkan dengan beban standar. Disamping itu pusat beban teknik juga mempunyai tugas penting, yaitu menjaga mutu dan volume produksi, serta melakukan pelatihan, pengembangan dan penilaian untuk karyawan.

PUSAT BEBAN KEBIJAKAN.
Pusat beban kebijakan merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya yang diestimasikan tidak tersedia. Oleh karena itu, beban-beban yang dikeluarkan tergantung pada penilaian manajemen, atas jumlah yang memadai untuk suatu kondisi.
Contoh: Unit-unit administratif dan pendukung, seperti bagian akuntansi, hubungan masyarakat (humas), legal (hukum), bagian sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan (R & D).

Ciri-ciri pengendalian pusat beban kebijakan:

  • Setiap kegiatan harus dilakukan penyusunan anggarannya. Pendekatan dalam penyusunan anggaran yang bisa digunakan adalah management by objective (suatu proses formal, dimana pembuat anggaran mengusulkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dan menyarankan ukuran untuk evaluasi kinerjanya), yang bisa dilakukan dengan incremental budget (beban sekarang dijadikan dasar) atau zero-base review (anggaran selalu ditinjau ulang).
  • Beban yang dikeluarkan jumlahnya bervariasi.
  • Keuangan dikendalikan dengan partisipasi para manajer dalam perencanaan dan pelaksanaannya.
  • Kinerja ditentukan dengan kemampuan manajer untuk menggunakan beban sesuai dengan jumlah yang dianggarkan.

Setiap pusat beban kebijakan lebih banyak mengalami kesulitan dalam menghubungkan antara input dengan hasil yang akan diperoleh dan keinginan yang besar untuk menunjukkan kinerja terbaik (sehingga seolah-olah kurang selaras dengan tujuan).

PUSAT LABA (Profit Centre)

profit-centerPusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator.

Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan pengendalian laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari pusat laba yang bersangkutan.

Manfaat pusat laba yaitu:

  1. Keputusan operasional dapat dilakukan lebih cepat karena tidak memerlukan pertimbangan dari kantor pusat.
  2. Kualitas keputusan cenderung lebih baik, karena dilakukan oleh orang yang benar-benar mengerti tentang keputusan tersebut.
  3. Manajemen kantor pusat bebas dari urusan operasional rutin dan bias lebih focus pada keputusan yang lebih luas.
  4. Kesadaran laba (Profit Consciousness) lebih meningkat pada manajer pusat laba, karena ukuran prestasinya adalah laba.
  5. Pengukuran prestasi pusat laba lebih luas daripada hanya pengukuran pada pusat pendapatan dan pusat biaya yang terpisah.
  6. Manajer pusat laba lebih bebas berkreasi.
  7. Dapat difungsikan sebagai pusat atau sarana pelatihan yang handal, karena pusat laba hampir sama dengan satu perusahaan yang independen.
  8. Memudahkan kantor pusat untuk memperoleh informasi profitabilitas dari komponen produk-produk perusahaan.
  9. Untuk meningkatkan kinerja bersaing karena outputnya siap pakai atau jelas, dan sangat responsif terhadap tekanan.

Kelemahan pusat laba adalah:

  1. Manajemen kantor pusat kehilangan kendali menegenai keputusan yang telah didelegasikan.
  2. Manajer pusat laba cenderung hanya memperhatikan laba jangka pendek.
  3. Organisasi yang pada awalnya bekerja sama antara fungsi satu dengan lainnya menjadi saling bersaing.
  4. Terdapat kemungkinan peningkatan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan yang dapat menimbulkan pertentangan antar pusat pertanggungjawaban.
  5. Tidak ada yang menjamin bahwa divisionalisasi pada masing-masing pusat laba akan menjamin peningkatan laba perusahaan menjadi lebih optimal.
  6. Kualitas pengambilan keputusan oleh manajer divisi mungkin bisa lebih jelek daripada manajer puncak.
  7. Menimbulkan terjadinya tambahan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan manajerial divisi.
  8. Kompetensi general manajer seringkali menjadi tidak diperlukan.

BENTUK – BENTUK PUSAT LABA

  1. Unit bisnis (divisi) sebagai pusat laba, manajernya bertanggungjawab dan mempunyai kebijakan serta kendali terhadap pengembangan produk, proses produksi dan pemasaran serta perolehan produk, sehingga ia dapat mempengaruhi pendapatan dan biaya yang berakibat terhadap laba bersihnya. Proses tersebut menciptakan unit usaha yang bertanggungjawab terhadap manufaktur dan pemasaran suatu produk.
  2. Unit-unit fungsional sebagai pusat laba, pada perusahaan multibisnis setiap unit diperlakukan sebagai penghasil laba yang independen, tetapi bisa saja terorganisasi dalam bentuk fungsional, misalnya: Pemasaran, Manufaktur, dan Jasa. Misalnya, fungsional pemasaran dimana aktifitas pemasaran dijadikan sebagai pusat laba dengan cara:
    1. Membebankan biaya dari produk yang dijual melalui harga transfer dengan cara membuat Trade Off Pendapatan atau Biaya yang optimal.
    2. Harga transfer dibebankan kepada pusat laba berdasarkan biaya standar, memisakan kinerja biaya pemasaran terhadap biaya manufaktur, hal ini berpengaruh terhadap perubahan efisiensi di luar kendali manajer pemasaran.
  3. Unit-unit fungsioanl pendukung (support) sebagai pusat laba, hal ini meliputi unit-unit pemeliharaan, teknologi informasi, transportasi, tekhnik, konsultan, dan layanan yang dapat dijadikan pusat laba. Caranya yaitu:
    1. Membebankan biaya dari layanan yang diberikan dan menutupnya dari pendapatan atas layanan yang diberikan baik kepada internal dan eksternal.
    2. Manajer organisasi unit ini termotivasi untuk mengendalikan biayanya agar pelanggannya tidak meninggalkan, di samping itu konsumen termotivasi untuk membuat keputusan pakah jasa yang diterima telah sesuai dengan harganya.
      Organisasi lainnya sebagai pusat laba meliputi organisasi cabang pada area geografis tertentu yang manajernya tidak mempunyai tanggung jawab manufaktur atau pembelian dan profitabilitasnya merupakan satu-satunya ukuran kinerjanya. Contohnya: Toko-toko rantai ritel, restaurant cepat saji (fast food) dan hotel-hotel pada rantai hotel.

JENIS-JENIS PENGUKURAN PUSAT LABA

  1. Margin Kontribusi
    Yaitu, selisih (spread) antara pendapatan dan biaya variabel. Hal ini disebabkan karena biaya variabel berada dalam kendali manajer tersebut, sedangkan biaya tetap di luar kendalinya.
  2. Laba Langsung
    Adalah margin kontribusi dikurangi biaya tetap pada pusat laba. Ini merupakan gabungan seluruh pengeluaran pusat laba atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba. Oleh sebab itu, pengeluaran di kantor pusat tidak termasuk dalam perhitungan ini.
  3. Laba Yang Dapat Dikendalikan
    Yaitu, laba langsung dikurangi beban biaya korporat yang dapat dikendalikan oleh manajer pusat laba. Contoh biaya yang dapat dikendalikan oleh manajer unit bisnis ini misalnya Biaya Layanan Teknologi Informasi.
  4. Laba Sebelum Pajak
    Yaitu laba yang dapat dikendalikan dikurangi beban-beban korporat lainnya.
  5. Laba Bersih
    Yaitu, laba yang diperoleh setelah dikurangi oleh kewajiban-kewajiban pajak.

PUSAT INVESTASI (Investment Centre)

investment-centerYaitu pusat pertanggungjawaban yang kinerja pimpinannya dinilai dari prestasinya memanfaatkan asset perusahaan, sehingga menghasilkan pendapatan atau laba yang maksimal bagi perusahaan.

Kewenangan pusat investasi menyangkut pengelolaan laba (yang terdiri atas pendapatan dan biaya) serta mengelola asset yang dipergunakan untuk memperoleh laba. Pusat investasi prestasinya diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan asset (investasi) yang dipergunakan. Tujuan dari pengukuran prestasi pada pusat investasi adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai investasi yang digunakan oleh manajer divisi dan memotivasi mereka untuk melakukan keputusan yang tepat.
  2. Mengukur prestasi divisi sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri.
  3. Menyediakan alat perbandingan prestasi antar divisi untuk penentuan alokasi sumber ekonomi.

Informasi dari pusat investasi dapat memotivasi:

  1. Menghasilkan laba yang memadai dengan wewenang mengambil keputusan tentang sumber ekonomi dan fasilitas fisik yang digunakan.
  2. Mengambil keputusan untuk menambah investasi bila investasi tersebut memberikan kembalian (return) yang memadai.
  3. Mengambil keputusan untuk melepas atau mengurangi investasi yang tidak memberikan kembalian (return) yang memadai.

Bentuk pusat investasi adalah kantor pusat perusahaan atau unit bisnis strategis maupun divisi yang diberi wewenang atau kebijakan maksimum dalam menentukan keputusan operasi yang tidak hanya berjangka pendek , tetapi juga tingkat (besarnya) dan tipe (jenis) investasi. Masalah yang mungkin muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  • Pada umumnya tujuan manajer unit usaha adalah memperoleh laba yang memuaskan dari investasi yang ditanamkan.
  • Laba yang diperoleh berasal dari modal yang ditanam untuk memperoleh laba tersebut.
  • Makin besar modal yang ditanam belum tentu makin besar pula labanya.

Metode yang dapat digunakan dalam menilai prestasi pusat investasi adalah sebagai berikut:

  1. Return On Investment (ROI)
    Yaitu perbandingan (rasio) antara laba dengan investasi yang digunakan.
    Keuntungan dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut:
  • Mendorong manajer untuk memberikan perhatian yang lebih luas terhadap hubungan antara penjualan, biaya, dan investasi yang seharusnya menjadi focus bagi manajer investasi.
  • Mendorong efisiensi biaya, bisa mengurangi investasi yang berlebihan.

Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut:

  • Manajer pusat investasi cenderung menolak investasi yang bisa menurunkan ROI pusat pertanggungjawabannya, walaupun akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
  • Mendorong manajer pusat investasi hanya berpikiran jangka pendek tanpa memperhatikan kepentingan jangka panjang.

2. Residual Income (EVA)
Yaitu dengan mengitung jumlah uang yang diperoleh dari laba setelah dikurangi dengan beban investasi.

Keuntungan dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut:

  • Manajer pusat investasi cenderung menerima investasi yang menurut ROI tidak menguntungkan sehingga tidak diterima walaupun secara perusahaan keseluruhan menguntungkan.
  • Memungkinkan penggunaan cost of capital yang berbeda-beda pada jenis aktiva.
    Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut:
  • Seperti halnya ROI, residual income mendorong hanya pencapaian jangka pendek, tanpa memperhatikan pencapaian jangka panjang.

Materi Kuliah EDP-Audit.

information-systems-auditSilahkan klik link dibawah ini untuk membaca artikelnya.

 

Apa itu Pengantar Akuntansi.

Accounting Principles

Pengantar akuntansi adalah seni ketrampilan dalam hal mencatat dan mengolah data transaksi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan. Karena sifatnya pengantar, maka disini ditekankan penjelasan secara umum atas ilmu akuntansi.

Acctg-PrinciplesDi universitas luar negeri ditugaskan para professor untuk mengajar mata kuliah khusus pengantar akuntansi, hal ini karena konsep pengantar akuntansi amatlah penting terutama bagi mahasiswa baru yang belum sama sekali mengenal apa itu akuntansi.

Ibarat bangunan, maka pengantar akuntansi adalah pondasinya. Tentu yang namanya pondasi haruslah kokoh dan kuat untuk menopang bagunan diatasnya, Diharapkan dengan memahami pengantar akuntansi akan memberi kemudahan untuk memahami mata kuliah akuntansi tingkat selanjutnya, seperti akuntansi menengah dan akuntansi lanjutan.

Pengertian Persediaan

Pengertian persediaan menurut Syakur (2009;125) sebagai berikut :
“Persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok aktivitas perusahaan yang tersedia untuk di olah dalam proses produksi atau di jual”.

merchandise-inventoryPengertian persediaan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011;14.5),
persediaan diartikan sebagai berikut :
Persediaan adalah aset :
a. Tersedia untuk di jual dalam kegiatan usaha biasa
b. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut; atau
c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk di gunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Persedian menurut Kieso, Weygant dan Warfield (2007;402) pengertian persediaan adalah :
Inventory are asset items held for sale in the ordinary course of business or goods that will be used or consumed in the production of goods to be sold.”
Kutipan di atas jika diterjemahkan adalah :
“Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk di jual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan di gunakan atau di konsumsi dalam membuat barang yang akan di jual”.

Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat diartikan bahwa persediaan adalah unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang dilakukan secara terus menerus di produksi.

Sifat Persediaan

Persediaan merupakan unsur aktiva yang bersifat mudah diuangkan atau bernilai tinggi. Investasi dalam persediaan biasanya merupakan aktiva lancar paling besar dari perusahaan dagang dan manufaktur.
inventoryPada perusahaan dagang persediaannya adalah barang dagangan(Merchandise Inventory).
Pada perusahaan manufaktur yang termasuk persediaan adalah barang-barang yang akan digunakan untuk proses produksi selanjutnya.

Arti Penting Persediaan dalam perusahaan.

Menurut Jusup Al Haryono (2005;184) menyatakan bahwa arti penting persediaan barang dagangan adalah :
“Persediaan barang dagangan adalah merupakan elemen aktiva yang sangat aktif dalam operasi perusahaan-perusahaan dagang, karena pembelian dan penjualan barang dagangan merupakan aktivitas atau transaksi yang paling sering terjadi. Persediaan barang dagangan pada umumnya dinilai pada harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar atau nilai yang diharapkan dapat direalisasikan.”

inventory-control-3-728Persediaan pada umumnya dipisahkan berdasarkan pokok pikiran meliputi jenis barang yang cukup banyak dan merupakan bagian yang cukup berarti dari seluruh aktiva perusahaan. disamping itu, transaksi yang berhubungan dengan persediaan merupakan aktivitas yang paling sering terjadi.

Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan laba rugi maupun neraca sebuah perusahaan dagang atau perusahaan industri, persediaan seringkali merupakan bagian yang terbesar dari keseluruhan aktiva ancar yang dimiliki perusahaan. Laporan laba rugi maupun neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan laba rugi maupun neraca. Dalam perhitungan laba rugi nilai persediaan (awal dan akhir) mempengaruhi besarnya Hargga Pokok Penjualan (HPP).

inventory-importanceMenurut Soemarso S. R (2004;384)
menyatakan bahwa arti penting dari persediaan adalah: “Dalam laporan keuangan, persediaan barang dagang disajikan baik neraca maupun laba rugi. Persediaan barang dagang yang tercantum di neraca mencerminkan nilai barang dagang yang ada pada akuntansi.

Di laporan laba rugi, persediaan barang dagang muncul dalam harga pokok penjualan. Ada saling berhubungan antara persediaan di neraca dengan laporan laba rugi, bahkan ada saling berhubungan antara persediaan barang pada tahun berjalan dengan tahun tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang.

Dari adanya saling berhubungan, terlihat betapa pentingnya pos ini dalam menentukan laba (rugi) dalam posisi keuangan perusahaan, tidak saja terhadap tahun berjalan tetapi juga tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Kesalahan dalam menentukan nilai persediaan barang akan mempengaruhi tidak saja laporan laba rugi dan neraca tahun berjalan tetapi juga neraca dan laporan laba rugi tahun yang akan datang.”

Penggolongan Persediaan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011;14.7)
menyatakan bahwa : Persediaan meliputi barang yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali, misalnya barang dagangan yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga mencakupi barang jadi yang diproduksi, oleh entitas serta termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi. Bagi perusahaan jasa, persediaan meliputi biaya jasa seperti diuraikan dalam paragrap 18, di mana entitas belum mengakui pendapatan yang terkait (lihat PSAK 23): pendapatan.

Penggolongan persediaan tergantung pada karakteristik perusahaan itu sendiri, yaitu apakah perusahaan dagang atau industri. Bagi perusahaan dagang yang usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang-barang, persediaannya meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dan siap untuk dijual kembali kepada pelanggan. Dengan kata lain perusahaan membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali. Persediaan dalam perusahaan dagang dan pedagang eceran (retailer) disebut persediaan barang dagangan (merchandise inventory) sedangkan dalam perusahaan industri (manufacture) , persediaan terdiri dari :14.7-inventory-manufacturing-stages

  1. Persediaan Bahan Baku atau Mentah (Raw Material)
    Bahan baku merupakan barang-barang yang di peroleh dalam keadaan yang harus dikembangkan yang akan menjadi bagian utama dari barang jadi. Jika membuat sepeda, salah satu bahan mentah adalah pipa baja. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dikelompokkan menjadi bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung (bahan penolong).

    1. Bahan Baku Langsung (Direct Material)
      adalah semua bahan baku yang merupakan bagian dari barang jadi yang dihasilkan.
    2. Bahan baku tidak langsung (Indirect Material) atau bahan penolong
      adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang yang dihasilkan.
  2. Persediaan Bahan Dalam Proses (Work In Process)
    Persediaan bahan dalam proses adalah persediaan barang-barang yang belum selesai dikerjakan dalam proses produksi sehingga belum menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Adapun unsur-unsur biaya yang terkandung didalam persediaan ini meliputi :

    1. Biaya Bahan Langsung (Direct Material)
      Biaya bahan yang secara langsung dikaitkan dengan barang-barang dalam produksi.
    2. Biaya Upah Langsung (Direct Labour)
      Seluruh biaya karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi sampai menjadi produk jadi yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk dan upahnya merupakan bagian yang besar dalam memproduksi produk.
    3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Expense)
      Terdiri dari seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang-barang, selain bahan langsung dan upah langsung, biaya-biaya yang termasuk biaya overhead pabrik ini antara lain :

      1. Bahan Penolong
      2. Upah Tidak Langsung
      3. Biaya Penyusutan Pabrik, Mesin atau Peralatan Pabrik (Depresiasi)
      4. Pemeliharaan (Maintanance)
      5. Perbaiakan (Reparation)
      6. Pajak Kekayaan (Property taxes)
      7. Biaya asuransi (Insurance expense)
      8. Biaya penerangan, pemanasan dan pembangkit tenaga
      9. Biaya administrasi atau manajemen yang ada kolerasinya dengan kegiatan produksi.
  3. Barang Jadi (Finished Good)
    Barang jadi adalah barang yang sudah selesai dikerjakan dalam proses produksi dan siap untuk dijual ke konsumen. Selain itu barang jadi yang merupakan hasil produksi suatu perusahaan industri baik sebagai hasil produk selesai, juga merupakan barang yang digunakan pada proses produksi yang lebih lanjut pada saat produk selesai biaya diakumulasikan dalam proses produksi yang ditransfer dari barang dalam proses perkiraan barang jadi.

 

Jenis-jenis persediaan

Menurut Iman Santoso (2006;143) berbagai jenis persediaan dalam material (cost) perusahaan dagang maupun industri dapat dikelompokkan sebagai berikut :inventory

  1. Persediaan bahan baku (raw material)
    yaitu bahan baku yang akan diproses lebih lanjut dalam proses produksi.
  2. Persediaan barang dalam proses (work in process/good in process)
    yaitu bahan baku yang sedang diproses dimana nilainya merupakan akumulasi biaya bahan baku (raw material cost),biaya tenaga kerja (direct labor cost), dan biaya overhead (factory overhead cost).
  3. Persediaan barang jadi (finished goods)
    yaitu barang jadi yang berasal dari barang yang telah selesai diproses telah siap untuk dijual sesuai dengan tujuannya.
  4. Persediaan bahan pembantu (factory/manufacturing supplies)
    yaitu bahan pembantu yang dibutuhkan dalam proses produksi namun tidak secara langsung dapat dilihat secara fisik pada produk yang dihasilkan.
  5. Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)
    yaitu barang yang langsung diperdagangkan tanpa mengalami proses lanjutan.

Dari ulasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan yang dimiliki oleh perusahaan berbeda-beda tergantung pada sifat dan jenis, yaitu persediaan barang dagangan pada perusahaan dagang. Sedangkan bagi perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi, dan persediaan bahan pembantu.

Pengukuran Persediaan

Salah satu masalah terkait dengan persediaan adalah mengukur nilai persediaan tersebut. Pernyataan Standar Akuntansi (2011;14.8) menyatakan bahwa persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai biaya yang termasuk dalam biaya persediaan, rumus biaya yang dapat digunakan oleh suatu entitas yang mencerminkan asumsi arus biaya yang mencerminkan pengeluaran biaya persediaan, metode nilai realisasi neto, dan metode lainnya. inventory-carrying-cost

  • Biaya Persediaan
    Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.

    • Biaya Pembelian
      Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat didistribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang, rabat dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.
    • Biaya Konversi
      Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya biaya tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi barang jadi.
      Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan, tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan, seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. Overhead
      produksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti perubahan volume produksi, seperti bahan tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.prime-and-conversion-cost
    • Biaya-biaya Lain
      Biaya-biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
      Misalnya, dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk memasukkan overhead
      nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggan tertentu sebagai
      biaya persediaan.
      Contoh biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban dalam periode terjadinya adalah:

      • Jumlah pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya yang tidak normal;
      • Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya.

Metode Pencatatan Persediaan.

merchandise-inventory-aDalam mengelola transaksi pembelian dan penjualan persediaan barang dagang Akuntansi memiliki 2(dua) metode pencatatan dan perusahaan dapat memilih salah satu diantaranya, kedua metode pencatatan tersebut adalah:

  • Metode Pencatatan Persediaan Perpetual(Perpetual Inventory Method)
  • Metode Pencatatan Persediaan Fisik/Periodik (Physical Inventory Method/Periodic System)

Metode Pencatatan Persediaan Perpetual (Perpetual Inventory Method)
Menurut Dunia A. Firdaus (2005;160) pengertian metode persediaan perpetual adalah sebagai berikut :

”Pencatatan perpetual yaitu pencatatan atas transaksi persediaan yang dilaksanakan setiap waktu, baik terhadap pemasukan maupun terhadap pengeluaran persediaan.” Dalam metode ini, pencatatan persediaan dilakukan dalam kartu persediaan yang menggambarkan persediaan sebenarnya.

merchandise-inventory-perpetualPencatatan atas transaksi dilakukan secara terus-menerus untuk setiap jenis persediaan dan untuk menjamin keakuratan jumlah persediaan perhitungan fisik persediaan biasanya dilakukan setahun sekali.

Pencatatan persediaan dengan menggunakan metode ini ditujukan terutama untuk barang yang bernilai tinggi dan untuk barang yang mudah dicatat pemasukan dan pengeluarannya digudang.

Perusahaan yang menjual barang dagangan yang mahal harganya, seperti mobil, mebel peralatan rumah tangga, biasanya menggunakan metode pencatatan persediaan perpetual.

Karakteristik akuntansi dari metode pencatatan perpetual Menurut Kieso, Weygandt, & Warfield (2007;394) adalah :

  1. Pembelian barang dagang untuk dijual atau pembelian bahan baku untuk produksi didebet ke persediaan dan bukan ke pembelian.
  2. Biaya transportasi masuk, retur pembelian dan pengurangan harga, serta diskon pembelian didebet ke persediaan dan bukan ke akun terpisah.
  3. Harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan mendebet akun harga pokok penjualan, dan mengkreditkan persediaan.
  4. Persediaan merupakan akun pengendalian yang didukung oleh buku besar pembantu yang berisi catatan persediaan individual. Buku besar pembantu memperlihatkan kuantitas dan biaya dari setiap jenis persediaan yang ada ditangan.

merchandise-inventory-periodicMetode Pencatatan Persediaan Fisik/Periodik (Physical Inventory Method/Periodic System). Menurut Kieso, Weygant, & Warfield (2007;404) pengertian metode persediaan fisik yaitu sebagai berikut :

“The quantity of inventory in the hands of determined, as implied by its name, periodically. All purchase of inventory during the by debiting the account purchase accounting period are recorded.”

Penjelasan kutipan diatas adalah :
“Kuantitas persediaan ditangan ditentukan, seperti yang tersirat oleh namanya, secara periodik. Semua pembelian persediaan selama periode akuntansi dicatat dengan mendebet akun pembelian.”

Pada metode ini setiap pemasukan dan pengeluaran persediaan dicatat dalam perkiraan yang berbeda yaitu pembelian dan penjualan. Kelemahannya yaitu perusahaan tidak dapat mengetahui besarnya persediaan yang ada pada suatu saat tertentu dan tidak dapat mengetahui harga pokok barang yang dijual untuk setiap transaksi penjualan yang terjadi.

Pada umumnya metode periodik digunakan pada perusahaan yang menjual barang yang harganya relatif murah tapi frekuensi penjualannya cukup sering.

Cara menghitung Harga Pokok Penjualan sebagai berikut :

periodic-invt-meth-cogs

HPP-indonesiaBerdasarkan uraian diatas, untuk dapat mengitung harga pokok penjualan diperlukan data persediaan awal (beginning inventory) dan persediaan akhir (ending inventory). Untuk dapat menyediakan data tersebut perlu dibuka perkiraan persediaan barang. Selama satu periode, perkiraan persediaan barang memperlihatkan jumlah persediaan awal. Pada akhir periode jumlah persediaan awal dikeluarkan dari perkiraan barang dan diganti dengan persediaan akhir.

Metode untuk menilai Persediaan.

Untuk menilai persediaan barang dagang, ini dapat dihitung dengan 3 metode harga pokok yaitu:

  1. Metode FIFO, yaitu barang yang lebih awal masuk yang dikeluarkan kali pertama sehingga saldo akhir persediaan ini menunjukkan barang yang dibeli terakhir.FIFO-Inv-Method-Perpetual
  2. Metode LIFO, yaitu barang yang lebih akhir masuk yang dikeluarkan kali pertama sehingga saldo akhir persediaan ini menunjukkan barang yang dibeli terawal.LIFO-Inv-Method-Perpetual
  3. Metode Rata-rata, yaitu pengeluaran barang ditentukan secara acak sehingga penentuan harga pokok untuk metode ini dicari nilai rata-ratanya.Weighted-Average-Inv-Method-PeriodicMetode Penilaian Persediaan Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011;14.23)
    menyatakan bahwa penilaian persediaan adalah :
    Biaya persediaan harus dihitung dengan menggunakan rumus biaya
    masuk pertama keluar (MPKP) atau rata-rata tertimbang (Weighted average cost method). Entitas harus menggunakan rumus biaya yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama. Untuk persediaan yang dimiliki sifat dan kegunaan yang berbeda, rumusan biaya yang berbeda diperkenankan.
    Apabila barang-barang yang sejenis dibeli selama satu periode akuntansi dengan harga pokok yang berbeda-beda, maka timbul masalah mengenai harga pokok mana yang akan digunakan untuk persediaan akhir barang yang akan dijual.

Pencatatan Persediaan.

Perbedaan Metode Pencatatan Persediaan Perpetual Dengan Metode Pencatatan Persediaan Fisik Menurut Syafi’I Syakur Ahmad (2009;129) menyatakan perbedaan dari metode pencatatan persediaan perpetual dengan metode pencatatan persediaan fisik, adalah sebagai berikut :periodic-inventory-vs-perpetual-inventory-1-638

  1. Metode Perpetual
    1. Tidak terdapat perkiraan pembelian retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian.
    2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan persediaan barang dagang.
    3. Setiap terjadi penjualan harus diikuti adanya pencatatan harga pokok penjualan.
    4. Lebih sesuai digunakan pada grosir, agen khusus atau distributor dengan sedikit macam barang yang diperdagangkan dan mudah untuk menentukan besarnya harga pokok penjualan setiap terjadi penjualan secara tepat.
  2. Metode Periodik / Fisik
    1. Terdapat perkiraan pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian.
    2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan masing-masing.
    3. Setiap terjadi penjualan tidak perlu dilakukan pencatatan harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan dihitung pada akhir periode secara agregat.
    4. Lebih sesuai digunakan pada perusahaan eceran/retail yang mempunyai banyak macam persediaan barang dagangan dan sulit untuk ditentukan harga pokok setiap terjadi penjualan.

Sedangkan perbedaan jurnal pencatatan persediaan menurut metode persediaan perpetual dengan metode fisik, menurut Syafi’I Syakur Ahmad (2009;130) adalah sebagai berikut :

Metode Perpetual

Transaksi Pembelian

Secara Tunai :

Dr……………………………. Persediaan (Inventory)
Cr……………………………………… Kas (Cash)

Secara Kredit :
Dr…………………………… Persediaan (Inventory)
Cr…………………………………….. Hutang Dagang (Account Payable)

Transaksi Retur Pembelian.

Secara Tunai:

Dr……………………………. Kas(Cash)
Cr……………………………………… Persediaan (Inventory)

Secara Kredit :
Dr…………………………… Hutang Dagang (Account Payable)
Cr…………………………………….. Persediaan (Inventory)

Transaksi Penjualan.

Secara Tunai :
Dr………………………….. Kas (Cash)
Cr……………………………………. Penjualan (Sales)

Dr……………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
Cr…………………………………. Persediaan (Inventory)

Secara Kredit :
Dr…………………………. Piutang Dagang (Account Receiveable)
Cr…………………………………… Penjualan (Sales)

Dr……………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
Cr…………………………………. Persediaan (Inventory)

Transaksi Retur Penjualan

Secara Tunai :
Dr………………………… Retur Penjualan
Cr. ……………………………….. Kas (Cash)

Dr……………………….. Persediaan (Inventory)
Cr…………………………………. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

Secara Kredit :

Dr………………………… Retur Penjualan
Cr………………………………… Piutang Dagang (Account Receivable)

Dr………………………. Persediaan (Inventory)
Cr……………………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

contoh-jurnal-perpetual-periodik
Metode Periodic

Transaksi Pembelian

Secara Tunai :
Dr……………………..Pembelian(Purchases)
Cr………………………………. Kas (Cash)

Secara Kredit :
Dr…………………… Pembelian (Purchases)
Cr…………………………….. Hutang Dagang (Account Payable)

Transaksi Retur Pembelian

Secara Tunai :
Dr………………….. Kas (Cash)
Cr……………………………. Retur Pembelian (Purchases Return)

Secara Kredit :
Dr………………… Hutang Dagang (Account Payable)
Cr……………………………. Retur Pembelian (Purchases Return)

Transaksi Penjualan

Secara Tunai :
Dr………………. Kas (Cash)
Cr…………………………. . Penjualan (Sales)

Secara Kredit :
Dr…………….. Piutang Dagang (Account Receivable)
Cr……………………………. Penjualan (Sales)

Mencatat Ongkos Angkut atas Persediaan.

Ada 2(dua) istilah yang dikenal dalam proses pengiriman barang, baik pada saat dibeli maupun dijual, kedua istilah tersebut adalah:FOB

  • Free On Board Destination (F.O.B. Destination).
  • Ongkos angkut atas pengiriman barang ditanggung oleh PENJUAL.
  • Free On Board Shipping Point (F.O.B. Shipping Point).
    Ongkos angkut atas pengiriman barang ditanggung oleh PEMBELI.
    Dibawah ini disajikan contoh pencatatan ongkos angkut, baik untuk metode periodic maupun perpetual.contoh-jurnal-perpetual-periodik

Materi Motivasi Usaha

MOTIVASI USAHA
motivation-board

Silahkan Klik dan anda akan memperoleh artikelnya.

  1. Teori Motivasi
  2. Pandangan lain tentang Teori Motivasi
  3. Teori Motivasi Kontemporer
  4. Area Motivasi Manusia
  5. Variabel-variabel Motivasi
  6. Teori X dan Teori Y
  7. Teori Hierarki Kebutuhan.
  8. Prestasi
  9. Menetapkan Tujuan yang SMART
  10. Cara Mencapai Tujuan
  11. Bagaimana Merencanakan Masa Depan
  12. Peluang Sebuah Pengertian
  13. Kepemimpinan dalam Motivasi
  14. Pemimpin yang Baik
  15. Pengertian Visi dan Misi
  16. Perbedaan Visi dan Misi
  17. Pandangan lain tentang Visi dan Misi
  18. Manfaat Visi dan Misi
  19. Menjadikan Visi dan Misi Efektif
  20. Komponen Perencanaan Strategis
  21. Nilai/Values bagi Perusahaan.

Yudisium Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen.

Yudisium Prodi Manajemen FE UEU.

Pada tanggal 12 Maret 2015, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Angkatan 2011 di-Deklarasi-kan telah menyelesaikan masa studinya dan dinyatakan berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE) dalam upacara Yudisium yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Bapak Dr. M. F. Arrozi, SE. MSi. Akt didampingi oleh Wakil Dekan Bapak Dihin Septyanto SE. MM., Ka-Prodi Manajemen, Bapak Drs. Sugiyanto MM,, Ka-Prodi Akuntansi Bapak Adrie Putra SE. MM., Ka-Lab FE Bapak Abdurahman MM., serta dihadiri oleh Dosen yang diwakili oleh Bapak Jatmiko SE. MM. MBA.

logosmall-jpegDalam upacara Yudisium kali ini tercatat 71 Mahasiswa Prodi Manajemen dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pembekalan softskill yang wajib mereka jalani, Mahasiswa yang dinyatakan lulus dibekali minimal 144 SKS yang terdiri atas 18 SKS MPK, 33 SKS MKK, 48 SKS MKB, 26 SKS MPB, 14 SKS MBB, 5 SKS Mata Kuliah Pilihan serta Softskill dalam bentuk Sertifikasi Keahlian dalam bidang SAP, Sertifikasi Export-Import, Sertifikasi keahlian Aplikasi Akuntansi ZAHIR, Sertifikasi Pajak Brevet-A, ESQ, Company-Visit, Seminar Terstruktur.

54 dari 71 Mahasiswa berpredikat SANGAT MEMUASKAN.

Tercatat dari 71 peserta Yudisium 54 Mahasiswa memperoleh nilai Yudisium A(Sangat Memuaskan), komposisi nilai yudisium Prodi Manajemen angkatan ini adalah:
54 Orang memperoleh nilai A

  • 6 Orang memperoleh nilai A-(A minus)
  • 5 Orang memperoleh nilai B+(B plus)
  • 3 Orang memperoleh nilai B
  • 3 Orang memperoleh nilai B-(B minus).

Dalam kata sambutannya Dekan FE berpesan agar para lulusan Prodi Manajemen berupaya secara optimal guna meraih prestasi yang tinggi dalam berkarya dengan cara menyumbangkan seluruh pengetahuan yang diperolehnya dan harus dilakukan dengan sepenuh hati serta selalu menjaga nama baik Almamater agar dapat membuka dan memberi jalan lebar bagi para juniornya mengikuti jejak mereka.

high-positionDisampaikan pula bahwa dari 71 Skripsi yang dihasilkan mahasiswa, 42 Skripsi akan diikut-sertakan dalam Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh beberapa Perguruan Tinggi diluar Universitas Esa Unggul, guna membuktikan bahwa Skripsi mereka benar-benar layak secara ilmiah untuk berbicara diluar lingkungan Universitas Esa Unggul.

Berikut adalah beberapa momen kebahagian yang terjadi pada saat Upacara Yudisium diruang 310 gedung utama kampus Universitas Esa Unggul.

20150312_144150

20150312_153959

20150312_144157

Yudisium Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi.

Yudisium Prodi Akuntansi FE UEU.

Pada tanggal 12 Maret 2015, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Angkatan 2011 di-Deklarasi-kan telah menyelesaikan masa studinya dan dinyatakan berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE) dalam upacara Yudisium yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Bapak Dr. M. F. Arrozi, SE. MSi. Akt didampingi oleh Wakil Dekan Bapak Dihin Septyanto SE. MM., Ka-Prodi Manajemen, Bapak Drs. Sugiyanto MM,, Ka-Prodi Akuntansi Bapak Adrie Putra SE. MM., Ka-Lab FE Bapak Abdurahman MM., serta dihadiri oleh Dosen yang diwakili oleh Bapak Jatmiko SE. MM. MBA.

logosmall-jpegDalam upacara Yudisium kali ini tercatat 70 Mahasiswa Prodi Akuntansi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pembekalan softskill yang wajib mereka jalani, Mahasiswa yang dinyatakan lulus dibekali minimal 144 SKS yang terdiri atas 16 SKS MPK, 30 SKS MKK, 52 SKS MKB, 28 SKS MPB, 14 SKS MBB, dan 4 SKS Mata Kuliah Pilihan serta Softskill dalam bentuk Setifikasi Keahlian dalam bidang SAP, Aplikasi Akuntansi Zahir, Sertifikasi Export-Import, Brevet-A Perpajakan, ESQ.

63 dari 70 Mahasiswa berpredikat SANGAT MEMUASKAN.

Tercatat dari 70 peserta Yudisium 63 Mahasiswa memperoleh nilai Yudisium A(Sangat Memuaskan), komposisi nilai yudisium Prodi Akuntansi angkatan ini adalah:

  • 63 Orang memperoleh nilai A
  • 1 Orang memperoleh nilai A-(A minus)
  • 2 Orang memperoleh nilai B+(B plus)

high-position-1Dalam kata sambutannya Dekan FE berpesan agar para lulusan Prodi Akuntansi berupaya secara optimal guna meraih prestasi yang tinggi dalam berkarya dengan cara menyumbangkan seluruh pengetahuan yang diperolehnya dan harus dilakukan dengan sepenuh hati serta selalu menjaga nama baik Almamater agar dapat membuka dan memberi jalan lebar bagi para juniornya mengikuti jejak mereka.

Disampaikan pula bahwa dari 70 Skripsi yang dihasilkan mahasiswa, 54 Skripsi akan diikut-sertakan dalam Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh beberapa Perguruan Tinggi diluar Universitas Esa Unggul, guna membuktikan bahwa Skripsi mereka benar-benar layak secara ilmiah untuk berbicara diluar lingkungan Universitas Esa Unggul.

Berikut adalah beberapa momen kebahagian yang terjadi pada saat Upacara Yudisium diruang 310 gedung utama kampus Universitas Esa Unggul.

20150312_152625

20150312_154017

20150312_152630

DEFINISI SOSIOLOGI

SociologyT_300
AKAR KATA Sosiologi.

Socius = Kawan / Masyarakat.
Logos = Kata / Berbicara / Ilmu
Sosiologis = berbicara mengenai masyarakat.
Sosialisme = idiologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum.
Sosial pada kata Departemen Sosial menunjukan pada kegiatan di lapangan sosial.
Sosiologi = ilmu sosial yang obyeknya adalah masyarakat.

DEFINISI SOSIOLOGI.
Menurut Pitirim Sorokin

  • Ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial, contoh hukum dengan ekonomi.
  • Ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, contoh geografis (gejala sosial) dengan biologis (gejala non-sosial)

Menurut Roucek & Waren

  • Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok

Menurut Emile Durkheim

  • Sosiologi ialah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial adalah cara-cara bertindak & berperasaan, contohnya: kebiasaan, norma-norma, hukum.

Menurut Selo Soemardjan & Soelaeman Soemardi

  • Ilmu yang mempelajari struktur sosial & proses-proses sosial

Menurut Soerjono Soekanto

  • Ilmu sosial yang katagoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.

Menurut Herbert Spencer

  • Sosiologi mempelajari tumbuh, bangun dan kewajiban masyarakat.

Menurut Max Weber

  • Sosiologi merupakan ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang tindakan-tindakan sosial

Menurut Durkheim

  • Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari lembaga-lembaga dalam masyarakat

SIFAT HAKIKAT SOSIOLOGI

Sifat dan Hakikat Sosiologi
Sociology-treeSifat dan Hakikat yang melekat pada Sosiologi adalah:

  1. Tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan yang sedalam-dalamnya tentang masyarakat.
  2. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar manusia dan juga perihal sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat manusia.

Masyarakat dalam Sosiologi.

Pengertian Masyarakat dalam Sosiologi.

society

  • Orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan)
  • Setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas. (Ralp Linton)

Unsur Masyarakat

  1. Manusia yang hidup bersama.
  2. Bercampur untuk waktu yang lama.
  3. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
  4. Merupakan suatu sistem hidup bersama.

Komponen dasar masyarakat:

  1. Populasi.
  2. Kebudayaan.
  3. Hasil Kebudayaan.
  4. Organisasi Sosial.
  5. Lembaga – lembaga sosial & sistemnya

Pendorong hidup bermasyarakat =

  1. Hasrat untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum.
  2. Hasrat untuk membela diri.
  3. Hasrat untuk mengadakan keturunan.

Hasrat Kuat Dalam Diri Manusia.

Dua Hasrat Kuat Dalam Diri Manusia:

burning-desire

  1. Keinginan / hasrat untuk bersama dengan manusia yang lain (aspek sosial)
  2. Keinginan / hasrat untuk menyatu dengan lingkungan alam.

Manusia harus beradaptasi dengan menggunakan akal, perasaan, serta kehendaknya (Sistem Adaptif)

“Masyarakat sebenarnya merupakan refleksi dari manusia perorangan” (Plato, 429 – 347 SM, Filsuf Romawi)

“Basis Masyarakat adalah Moral.” (Aristoteles, 384 – 322 SM, Filsuf Yunani)

Karl Marx yakin, “Masyarakat di seluruh dunia hidup di atas konflik antara dua golongan, yaitu Burjuis dan Buruh.”

Hubungan Individu dan Masyarakat.

Hubungan Individu dan Masyarakat

human-relation

  • Hubungan Individu (subyektif) dan masyarakat (obyektif) saling menentukan yang satu tidak ada tanpa yang lain.
  • Manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas sosial yang obyektif melalui proses externalisasi, sebagai mana ia mempengaruhi proses internalisasi.
  • Hegel menyatakan, “Manusia adalah lawan atau musuh manusia yang lain.”
  • Manusia mempunyai naluri kuat untuk hidup bersama dengan sesamanya —–Social Animal
  • Manusia adalah makhluk sosial ————— Zoon Politicon
  • Thomas Hobbes —–buku Leviathan (singa) —–Homo Homini Lupus (Manusia adalah serigala bagi manusia lain)

Pelatihan SAP Mahasiswa Universitas Esa Unggul.

sap-training-esa-unggul

Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Teknik Industri dan Ilmu Komputer Universitas Esa Unggul selain dibekali ilmu keahlian pada bidang studi masing-masing mereka juga dibekali pelatihan ilmu terapan melalui pemanfaatan kerjasama UEU dengan Edugate Indonesia yang diwakili oleh PT Harfan Tri Megah (Edugate) Jl. R.S. Fatmawati No. 53. Jakarta 12430., dengan cara memberikan mahasiswa pembekalan penggunaan SAP dalam program pelatihan SAP bagi mahasiswa.

SAP-training-image

Pelatihan SAP periode ini diselenggarakan bersamaan dengan libur antar semester pada tahun ajaran 2014/2015, hal ini dimaksud agar seluruh masa studi mahasiswa dapat digunakan secara optimal.

Modul pelatihan SAP yang diberikan pada mahasiswa pada periode ini adalah:

  1. SAP 01 – SAP overview
  2. SCM 500 – Process in Procurement (untuk mahasiswa yg lulus SAP01 )
  3. AC010 – Business Process in Financial Accounting (untuk mahasiswa yg lulus SAP01)

executive-employee-a

Melalui pelatihan ini diharapkan lulusan Universitas Esa Unggul akan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang menerapkan SAP sebagai backbone software dalam business process mereka.

SAP-Course

Dengan menguasai pengelolaan business process menggunakan SAP diharapkan lulusan Universitas Esa Unggul dapat menduduki posisi penting didalam perusahaan ber-skala besar di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, 1-employee-engagementhal ini dimungkinkan karena SAP sendiri saat ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan raksasa di Indonesia, antara lain:
Abacus Distribution Systems Indonesia, PT, ABC President, AJBS Swalayan, Ajinomoto Indonesia, American Standard, Amoco Mitsui, PT, Aneka Gas Industri, PT, Angkasa Pura, Anugerah Pharmindo Lestari, PT, Apac Inti Corpora, PT, Arun NGL, Astra Daihatsu Motor, PT, Astra Graphia Tbk., PT, Astra Honda Motor, PT, Astra International Tbk., PT, Astra Otoparts, PT, Bagusnusa Setia Gemilang, PT, Bakrie Kasei Corporation, PT, Bakrie Telecom, Bank Central Asia Tbk., PT, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Permata, Bank Permata Cab. Bintaro Jaya, Bank Rakyat Indonesia, PT, Berau Coal, Berlian Sistem Informasi, PT, BHP Coated Steel Indonesia, Blue Bird Group, BMW Indonesia, PT, Bukaka SingTel International, Bukit Muria Jaya, Charoen Pokphand Group Indonesia, CMNP, CNOOC SES BV, Cognis Indonesia, PT., Combiphar, PT, Conoco Indonesia Inc., DaimlerChrysler Indonesia, PT, Delta Djakarta, PT, Dirgantara Indonesia, Domusindo Perdana, PT, Dynamitra Tarra, Dystar Colours Indonesia, PT, Essar Dhananjaya, PT, Excelcomindo Pratama, PT, Exspan Nusantara, Federal Motor, PT, Fuchs Indonesia, PT, Garuda Indonesia, PT, GMF Aero Asia, Goodyear Indonesia, PT, Icon+, Indah Kiat Pulp & Paper, PT, Indofood Sukses Makmur Tbk., PT, Indosat, PT, Infomedia, Intikeramik Alamasri, PT, Intraco Penta Tbk., PT, Jaddi Pastrisindo Gemilang, PT (D’Crepes), Japfa Comfeed Indonesia, PT, Kao Indonesia Chemical, PT, Kao Indonesia, PT, Krakatau Steel, PT., L’Oreal Indonesia, Mandara Medika Utama, PT, Maranatha University, Mayora Indah, PT, Mekar Armada Jaya, PT, Mitra Integrasi Informatika, PT, Mitratel, Multimedia Nusantara, Panen Lestari Internusa, PT, Pindad, PLN, Persero, Pramindo Ikat Nusantara, PT., PT BMI, PT DAHANA (PERSERO), PT Dos ni roha, PT Elnusa Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Friesland Food Indonesia, PT INCO, PT Kereta Api Indonesia, PT MAPI TBK, PT PERTAMINA, PT POS INDONESIA, PT REHAU INDONESIA., PT REHAU INDONESIA., PT Telkom, PT TRIAS, PT. ASAHIMAS CHEMICAL, Rajawali Corporation, PT, RS. Pantai Indah Kapuk, Sari Roti, Sayap Mas, PT, Serasi Auto Raya, PT, Siemens Indonesia, PT., Sinarmas, Smart Corporation, PT., South Pacific Viscose, STARBUCKS, Telkom Internasional, TelkomSigma, Tempo Data System, PT, Tiara Marga Trakindo, PT, Titan Mining, Toyota Astra Motor, PT, Trisula Textile Industries, PT, UII, Ultrajaya Milk Industry, PT, United Tractors, PT, Vivere,Wicaksana Overseas International Tbk., PT, Zyrex

daftar-perusahaan-pengguna-SAP-IndonesiaSebagai salah seorang Instructor pada program pelatihan ini, saya merasa sangat bangga dengan tingkat kesungguhan para peserta pelatihan yang harus hadir pada pagi hari pukul 08:30 dan baru meninggalkan ruang pelatihan(Laboratorium Komputer Esa Unggul, Gedung C lantai 4) pada pukul 12:30, setiap harinya terhitung sejak tanggal 2 maret 2015 s/d 7 maret 2015(senin hingga sabtu).

Berikut adalah momen-momen yang berhasil saya rekam pada suasana pelatihan yang saya pimpin di Lab-A(SAP-01 SAP Fundamentals).

Suasana-SAP-01-001

Suasana-SAP-01-002
Suasana-SAP-01-004

Orang Tua mana yang tidak BANGGA dan BAHAGIA

Suasana-SAP-01-003

Suasana-SAP-01-005Suasana-SAP-01-006

Melihat kesungguhan Putra-Putrinya

Suasana-SAP-01-007

Suasana-SAP-01-008Suasana-SAP-01-009

Menjalani Pendidikan

Suasana-SAP-01-010

Suasana-SAP-01-011Suasana-SAP-01-012

dan oleh karenanya

Suasana-SAP-01-013

Suasana-SAP-01-014Suasana-SAP-01-015

BANGGALAH….!!!!!

Suasana-SAP-01-016

Suasana-SAP-01-017Suasana-SAP-01-018

Menjadi….!!!!!

Suasana-SAP-01-019

Suasana-SAP-01-020Suasana-SAP-01-021

MAHASISWA ESA UNGGUL….!!!!!

Suasana-SAP-01-022

Suasana-SAP-01-023Suasana-SAP-01-024

Suasana-SAP-01-025

Suasana-SAP-01-026Suasana-SAP-01-027

Fungsi SIA dalam Organisasi versi Mahasiswa.

Fungsi SIA
Dian Nanda Sari – 201312176 – Seksi 10 Menulis tentang Fungsi SIA dalam Organisasi

Fungsi SIA dalam Organisasi adalah pada suatu informasi yang ada berkaitan dengan manajemen untuk mengambil keputusan internal maupun eksternal.

functionFungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :

  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Peran SIA dalam Rantai Nilai menurut Mahasiswa.

Value Chain
Steffi Agustina 2013-12-263 (sesi 10) menulis tentang Peran SIA dalam Rantai Nilai.

Value-ChainPeran SIA dalam rantai nilai sangat penting untuk melancarkan aktivitas suatu organisasi menjadi lebih efektif dan efesien. Seperti yang sudah dijelaskan contoh aktivitas yang berkaitan disini misalnya:

  • Inbound logistics-Operasi (operations)
  • Outbound logistics
  • Pemasaran dan Penjualan-Pelayanan (service).

Mahasiswa menulis tentang Bagaimana SIA Dapat Menambah Nilai Bagi Organisasi

AIS as a Value Added

Dian Nanda Sari – 201312176 – Seksi 10 menulis tentang Bagaimana SIA Dapat Menambah Nilai Bagi Organisasi

Dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.

the-misinformation-effectSistem Informasi Akuntansi dapat mengubah suatu data menjadi informasi. informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

Bagaimana SIA dapat menambah nilai bagi Organisasi versi Mahasiswa.

AIS as a Value Added

Steffi Agustina 2013-12-263 (sesi 10) Menulis tentang Bagaimana SIA dapat menambah nilai bagi Organisasi.

aCC-INF-SYSTEMSIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.

  • Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya
  • Memperbaiki efisiensi
  • Memperbaiki pengambilan keputusan.
  • Berbagi pengetahuan
  • Data dan Informasi & Pengambilan Keputusan

SIA dan Strategi Korporat dalam sudut pandang Mahasiswa.

SIA dan Strategi Korporat
Steffi Agustina 2013-12-263 (sesi 10) menulis tentang SIA dan Strategi Korporat.

strategy-urlIntinya saat sebuah perusahaan ingin menentukan strategi yang baik dalam bisnisnya diperlukan SIA untuk mendesain seluruh aktivitas organisasi, agar secara bersama-sama saling memperkuat satu dengan lainnya dalam memenuhi posisi strategis, dan dalam mengimplementasikan-strategi bisnis.

SIA DAN STRATEGI KORPORAT versi Mahasiswa

SIA dan Strategi Korporat

Dian Nanda Sari – 201312176 – Seksi 10 menulis tentang : SIA DAN STRATEGI KORPORAT.

SIA terhadap Strategi korporat adalah strategi pada perusahaan untuk berkompetisi pada suatu industry atau pasar sehingga perusahaan dapat bertahan terhadap pesaing – pesaing yang ada. Dari SIA tersebut dapat mengetahui nformasi perusahaan yang baik dari kegiatan aktivitas inbound dan outbond logistics.

Michael Porter, seorang profesor bisnis di Harvard mengatakan ada dua strategi dasar bisnis yang dapat diikuti oleh perusahaan:

  • Strategi differensiasi produk meningkatkan pelayanan sehingga pelanggan nyaman.
  • Strategi biaya rendah (low-cost) mengoptimalkan produk atau jasa yang dijangkau oleh pelanggan.

????????????????????????Tiga posisi strategi dasar, yaitu:

  1. Posisi strategis berdasar keanekaragaman (variety-based) melibatkan produksi atau penyediaan sebagian dari produk atau jasa dalam industri tertentu
  2. Posisi strategis berdasar kebutuhan (needs-based) melibatkan usaha untuk melayani hampir seluruh kebutuhan dari kelompok pelanggan tertentu
  3. Posisi strategis berdasar akses (access-based) melibatkan sebagian pelanggan yang berbeda dari pelanggan lainnya dalam hal faktor-faktor seperti lokasi gcografis atau ukuran

Pengertian Piutang.

Account Receivables
Beberapa pengertian Piutang, antara lain:AR-1

  • “Piutang meliputi semua transaksi pembelian secara kredit tetapi tidak membutuhkan suatu bentuk catatan atau surat formal yang ditandatangani yang menyatakan kewajiban pihak pembeli kepada pihak penjual”.
  • “Piutang adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari sipenjual kepada sipembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi”.
  • “Piutang adalah aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya kebijakan penjualan kredit”.
  • “Piutang berisikan pemberian kredit yang diberikan perusahaan kepada konsumennya ketika menjual barangnya. Mereka mengambil setiap bentuk penjualan kredit dimana perusahaan meneruskannya kembali kepada perusahaan lain”.
  • “Piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan”.
  • “Piutang dagang adalah tagihan kepada pihak lain (kepada kreditor atau langganan) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit”.accounts-receivable-big
  • “Piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, dalam kegiatan normal perusahaan biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar”.
  • “Piutang (receivables) merupakan proses penjualan barang hasil produksi secara kredit”.
  • “Piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu”.
  • “Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya dalam bentuk memperbolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan”.
  • “Piutang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang”.
  • “Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya”.
  • “Piutang meliputi jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau memakai jasa secara kredit”.
  • “Piutang dapat didefinisikan dalam arti luas sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun, untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterapkan sebagai klaim yang diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas”.
  • “Piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya bilamana telah sampai jatuh tempo”.
    “Piutang dagang (account receivable) merupakan “
    tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan”.
  • “Piutang merupakan klaim terhadap pihak lain, apakah klaim tersebut berupa uang, barang atau jasa, untuk maksud akuntansi istilah dipergunakan dalam arti yang lebih sempit yaitu merupakan klaim yang diharapkan akan diselesaikan dengan uang”.
  • “Piutang adalah tagihan yang ditujukan baik itu kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas”.
  • “Merupakan hak untuk menagih sejumlah uang dari si penjual kepada si pembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi. Piutang timbul karena adanya penjualan secara kredit kepada perusahaan lain”.

Jenis Jenis Piutang

Account Receivables

Pada umumnya piutang diklasifikasikan menjadi Piutang dagang/usaha(Account Receivables), Piutang wesel(Notes Receivables) dan Piutang lain-lain(Others Receivables). AR-2

  • Piutang dagang/Piutang usaha(Account Receivables). Piutang dagang terjadi karena adanya transaksi penjualan secara kredit kepada pihak lain/perusahaan lain. Piutang dagang adalah tagihan kepada pelanggan yang sifatnya terbuka, dalam arti bahwa tagihan ini tidak disertai instrument kredit. Piutang dagang berasal dari penjualan barang dagangan dan jasa secara kredit dalam operasi usaha normal (Slamet sugiri, 2009 : 43)
  • Piutang wesel Piutang wesel(Notes Receivables). adalah klaim yang dibuktikan dengan instrument kredit secara formal. Instrument kredit ini mesyaratkan debitor untuk membayar dimasa yang akan datang pada tanggal yang sudah ditentukan misalnya minimal 60 hari setelah tanggal penandatanganan wesel (Slamet sugiri, 2009 : 43). Piutang wesel merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitor (yang berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari.
  • Piutang lain-lain(Others Receivables). Piutang lain-lain meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada pejabat perusahaan, pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha (Slamet sugiri, 2009 : 43). Piutang lain-lain terdiri atas macam-macam tagihan yang tidak termasuk dalam piutang dagang maupun piutang wesel.

Pengertian dan Pencatatan Notes Receivable(1).

Mencatat penerimaan Notes Receivable.

Notes Receivable atau sering disebut sebagai “Wesel Tagih” merupakan sebuah dokumen yang berisikan janji untuk membayar kepada orang/perusahaan tertentu (payee) sejumlah uang tertentu disuatu tempat tertentu pada tanggal tertentu, didalam Notes Receivable dapat ditambah dengan bunga (interest).

Salah satu contoh Notes Receivable:Notes-Rec-a

Ada 2 macam Notes Receivable:
1. Notes yang berbunga – Interest bearing Notes.
2. Notes tidak berbunga – Non Interest bearing Notes.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan Notes Receivable.

  • Suku bunga yang dimaksud adalah besarnya bunga dalam 1(satu) tahun.
  • Nilai sebuah notes pada tanggal jatuh tempo disebut Maturity Value.
  • Maturity Value untuk Interest bearing Notes = Nilai pokok + besarnya bunga.
  • Maturity Value untuk Non Interest bearing Notes = Nilai pokok.
  • Notes Receivable atau “Wesel Tagih” jika memiliki jangka waktu 1(satu)tahun atau lebih maka akan disajikan didalam Neraca(Balance Sheet) sebagai Piutang Jangka Panjang (Longterm Receivable) sedangkan jika jangka waktunya kurang dari 1(satu) tahun akan disajikan dalam Neraca(Balance Sheet) sebagai Current Receivable(Piutang Lancar).

notes-rec-form-1Cara mencatat Notes Receivable:

Contoh :

Tanggal 9 Mei 2009 PT. ATTT melakukan penjualan dan menerima wesel tak berbunga dan berjangka waktu 60 hari, sejumlah Rp 5.000 dari PT. ALLL.

Jurnal yang dibuat :

Notes Receivable/Wesel Tagih……………. Rp 5.000

Sales/Penjualan……………………………. Rp 5.000

Pada tanggal yang sama juga dilakukan penjualan pada PT ADDD dan sebuah wesel berbunga 14 % dan berjangka waktu 90 hari, sejumlah Rp 10.000 diterima dari PT. ADDD.

Jurnal yang dibuat :

Notes Receivable/Wesel Tagih……………. Rp 10.000

Sales/Penjualan……………………… Rp 10.000

Pada tanggal 10 Mei 2009 PT. ABBB menyerahkan Wesel Tagih berjangka waktu 90 hari dengan tingkat suku bunga 14% bernilai Rp. 12.000 untuk menggantikan Hutangnya yang telah jatuh tempo sejumlah yang sama.

Jurnal yang dibuat :

Notes Receivable/Wesel Tagih…………….. Rp 12.000

Account Receivable/Piutang Dagang………. Rp 12.000

Pengertian dan Pencatatan Notes Receivable(2).

Cara Menghitung Bunga pada Notes receivable.

interest_ratePada tanggal 9 Mei dilakukan penjualan pada PT ADDD dan sebuah wesel berbunga 14 % dan berjangka waktu 90 hari, sejumlah Rp 10.000 diterima dari PT. ADDD.

Menghitung tanggal jatuh tempo(Due Date):
Bulan Mei (31 hari – 9 hari)……………… … ……= 22 hari
Bulan Juni …………..……………..………………. = 30 hari
Bulan Juli …………..………………………………. = 31 hari
Bulan Aug (7 hari)…………………………………… = 7 hari
Total……………………………………………… ……= 90 hari

Sehingga tanggal jatuh tempo Notes tersebut adalah tanggal 7 Aug.

Menghitung besarnya bunga(Interest) yang harus diterima:

Dibayar pada saat jatuh tempo.

Jika PT. ADDD membayar pada tanggal 7 Aug maka besarnya bunga dihitung sbb:
Interest = 14/100 x 90/360 x 10.000 = Rp. 350.

Dan jurnalnya dicatat sbb:

Cash………………………………10.350

Notes Receivable………………………10.000

Interest Income…………………………… 350

interest-rev-on-NR

Dibayar sebelum tanggal jatuh tempo.

Jika PT. ADDD membayar pada tanggal 17 Juni maka besarnya bunga dihitung sbb:
Menghitung lama hari jika pembayaran dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo(Due Date):

Bulan Mei (31 hari – 9 hari)…………..………= 22 hari
Bulan Juni (30 hari – 17)……………………. = 13 hari
Total hari……………………………..……….. = 35 hari

Maka perhitungan bunganya adalah sbb:
Interest = 14/100 x 35/360 x 10.000 = Rp. 136,111 (dibulatkan menjadi Rp. 136).

Dan jurnalnya dicatat sbb:

Cash………………………………10.136

Notes Receivable………………………10.000

Interest Income…………………………… 136

Pengertian dan Pencatatan Notes Receivable(3).

Diskonto Notes Receivable.

diskontoSebuah Notes Receivable dapat digadaikan ke Bank, biasanya disebut sebagai pen-Diskonto-an.

PT. ANN menerima wesel tagih senilai 1.800 berjangka waktu 90 hari , dan berbunga 8% dari PT. PRR, tertanggal 6 April, didiskontokan ke bank pada tanggal 9 Juni dengan bunga 11%.

Nilai nominal wesel tertanggal 6 April…………………………… 1.800
Bunga wesel (90 hari, 8%)………………………………………………. 54
Nilai jatuh tempo wesel per 5 Juli…………………………………. 1.854
Diskon atas nilai jatuh tempo ( 26 hari dari
9 Juni hingga 5 Juli , dengan bunga 11%…………………………… 14,30
Hasil tunai…………………………………………………………………. 1.839,70

Jurnal: 9 Juni

Cash/Kas………………………………… 1.839,70

Notes receivable/Wesel tagih…………………… 1.800
Interest Revenue/Pendapatan bunga…………….. 39,70

Pengertian dan Pencatatan Notes Receivable(4).

Recording Notes Receivable.

NRPada tanggal 4 April PT. NUU melakukan penjualan pada PT GOO dan menerima Wesel Tagih senilai Rp. 1.500 tertanggal 9 April dengan jangka waktu 90 hari dengan tingkat suku bunga 9%.

Maka Jurnal pada tanggal 4 April adalah:

Notes Receivable………………….. 1.500

Sales………………………………………… 1.500

Tetapi pada tanggal jatuh tempo(due date) 3 Juli PT. GOO tidak melakukan pembayaran, maka PT. NUU pada tgl 4 Juli harus membuat jurnal sbb:

Account Receivable………………………. 1.635

Notes Receivable……………………….. 1.500
Interest Income…………………………….. 135

Pembayaran Notes Receivable setelah jatuh tempo.

Mengacu pada transaksi tersebut diatas, PT GOO pada tanggal 10 Juli melakukan pembayaran.
Maka jurnal yg dibuat PT NUU adalah sbb:

Cash……………………………………….. 1.635

Account Receivable………………………. 1.635

Accounting for Uncollectible Account.(Akuntansi untuk Piutang yang tak tertagih)..

Uncollectible Accounts.

bad-debtUntuk menanggulangi piutang tak tertagih, Akuntansi menyediakan 2(dua) metode, yaitu:

  • Allowance Method(Metode Penyisihan), yaitu membuat estimasi jumlah piutang yang tak tertagih sebelum piutang tersebut dihapuskan.

Pada AKHIR PERIODE dibuat DANA CADANGAN untuk memperkirakan besarnya Piutang yang tidak tertagih.

Jurnal untuk mencatat estimasi jumlah piutang tak tertagih, yaitu:

Bad Debts expense/Beban Piutang tak tertagih…………………. 999.999

Allowance for Doubtful Accounts/Penyisihan Piutang Ragu-ragu…………….. 999.999

Jurnal pada saat sebuah Piutang benar-benar tidak tertagih/Piutang dihapuskan:

Allowance for Doubtful Accounts/Penyisihan Piutang Ragu-ragu… 12.300

Account Receivable………………………………………………………………………………. 12.300

Jika Piutang yang sudah dihapus ternyata dibayar oleh pemilik hutang, maka jurnal sbb:

Account Receivable…………………………… 12.300

Allowance for Doubtful Accounts/Penyisihan Piutang Ragu-ragu…………. 12.300

Cash……………………………………………….. 12.300

Account Receivable………………………………………….. 12.300

Apabila pembayaran Piutang yang sudah dihapus dilakukan pada tahun yang berbeda, maka jurnalnya sbb:

Account Receivable/Piutang………………. 12.300

Gain/Profit from Doubtful Accounts……………………… 12.300

Cash………………………………………………. 12.300

Account Receivable…………………………………………… 12.300

  • Direct Write-off Method (Metode penghapusan langsung).
    Metode ini hanya akan mencatat/menjurnal penghapusan piutang pada saat sebuah piutang benar-benar tidak tertagih.

Jurnalnya sebagai berikut:

Bad Debts Expense……………………….. 19.000

Account Receivable…………………………………………. 19.000

Membuat Estimasi Jumlah Piutang tak tertagih

Estimated Uncollectible Accounts.

Jumlah piutang yang disajikan dalam neraca hendaknya menunjukkan jumlah bersih yang diperkirakan dapat direalisir (Net realizable value).

Untuk itu harus dilakukan prediksi terhadap jumlah piutang yang mungkin tidak akan tertagih. Piutang yang tidak tertagih diakui sebagai kerugian piutang.

Untuk menentukan besarnya piutang yang wajar perlu dibentuk cadangan penghapusan piutang (Allowance for Bad Debt)

Ada 3 cara untuk menaksir besarnya cadangan penghapusan piutang:

  • Menggunakan analisis umur piutang (Aging Schedule)
    Semakin lama sebuah piutang melewati waktu jatuh temponya maka semakin besar prosentase tidak tertagihnya.aging-sched-of-AR
  • Taksiran dari jumlah penjualan kredit selama satu periode
    Metode ini mengacu pada pengalaman atau data dari periode sebelumnya.

percentage-of-net-sales

Pengertian Akuntansi Biaya

Pengertian Akuntansi Biaya

Cost-accounting-aAkuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya.

Akuntansi biaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pihak external (pemegang saham atau kreditor) atau pihak internal perusahaan.

Informasi biaya untuk pihak external, biasanya dilaporkan dalam bentuk Laporan Laba/Rugi dan Neraca, yang dalam pelaporannya mengacu pada SAK, sedangkan informasi biaya untuk pihak internal dilaporkan sesuai dengan kebutuhan manajemen. Informasi biaya ini sangat penting bagi pihak manajemen untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan.

Pengertian Akuntansi Biaya Menurut beberapa literatur.

Beberapa Pengertian Akuntansi BiayaAda beberapa pengertian Akuntansi Biaya, antara lain:

  • Mulyadi menyatakan bahwa pengertian akuntansi biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
  • Pengertian akuntansi biaya menurut Matz Usry adalah “Cost accounting sometime call management accounting, should be considered the key managerial partner, furnishing management with the necessary accounting tools to plan and control activities.”
  • Abdul Halim mengemukakan bahwa definisi akuntansi biaya adalah “Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi (atau dijual di pasar) baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan. yang akan dijual.”
  • Selanjutnya menurut R. A. Supriyono dalam bukunya Akuntansi Biaya, bahwa Akuntansi Biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

Cost AccountingSehingga dapat disimpulkan pengertian akuntansi biaya merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses:

  • Pencatatan,
  • Penggolongan dan
  • Penyajian

Transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

Perencanaan dan pengendalian biaya sebagai salah satu tujuan Akuntansi Biaya.

Dukungan Akuntansi BiayaAkuntansi Biaya mendukung Perencanaan dan Pengendalian Biaya.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan, pihak manajemen membuat estimasi pendapatan dan biaya.

Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data historis, akan tetapi pihak manajemen juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan mempengaruhi biaya.

production-planning-and-control-1-728Tahap selanjutnya, pihak manajemen akan memonitor apakah biaya sesungguhnya yang terjadi sesuai dengan perencanaan biaya. Jika terjadi penyimpangan (ada selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya), maka pihak manajemen akan menganalisis penyebab terjadinya selisih, serta mempertimbangkan tindakan koreksi yang memang perlu dilakukan.