Membuat Estimasi Jumlah Piutang tak tertagih

Estimated Uncollectible Accounts.

Jumlah piutang yang disajikan dalam neraca hendaknya menunjukkan jumlah bersih yang diperkirakan dapat direalisir (Net realizable value).

Untuk itu harus dilakukan prediksi terhadap jumlah piutang yang mungkin tidak akan tertagih. Piutang yang tidak tertagih diakui sebagai kerugian piutang.

Untuk menentukan besarnya piutang yang wajar perlu dibentuk cadangan penghapusan piutang (Allowance for Bad Debt)

Ada 3 cara untuk menaksir besarnya cadangan penghapusan piutang:

  • Menggunakan analisis umur piutang (Aging Schedule)
    Semakin lama sebuah piutang melewati waktu jatuh temponya maka semakin besar prosentase tidak tertagihnya.aging-sched-of-AR
  • Taksiran dari jumlah penjualan kredit selama satu periode
    Metode ini mengacu pada pengalaman atau data dari periode sebelumnya.

percentage-of-net-sales

17 thoughts on “Membuat Estimasi Jumlah Piutang tak tertagih

  1. Fungsi dari prediksi piutang yang tak tertagih adalah untuk meminimalisir kemungkinan kerugian perusahaan yang akan terjadi di masa mendatang, jikalau ada beberapa piutang yang tidak dapat melunasi dikarenakan beberapa alasan yang memungkinkan hal tersebut terjadi. jadi perusahaan melakukan penghitungan sesuai realita transaksi dari beberapa waktu lampau , berapa prediksi perkiraan pengurangan piutang yang tidak akan tertagih.

  2. Ya memang benar apa yang dijelaskan diatas, sebaiknya kita sudah bisa memprediksikan berapa jumlah piutang yang tidak dapat ditagih dan dimasukkan kedalam cadangan dengan mengurangi harga penjualannya sebagai cadangan.

  3. Menyetujui artikel diatas jika piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memprediksi jumlah piutang yang tak tertagih, membentuk cadangan penghapusan piutang dan cara yang terakhir yaitu menghapus piutang.

  4. Nama : dinah yuningsih
    NIM : 2014-11-138
    sesi :01
    penjelasan diatas sudah jelas jadi tidak semua piutang dapat kita terima, artinya ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang debitur tidak dapat membayar utang nya misal : perusahan tersebut mengalami kebangkrutan, terkena musibah dll. maka dengan adanya faktor-faktor tersebut kita harus dapat mengestimasi/memperkirakan berapa kira-kira jumlah piutang yang tidak tertagih . atau kita dapat menghapus piutang tersebut pada saat debitur tidak dapat membayar.

  5. Harus adanya melakukan prediksi terhadap jumlah piutang yang mungkin tidak tertagih, serta membentuk cadangan penghapusan piutang dan memang akan menyebabkan kerugian.

  6. nama : Pratiwi maya dewi
    NIM : 201411135
    sesi : 01
    Piutang adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Pada sebagian besar entitas bisnis, hal ini biasanya dilakukan dengan membuat tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan dibayar dalam suatu tenggat waktu yang disebut termin kredit atau pembayaran.

    Piutang juga disajikan dalam keuangan negara sejak penerapan sistem akuntansi berbasis akrual pada pelaporan keuangan negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Definisi “Piutang Negara” diketahui terdapat dalam ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Undang-Undang Nomor 49 Prp. Tahun 1960 tentang Panitya Urusan Piutang Negara yang hingga saat ini (November 2012 masih berlaku). Selanjutnya, setelah Republik Indonesia menganut otonomi daerah, “Piutang Negara” memperoleh definisi yang berbeda dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dengan perspektif pelaksanaan otonomi daerah.

  7. Piutang yang disajikan dalam laporan keuangan merupakan piutang bersih yang diperkirakan bisa direalisasi atau bisa ditagih. Oleh karena itu harus ada prediksi terhadap jumlah piutang yang tidak tertagih. Dan piutang yang tidak tertagih itu diakui sebagai kerugian piutang. Untuk menentukan besarnya piutang yang wajar perlu dibentuk cadangan penghapusan piutang ( Allowance for bad debt).
    Menurut Budi Prijanto, SE., MMSI, ada 3 cara menaksir besarnya cadangan penghapusan piutang yaitu :
    -menggunakan analisis umur piutang (aging schedule).
    -taksiran dari jumlah penjualan kredit selama satu periode.
    -taksiran dari saldo akhir piutang di neraca.

  8. Menurut pendapat saya, ada kemungkinan piutang tidak dapat tertagih karena beberapa alasan sehingga harus melakukan perkiraan jumlah pitang yang tidak dapat tertagih tersebut yang merupakan sebagai kerugian piutang.

  9. Artikel diatas sudah dijelaskan bahwa memprediksi piutang tak tertagih adalah resiko piutang yang tidak dapat terbayarkan oleh debitur perusahaan karena berbagai alasan yang memungkinkan terjadi, misalnya bangkrut, force major, karakteristik pelanggan, dan lain-lain. Maka semakin banyak piutang dagang yang diberikan maka semakin banyak pula jumlah piutang yang tidak terbayar.

  10. seperti apa yang sudah dijelaskan diatas, saya setuju sebaiknya kita dapat memprediksikan berapa jumlah piutang yang tidak dapat ditagih dan dimasukkan kedalam cadangan dengan mengurangi harga penjualannya sebagai jumlah cadangan.

  11. dari artikel diatas sudah dijelaskan jika piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan memprediksikan jumlah piutang yang tak tertagih lalu membentuk cadangan penghapusan piutang dan yang terakhir yaitu menghapus piutang.

  12. Penjelasan diatas tidak semua piutang dapat kita terima, artinya ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang tidak dapat membayar hutangnya, misalnya : perusahan tersebut mengalami kebangkrutan, terkena musibah dll. maka dengan adanya Faktor-faktor tersebut kita harus memperkirakan berapa kira-kira jumlah piutang yang tidak tertagih .

  13. Ya sangat setuju bahwa prediksi terhadap jumlah piutang yang mungkin tidak tertagih itu harus dilakukan.karena piutang yang tak tertagih ini sebagai kerugian piutang.
    Maka cadangan penghapusan piutang perlu dibentuk untuk menentukan besarnya piutang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>