Langkah 2: Identifikasi Sumber Daya dan Pelaku dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi. Melanjutkan contoh sebelumnya, Perancang database mengamati bahwa kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan, dan bahwa kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan. Oleh sebab itu, perancang database menambahkan entitas persediaan dan kas di dalam kolom sumber daya, serta menggambar hubungan arus barang antara kedua entitas tersebut dan kegiatan yang mempengaruhi keduanya.

AR-urlBagaimana dengan piutang? Piutang tidak dimodelkan sebagai entitas terpisah karena piutang bukanlah objek yang independen. Sebaliknya, piutang hanya mewakili perbedaan waktu antara dua kegiatan, yaitu: penjualan dan penerimaan kas. Piutang hanya mewakili penjualan yang pembayarannya belum diterima dari pelanggan. Konsekuensinya, apabila data mengenai penjualan dan penagihan kas telah disimpan di dalam database, seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menghitung piutang dapat diambil dari informasi yang disimpan mengenai kedua kegiatan tersebut.

Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan atau penyedia barang/vendor) yang terlibat dalam setiap kegiatan. Di dalam kasus siklus pendapatan PERUSAHAAN, pelanggan dan staf penjualan terlibat daiam kegiatan penjualan. Jadi, Perancang database memasukkan tiga entitas pelaku dalam diagram REA siklus pendapatan PERUSAHAAN, yaitu: staf penjualan, pelanggan, dan kasir. Perancang database kemudian menambahkan hubungan untuk mengindikasikan pelaku mana yang terlibat dalam suatu kegiatan. Demi menghindari kekacauan, perancang database tidak menggambar berulang-ulang entitas pelanggan.

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa
Merupakan hal yang penting untuk dipahami bahwa pelaku dalam model data REA mewakili fungsi, bukan mewakili orang tertentu. Jadi, di dalam Gambar DD-6, Perancang database membuat model entitas staf penjualan dan pelanggan, sebagai entitas terpisah. Akan tetapi, mungkin saja bahwa orang yang sama melakukan kedua peran entitas tersebut. Contohnya, di dalam penjualan tunai, staf penjualan juga dapat bertindak sebagai kasir dan menagih pembayaran dari pelanggan. Akan tetapi, dalam diagram REA akan tetap dimasukkan dua pelaku sebagai model situasi ini.

Akhirnya, Perancang database mempertimbangkan apakah perancang database perlu menambahkan hubungan lain antar-entitas. Model REA mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dihubungkan paling tidak ke satu sumber daya, dan paling tidak dua pelaku. Informasi semacam ini memerlukan tambahan informasi dari wawancara dengan pihak manajemen, untuk mengidentifikasi kemungkinan hubungan lainnya. Contohnya, apabila organisasi mmgarahkan seorang pelanggan ke staf penjualan tertentu untuk menyediakan pelayanan yang sama, maka hubungan langsung antara kedua entitas tersebut (staf penjualan dan pelanggan) akan ditambahkan dalam diagram. Perancang database memutuskan bahwa perancang database tidak perlu memasukkan hubungan semacam ini untuk PERUSAHAAN. Pada tahap ini, diagram REA Perancang database untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN akan tampak seperti Gambar DD-3.
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>