Pengertian Akuntansi Biaya

Pengertian Akuntansi Biaya

Cost-accounting-aAkuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya.

Akuntansi biaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pihak external (pemegang saham atau kreditor) atau pihak internal perusahaan.

Informasi biaya untuk pihak external, biasanya dilaporkan dalam bentuk Laporan Laba/Rugi dan Neraca, yang dalam pelaporannya mengacu pada SAK, sedangkan informasi biaya untuk pihak internal dilaporkan sesuai dengan kebutuhan manajemen. Informasi biaya ini sangat penting bagi pihak manajemen untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan.

10 thoughts on “Pengertian Akuntansi Biaya

  1. 2013-12-319_ELIZABETH TANJUNG
    Berdasarkan dari beberapa literatur yang telah saya baca, saya dapat menangkap beberapa point, bahwa:

    Akuntansi Biaya merupakan suatu data transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya, (terutama biaya-biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi), yang diolah oleh para Akuntan menjadi suatu informasi bagi para penggunanya, sehingga dari informasi itulah dapat dijadikan sebagai alat management untuk membantu perusahaan melakukan pengaturan dalam melaksanakan berbagai pertimbangan, perencanaan (Akan bagaimanakah kita kedepannya untuk produksi perusahaan), dan pengawasan terhadap kegiatan produksi.

    Caranya bagaimana?
    Dengan menyajikan informasi mengenai biaya dalam bentuk Laporan Biaya yang menentukan Harga Pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses, Yaitu:

    Pertama, kita melakukan proses Pencatatan terlebih dahulu atas biaya-biaya yang ada.
    Kedua, kita menggolongkan, akan masuk pada biaya manakah suatu transaksi yang terjadi, (Penggolongan)
    Ketiga, Peringkasan, kita meringkas data-data yang sudah ada.

  2. 201312337_Patricia Riani

    Menurut beberapa artikel yang saya baca , Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis untuk menentukan harga pokok suatu produk serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya di suatu perusahaan.

    Informasi biaya yang tercantum dalam laporan biaya terdiri dari tiga bagian pokok:
    1. Data Produksi, pada bagian ini melaporkan mengenai perincian jumlah produk yang masuk proses, jumlah produk selesai dan jumlah produk dalam proses awal dan akhir dari suatu periode.
    2. Biaya yang dibebankan, pada bagian ini melaporkan mengenai perincian pembebanan biaya persatuan produk yang meliputi biaya bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.
    3. Perhitungan harga pokok, pada bagian ini melaporkan mengenai harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke departemen produksi selanjutnya atau ke gudang produk selesai.

    Akuntansi biaya dapat diartikan sebagai alat yang penting karena dapat membantu manajamen dalam mengambil keputusan ,melakukan pertimbangan , perencanaan, pengawasan serta sebagai penilaian terhadap kegiatan perusahaan.

  3. Lonica Yossi Maeseya 2013_12_318
    Menurut beberapa pengertian yang telah saya baca, pengertian dari Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barangatau jasa. Sesuai dengan namanya akuntansi biaya berarti berhubungan dengan biaya – biaya yang ada dalam suatu perusahaan dalam hal ini, biasanya akuntansi biaya digunakan di pabrik di Jakarta. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.
    Karena berbicara mengenai biaya maka secara umum, akuntansi biaya memiliki lima fungsi utama. Fungsi-fungsi akuntansi biaya tersebut terangkum dalam poin-poin berikut:
    1.Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk
    2.Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya
    3.Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban
    4.Memberikan data dalami proses penyusunan anggaran
    5.Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian manajemen
    Pentingnya fungsi dari akuntansi biaya diatas, maka akuntansi biaya tentunya menjadi pengetahuan yang harus dikuasai oleh pihak manajemen. Mengingat tugas manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya. Informasi biaya tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk laporan biaya.
    Manfaat akuntansi biaya itu sendiri adalah sebagai perencanaan mengenai biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk, serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

    Terimkasih

  4. Friska 201312314

    Menurut beberapa pengertian yang telah saya baca, pengertian dari Akuntansi biaya adalah merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses pencatatan, penggolongan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

    Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu
    informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu
    untuk :

    1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi
    atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan
    selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan
    akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan
    dimasa yang akan datang.

    2. Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat
    membantu dalam :
    (a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun
    barang dalam proses,
    (b) penetapan harga jual terutama harga jual yang
    didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual
    berdasarkan harga pokok,
    (c) penetapan laba.

    3. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen
    Klasifikasi Biaya
    Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan
    untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas
    disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggolongkan biaya diantaranya :

    1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
    a. Factory Cost (Biaya Produksi)
    1. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)
    2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
    3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)

    b. Commercial Expense (Operating Expense)
    1. Marketing and Selling Expense
    2. General & Administration Expense

    2. Berdasarkan Periode Akuntansi
    a. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi
    manfaat pada beberapa periode akuntansi. Jenis pengeluaran ini
    dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran
    dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi
    manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan
    pengeluaran ini sifatnya tidak rutin.
    b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan
    memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi.
    Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan
    dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue
    expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode
    terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya
    pengeluaran ini sifatnya rutin.

    3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya
    a. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung
    dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka
    waktu tertentu.
    b. Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat
    dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu.

    4. Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya
    a. Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik
    yang eksplisit dengan output.
    b. Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed
    cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat
    dengan output.
    c. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi
    dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi
    dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi.

    5. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya
    a. Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan
    volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah
    berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.
    b. Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel.
    c. Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai
    dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak
    sebanding/proporsional.

    6. Berdasarkan Objek yang dibiayainya
    a. Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi
    kepada objek atau pusat biaya tertentu.
    b. Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang
    manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.

  5. RIEZKI KASANOVA ( 2013 -12 – 327 )
    Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.
    Pengertian Biaya Produksi
    Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Sedangkan dalam arti sempit, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.
    Biaya produksi adalah biaya-biaya yang yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost).
    Biaya Bahan Baku
    Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi dan yang dapat dimasukkan langsung dalam kalkulasi biaya produk. Contoh bahan baku langsung adalah kayu untuk pembuatan meubel dan tanah liat untuk pembuatan genteng. Pertimbangan utama dalam mengelompokkan bahan ke dalam bahan baku langsung adalah kemudahan penelusuran proses pengubahan bahan tersebut sampai menjadi barang jadi. Sebagai contoh, paku untuk membuat peralatan meubel merupakan bagian dari barang jadi, namun agar perhitungan biaya meubel tersebut bisa dilakukan secara cepat, bahan ini dapat diklasifikasikan sebagai bahan baku tidak langsung.
    Biaya Tenaga Kerja
    Biaya tenaga kerja langsung adalah karyawan atau karyawati yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi. Biaya untuk ini meliputi gaji para karyawan yang dapat dibebankan kepada produk tertentu.
    Biaya Overhead Pabrik
    Biaya overhead pabrik disebut juga biaya produk tidak langsung, yaitu kumpulan dari semua biaya untuk membuat suatu produk selain biaya bahan baku langsung dan tidak langsung.
    Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, pekerja tidak langsung, dan bahan pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung ke pekerjaan produk atau tujuan akhir biaya.
    Biaya overhead pabrik (FOH) terdiri dari biaya FOH tetap dan biaya FOH variabel. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu, biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Ada juga yang dinamakan biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
    Penghitungan Harga Pokok Produksi
    Di dalam akuntansi biaya yang konvensional komponen-komponen harga pokok produk terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variable. Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen. Oleh karena itu timbul konsep lain yang tidak diperhitungkan semua biaya produksi sebagai komponen harga pokok produk. Jadi di dalam akuntansi biaya, dimana perusahaan industri sebagai modal utamanya, terdapat dua metode perhitungan harga pokok yaitu Full/Absortion/Conventional Costing dan Variable/Marginal/Direct Costing. Perbedaan pokok diantara kedua metode tersebut adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap. Adanya perbedaan perlakuan terhadap FOH Tetap ini akan mempunyai pengaruh terhadap perhitungan harga pokok produk dan penyajian laporan rugi-laba.
    Metode Full Costing
    Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produk dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Di dalam metode full costing, biaya overhead pabrik yang bersifat variabel maupun tetap dibebankan kepada produk yang dihasilkan atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya. Oleh karena itu biaya overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk selesai yang belum dijual, dan baru dianggap sebagai biaya (elemen harga pokok penjualan) apabila produk selesai tersebut tidak dijual.
    Menurut metode full costing, karena produk yang dihasilkan ternyata menyerap jasa FOH Tetap walaupun tidak secara langsung, maka wajar apabila biaya tadi dimasukkan sebagai komponen pembentuk produk tersebut.
    Metode Variable Costing
    Variable Costing adalah metode penentuan harga pokok yang hanya memasukkan komponen biaya produksi yang bersifat variabel sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.
    Variable costing beranggapan bahwa FOH Tetap tadi tidak secara langsung membentuk produk, maka tidak relevan kalau dimasukkan sebagai komponen harga pokok. Sebaiknya FOH Tetap dimasukkan dalam kelompok period cost (biaya periode).

  6. Rangkuman yang saya dapat setelah membaca artikel adalah :

    Akuntansi Biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa . Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Sedangkan penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Akuntansi biaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pihak external (pemegang saham atau kreditor) atau pihak internal perusahaan. sedangkan informasi biaya utuk pihak internal dilaporkan sesuai dengan kebutuhan manajemen. Informasi biaya ini sangat penting bagi pihak manajemen untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan.

  7. Nicopal
    2013-12-352
    Akuntansi biaya merupakan bagian dari dua tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. kedua tipe akuntansi itu merupakan sistem pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan.
    Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah Biaya.
    Akuntansi biaya menghasilkan informasi biaya untuk memenuhi berbagai macam tujuan. Untuk tujuan penentuan kos produksi, pengendalian biaya, pengambil keputusan khusus.
    Biaya merupakan objek yang diproses oleh akuntansi biaya. Tidak semua pengorbanan sumber ekonomi disebut dengan biaya, istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan pengorbanan sumber ekonomi baik yang sudah terjadi maupun yang secara potensial akan terjadi adalah kos dan rugi.

    Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>