Kesimpulan atas tujuan pertama Audit SI.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa jenis kesalahan yang dapat terjadi pada sistem komputer seperti kerusakan akibat kecelakaan atau disengaja untuk akses sistem, akses yang tidak sah, pengungkapan atau modifikasi dana dan program secara tidak sah, dan gangguan kegiatan bisnis penting. Hal itu dapat diminimalisir dengan menentukan prosedur pengendalian yang dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan, menentukan apakah prosedur yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik dan memuaskan, mengevaluasi setiap kelemahan yang ditemukan pada suatu prosedur untuk mengevaluasi pengaruhnya pada kebiasaan, waktu dan menjalankan prosedur pemeriksaan.

audit_easy_buttonTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Viyanti Yulia 2012-12-122  pada artikel Tujuan ke-1 Audit SI pada blog ini.

One thought on “Kesimpulan atas tujuan pertama Audit SI.

  1. Tahap-tahap Audit SI

    Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :
    1. Tahap Pemeriksaan Pendahuluan.
    Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit.
    2. Tahap Pemeriksaan Rinci.
    Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.
    3. Tahap Pengujian Kesesuaian.
    Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri.
    4. Tahap Pengujian Kebenaran Bukti.
    Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981) :
    a. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
    b. Menilai kualitas data
    c. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
    d. Membandingkan data dengan perhitungan fisik
    e. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.
    5. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian.
    Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>