Pembuatan Model Data dan Desain Database

Seperti kebanyakan perusahaan pada umumnya, sebuah perusahaan harus berubah ke pendekatan database untuk menyimpan data akuntansinya. Di dalam pembahasan ini, Akan diperlihatkan bagaimana cara mendesain dan mendokumentasikan database relasional untuk suatu sistem informasi akuntansi. Akan diperlihatkan bahwa masih ada banyak hal untuk dipelajari selain hanya mempelajari sintaksis tentang bagaimana menggunakan suatu DBMS tertentu. Membangun database yang akurat membutuhkan banyak perencanaan yang hati-hati dan desain, bahkan sebelum perancang data base duduk di depan komputer.

data-model-er1Pembahasan berikut ini memusatkan perhatian pada pembuatan model data, yang merupakan salah satu aspek desain database yang harus dipahami para akuntan. Pembahasan ini akan memperkenalkan model akuntansi REA(Resourse Event Agent) dan diagram E-R, serta menunjukkan bagaimana mempergunakan alat-alat ini untuk membangun sebuah model data SIA.

Kemudian, Pembahasan berikutnya akan mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan hasil model data dalam database relasional. Ingatlah selalu bahwa walaupun diskusi memusatkan perhatian pada database relasional, prinsip-prinsipnya tetap dapat diterapkan pada jenis database apa pun.

datamodel-urlPembahasan menyeluruh tentang Pembuatan Model Data dan Desain Database meliputi:

Proses Desain Database.

Gambar DD-1Gambar-5-0001-a

Gambar DD-1 memperlihatkan enam langkah dasar dalam mendesain database.

Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan sistem baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.

Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup sistem baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu Anda membuat keputusan awal mengenai persyaratan hardware dan software.

Tahap ketiga mencakup pengembangan berbagai skema berbeda untuk sistem yang baru, pada tingkat konseptual, eksternal, dan internal.

Tahap keempat mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam sistem yang baru tersebut. lni juga merupakan tahap pengembangan aplikasi baru.

Tahap kelima, (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari sistem sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji sistem yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaarmya.

Tahap keenam, atau tahap terakhir berkaitan dengan penggunaan dan pemeliharaan sistem yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja sistem baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi sistem.

Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktik bisnis atau perkembangan baru yang signifikan dalam teknologi informasi, akan memprakarsai penyelidikan atas kelayakan pengembangan suatu sistem baru. Jadi, seluruh proses di atas akan diulang kembali (lihatlah anak panah yang kembali ke tahap perencanaan).

Peran Akuntan dalam Proses Desain Database.

Para akuntan dapat dan seharusnya berpartisipasi dalam seluruh tahapan proses desain database, walaupun tingkat keterlibatan mereka dalam setiap tahap akan bervariasi.

Accountant-aPada tahap perencanaan, akuntan menyediakan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan proyek yang diajukan, dan juga terlibat dalam membuat keputusan mengenai hal tersebut.

Di dalam analisis mengenai persyaratan dan tahap desain, akuntan berpartisipasi dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai, mengembangkan skema logis, mendesain kamus data (data dictionary), serta menentukan pengendalian.

accountabtAkuntan dengan keahlian SIA yang baik dapat berpartisipasi dalam tahap pengkodean (coding).

Selama tahap implementasi, akuntan dapat membantu menguji keakuratan database yang baru tersebut dan program aplikasi yang akan menggunakan data tersebut.

Terakhir, akuntan menggunakan sistem database untuk memproses transaksi, dan kadang-kadang bahkan membantu mengelolanya.

Peran Akuntan dalam Proses Pembuatan Model Data.

accountabtAkuntan dapat menyumbangkan nilai yang besar bagi organisasi mereka dengan cara bertanggung jawab atas pembuatan model data. Pembuatan model data (data modeling) adalah proses menyusun database, agar database tersebut benar-benar mewakili seluruh aspek organisasi, termasuk interaksi organisasi dengan lingkungan eksternal.

Gambar DD-1

Gambar-5-0001-aSeperti yang diperlihatkan dalam Gambar DD-1, pembuatan model data terjadi baik selama tahap analisis persyaratan maupun pada tahap desain.

Dua alat penting yang dapat dipergunakan oleh akuntan untuk memungkinkan keterlibatan dalam pembuatan model data adalah diagram E-R dan model data REA.

Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram)

Diagram hubungan-entitas (entity-relationship) merupakan suatu teknik grafis yang menggambarkan skema database. Disebut sebagai diagram E-R karena diagram tersebut menunjukkan berbagai entitas yang dimodelkan, serta hubungan antar-entitas tersebut. Entitas (entity) adalah segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan oleh organisasi. Di dalam diagram E-R, entitas muncul dalam bentuk persegi panjang, sedangkan hubungan antar-entitas diwakili oleh bentuk wajik.

ERD-imagesSebagai contoh, diagram E-R di bagian atas Gambar DD-2 memperlihatkan bahwa sehagian besar organisasi mengumpulkan dan memelihara informasi mengenai transaksi bisnisnya seperti pesanan pelanggan, penjualan, serta penerimaan tunai/kas. Diagram di bagian bawah gambar tersebut memperlihatkan bahwa diagram E-R dapat dibuat untuk tujuan apa pun, seperti untuk membuat model komponen-komponen yang penting dalam olah raga.

Diagram E-R tidak hanya menunjukkan isi dari suatu database, tetapi juga secara grafis merupakan model suatu organisasi. Jadi, diagram E-R dapat dipergunakan tidak hanya untuk mendesain database, tetapi juga untuk mendokumentasikan dan memaharni database yang telah ada, serta untuk mengubah secara total proses bisnis. pembahasan ini akan memusatkan perhatian pada cara penggunaan diagram E-R untuk mendesain database, serta untuk memahami isi database yang telah ada.

Gambar DD-2

Gambar-5-0002-aSeperti yang diperlihatkan di dalam Gambar DD-2, diagram E-R dapat terdiri dari berbagai jenis entitas dan hubungan antar-entitas. Oleh sebab itu, langkah yang penting dalam mendesain database termasuk pula proses memutuskan entitas mana yang perlu dibuat modelnya. Model data REA(Resource Event Agent) dipergunakan tuntuk mengambil keputusan mengenai hal semacam ini.

Pola Dasar REA (Basic REA Template)

Model data REA menetapkan pola dasar tentang bagaimana ketiga jenis entitas (sumber daya, kegiatan, dan pelaku) seharusnya berhubungan satu sama lain. Gambar DD-4 menyajikan pola dasar ini.

Setiap entitas kegiatan dihubungkan ke sebuah entitas sumber daya. Kegiatan, seperti penjualan barang dagangan, yang mengubah jumlah suatu sumber daya dihubungkan ke sumber daya itu sendiri melalui hubungan yang disebut dengan hubungan arus barang (stock flow relationship).

Kegiatan lainnya, seperti menerima pesanan pelanggan, yang mewakili komitmen di masa mendatang, dihubungkan ke sumber daya melalui hubungan cadangan (reserve relationship). Setiap entitas kegiatan juga dihubungkan dengan dua entitas pelaku. Pelaku internal adalah pegawai yang bertanggung jawab atas sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut; pelaku eksternal adalah pihak luar dalam transaksi tersebut.

Gambar DD-4
Gambar-5-0004-aa

Model Data REA.

Model data REA (Resource Event Agent)secara khusus dipergunakan dalam desain database SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi.

Gambar DD-3

Gambar-5-0003-aModel data REA(Resource Event Agent) memberikan petunjuk dalam desain database dengan cara mengidentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan ke dalam database SIA, dan dengan cara menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database tersebut.

Jenis-jenis Entitas dalam REA.

Model data REA(Resource Event Agent) mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori, yaitu: sumber daya (resource) yang didapat dan dipergunakan organisasi, kegiatan (event) atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi, dan pelaku (agent) yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Gambar DD-3 memberikan contoh mengenai ketiga entitas ini.

Gambar DD-3

Gambar-5-0003-aSumber daya (resource) adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi. Di dalam Gambar DD-3, kas dan persediaan adalah entitas sumber dayanya. Mesin dan perlengkapan, pasokan, gudang, pabrik, dan tanah adalah contoh-contoh sumber daya organisasional umum lainnya.

Kegiatan (event) adalah berbagai aktivitas bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian. Terdapat dua entitas kegiatan dalam Gambar DD-3: penjualan dan tanda terima kas.

Pelaku (agent) adalah entitas jenis ketiga dalam model REA. Pelaku adalah orang-orang dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi.

Gambar DD-3 berisi dua jenis entitas pelaku, yaitu: pegawai (staf penjualan dan kasir) serta pelanggan. Pemasok (atau penyedia barang/vendor) adalah jenis-jenis pelaku lainnya yang akan muncul dalam diagram REA untuk siklus pengeluaran (expenditure).

Peran Model Data REA dalam Rantai Nilai Organisasi.

Model data REA membantu orang mendesain database yang mendukung manajemen kegiatan rantai nilai organisasi. Oleh sebab itu, sebagian besar kegiatan dalam model data REA termasuk dalam satu dari dua kategori, yaitu: pertukaran ekonomi dan komitmen.

economic-exchange-urlPertukaran ekonomi (economic exchange) adalah kegiatan rantai nilai yang secara langsung mempengaruhi jumlah sumber daya. Sebagai contoh, kegiatan penjualan akan menurunkan jumlah persediaan, dan kegiatan penerimaan kas akan meningkatkan jumlah kas.

commitment-urlKomitmen mewakili janji untuk melakukan pertukaran ekonomi di masa mendatang. Sebagai contoh, pesanan pelanggan adalah komitmen yang mengarah pada penjualan di masa mendatang. Sering kali komitmen semacam ini merupakan awal yang dibutuhkan untuk adanya pertukaran ekonomi selanjutnya.

Manajemen juga perlu melacak komitmen untuk tujuan perencanaan. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur sering kali menggunakan, informasi dari pesanan pelanggan untuk merencanakan produksi.

REA dan Kegiatan Pertukaran Ekonomi.

Gambar DD-3Gambar-5-0003-a

Gambar DD-4 juga memperlihatkan bahwa setiap kegiatan pertukaran ekonomi (economic exchange) dihubungkan dalam hubungan dualitas memberi-untuk-menerima (give-to-get) dengan kegiatan pertukaran ekonomi lainnya.

Gambar DD-4

Gambar-5-0004-aaHubungan-hubungan dualitas ekonomi ini mencerminkan prinsip dasar bisnis, yaitu organisasi umumnya terlibat dalam aktivitas yang mempergunakan sumber daya hanya jika ada harapan untuk memperoleh sumber daya lain sebagai gantinya. Contohnya, dalam kegiatan penjualan, yang membutuhkan penyerahan (penurunan) persediaan, dihubungkan dengan kegiatan penerimaan kas, yang membutuhkan pendapatan (peningkatan) jumlah kas.

Gambar DD-5

Gambar-5-0005-aaBahkan, Gambar DD-5 memperlihatkan bahwa setiap siklus akuntansi dapat dideskripisikan berdasarkan hubungan dualitas memberi-dan-menerima semacam ini.

Gambar DD-3 hingga DD-5 memperlihatkan bahwa model data REA dapat ditunjukkan dengan menggunakan diagram E-R.

Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Gambar DD-6 memperlihatkan diagram REA yang dibuat untuk siklus pendapatan (revenue cycle). Pembahasan ini menjelaskan bagaimana membangun diagram semacam itu. Ingatlah selalu bahwa Gambar DD-6 hanya merupakan model dari salah satu rangkaian dari seluruh aktivitas bisnis perusahaan.

Perancang Database hanya perlu meningkatkan model dasar ini untuk mendesain SIA perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, perancang database juga harus membangun model yang hampir sama untuk siklus transaksi lainnya, dan kemudian mengintegrasikan diagram-diagram terpisah tersebut ke dalam sebuah model pada tingkat perusahaan.

fourstepsMembangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut:

  1. Langkah-1: Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.
  2. Langkah-2: Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
  3. Langkah-3: Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi.
  4. Langkah-4: Tetapkan kardinalitas (cardinalities) setiap hubungan.

Langkah 1: Identifikasi Kegiatan Pertukaran Ekonomi dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Gambar DD-4Gambar-5-0004-aa
Gambar DD-4 memperlihatkan bahwa pola dasar REA terdiri dari sepasang kegiatan, satu kegiatan meningkatkan beberapa sumber daya, dan kegiatan satunya menurunkan beberapa sumber daya. Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.

Jadi, Perancang database mulai menggambar diagram REA untuk siklus pendapatan perusahaan dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik.

dtbase-designer-urlSelama menggambar diagram REA untuk suatu siklus transaksi, sangatlah berguna untuk membagi kertas yang digunakan untuk menggambar ke dalam tiga kolom, satu kolom untuk setiap jenis entitas. Pergunakan kolom kiri untuk sumber daya, kolom tengah untuk kegiatan, dan kolom kanan untuk pelaku.

Kemudahan untuk membaca diagram dapat ditingkatkan apabila entitas kegiatan digambar dari atas ke bawah, sesuai dengan urutan kejadiannya. Jadi, perancang database mulai membuat Gambar DD-6 dengan memperlihatkan entitas penjualan di atas entitas kegiatan tanda terima kas, di dalam kolom tengah kertasnya.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Langkah 2: Identifikasi Sumber Daya dan Pelaku dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi. Melanjutkan contoh sebelumnya, Perancang database mengamati bahwa kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan, dan bahwa kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan. Oleh sebab itu, perancang database menambahkan entitas persediaan dan kas di dalam kolom sumber daya, serta menggambar hubungan arus barang antara kedua entitas tersebut dan kegiatan yang mempengaruhi keduanya.

AR-urlBagaimana dengan piutang? Piutang tidak dimodelkan sebagai entitas terpisah karena piutang bukanlah objek yang independen. Sebaliknya, piutang hanya mewakili perbedaan waktu antara dua kegiatan, yaitu: penjualan dan penerimaan kas. Piutang hanya mewakili penjualan yang pembayarannya belum diterima dari pelanggan. Konsekuensinya, apabila data mengenai penjualan dan penagihan kas telah disimpan di dalam database, seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menghitung piutang dapat diambil dari informasi yang disimpan mengenai kedua kegiatan tersebut.

Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan atau penyedia barang/vendor) yang terlibat dalam setiap kegiatan. Di dalam kasus siklus pendapatan PERUSAHAAN, pelanggan dan staf penjualan terlibat daiam kegiatan penjualan. Jadi, Perancang database memasukkan tiga entitas pelaku dalam diagram REA siklus pendapatan PERUSAHAAN, yaitu: staf penjualan, pelanggan, dan kasir. Perancang database kemudian menambahkan hubungan untuk mengindikasikan pelaku mana yang terlibat dalam suatu kegiatan. Demi menghindari kekacauan, perancang database tidak menggambar berulang-ulang entitas pelanggan.

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa
Merupakan hal yang penting untuk dipahami bahwa pelaku dalam model data REA mewakili fungsi, bukan mewakili orang tertentu. Jadi, di dalam Gambar DD-6, Perancang database membuat model entitas staf penjualan dan pelanggan, sebagai entitas terpisah. Akan tetapi, mungkin saja bahwa orang yang sama melakukan kedua peran entitas tersebut. Contohnya, di dalam penjualan tunai, staf penjualan juga dapat bertindak sebagai kasir dan menagih pembayaran dari pelanggan. Akan tetapi, dalam diagram REA akan tetap dimasukkan dua pelaku sebagai model situasi ini.

Akhirnya, Perancang database mempertimbangkan apakah perancang database perlu menambahkan hubungan lain antar-entitas. Model REA mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dihubungkan paling tidak ke satu sumber daya, dan paling tidak dua pelaku. Informasi semacam ini memerlukan tambahan informasi dari wawancara dengan pihak manajemen, untuk mengidentifikasi kemungkinan hubungan lainnya. Contohnya, apabila organisasi mmgarahkan seorang pelanggan ke staf penjualan tertentu untuk menyediakan pelayanan yang sama, maka hubungan langsung antara kedua entitas tersebut (staf penjualan dan pelanggan) akan ditambahkan dalam diagram. Perancang database memutuskan bahwa perancang database tidak perlu memasukkan hubungan semacam ini untuk PERUSAHAAN. Pada tahap ini, diagram REA Perancang database untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN akan tampak seperti Gambar DD-3.
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a

Langkah 3: Masukkan Kegiatan Komitmen dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a
Walaupun Gambar DD-3 secara akurat memodelkan penjualan PERUSAHAAN ke pelanggan yang datang ke toko, Perancang database tahu bahwa PERUSAHAAN juga menerima pesanan dari pelanggan dalam tiga cara, yaitu: melalui Internet, telepon, dan surat.

Merupakan hal yang penting bagi PERUSAHAAN untuk secara akurat memperbarui informasi mengenai pesanan-pesanan ini agar manajemen mengetahui kapan saatnya memesan kembali berbagai barang persediaan. Selain itu, merupakan hal yang penting pula untuk diketahui pesanan mana yang telah dikirim dan kapan waktu pengirimannya. Oleh sebab itu,

Perancang database mernutuskan untuk mengganti kegiatan pertukaran ekonomi tunggal yang diwakilkan sebagai penjualan dalam Gambar DD-3, dengan kombinasi kegiatan komitmen, yang disebutnya sebagai pesanan pelanggan, dan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang tetap disebutnya sebagai penjualan.

Perancang database memutuskan bahwa kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko, karena. PERUSAHAAN mengumpulkan informasi yang hampir sama mengenai kedua jenis penjualan tersebut. Perbedaan utama antara kedua kegiatan tersebut adalah penjualan yang terjadi di toko tidak memiliki nomor dokumen pengiriman.

Akan tetapi, Perancang database rnemutuskan untuk tidak memecah kegiatan pertukaran penerimaan kas. Satu-satunya hal yang perlu dilacak PERUSAHAAN adalah penerimaan pembayaran yang sesungguhnya, walaupun untuk pembayaran pelanggan diterima pada saat penjualan, seperti yang umumnya terjadi untuk penjualan di toko, atau penjualan melalui surat.

Akan tetapi, bagaimana dengan penagihan pada pelanggan? Perancang database tidak membuat model penagihan sebagai sebuah kegiatan, karena ini bukanlah merupakan kegiatan pertukaran ekonomi maupun komitmen. Mencetak faktur penjualan dan mengirimkannya ke pelanggan tidak meningkatkan atau mengurangi jumlah sumber daya.

Penagihan juga tidak mewakili komitmen organisasi untuk melaksanakan pertukaran ekonomi di masa mendatang. Kewajiban pelanggan untuk membayar organisasi penjual bukan muncul dari aktivitas penagihan, tetapi dari pengiriman barang dagangan. Aktivitas penagihan hanyalah sebuah kegiatan pemrosesan informasi yang hanya mengambil informasi dari database mengenai pesanan pelanggan dan kegiatan penjualan yang telah terjadi.

Organisasi membangun database untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan informasi mengenai aktivitas rantai nilai mereka. Aktivitas proses informasi seperti ini tidak merubah isi database, dan karenanya, tidak dimodelkan sebagai kegiatan dalam diagram REA. Konsekuensinya, aktivitas pencetakan dan pengiriman faktur penjualan tidak perlu muncul dalam diagram REA siklus pendapatan organisasi.

Langkah 4: Menetapkan Kardinalitas (Cardinalities) Hubungan dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Langkah terakhir dalam menggambar diagram REA untuk satu siklus transaksi adalah menambahkan informasi mengenai sifat hubungan antar-entitas.

Pembahasan ini, mengadopsi notasi Batini untuk mewakili informasi kardinalitas. Jadi, pasangan huruf dan angka dalam tanda kurung yang terdapat di setiap entitas Gambar DD-6, mewakili kardinalitas minimum dan maksimumnya, sesuai dengan keterlibatan entitas dalam hubungan tersebut. Sayangnya, tidak ada standar universal untuk mewakili informasi mengenai kardinalitas dalam diagram REA.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Pengertian Kardinalitas dalam REA.

Apa Kardinalitas itu? Entitas yang mewakili kelas atau rangkaian objek. Contohnya, entitas pelanggan mewakili seluruh pelanggan organisasi, sedangkan entitas penjualan mewakili seluruh transaksi penjualan yang terjadi selama periode fiskal yang berjalan. Setiap individu pelanggan atau transaksi penjualan mewakili sebuah perumpamaan khusus entitas pelanggan dan penjualan.

cardinality-urlKardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya. Contohnya, kardinalitas menunjukkan berapa banyak transaksi penjualan yang dapat dihubungkan ke setiap individu pelanggan, dan sebaliknya, berapa banyak pelanggan yang dapat dihubungkan ke setiap transaksi penjualan.

Di dalam database relasional, setiap entitas adalah tabel, dan setiap perumpamaan adalah baris dalam tabel tersebut. Oleh sebab itu, di dalam database relasional, kardinalitas menunjukkan berapa banyak baris di dalam satu tabel yang dapat dihubungkan ke setiap baris di dalam tabel lainnya.

Kardinalitas Minimun dalam REA

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa
GambarDD-6 menyajikan kardinalitas sebagai pasangan nomor di setiap entitas.

Nomor pertama adalah kardinalitas minimum. Ini menunjukkan apakah sebuah baris dalam tabel harus dihubungkan dengan paling tidak satu baris di dalam tabel yang letaknwa berseberangan dalam hubungan tersebut. Kardinalitas minimum nol (0) memiliki arti bahwa sebuah baris baru dapat ditambahkan di tabel tersebut tanpa harus dihubungkan dengan baris tertentu dalam tabel yang letaknya berseberangan dalam hubungan tersebut.

Contohnya, di dalam Gambar DD-6, kardinalitas minimum 0 yang terletak di dekat entitas pelanggan dalam hubungan pelanggan-penjualan, menunjukkan bahwa informasi tentang pelanggan baru (prospektif) dapat ditambahkan ke tabel pelanggan tanpa harus dihubungkan ke suatu transaksi penjualan.

minimumSebaliknya, kardinalitas minimum satu (1) memiliki arti bahwa setiap baris dalam suatu tabel harus dihubungkan ke paling tidak satu baris dalam tabel lainnya di hubungan tersebut. Contohnya, di dalam Gambar DD-6, kardinalitas minimum yang terletak di dekat entitas penjualan dalam hubungan pelanggan-penjualan, menunjukkan bahwa informasi mengenai transaksi penjualan baru dapat ditambahkan hanya apabila terhubung dengan sebuah baris dalam tabel pelanggan.

Kardinalitas Maksimun dalam REA

Nomor kedua dalam setiap pasangan kardinalitas adalah kardinalitas maksimum. Hal ini menunjukkan apakah suatu baris dalam tabel dapat dihubungkan ke lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.

maximum-urlKardinalitas maksimum 1 memiliki arti bahwa setiap baris di dalam tabel dapat dihubungkan ke paling banyak hanya satu baris dalam tabel lainnya. Perhatikan hubungan pelanggan-penjualan yang ditunjukkan di Gambar DD-6, yang memiliki kardinalitas maksimum 1 di entitas penjualannya.

Hal ini berarti setiap transaksi penjualan dapat dihubungkan hanya ke satu pelanggan tertentu saja. Sebaliknya, perhatikan bahwa kardinalitas maksimum di dekat entitas pelanggan adalah N (yang mewakili arti banyak/many). Hal ini berarti setiap baris dalam tabel pelanggan dapat (tetapi bisa tidak perlu) dihubungkan ke lebih dari satu baris tabel penjualan.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Tugas Pertemuan 6 Seksi 13 dan 14

Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan manusia menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow.

Kirimkan jawaban saudara pada email tugasmotivasi@gmail.com dengan judul : NIM-NAMA-SEKSI-TUGAS-SOSIOLOGI-6,

contoh : 201599001-13-TUGAS-SOSIOLOGI-6

Batas akhir pengiriman jawaban Hari : Jumat, tgl : 07 April Jam : 00:00