Pengukuran Persediaan

Salah satu masalah terkait dengan persediaan adalah mengukur nilai persediaan tersebut. Pernyataan Standar Akuntansi (2011;14.8) menyatakan bahwa persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai biaya yang termasuk dalam biaya persediaan, rumus biaya yang dapat digunakan oleh suatu entitas yang mencerminkan asumsi arus biaya yang mencerminkan pengeluaran biaya persediaan, metode nilai realisasi neto, dan metode lainnya. inventory-carrying-cost

  • Biaya Persediaan
    Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.

    • Biaya Pembelian
      Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat didistribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang, rabat dan hal lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.
    • Biaya Konversi
      Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya biaya tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi barang jadi.
      Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan, tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan, seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. Overhead
      produksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti perubahan volume produksi, seperti bahan tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.prime-and-conversion-cost
    • Biaya-biaya Lain
      Biaya-biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
      Misalnya, dalam keadaan tertentu diperkenankan untuk memasukkan overhead
      nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk pelanggan tertentu sebagai
      biaya persediaan.
      Contoh biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban dalam periode terjadinya adalah:

      • Jumlah pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya yang tidak normal;
      • Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya.

6 thoughts on “Pengukuran Persediaan

  1. Nilai persediaan meliputi seluruh belanja yang dikeluarkan sampai suatu barang persediaan tersebut dapat dipergunakan. Dalam PSAP 5 dalam paragraf 18 dikatakan bahwa persediaan disajikan sebesar:
    (a) Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian : Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Potongan harga, rabat, dan sejenis lainnya akan mengurangi biaya perolehan. Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh. Untuk persediaan yang memiliki nilai nominal yang dimaksudkan untuk dijual, seperti pita cukai, dinilai dengan biaya perolehan terakhir.
    (b) Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri : Biaya standar persediaan meliputi biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang diproduksi dan biaya tidak langsung yang dialokasikan secara sistematis berdasarkan ukuran-ukuran yang digunakan pada saat penyusunan rencana kerja dan anggaran.
    (c) Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi : Persediaan hewan dan tanaman yang dikembangbiakkan dinilai dengan menggunakan nilai wajar. Harga/nilai wajar persediaan meliputi nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan melakukan transaksi wajar.

  2. Jadi unsur-unsur biaya dalam suatu persediaan adalah sbb:
    1. biaya pemesanan, yang termasuk ke dalam biaya pemesanan adalah: biaya administrasi dan penempatan order, biaya pemilihan vendor dll.
    2. biaya penyimpanan, yang masuk kedalam kategori ini yaitu : biaya sewa gudang, biaya listrik ait dan telepon, biaya asuransi dll.
    3. biaya kekurangan persediaan, yaitu biaya kesempatan yg timbul karena terhentinya proses produksi. Contohnya: biaya administrasi tambahan.

  3. *Biaya penyimpanan (holding cost / carrying cost), yaitu biaya-biaya yang timbul karena perusahaan menyimpan persediaan. Biaya penyimpanan sangat bergantung pada kuantitas barang yang disimpan.
    *Biaya pemesanan/pembelian (Ordering costs), biaya-biaya yang meliputi : Proses pesanan (surat menyurat), Sarana komunikasi (telepon,fax, internet, dll), Pengiriman barang,dan Pemeriksaan barang.
    *Biaya yang timbul akibat perusahaan kehabisan persediaan (stock-out cost/shortage costs), biaya-biaya yang timbul adalah : Kehilangan penjualan, Hilangnya pelanggan, Biaya pemesanan dan ekpedisi khusus, Biaya mesin-mesin yang menganggur, Biaya tenaga kerja / upah, Terganggunya operasonal perusahaan, Target pekerjaan terhambat, dan Meningkatnya biaya utang lancar.

  4. Tujuan dari pengukuran persediaan itu adalah upaya untuk membandingkan biaya-biaya dengan pendapatan yang nantinya menghasilkan pendapatan bersih. Penentuan perhitungan pendapatan bersih ini berdasarkan pada pendapatan pada saat penjualan, perlu adanya alokasi biaya pada saat pendapatan bersih tersebut dilaporkan pada periode tertentu. Dalam hal ini persediaan yang belum terjual akan menjadi persediaan periode yang akan datang.

  5. Alasan perusahaan melakukan Pengukuran Persediaan adalah untuk menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan) dan membantu investor untuk memprediksi arus kas dikemudian hari.

  6. PENGUKURAN PERSEDIAAN
    Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya persediaan harus meliputi semua :
    1) Biaya Pembelian, meliputi :
    a) Harga Beli
    b) Bea Import
    c) Pajak lainnya (kecuali bisa ditagih kpd otoritas pajak)
    d) Biaya angkut
    e) Biaya penanganan
    f) Biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang atau jasa.
    2) Biaya Konversi, meliputi :
    a) Biaya Langsung terkait produksi
    – Tenaga kerja langsung
    b) Alokasi sistematis biaya overhead tetap dan variabel :
    1. Overhead Produksi tetap
    – Penyusutan Aset
    – Pemeliharaan Aset
    – Biaya Manajemen dan administrasi pabrik
    2. Overhead produksi variabel
    – Bahan tidak langsung
    – Tenaga kerja tidak langsung
    3) Biaya Lain-lain
    Hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>