Soal Latihan Pra-UAS Pemeriksaan Akuntansi-1 semester genap 2014-2015.

assignment

 

  1. Apa yang dimaksud dengan laporan audit.
  2. Laporan audit (tipe pendapat auditor) ada beberapa jenis, sebutkan dan terangkan masing-masingnya.
  3. Sebutkan unsur-unsur pokok dalam laporan audit bentuk baku.
  4. Pada laporan audit ada yang disebut paragraph scope atau ruang lingkup pemeriksaan, apa maksudnya dan apa saja yang masuk dalam paragraph tersebut sebutkan,
  5. Demikian juga dengan paragraph pendapat, apa isin paragraph tersebut dan berikan contoh isi dari paragraph tersebut.
  6. Apakah yang dimaksud dengan kode etik profesi.
  7. Apakah kode etik profesi itu perlu, jika ya jelaskan argumentasinya. jika tidak kenapa.
  8. Independensi. Bagaimana atau apa saja yang mempengaruhi sehingga auditor suatu entitas yang diperiksa dianggap tidak independen lagi.

One thought on “Soal Latihan Pra-UAS Pemeriksaan Akuntansi-1 semester genap 2014-2015.

  1. 1. Apa yang dimaksud dengan laporan audit.
    2. Laporan audit (tipe pendapat auditor) ada beberapa jenis, sebutkan dan terangkan masing-masingnya.
    3. Sebutkan unsur-unsur pokok dalam laporan audit bentuk baku.
    4. Pada laporan audit ada yang disebut paragraph scope atau ruang lingkup pemeriksaan, apa maksudnya dan apa saja yang masuk dalam paragraph tersebut sebutkan,
    5. Demikian juga dengan paragraph pendapat, apa isin paragraph tersebut dan berikan contoh isi dari paragraph tersebut.
    6. Apakah yang dimaksud dengan kode etik profesi.
    7. Apakah kode etik profesi itu perlu, jika ya jelaskan argumentasinya. jika tidak kenapa.
    8. Independensi. Bagaimana atau apa saja yang mempengaruhi sehingga auditor suatu entitas yang diperiksa dianggap tidak independen lagi.

    Jawaban:
    1. Laporan Audit adalah audit report yaitu laporan auditor yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan, disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan yang diperiksa, Dalam menyiapkan dan menerbitkan sebuah laporan audit, auditor harus berpedoman pada empat standar pelaporan yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
    2. A. Laporan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)

    Istilah unqualified disini bukan berarti tidak memenuhi syarat atau tidak qualified. Arti unqualified disini adalah tanpa kualifikasi (qualification) atau tanpa reserve atau tanpa keberatan-keberatan. Pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan auditor jika tidak terjadi pembatasan dalam lingkup audit dan tidak terdapat pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam penyusunan laporan keuangan, konsistensi penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta pengungkapan memadai dalam laporan keuangan. Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha suatu organisasi, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum Prinsip akuntansi berlaku umum digunakan untuk menyusun laporan keuangan
    – Perubahan penerapan prinsip akuntansi berlaku umum dari periode ke periode telah cukup dijelaskan
    – Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum

    B. Laporan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan
    Laporan keuangan tetap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan klien namun ditambah dengan hal-hal yang memerlukan bahasa penjelasan.
    C. Laporan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion)

    Pendapat ini hanya diberikan jika secara keseluruhan laporan keuangan yang disajikan oleh klien adalah wajar, tetapi ada beberapa unsur yang dikecualikan, yang pengecualiannya tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Terdapat beberapa kondisi yang membuat auditor harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian, yaitu :
    – Lingkup audit dibatasi oleh klien
    – Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang berada di luar kekuasaan klien dan auditor
    – Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum
    – Prinsip akuntansi berlaku umum yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tidak diterapakan secara konsisten

    D. Laporan pendapat tidak wajar (adverse opinion)

    Pendapat tidak wajar diberikan jika laporan keuangan klien tidak disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan saldo laba dan arus kas perusahaan klien. Auditor memeberikan pendapat tidak wajar jika tidak terdapat pembatasan bukti audit. Pendapat tidak wajar merupakan kebalikan pendapat wajar dengan pengecualian. Auditor memberikan pendapat tidak wajar jika ia tidak dibatasi lingkup auditnya, sehingga ia dapat mengumpulkan bukti kompeten dalam jumlah cukup untuk mendukung pendapatnya.

    E. Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion)

    Pernyataan tidak memberikan pendapat diberikan auditor jika ia tidak berhasil menyakinkan dirinya bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Pernyataan tidak memberikan pendapat diberikan jika antara lain, terdapat banyak pembatasan lingkup audit, hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien. Masing-masing kondisi tersebut tidak memungkinkan auditor untuk dapat menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan secara keseluruhan.

    3. A. Pengaitan nama auditor dengan laporan keuangan
    B. Bentuk baku laporan auditor atas laporan keuangan
    C. Bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku
    4. Sesuai dengan namanya, paragraf ruang lingkup (scope paragraph) menguraikan sifat dan lingkup audit. Hal ini sesuai dengan bagian keempat standar pelaporan yang mengharuskan auditor menunjukkan dengan jelas sifat audit yang dilakukan. Paragraf ruang lingkup audit juga menunjukkan beberapa keterbatasan audit. Kalimat dalam paragraf ini adalah
    “Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang berlaku umum”
    Dalam konteks ini, standar auditing yang berlaku umum meliputi sepuluh standar GAAS dan seluruh SAS yang dapat diterapkan. Kalimat ini merupakan penjelasan bahwa auditor telah memenuhi standar yang dimaksud. Kesimpulannya adalah bahwa standar yang digunakan merupakan standar profesional. Namun, sumber standar apakah berasal dari AICPA atau standar yang bersifat spesifik tidak disebutkan.
    “Standar tersebut mengharuskan kami … audit agar memperoleh keyakinan yang memadai … laporan keuangan bebas dari salah saji material”
    Kalimat di atas menunjukkan dua keterbasan penting suatu audit. Pertama, pemberitahuan bahwa auditor hanya mencari keyakinan yang memadai saja, bukan keyakinan yang absolut. Oleh karena itu, kepada pembaca diinformasikan bahwa audit memang mengandung beberapa risiko. Kedua, diperkenalkannya konsep materialitas. Suatu audit direncanakan dan dilaksanakan untuk menemukan salah saji yang material (meskipun tidak semuanya) dalam laporan keuangan.
    “Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung … laporan keuangan”
    Kalimat di atas menjelaskan lebih jauh sifat atas dasar pengujian, menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan audit, kurang dari 100% bukti yang telah diperiksa. Lebih jauh lagi, dasar pengujian menunjukkan adanya risiko bahwa bukti yang tidak diperiksa mungkin justru merupakan bukti yang penting dalam menilai kewajaran penyajian dan pengungkapan laporan keuangan secara keseluruhan.
    “Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi … estimasi signifikan … penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan”
    Kalimat di atas memberikan penjelasan lebih lanjut pada sifat audit. Kalimat itu juga menyebutkan bahwa auditor menggunakan pertimbangan dalam menilai dan mengevaluasi representasi laporan keuangan manajemen. Disebutkannya estimasi signifikan oleh manajemen, menunjukkan bahwa laporan keuangan tidak seluruhnya didasarkan pada fakta.
    “Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat”
    Kalimat di atas menunjukkan bentuk keterbatasan lain dari suatu audit, dengan mengatakan bahwa hanya dasar yang memadai saja yang diperlakukan untuk memberikan pendapat. Konsep memadai, dan bukannya konklusif atau absolut, adalah dasar yang konsisten dengan konsep dasar pengujian dan konsep keyakinan yang memadai yang telah dibahas sebelumnya. Kalimat ini juga mengandung asersi bahwa auditor telah membentuk kesimpulan positif tentang lingkup pekerjaan audit yang dilaksanakan.

    5. Paragraf Pendapat
    Paragraf pendapat (opinion paragraph) memenuhi empat standar pelaporan. Kalimat Paragraf pendapat dijelaskan sebagai berikut.
    “Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas …”
    Dalam menafsirkan arti dan pentingnya kalimat ini, hendaknya disimpulkan bahwa pendapat tersebut dinyatakan oleh orang atau orang-orang profesional, berpengalaman, dan ahli. Adalah keliru untuk menafsirkan dengan ungkapan seperti. “Kami menegaskan…, Kami menjamin…, atau Kami memastikan (atau positif)”. Bagian kedua dari kalimat tersebut berkaitan dengan laporan keuang yang disebutan dalam paragraf pendahuluan; sehingga judul setiap laporan tidak diulangi kembali. Pernyataan pendapat memenuhi keempat standar pelaporan.
    “… menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material … posisi keuangan … hasil usaha dan arus kas …”
    Konotasi yang dimaksudkan dalam kata-kata menyajikan secara wajar adalah bahwa penyajian laporan keuangan telah memadai, tanpa berat sebelah, atau distorsi. Seorang auditor tidak akan menggunakan perkataan, “…secara akurat, sungguh-sungguh, secara faktual, secara cermat, atau secara pasti…” karena adanya unsur estimasi dalam laporan keuangan. Pendapat auditor tentang kewajaran. berkaitan dengan setiap laporan keuangan secara keseluruhan. Hal itu tidak berkaitan dengan ketelitian atau ketapatan setiap akun atau komponen dalam laporan keuangan. Pendapat wajar tanpa pengecualian menyatakan kepercayaan auditor bahwa laporan keuangan mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menyajikan secara wajar posisi keuangan (neraca) entitas, hasil usaha (laporan laba-rugi dan laporan laba ditahan), serta arus kas (laporan arus kas). Pendapat wajar tanpa pengecualian juga berarti bahwa setiap perbedaan antara manajemen dan auditor mengenai masalah-masalah akuntansi, telah diselesaikan sesuai keyakinan auditor.
    Ungkapan dalam … semua hal yang materia l… memberi informasi kepada para pengguna bahwa pendapat auditor bukan merupakan bukti akurasi absolut dari laporan keuangan. keterbatasan ini diungkapkan karena adanya dasar pengujian pada suatu audit dan adanya estimasi signifikan dalam laporan keuangan.
    “… sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum …”
    Kalimat ini memenuhi standar pelaporan pertama yang menyatakan bahwa laporan harus menunjukkan apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan GAAP. Istilah …prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum… menjadi kriteria bagi pertimbangan auditor, seperti pertimbangan untuk menentukan kewajaran laporan keuangan. Auditor independen menyetujui keberadaan suatu lembaga.
    Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, standar pelaporan kedua dan ketiga mensyaratkan komentar dalam laporan auditor hanya apabila terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan GAAP atau manajemen gagal mengungkapkan sesuatu yang wajib diungkapkan. Oleh karena itu, dengan tidak adanya komentar atas hal ini dalam laporan auditor, dapat disimpulkan bahwa kedua standar pelaporan tersebut telah terpenuhi.

    6. kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
    Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. kode etik juga bertujuan untuk memperlancar buang air besar agar pencernaan kita baik.
    7. Ya perlu, karena Kode Etik Profesi sebagai panduan dasn aturan bagi seluruh anggota, baik itu yang berpraktik sebagai akuntan public, bekerja diluar lingkungan usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

    8.Dalam menjalankan tugas auditnya, seorang auditor tidak hanya dituntut untuk memiliki keahlian saja, tetapi juga dituntut untuk bersikap independen. Walaupun seorang auditor mempunyai keahlian tinggi, tetapi dia tidak independen, maka pengguna laporan keuangan tidak yakin bahwa informasi yang disajikan itu kredibel. Terdapat tiga aspek independensi seorang auditor, yaitu sebagai berikut :
    1. Independence in fact (independensi dalam fakta). Artinya auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
    2. Independence in appearance (independensi dalam penampilan). Artinya pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit.
    3. Independence in competence (independensi dari sudut keahliannya). Independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat dengan kecakapan profesional auditor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>