Motivasi berdasarkan sudut pandang Mahasiswa(Sari Tri Yulianti NIM : 2014 66 147)

Berbicara mengenai teori motivasi, setiap orang memiliki artian motivasi masing masing. Saya tidak akan mengartikan arti dari motivasi secara panjang lebar karena tentunya pengunjung blog ini pastinya telah membaca baik itu teori motivasi dari materi isi blog, maupun isi reply dari teman-teman yang sudah sangat banyak mengartikan dari motivasi itu sendiri. Seperti yang dikatakan Pak Darmansyah dikelas, utarakan pendapat yang berbeda, jangan yang sama ataupun mirip.

Nah disini saya ingin mengajak teman teman berfikir yang tentu konteksnya masih seputar tentang motivasi. Lets think, kenal Alexander Graham Bell? Albert Einstein? Mereka yang sukses dengan penemuannya dan masyarakat merasakan manfaat keberhasilannya hingga sekarang. Pernahkah berfikir, apakah kita bisa punya handphone jika dahulu tidak ada alexander graham bell, atau ia sendiri tidak menemukan penemuannya itu? Dan mengenai si “sang jenius” Albert Einstein, dengan divonis idiot oleh guru SD nya,bahkan ia mengidap sindrom Asperger dan kesulitan bersosialisasi, bagaimana ia bisa mendapat rumus tersebut yang ia dapatkan pada saat itu.

Setelah kita membaca biografi dan sejarah hidup mereka, apakah tertulis dibenak kita, “dia bisa, mengapa saya tidak!” yang bahkan si albert Einstein divonis bodoh, Thomas alfa Edison yang dianggap idiot dan di DO (dropout) dari sekolah nya, mereka bisa. Nah ini bisa jadi anda termotivasi. Atau sebaliknya ada yang beranggapan, “mereka punya bakat, ya tentu bisa. Sedangkan saya tidak memiliki itu” inilah fikiran negative yang harus kita hindari.

motiveBagaimana ilmuwan tersebut memiliki motivasi yang besar hingga sukses dengan penemuannya, itulah yang harus kita pelajari. Yang bodoh saja bisa jadi jenius, apalagi kita yang dilahirkan dengan tanpa kekurangan.

Nah disini saya ingin memberikan kesimpulan bahwa apapun kekurangan yang kita miliki bahkan jika tidak memiliki bakat sekalipun, asalkan punya motivasi yang kuat dan disertai usaha yang keras, bukan tidak mungkin kita bisa meraihnya. Sehingga motivasi berperan penting menjadi alasan dibalik sebuah kesuksesan. Tanpa motivasi? You wouldn’t be a success person.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>