Pencatatan Persediaan.

Perbedaan Metode Pencatatan Persediaan Perpetual Dengan Metode Pencatatan Persediaan Fisik Menurut Syafi’I Syakur Ahmad (2009;129) menyatakan perbedaan dari metode pencatatan persediaan perpetual dengan metode pencatatan persediaan fisik, adalah sebagai berikut :periodic-inventory-vs-perpetual-inventory-1-638

  1. Metode Perpetual
    1. Tidak terdapat perkiraan pembelian retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian.
    2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan persediaan barang dagang.
    3. Setiap terjadi penjualan harus diikuti adanya pencatatan harga pokok penjualan.
    4. Lebih sesuai digunakan pada grosir, agen khusus atau distributor dengan sedikit macam barang yang diperdagangkan dan mudah untuk menentukan besarnya harga pokok penjualan setiap terjadi penjualan secara tepat.
  2. Metode Periodik / Fisik
    1. Terdapat perkiraan pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian.
    2. Transaksi pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan biaya angkut pembelian dicatat dalam perkiraan masing-masing.
    3. Setiap terjadi penjualan tidak perlu dilakukan pencatatan harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan dihitung pada akhir periode secara agregat.
    4. Lebih sesuai digunakan pada perusahaan eceran/retail yang mempunyai banyak macam persediaan barang dagangan dan sulit untuk ditentukan harga pokok setiap terjadi penjualan.

Sedangkan perbedaan jurnal pencatatan persediaan menurut metode persediaan perpetual dengan metode fisik, menurut Syafi’I Syakur Ahmad (2009;130) adalah sebagai berikut :

Metode Perpetual

Transaksi Pembelian

Secara Tunai :

Dr……………………………. Persediaan (Inventory)
Cr……………………………………… Kas (Cash)

Secara Kredit :
Dr…………………………… Persediaan (Inventory)
Cr…………………………………….. Hutang Dagang (Account Payable)

Transaksi Retur Pembelian.

Secara Tunai:

Dr……………………………. Kas(Cash)
Cr……………………………………… Persediaan (Inventory)

Secara Kredit :
Dr…………………………… Hutang Dagang (Account Payable)
Cr…………………………………….. Persediaan (Inventory)

Transaksi Penjualan.

Secara Tunai :
Dr………………………….. Kas (Cash)
Cr……………………………………. Penjualan (Sales)

Dr……………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
Cr…………………………………. Persediaan (Inventory)

Secara Kredit :
Dr…………………………. Piutang Dagang (Account Receiveable)
Cr…………………………………… Penjualan (Sales)

Dr……………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
Cr…………………………………. Persediaan (Inventory)

Transaksi Retur Penjualan

Secara Tunai :
Dr………………………… Retur Penjualan
Cr. ……………………………….. Kas (Cash)

Dr……………………….. Persediaan (Inventory)
Cr…………………………………. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

Secara Kredit :

Dr………………………… Retur Penjualan
Cr………………………………… Piutang Dagang (Account Receivable)

Dr………………………. Persediaan (Inventory)
Cr……………………………….. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

contoh-jurnal-perpetual-periodik
Metode Periodic

Transaksi Pembelian

Secara Tunai :
Dr……………………..Pembelian(Purchases)
Cr………………………………. Kas (Cash)

Secara Kredit :
Dr…………………… Pembelian (Purchases)
Cr…………………………….. Hutang Dagang (Account Payable)

Transaksi Retur Pembelian

Secara Tunai :
Dr………………….. Kas (Cash)
Cr……………………………. Retur Pembelian (Purchases Return)

Secara Kredit :
Dr………………… Hutang Dagang (Account Payable)
Cr……………………………. Retur Pembelian (Purchases Return)

Transaksi Penjualan

Secara Tunai :
Dr………………. Kas (Cash)
Cr…………………………. . Penjualan (Sales)

Secara Kredit :
Dr…………….. Piutang Dagang (Account Receivable)
Cr……………………………. Penjualan (Sales)

29 thoughts on “Pencatatan Persediaan.

  1. Metode Pencatatan Persediaan

    Dalam sebuah perusahaan, persediaan akan mempengaruhi neraca maupun laporan laba rugi. Dalam neraca perusahaan dagang, persediaan pada umumnya merupakan nilai yang paling signifikan dalam aset lancar. Dalam laporan laba rugi, persediaan bersifat penting dalam menentukan hasil operasi perusahaan dalam periode tertentu. Metode pencatatan persediaan pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu metode periodik (sistem fisik) dan metode perpetual.

    A. Metode Fisik (sistem periodik)
    Selama ini, metode pencatatan yang dipelajari untuk persediaan barang dagang, dapat di ikhtisarkan sebagai berikut :
    Disediakan satu akun yang disebut Persediaan Barang Dagang dalam buku besar perusahaan. Akun ini digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode. Persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode itu sendiri ditentukan dengan jalan melakukan perhitungan fisik terhadapnya. Pencatatan untuk persediaan awal dan akhir dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian. Akun lawan untuk jurnal penyesuaian persediaan adalah Ikhtisar Laba Rugi.
    Disediakan satu set akun yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang serta transaksi-transaksi lain yang berhubungan dengannya. Misalnya, transpor pembelian, potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Saldo dari set akun ini bila digabungkan akan merupakan pembelian bersih.

    B. Metode saldo permanen (perpetual method)
    Dalam sistem saldo permanen tidak disediakan akun pembelian dan akun-akun lain yang berhubungan dengannya. Pembelian barang dagang langsung dicatat ke akun persediaan. Harga pokok penjualan tidak dihitung secara periodik, tetapi dihitung dan dicatat setiap kali terjadi transaksi. Untuk ini, dibuat satu akun tersendiri yaitu: Harga pokok penjualan. Akun persediaan barang dagang dalam metode saldo permanen digunakan untuk mencatat persediaan yang ada di awal periode, pembelian yang dilakukan selama periode,penjualan yang dilakukan semala periode dan persediaan yang ada di akhir periode.

  2. Dalam penjurnalan Metode Perpetual dan Periodik punya perbedaan khas, metode Perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan. Sedangkan metode Periodik tidak mencatat HPP saat transaksi penjualan.

    Masing-masing memiliki keunggulan, dengan Perpetual kita bisa mengatahui posisi nilai persediaan kapan saja, karena selalu di bukukan/dijurnal setiap ada aktivitas keluar masuk. Sedangkan untuk Periodik, pencatatan hanya dilakukan saat pembelian, pencatatan HPP dilakukan nanti di akhir periode yang ditentukan (bulanan, triwulan, semester atau tahunan) perusahaan, sehingga lebih cepat dan ringkas dalam membukukan Penjualan.

  3. Ada dua macam metode dalam pencatatan persediaan, yaitu metode perpeutal dan metode periodik. Dalam metode perpetual catatan persediaan barang dibuat secara kontinue, dan setiap jenis harga dibuat tersendiri dalam buku besar pembantu, sehingga akun persediaan akan menunjukkan harga pokok dari persediaan yang tersedia dalam gudang. Sedangkan metode periodik untuk penjualan barang tidak dibuatkan jurnal HPP di bagian akuntansi. Pada akhir tahun, persediaan yang ada digudang penyimpanan dihitung jumlah kuantitasnya dan ditentukan harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama satu periode) dikurangi persediaan akhir pada periode tersebut. Kemudian dibuat jurnal penyesuaian. Jurnal pertama mendebet akun Ikhtisar L/R, dan mengkredit akun Persediaan Barang Dagangan Awal. Jurnal yang kedua didasarkan atas inventarisasi fisik barang pada akhir tahun, yaitu mendebet akun Persediaan Barang Dagangan Akhir dan mengkredit akun Ikhtisar L/R.

  4. seperti yang tertera diatas, bahwa ada dua macam metode pencatatan persediaan yaitu metode perpeutal dan metode periodik.

    Sistem pencatatan metode perpetual disebut juga metode buku adalah sistem dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. Sementara metode periodik dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk melakukan pembukuannya.

    Dalam penjurnalan Metode Perpetual dan Periodik punya perbedaan khas, metode Perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan. Sedangkan metode Periodik tidak mencatat HPP saat transaksi penjualan.

    Masing-masing memiliki keunggulan, dengan Perpetual kita bisa mengatahui posisi nilai persediaan kapan saja, karena selalu di bukukan/dijurnal setiap ada aktivitas keluar masuk. Sedangkan untuk Periodik, pencatatan hanya dilakukan saat pembelian, pencatatan HPP dilakukan nanti di akhir periode yang ditentukan (bulanan, triwulan, semester atau tahunan) perusahan, sehingga lebih cepat dan ringkas dalam membukukan Penjualan.

  5. hay, saya mau nanya nih, di metode perpetual transaksi secara kredit kenapa hutang dagang pada penjualan? bukankah di metode perpetual atau periodik jika ada transaksi penjualan itu akunnya tetap piutang? terimakasih

    • Terima kasih atas koreksinya, yahhh begitulah tak ada gading yg tak retak, dalam proses penulisannya ada yg belum di-edit, sekarang sudah diperbaiki.

  6. Terima kasih atas postingannya, Pak Darmansyah. Sangat membantu sekali buat saya yang masih awam dan sedang belajar akuntansi.

  7. pak saya mau tanya, untuk jurnal pada saat potongan penjualan dan biaya angkut penjualan dengan metode prepetual. kenapa tidak menggunakan akun persedian barang dagang dan tidak ada perhitungan harga pokok penjualannya…
    terimakasih…

  8. mau nanya nih mas…cost kan merupakan aset saat pertama kali di catat, nah itu tuh maksudnya seperti apa mohon penjelasannya.
    terimakasih :)

  9. Pak, saya mau tanya
    Apakah pencatatan Persediaan pada Neraca merupakan Jumlah keseluruhan dari persediaan? (Hasil jumlah persediaan awal dan akhir dari Januari-Desember)

    Atau hanya nilai dari Persediaan tersebut pada saat itu. (Persediaan awalnya yaitu niai dari persediaan barang pada bln Januari, sedangkan Persediaan akhirnya yaitu nilai dari persediaan barang pada bln Desember)

    Mohon bimbingannya. Terimakasih

  10. Salam pak..saya mau nanya nih..
    Diakhir taon 2015 sy belanja barang nih..dan dan sdh dibayar lunas juga pada tahun itu..tapi pada akhir tahun saya gak sempet nyata ke stok opname 2015..sampai sdh disusun lap keuangannya..dan barang tsb gak masuk dlam persediaan di 2015..jadi bagaimana saya laporkan kondisi tsb..trus jika saya masukkan ke persediaan di thn 2016 bagaimana nanti pencatatan transaksinya..sebelumnya terima kasih

  11. pakk mau tanya dong.. misalnya didalam metode perpetual terjadi kesalahan saat pencatatan harga pokok penjualan , apa yang harus kita lakukan pakk ?? tolong dijawabb yaa

  12. Pa saya mau tanya, untuk Metode perpetual hpp perusahaan manufaktur, kan di jurnal umum ada hpp terus apa kita harus posting ke buku besar lalu neraca? Atau ga usah? Dibuat ajp ga ya ? Dan harus balance ga hpp yg kita jurnal sama laporan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur. maaf belibet pertanyaannya

  13. Saya ingin bertanya.. Pada metode perpetual, jika ada transaksi penjualan secara kredit, dan biaya pengiriman barang FOB shipping point (ditanggung oleh pembeli) tetapi dibayar terlebih dahulu oleh penjual yang nantinya akan diganti oleh pembeli berbarengan dengan pembayaran piutangnya.
    Maka, bagaimana transaksi tersebut akan dicatat? Sebagai piutang atau sebagai biaya pengiriman barang atau sebagai persediaan barang dagang? Terima kasih.

  14. Kak saya mau tanya tentang informasi pembelian dan penjualan barang dagang dlm sistem pencatatan periodik dan perpectual?
    Terus klo dilihat dari perbedaannya gimana?trus tolong kasih contonnya dan cara menjabarkan nya
    Terimakasi

  15. Pak, saya mau nanya. saya pernah baca, “dalam laporan laba/ rugi nilai persediaan mempengaruhi harga pokok penjualan”. Bisakah bapak menjelaskan mengapa nilai persediaan mempengaruhi harga pokok penjualan ?

  16. pak saya mau tanya mslah persediaan obat jadi, stok akhir 2015 kn jd stok awal 2016
    Trus klo ada kenaikan hrg..
    Klo aku pengalinya hrg br..kn angkanya jd beda dr stok 2015nya..
    cara membuat stock opname nya gmn ya pak???

    • Gunakan metoda FIFO atau LIFO dan stock barang itu dicatat berdasarkan historical costnya(harga belinya bukan harga pasar saat ini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>