Jenis-jenis persediaan

Menurut Iman Santoso (2006;143) berbagai jenis persediaan dalam material (cost) perusahaan dagang maupun industri dapat dikelompokkan sebagai berikut :inventory

  1. Persediaan bahan baku (raw material)
    yaitu bahan baku yang akan diproses lebih lanjut dalam proses produksi.
  2. Persediaan barang dalam proses (work in process/good in process)
    yaitu bahan baku yang sedang diproses dimana nilainya merupakan akumulasi biaya bahan baku (raw material cost),biaya tenaga kerja (direct labor cost), dan biaya overhead (factory overhead cost).
  3. Persediaan barang jadi (finished goods)
    yaitu barang jadi yang berasal dari barang yang telah selesai diproses telah siap untuk dijual sesuai dengan tujuannya.
  4. Persediaan bahan pembantu (factory/manufacturing supplies)
    yaitu bahan pembantu yang dibutuhkan dalam proses produksi namun tidak secara langsung dapat dilihat secara fisik pada produk yang dihasilkan.
  5. Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)
    yaitu barang yang langsung diperdagangkan tanpa mengalami proses lanjutan.

Dari ulasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan yang dimiliki oleh perusahaan berbeda-beda tergantung pada sifat dan jenis, yaitu persediaan barang dagangan pada perusahaan dagang. Sedangkan bagi perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi, dan persediaan bahan pembantu.

8 thoughts on “Jenis-jenis persediaan

  1. Sama seperti yang diuraikan pada artikel diatas bahwa jenis-jenis persediaan ada 5, yaitu:
    1. Persediaan bahan mentah (raw material) yaitu persediaan barang-barang berwujud, seperti besi, kayu, serta komponen-komponen lain yang dugunakan dalam proses produksi.
    2. Persediaan bagian produk atau komponen-komponen rakitan (purchased parts/components), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahan lain yang secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
    3. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian atau komponen barang jadi.
    4. Persediaan barang dalam proses (work in process), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
    5. Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap dijual atau dikirim kepada pelanggan.

  2. Sama halnya dengan yg diatas, bahwa jenis persediaan itu meliputi:
    1. persediaan bahanbaku, untuk menyatakan barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi.
    2.persediaan produk dalam proses, meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual.
    3.persediaan produk jadi, meliputi semua barang yang diselesaikan dari proses produksi dan siap untuk dijual. Seperti halnya produk dalam proses, produk jadi pada umumnya dinilai sebesar jumlah harga pokok bahanbaku.
    4.persediaan bahan penolong, meliputi semua barang-barang yang dimiliki untuk keperluan produksi, akan tetapi tidak merupakan bahan baku yang membentuk produk jadi, yang termasuk dalam kelompok persediaan ini antara lain minyak pelumas untuk mesin-mesin pabrik.
    5.lain-lain persediaan, misalnya supplier kantor, alat-alat pembungkus sperti halnya pada perusahaan dagang.

  3. Benda yang telah terlihat kita bahwasanya tidak semerta-merta tidak langsung jadi seperti yg kitalihat. Benda-benda tersebut memiliki proses dari barang mentah menjadi barang siap pakai. Ada beberapa barang dibedakan dari prosenya :

    1. Persediaan bahan mentah berwujud, seperti besi, kayu, serta komponen-komponen lain yang dugunakan dalam proses produksi

    .2. Persediaan bagian produk atau komponen – komponen rakitan yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen dari perusahaan lain

    3. Persediaan bahan pembantu atau penolong yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian atau komponen barang jadi

    .4. Persediaan barang dalam proses , yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.

    5. Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap dijual atau dikirim kepada pelanggan.

  4. Putri Wulandari (2014-11-033)

    sesuai dengan uraian di atas, jenis-jenis persediaan :
    1. persediaan bahan baku, yaitu barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi. 2. persediaan produk dalam proses, meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual.
    3. persediaan produk jadi, meliputi semua barang yang diselesaikan dari proses produksi dan siap untuk dijual.
    4. persediaan bahan penolong, meliputi semua barang-barang yang dimiliki untuk keperluan produksi, akan tetapi tidak merupakan bahanbakuyang membentuk produk jadi.
    5. persediaan barang dagangan, yaitu barang yang langsung diperdagangkan tanpa mengalami proses lanjutan.

  5. Jadi yang tertera dari artikel diatas bahwa persediaan yang dimiliki oleh perusahaan berbeda-beda tergantung pada sifat dan jenis, yaitu persediaan barang dagangan pada perusahaan dagang. Sedangkan bagi perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan bahan baku (raw material), persediaan barang dalam proses (work in process/good in process), persediaan barang jadi (finished goods), dan persediaan bahan pembantu (factory/manufacturing supplies).

  6. Jenis persediaan barang dagang maupun industri dapat dikelompokkan :
    1. Persediaan bahan baku / mentah, maksudnya bahan yang harus dikembangkan dan akan menjadi barang jadi
    2. Persediaan bahan dalam proses, yaitu persediaan yang belum selesai masih dalam proses dan belum menjadi barang jadi yang siap dijual
    3. Persediaan barang jadi, yaitu barang yang sudah siap dijual yang melalui proses
    4. Persediaan bahan pembantu, yaitu bahan pembantu yang dibutuhkan dalam proses pembuatan produksi tersebut
    5. Persediaan barang dagang, yaitu barang yang langsung dapan diperdagangkan tanpa melalui proses selanjutnya

  7. Sama seperti apa yang telah dijelaskan pada artikel di atas, bahwa jenis-jenis persediaan dalam material perusahaan dagang maupun industri dapat disebutkan sebagai berikut : Persediaan bahan baku (raw material), Persediaan barang dalam proses (work in process/good in process), Persediaan barang jadi (finished goods), Persediaan bahan pembantu (factory/manufacturing supplies), dan Persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Pada dasarnya bahwa persediaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan pasti akan berbeda-beda tergantung pada sifat dan jenisnya.

  8. Secara garis besar, persediaan dapat dikelompakkan/digolongkan sebagai berikut:
    1. Bahan Baku adalah barang-barang yang dibeli untuk digunakan dalam proses produksi. Sebagian bahan baku diambil langsung dari sumber aslinya.
    2. Barang Dalam Proses terdiri dari bahan-bahan yang telah diposes namun masih membutuhkan pengerjaan lebih lanjut sebelum dapat dijual.
    3. Barang Setengah Jadi adalah barang yang masih memerlukan proses produksi untuk dijadikan bahan siap pakai atau bahan jadi. Contoh barang setengah jadi, antara lain benang untuk membuat kain, kain untuk membentuk pakaian, kulit untuk membuat tas, dan sebagainya.
    4. Barang Produksi atau Barang Manufaktur adalah barang yang telah diproses dengan suatu cara. Barang jenis ini adalah lawan dari bahan mentah, dan dapat terdiri dari barang setengah jadi ataupun barang jadi.
    5. Bahan Penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi danditambahkan kedalam proses pembuatan produk yang mana komponennya tidak tidak terdapat pada produk akhir.
    6. Barang Jadi adalah barang yang selesai diproduksi dan menunggu untuk dijual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>