Penggolongan Persediaan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2011;14.7)
menyatakan bahwa : Persediaan meliputi barang yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali, misalnya barang dagangan yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga mencakupi barang jadi yang diproduksi, oleh entitas serta termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi. Bagi perusahaan jasa, persediaan meliputi biaya jasa seperti diuraikan dalam paragrap 18, di mana entitas belum mengakui pendapatan yang terkait (lihat PSAK 23): pendapatan.

Penggolongan persediaan tergantung pada karakteristik perusahaan itu sendiri, yaitu apakah perusahaan dagang atau industri. Bagi perusahaan dagang yang usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang-barang, persediaannya meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dan siap untuk dijual kembali kepada pelanggan. Dengan kata lain perusahaan membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali. Persediaan dalam perusahaan dagang dan pedagang eceran (retailer) disebut persediaan barang dagangan (merchandise inventory) sedangkan dalam perusahaan industri (manufacture) , persediaan terdiri dari :14.7-inventory-manufacturing-stages

  1. Persediaan Bahan Baku atau Mentah (Raw Material)
    Bahan baku merupakan barang-barang yang di peroleh dalam keadaan yang harus dikembangkan yang akan menjadi bagian utama dari barang jadi. Jika membuat sepeda, salah satu bahan mentah adalah pipa baja. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dikelompokkan menjadi bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung (bahan penolong).

    1. Bahan Baku Langsung (Direct Material)
      adalah semua bahan baku yang merupakan bagian dari barang jadi yang dihasilkan.
    2. Bahan baku tidak langsung (Indirect Material) atau bahan penolong
      adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang yang dihasilkan.
  2. Persediaan Bahan Dalam Proses (Work In Process)
    Persediaan bahan dalam proses adalah persediaan barang-barang yang belum selesai dikerjakan dalam proses produksi sehingga belum menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Adapun unsur-unsur biaya yang terkandung didalam persediaan ini meliputi :

    1. Biaya Bahan Langsung (Direct Material)
      Biaya bahan yang secara langsung dikaitkan dengan barang-barang dalam produksi.
    2. Biaya Upah Langsung (Direct Labour)
      Seluruh biaya karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi sampai menjadi produk jadi yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk dan upahnya merupakan bagian yang besar dalam memproduksi produk.
    3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Expense)
      Terdiri dari seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang-barang, selain bahan langsung dan upah langsung, biaya-biaya yang termasuk biaya overhead pabrik ini antara lain :

      1. Bahan Penolong
      2. Upah Tidak Langsung
      3. Biaya Penyusutan Pabrik, Mesin atau Peralatan Pabrik (Depresiasi)
      4. Pemeliharaan (Maintanance)
      5. Perbaiakan (Reparation)
      6. Pajak Kekayaan (Property taxes)
      7. Biaya asuransi (Insurance expense)
      8. Biaya penerangan, pemanasan dan pembangkit tenaga
      9. Biaya administrasi atau manajemen yang ada kolerasinya dengan kegiatan produksi.
  3. Barang Jadi (Finished Good)
    Barang jadi adalah barang yang sudah selesai dikerjakan dalam proses produksi dan siap untuk dijual ke konsumen. Selain itu barang jadi yang merupakan hasil produksi suatu perusahaan industri baik sebagai hasil produk selesai, juga merupakan barang yang digunakan pada proses produksi yang lebih lanjut pada saat produk selesai biaya diakumulasikan dalam proses produksi yang ditransfer dari barang dalam proses perkiraan barang jadi.

 

9 thoughts on “Penggolongan Persediaan

  1. Sesuai yang telah diuraikan pada artikel di atas bahwa penggolongan persediaan disesuaikan dengan karakteristik perusahaan.
    1. Perusahaan jasa : tidak punya persediaan.
    2. Perusahaan dagang : Persediaan Barang Dagangan, yaitu: Aktiva dalam bentuk siap dijual kembali kepada pelanggan.
    3. Perusahaan manufaktur : -Bahan Baku (Raw Material), -Barang Dalam Proses (Goods in Process), -Barang Jadi (Finished Goods)

  2. menurut saya inti dari artikel diatas adalah penggolongan persediaan disesuaikan dengan karakteristik perusahaan itu sendiri , tergantung apakah itu persediaan dagang atau industri.

  3. Martia Andini 201411257 sesi 01
    Pada penggolongan persediaan tergantung dari karakter perusahaan itu sendiri, untuk perusahaan dagang barang yang dimiliki perusahaan akan dijual kembali kepada pelanggan dan tanpa mengubah bentuk atau kualitas barang. sedangkan perusahaan jasa tidak memiliki persediaan. Untuk persediaan industri (manufaktur) ada beberapa jenis persediaan yaitu bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.

  4. Benar apa yang disebutkan diatas, bahwasanya penggolongan persediaan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
    1. Persediaan bahan yang masih mentah. Cth: kayu
    2. Persediaan bahan yang setengah jadi. Cth: Kain yg belum dijadikan pakaian.
    3. Persediaan bahan jadi/sudah jadi dan siap pakai. Cth: Pakaian, lemari dll.

  5. Putri Wulandari (2014-11-033)

    sesuai yang diuraikan diatas, penggolongan persediaan tergantung dengan perusahaan , baik itu perusahaan jasa maupun perusaahaan manufaktur.
    perusahaan jasa , persediaannya tidak tersedia, tetapi perusaaan manufaktur, ada 3 penggolongan persediaan, yaitu :
    1. persediaan bahan yang masih mentah
    2. persediaan bahan dalam proses
    3. barang jadi

  6. Persediaan dalam perusahaan dagang disebut persediaan barang dagangan (merchandise inventory) sedangkan dalam perusahaan industri (manufacture) , persediaan terdiri dari : Persediaan Bahan Baku atau Mentah (Raw Material), Persediaan Bahan Dalam Proses (Work In Process), Barang Jadi (Finished Good).
    Contoh : Bahan baku mentah yaitu getah karet.
    Bahan baku dalam proses yaitu kain kain yang belum dijadikan pakaian.
    Bahan baku jadi yaitu lemari.

  7. Penggolongan persediaan tergantung pada karakteristik perusahaan tersebut, yaitu adanya perusahaan dagang atau industri
    persediaan tersebut terdiri dari :
    1. Persediaan bahan baku / mentah, maksudnya bahan yang harus dikembangkan dan akan menjadi barang jadi
    2. Persediaan bahan dalam proses, yaitu persediaan yang belum selesai masih dalam proses dan belum menjadi barang jadi yang siap dijual
    3. Barang jadi, yaitu barang yang sudah siap dijual pada konsumen

  8. Saya sependapat dengan artikel diatas bahwa penggolongan persediaan itu disesuaikan dengan karakteristik perusahaan itu sendiri, yang terdiri dari :
    a. Persediaan Bahan Baku atau Mentah
    b. Persediaan DalamProses atau Setengah Jadi
    c. Barang jadi

  9. Classification of inventory

    Inventory items are classified based on
    –> where they are in the production process

    1. Merchandise
    –> goods purchased from other entities
    –> for the purpose of reselling to customers

    2. Raw materials
    –> materials and parts purchased from other entities
    –> for the purpose of using them in the production process

    3. Work in process
    –> materials and parts currently in the production process

    4. Finished goods
    –> goods that completed the productions process
    –> goods that are ready for sale to customers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>