Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(4)

Atribut Non-Kunci (nonkey atribute) dalam Tabel Hubungm M:N Mari kita pelajari penempatan atribut yang bukan berupa kunci dalam setiap inbel M:N, untuk melihat alasan mengapa mereka harus disimpan dalam tabel-tabel. tersebut.

atribute-urlPertama-tama bayangkanlah tabel penjualan-penerimaan kas. Ingatlah kembali bahwa PERUSAHAAN mengizinkan para pelanggannya untuk membuat beberapa pembelian secara kredit, dan untuk rnelakukan pembayaran secara cicilan atas sisa utang mereka. Jadi, satu pembayaran dari pelanggan mungkin perlu diaplikasikan ke beberapa faktur penjualan berbeda (transaksi penjualan).

Oleh sebab itu, atribut “jumlah yang dibebankan” tidak dahat ditempatkan dalam tabel penerimaan kas karena hal ini akan menimbulkan nilai lebih dari satu, yang akhirnya akan melanggar persyaratan dasar database relasional yaitu setiap atribut dalam setiap baris harus bernilai tunggal (yaitu, persyaratan bahwa setiap tabel haruslah berupa flat file). Atribut “jumlah yang dibebankan” juga tidak dapat ditempatkan dalam tabel penjualan, karena kemungkinan pembayaran secara cicilan menimbulkan situasi kemungkinan adanya nilai ganda suatu atribut. Atribut “jumlah yang dibebankan” merupakan fakta mengenai pembayaran pelanggan dan transaksi penjualan. Oleh sebab itu, termasuk dalam tabel M:N yang menghubungkan dua kegiatan tersebut.

Sekarang pelajari tabel penjualan-persediaan. Setiap baris dalam tabel ini berisi informasi mengenai suatu barang dalam faktur penjualan. Walaupun banyak pelanggan PERUSAHAAN yang hanya membeli satu jenis produk dari berbagai jenis produk yang dijual PERUSAHAAN, beberapa penjualan ke beberapa pelanggan melibatkan jumlah yang besar.

Konsekuensinya, PERUSAHAAN harus mencatat jumlah yang dijual untuk setiap harang. Akan tetapi, setiap kegiatan penjualan dapat melibatkan lebih dari satu barang persediaan. Jadi, atribut “jumlah yang dijual” dapat memiliki beberapa nilai dalam satu :aktur penjualan. Sebagai tambahan, PERUSAHAAN melacak persediaan melalui jenis barangnya, bukan melalui identifikasi tertentu.

Oleh sebab itu, suatu barang, seperti monitor 21 inci dengan Merek X, dapat dijual dalam beberapa transaksi penjualan. Konsekuensinya, “jumlah yang dijual” tidak dapat dipergunakan sebagai atribut dalam tabel persediaan, karena dapat memiliki beberapa nilai. Oleh sebab itu, dengan pertimbangan bahwa atribut “jumlah yang dijual” dapat diaplikasikan ke suatu barang yang termasuk dalam transaksi penjualan tertentu, maka atribut ini termasuk dalam tabel hubungan M:N yang menghubungkan kedua tabel tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>