Tempat Saling Berbagi

Featured

Terima kasih saya haturkan atas kesediaan anda mengunjungi blog ini.
visit-my-blog-url

Blog ini dipersembahkan pada seluruh pengguna internet, dengan maksud agar dapat Saling Berbagi dalam segala hal, terutama Ilmu Pengetahuan.

Blog orange

Untuk memudahkan anda menelusuri isi blog ini, seluruh isi blog ini telah saya susun berdasarkan kategori yang ada, sehingga anda dapat dengan mudah menemukan topik yang anda inginkan, cukup dengan satu klik saja anda akan sampai pada artikel yang anda kehendaki. SEMOGA BERMANFAAT.

Blog ini berisi Artikel/Tulisan tentang :

  1. Kewirausahaan.
  2. Motivasi Usaha.
  3. Sosiologi.
  4. Sistem Informasi Akuntansi.
  5. Sistem Informasi Manajemen.
  6. Electronic Data Processing Audit.
  7. Information System Audit.
  8. Information Technology Infrastructure Management and Services.
  9. Akuntansi Keuangan Rumah Sakit.
  10. Manajemen Perubahan (Change Management).
  11. Pengantar Akuntansi-1
  12. Pengantar Akuntansi-2
  13. Akuntansi Biaya
  14. Sistem Pengendalian Manajemen
  15. Pemasaran Desain
  16. Kumpulan Soal Latihan.
  17. Konsultasi Skripsi.
  18. Wise words and Stories.(Bacalah dan Cakrawala Akan Terbentang)
  19. Kata Bijak.
  20. Kumpulan cerita Intermezo (The Other Stories).
  21. Kumpulan Puisi (Poem).
  22. Music.
  23. Berbagi Manfaat.
  24. Berita dari berbagai sumber.
  25. Sisi lain kehidupan penulis (the Other Side of me).

Jangan Larut Didalamnya.

Jangan Larut Didalamnya


Bosan aku mendengar rintih menyayat kalbu.
Kesal aku melihat sedih mengharu biru.
Apakah hidup hanya sekedar berisikan itu.
Bukankah ada keindahan yang mengisi hidupmu.


Mari tatap dan tegakkan langkah kedepan.
Biar lalu tetap menjadi pijakan.
Agar sesat dan sesal tidak mengedepan.
Menjadikan suka sebagai sebuah temuan.


Bukankah sedih ‘kan berakhir dengan gembira.
Bukankah duka ‘kan berakhir dengan bahagia.
Asalkan kita dapat menemukan kuncinya.
“Janganlah larut didalamnya”.


Jangan biarkan dirimu terperangkap perasaan.
Engkau masih memiliki berjuta harapan.
Tegakkan dada tataplah kedepan.
Banyak hal indah menunggu kehadiran.

Goresan tangan untukmu Guru…..

Goresan tangan untukmu Guru…..

Sahabat….guratan Illahi menyatukan kita.
Bahu membahu mengejewantahkan cerdas bangsa.
Meski tatih menghambat ingsut kita.
Didera dukungan yang tak seberapa.
Tetapi tetap kita jalani jua.
Agar bangsa tak lagi hina.
Kata mereka kita pahlawan tanpa tanda jasa.
Moga kebajikan senantiasa menyerta.
Agar buahnya dinikmati anak cucu kita.

 

Istriku tercinta.

Istriku tercinta.

Aku suamimu yang sudah melewati usia setengah baya.
Disatu sisi masih merasa berjaya meski disisi berbeda sudah termakan usia.
Aku suamimu berada pada posisi yang berbahaya.
Jika tak pandai membawa dahaga.
Aku mulai merasa tak lagi semenarik masa muda.
Aku mulai memperbaiki tampak muka.
Agar tua hapus dari nyata.

Dan disisimu istriku……
Kau baktikan cinta dengan menata rumah tangga.
Kau hunjukkan kasih dengan membesarkan putra-putri kita.
Kau siapkan perhatian dengan hidangan menggugah selera.
Kau abaikan lelah dengan mengasihi anak putra-putri kita.

Tetapi pada sisiku…istriku…..
Aku butuh perhatian dan kasih mesra.
Yang dapat kurasa tanpa perantara.
Aku butuh belaian dari istriku tercinta.
Bukan perhatian pada lingkungan disekitar kita.
Agar usiaku tak terasa tua.

Diluar sana…………..
Bertabur perhatian bermuara pada harta.
Mengincar kelemahan iman didada.
Nampak segar dan nyata.
Meski kutahu jika kukecap akan terasa neraka.
Neraka untuk rumah tangga yg telah kita bina.

Oleh karena itu istriku………….
Bantulah aku agar tak menyentuh noda.
Tegarkan diri ini karena merasa.
Merasa memiliki kasih sayang dari istri tercinta.
Merasa memiliki belai yang mesra.
Merasa meski tua tapi masih berjaya.
Berjaya karena dukungan istri tercinta.
Yang dapat menyelamatkan bahtera rumah tangga kita.
Agar kelak dapat lega menikmati masa tua.
Masa menghabiskan waktu untuk dan hanya untuk kita berdua.
Masa yang penuh dengan rasa cinta.
Cinta dari istri pilihan hamba.

(Ter-inspirasi dari keinginan saudaraku Abdullah Elly pada saat Reuni Akbar Pilot-29 Curug, untuk memberikan dorongan bagi istri2 kita agar dapat menjaga keutuhan rumah tangga)..

20160317_120339

*Berbuka Puasa.*(Rev-Juni-2016).

*Berbuka Puasa.*.

(revisi Juni 2016)

Ketika kumandang menjadi tanda.
Meski tertatih dan berdalih.
Genap sudah coba dan goda.
Di hari dalam bulan penuh makna.

Diiring khidmatnya doa pembuka.
Didalam kehangatan tegukan penghilang dahaga.
Terlintas noda mengotori sukma.
Sebuah tanya bersemayam didada,
Makna atau sekedar rasa yg kuterima.

Karenanya Ya ALLAH……Yang Maha Kuasa.
Ijinkan hamba yg hina bersimpuh dihadapan paduka.
Memohon belas agar bukan hanya rasa yg hamba terima.
Tetapi segala yang berbuah makna,
Agar semakin tegar iman didada.

 

Wadah Berceloteh Ria

Mobile-Grup wadah berceloteh ria.

SAHABAT sekaligus SAUDARAKU.
Berbunga hati ini ketika tanda berkumpul tiba.
Toto saudara seperguruanku membawa berita suka cita.
Aku digelandang memasuki sebuah area.
Yang semula kuduga hanya untuk unjuk gigi semata.
Ternyata dugaku jauh dari nyata.

Aku terperangah melihat keakraban yang ada.
Sebuah kumpulan Hikmah dan Canda bercengkrama.
Meski karena keterbatasan tak dapat kuikuti semua.
Tapi saat senggang datang,
untaian BAHAGIA menjelma didada meski hanya baca sebagai penyulutnya.

Kuyakini apa yang kurasakan sama seperti rasa yang dialami Saudaraku semua.
SAHABAT sekaligus SAUDARAKU.
Mari galang rasa ini agar tetap membungkah didada.

13267905_1730769180535463_6329287092079562898_n

Sahabat.

Persahabatan.

Sahabat…….sekaligus ………saudaraku
Jika saja ada ruang waktu.
Tuk kembali kemasa lalu.
Kan kuralat semua perbuatanku.
Yang pernah menyakitkan hatimu.
Baik yang kusengaja maupun kekhilafanku.

Kesadaran ini datang, setelah kurasakan hangat kasih yang kau berikan.
Sahabat, meski klise terkesan mengedepan.
Kedua telapak tanganku, kurangkapkan.
Memohon ampun atas segala yang pernah menyakitkan.
Seraya berharap tak bertepuk sebelah tangan.

Sahabat…..sekaligus saudaraku
Untuk dapat menggambarkan arti dirimu dalam hidupku.
Meski seluruh kata yang pernah kudengar, kurangkai menjadi satu,
Takkan cukup memcerminkan sosok dirimu dalam hidup dan benakku.
Engkau……Sahabat……..sekaligus……saudaraku.

13310541_1730768267202221_2206020060130546318_n

Suara Hati.

Suara Hati.
(goresan tanganku dan dibaca dengan khidmat Oleh Capt. Harry P. pada saat Reuni Pilot 29 Curug)

Akhirnya tiba jualah saat yg bahagia.
Satu persatu berdatangan para anggota.
Ada yg datang seraya bersahaja.
Ada yang datang dengan langkah gempita.
Ada yang tersenyum menyebar tawa.
Ada yang tiba dengan membusung dada.
Ada yang tiba dengan mata merona.
Ada yang melangkah perlahan menahan sesak didada.

Semua berkumpul menjadi satu dan menyatu.
Memungut serpihan serpihan masa lalu.
Berceloteh betapa akunya aku dahulu.
Seakan hal itu baru saja berlalu.

Betapa Maha Pemurahnya Yang Maha Kuasa.
Memberi kita sebuah rasa bahagia.
Bahagia karena kita semua telah berjaya.
Jaya dari asalnya hanya sekedar penghuni asrama.

Ketika sebuah tanya bergema.
Berasal dari berapa bersaudarakah kau dalam keluarga.
Ada yang menjawab aku anak pertama dari 8 bersaudara.
Aku anak ke dua dari dua bersaudara.
Aku anak ke 4 dari 5 bersaudara.
Aku anak satu-satunya tanpa saudara.
Dstnya…..dstnya….

Tiba-tiba daun telinga ini panas membara.
Gendang telinga berdenging dilanda suara membahana.
Suara teguran keras menampar muka.
“Tidakkah kalian merasakan Rahmat Yang Maha Kuasa”.
“Yang Maha Kuasa menyatukan kalian lewat sebuah acara”.
“Mengumpulkan kalian untuk membangun sebuah rasa BERSAUDARA”.
Perlahan dan lembut suara itu sirna.

Aku terguguk dan terduduk menyesali betapa naifnya aku.
Aku menengadahkan kedua tanganku.
Bertekuk khidmat mempersembahkan Puji Syukurku.
Karena Tuhan telah meninggikan derajatku.

Kini dengan lantang aku bersuara.
Aku adalah anak kesekian dari lebih seratus saudara.
Ada saudaraku sang captain pembelah udara.
Ada saudaraku jendral yang bersahaja.
Ada saudaraku sang pengusaha yg tidak kikir meski kaya raya.
Ada saudaraku yang menjadi penguasa.
Ada saudaraku yg dipercaya mengelola sebuah bidang pada dunia usaha.
……….
………..
Dan itu semua bukan hanya untukku semata.
Tetapi milikmu jua, wahai saudara2ku semua.

Tidakkah kau bangga memiliki saudara seperti aku sebagai pengajar di perguruan tinggi swasta.
Tidakkah kau bangga memiliki saudara sang pembelah udara.
Tidakkah kau bangga memiliki saudara sebagai petinggi tentara.
Tidakkah kau bangga memiliki saudara pengusaha.
Tidakkah kau bangga memiliki saudara sebagai pengelola.
Tidakkah kau bangga memiliki saudara meski tak memiliki harta tapi berhati mulia.
Dan masih banyak saudara yang sama sama kita miliki.

Sejak saat bersejarah ini, mari kita sama sama membusungkan dada.
Bangga karena terpilih oleh Yang Maha Kuasa.
Untuk menjadi anak kesekian dari seratus lebih saudara..

13310563_1730766307202417_6551223945611658580_n

Tugas Pengganti UAS Sosiologi seksi 05, 06 dan 20 Semester Genap 2016-2017

Jawablah soal-soal dibawah ini dan kirimkan dalam bentuk MS-Word ke email :

tugassosiologi212@gmail.com

Kirim email dengan subyek :

NIM, NAMA, Seksi, Tgs-UAS

1. Apakah yang dimaksud dengan Kekuasaan.
2. Jelaskan dan berikan contoh Wewenang.
3. Apakah yang dimaksud dengan mobilitas sosial dan berikan contohnya.
4. Apakah LSM itu merupakan lembaga social menurut sosiologi, jelaskan jawaban saudara.
5. Apakah perubahan social itu dan sebutkan contoh factor internal serta eksternal yang mempengaruhinya.
6. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia.
7. Apakah yang dimaksud dengan perilaku menyimpang dan berikan contohnya.
8. Jelaskan dan berikan contoh kebudayaan,
9. Apakah yang dimaksud dengan Masyarakat Madani(Civil Society).
10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perilaku kolektif dan berikan contohnya.

Paling Lambat Tgl 14 Juli 2017 Jam : 24:00 wib

===Selamat Bekerja===

FInancial Statement

Setelah melakukan Adjusting entries dan memasukkannya kedalam worksheet dan memindahkan semua perkiraan sesuai dengan postnya, maka akan terlihat seperti ini hasilnya:

akuntansi new online (1)-worksheet-bbb1Kemudian buatlah Income Statement seperti nampak dibawah ini:

akuntansi new online (1)-worksheet-Income-StatementKemudian buatlah Statement of Changes in Capital dengan menambah atau mengurangi MODAL dengan LABA atau RUGInya, sehingga akan tampak seperti contoh dibawah ini:
akuntansi new online (1)-worksheet-CapitalSelanjutnya buatlah Balance Sheet, ingat yg dimasukkan sebagai jumlah Capitalnya adalah angka Ending Capital pada Statement of Chages in Capital, bukan nilai Capital awal yg tertera pada Worksheet. Jika benar maka Balance Sheet nya akan terlihat seperti dibawah ini :

akuntansi new online (1)-worksheet-Balance-sheet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adjustment/Penyesuaian.

Adjustmen/Penyesuaian.

Kegiatan Penyesuaian/adjusment disebut juga dengan Adjusting Entries, kegiatan ini bertujuan untuk melaporkan saldo didalam trial balance berdasarkan nilai yang sesungguhnya.

Kondisi Yang Memerlukan Penyesuaian.

  1. Kondisi menangguhkan atau menunda pengakuan beban atau pendapatan

Contoh : Beban yang ditangguhkan, Pendapatan yang ditangguhkan.

Beban Yang ditangguhkan (deferred expenses)

D.(Insurance expenses) Beban Asuransi …………………..……….xx

K.(Prepaid expense) Asuransi Di Bayar Dimuka ………….………xx

  1. Kondisi Akrual akibat tidak adanya pencatatan beban yang terjadi atau pendapatan yang dihasilkan.

Contoh : Beban akrual atau kewajiban akrual, Pendapatan akrual atau aktiva akrual.

Pendapatan Yang Ditangguhkan (Deferred Revenues)

D.(Unearned Revenues) Pendapatan Diterima Dimuka …..…. xx

K.(Revenues) Pendapatan ……………………………………………….xx

Beban Akrual (Acrual expenses)

D.(Salary Expenses) Beban Gaji …………..…………… xx

K.(Salary Liabilities) Utang Gaji …………………………..xx

Pendapatan akrual (Acrual Revenues)

D.(Interest Receivable) Piutang Bunga …….……….. xx

K.(Interest Revenues) Pendapatan Bunga ……..….. xx

Dilakukan pada akhir periode akuntansi(dapat bulanan/tengah tahunan/tahunan) bertujuan untuk melakukan penyesuaian saldo perkiraan dengan kondisi yang sebenarnya.

Contoh:

Tgl 01/10/2009 dibeli ATK 260

Jurnalnya :
Office Supplies                                260

-Cash                                                260

Pada akhir tahun dilakukan posting dengan asumsi tidak ada transaksi lain untuk perkiraan off-sup, maka saldo off-sup akan tetap sebesar 260, sedangkan pada kenyataannya ATK telah terpakai sebesar 200, sehingga laporan keuangan yang disampaikan  tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Untuk itu harus dilakukan penyesuaian sbb:

Supplies Expense                                      200

  • Office Supplies 200

Demikian pula halnya dengan kendaraan, hanya pada kendaraan atau harta tetap lainnya perkiraan harta tetap tidak dikurangi secara langsung tetapi dikurangi dengan perkiraan accumulated depreciation.

 Tgl 01/08/2009 dibeli kendaraan senilai 48000 secara credit

Jurnalnya

Transportation Eq                           48.000

-A/P                                                            48.000

Pada tgl 31/12/09 harus dilakukan penyusutan sebesar 2500 dengan jurnal(Adjusting entries) sbb:

Depreciation on trans-Eq                                            2.500

  • Accumulated Depre on Trans-Eq 500

Perusahaan biasa membayar gaji pada tanggal 01 setiap bulannya sebesar 12.400, pada tanggal 31/12 tahun berjalan perusahaan memiliki hutang gaji sebesar 12.400

AE nya sbb:
Salaries expense                              12.400

Salaries Payable                                            12.400

Tanggal 02 pada saat gaji dibayar jurnalnya sbb:

Salaries Payable                              12.400

  • Cash                                                 400

Tgl 26/12/2009 seorang pasien dirawat dengan biaya rawat inap 1250/hari, pasien sembuh dan meninggalkan rumah sakit tgl 07/01/2010.

AE:

Accrued service revenue                          7.500

  • Service revenue 500

Tgl 07 pada saat pasien bayar, jurnalnya:

Cash                                                           16.250

  • Accrued service revenue 500
  • Service revenue 750

 

 

 

Pembuatan Model Data dan Desain Database

Seperti kebanyakan perusahaan pada umumnya, sebuah perusahaan harus berubah ke pendekatan database untuk menyimpan data akuntansinya. Di dalam pembahasan ini, Akan diperlihatkan bagaimana cara mendesain dan mendokumentasikan database relasional untuk suatu sistem informasi akuntansi. Akan diperlihatkan bahwa masih ada banyak hal untuk dipelajari selain hanya mempelajari sintaksis tentang bagaimana menggunakan suatu DBMS tertentu. Membangun database yang akurat membutuhkan banyak perencanaan yang hati-hati dan desain, bahkan sebelum perancang data base duduk di depan komputer.

data-model-er1Pembahasan berikut ini memusatkan perhatian pada pembuatan model data, yang merupakan salah satu aspek desain database yang harus dipahami para akuntan. Pembahasan ini akan memperkenalkan model akuntansi REA(Resourse Event Agent) dan diagram E-R, serta menunjukkan bagaimana mempergunakan alat-alat ini untuk membangun sebuah model data SIA.

Kemudian, Pembahasan berikutnya akan mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan hasil model data dalam database relasional. Ingatlah selalu bahwa walaupun diskusi memusatkan perhatian pada database relasional, prinsip-prinsipnya tetap dapat diterapkan pada jenis database apa pun.

datamodel-urlPembahasan menyeluruh tentang Pembuatan Model Data dan Desain Database meliputi:

Proses Desain Database.

Gambar DD-1Gambar-5-0001-a

Gambar DD-1 memperlihatkan enam langkah dasar dalam mendesain database.

Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan sistem baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.

Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup sistem baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu Anda membuat keputusan awal mengenai persyaratan hardware dan software.

Tahap ketiga mencakup pengembangan berbagai skema berbeda untuk sistem yang baru, pada tingkat konseptual, eksternal, dan internal.

Tahap keempat mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam sistem yang baru tersebut. lni juga merupakan tahap pengembangan aplikasi baru.

Tahap kelima, (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari sistem sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji sistem yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaarmya.

Tahap keenam, atau tahap terakhir berkaitan dengan penggunaan dan pemeliharaan sistem yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja sistem baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi sistem.

Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktik bisnis atau perkembangan baru yang signifikan dalam teknologi informasi, akan memprakarsai penyelidikan atas kelayakan pengembangan suatu sistem baru. Jadi, seluruh proses di atas akan diulang kembali (lihatlah anak panah yang kembali ke tahap perencanaan).

Peran Akuntan dalam Proses Desain Database.

Para akuntan dapat dan seharusnya berpartisipasi dalam seluruh tahapan proses desain database, walaupun tingkat keterlibatan mereka dalam setiap tahap akan bervariasi.

Accountant-aPada tahap perencanaan, akuntan menyediakan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan proyek yang diajukan, dan juga terlibat dalam membuat keputusan mengenai hal tersebut.

Di dalam analisis mengenai persyaratan dan tahap desain, akuntan berpartisipasi dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai, mengembangkan skema logis, mendesain kamus data (data dictionary), serta menentukan pengendalian.

accountabtAkuntan dengan keahlian SIA yang baik dapat berpartisipasi dalam tahap pengkodean (coding).

Selama tahap implementasi, akuntan dapat membantu menguji keakuratan database yang baru tersebut dan program aplikasi yang akan menggunakan data tersebut.

Terakhir, akuntan menggunakan sistem database untuk memproses transaksi, dan kadang-kadang bahkan membantu mengelolanya.

Peran Akuntan dalam Proses Pembuatan Model Data.

accountabtAkuntan dapat menyumbangkan nilai yang besar bagi organisasi mereka dengan cara bertanggung jawab atas pembuatan model data. Pembuatan model data (data modeling) adalah proses menyusun database, agar database tersebut benar-benar mewakili seluruh aspek organisasi, termasuk interaksi organisasi dengan lingkungan eksternal.

Gambar DD-1

Gambar-5-0001-aSeperti yang diperlihatkan dalam Gambar DD-1, pembuatan model data terjadi baik selama tahap analisis persyaratan maupun pada tahap desain.

Dua alat penting yang dapat dipergunakan oleh akuntan untuk memungkinkan keterlibatan dalam pembuatan model data adalah diagram E-R dan model data REA.

Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram)

Diagram hubungan-entitas (entity-relationship) merupakan suatu teknik grafis yang menggambarkan skema database. Disebut sebagai diagram E-R karena diagram tersebut menunjukkan berbagai entitas yang dimodelkan, serta hubungan antar-entitas tersebut. Entitas (entity) adalah segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan oleh organisasi. Di dalam diagram E-R, entitas muncul dalam bentuk persegi panjang, sedangkan hubungan antar-entitas diwakili oleh bentuk wajik.

ERD-imagesSebagai contoh, diagram E-R di bagian atas Gambar DD-2 memperlihatkan bahwa sehagian besar organisasi mengumpulkan dan memelihara informasi mengenai transaksi bisnisnya seperti pesanan pelanggan, penjualan, serta penerimaan tunai/kas. Diagram di bagian bawah gambar tersebut memperlihatkan bahwa diagram E-R dapat dibuat untuk tujuan apa pun, seperti untuk membuat model komponen-komponen yang penting dalam olah raga.

Diagram E-R tidak hanya menunjukkan isi dari suatu database, tetapi juga secara grafis merupakan model suatu organisasi. Jadi, diagram E-R dapat dipergunakan tidak hanya untuk mendesain database, tetapi juga untuk mendokumentasikan dan memaharni database yang telah ada, serta untuk mengubah secara total proses bisnis. pembahasan ini akan memusatkan perhatian pada cara penggunaan diagram E-R untuk mendesain database, serta untuk memahami isi database yang telah ada.

Gambar DD-2

Gambar-5-0002-aSeperti yang diperlihatkan di dalam Gambar DD-2, diagram E-R dapat terdiri dari berbagai jenis entitas dan hubungan antar-entitas. Oleh sebab itu, langkah yang penting dalam mendesain database termasuk pula proses memutuskan entitas mana yang perlu dibuat modelnya. Model data REA(Resource Event Agent) dipergunakan tuntuk mengambil keputusan mengenai hal semacam ini.

Pola Dasar REA (Basic REA Template)

Model data REA menetapkan pola dasar tentang bagaimana ketiga jenis entitas (sumber daya, kegiatan, dan pelaku) seharusnya berhubungan satu sama lain. Gambar DD-4 menyajikan pola dasar ini.

Setiap entitas kegiatan dihubungkan ke sebuah entitas sumber daya. Kegiatan, seperti penjualan barang dagangan, yang mengubah jumlah suatu sumber daya dihubungkan ke sumber daya itu sendiri melalui hubungan yang disebut dengan hubungan arus barang (stock flow relationship).

Kegiatan lainnya, seperti menerima pesanan pelanggan, yang mewakili komitmen di masa mendatang, dihubungkan ke sumber daya melalui hubungan cadangan (reserve relationship). Setiap entitas kegiatan juga dihubungkan dengan dua entitas pelaku. Pelaku internal adalah pegawai yang bertanggung jawab atas sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut; pelaku eksternal adalah pihak luar dalam transaksi tersebut.

Gambar DD-4
Gambar-5-0004-aa

Model Data REA.

Model data REA (Resource Event Agent)secara khusus dipergunakan dalam desain database SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi.

Gambar DD-3

Gambar-5-0003-aModel data REA(Resource Event Agent) memberikan petunjuk dalam desain database dengan cara mengidentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan ke dalam database SIA, dan dengan cara menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database tersebut.

Jenis-jenis Entitas dalam REA.

Model data REA(Resource Event Agent) mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori, yaitu: sumber daya (resource) yang didapat dan dipergunakan organisasi, kegiatan (event) atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi, dan pelaku (agent) yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Gambar DD-3 memberikan contoh mengenai ketiga entitas ini.

Gambar DD-3

Gambar-5-0003-aSumber daya (resource) adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi. Di dalam Gambar DD-3, kas dan persediaan adalah entitas sumber dayanya. Mesin dan perlengkapan, pasokan, gudang, pabrik, dan tanah adalah contoh-contoh sumber daya organisasional umum lainnya.

Kegiatan (event) adalah berbagai aktivitas bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian. Terdapat dua entitas kegiatan dalam Gambar DD-3: penjualan dan tanda terima kas.

Pelaku (agent) adalah entitas jenis ketiga dalam model REA. Pelaku adalah orang-orang dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi.

Gambar DD-3 berisi dua jenis entitas pelaku, yaitu: pegawai (staf penjualan dan kasir) serta pelanggan. Pemasok (atau penyedia barang/vendor) adalah jenis-jenis pelaku lainnya yang akan muncul dalam diagram REA untuk siklus pengeluaran (expenditure).

Peran Model Data REA dalam Rantai Nilai Organisasi.

Model data REA membantu orang mendesain database yang mendukung manajemen kegiatan rantai nilai organisasi. Oleh sebab itu, sebagian besar kegiatan dalam model data REA termasuk dalam satu dari dua kategori, yaitu: pertukaran ekonomi dan komitmen.

economic-exchange-urlPertukaran ekonomi (economic exchange) adalah kegiatan rantai nilai yang secara langsung mempengaruhi jumlah sumber daya. Sebagai contoh, kegiatan penjualan akan menurunkan jumlah persediaan, dan kegiatan penerimaan kas akan meningkatkan jumlah kas.

commitment-urlKomitmen mewakili janji untuk melakukan pertukaran ekonomi di masa mendatang. Sebagai contoh, pesanan pelanggan adalah komitmen yang mengarah pada penjualan di masa mendatang. Sering kali komitmen semacam ini merupakan awal yang dibutuhkan untuk adanya pertukaran ekonomi selanjutnya.

Manajemen juga perlu melacak komitmen untuk tujuan perencanaan. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur sering kali menggunakan, informasi dari pesanan pelanggan untuk merencanakan produksi.

REA dan Kegiatan Pertukaran Ekonomi.

Gambar DD-3Gambar-5-0003-a

Gambar DD-4 juga memperlihatkan bahwa setiap kegiatan pertukaran ekonomi (economic exchange) dihubungkan dalam hubungan dualitas memberi-untuk-menerima (give-to-get) dengan kegiatan pertukaran ekonomi lainnya.

Gambar DD-4

Gambar-5-0004-aaHubungan-hubungan dualitas ekonomi ini mencerminkan prinsip dasar bisnis, yaitu organisasi umumnya terlibat dalam aktivitas yang mempergunakan sumber daya hanya jika ada harapan untuk memperoleh sumber daya lain sebagai gantinya. Contohnya, dalam kegiatan penjualan, yang membutuhkan penyerahan (penurunan) persediaan, dihubungkan dengan kegiatan penerimaan kas, yang membutuhkan pendapatan (peningkatan) jumlah kas.

Gambar DD-5

Gambar-5-0005-aaBahkan, Gambar DD-5 memperlihatkan bahwa setiap siklus akuntansi dapat dideskripisikan berdasarkan hubungan dualitas memberi-dan-menerima semacam ini.

Gambar DD-3 hingga DD-5 memperlihatkan bahwa model data REA dapat ditunjukkan dengan menggunakan diagram E-R.

Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Gambar DD-6 memperlihatkan diagram REA yang dibuat untuk siklus pendapatan (revenue cycle). Pembahasan ini menjelaskan bagaimana membangun diagram semacam itu. Ingatlah selalu bahwa Gambar DD-6 hanya merupakan model dari salah satu rangkaian dari seluruh aktivitas bisnis perusahaan.

Perancang Database hanya perlu meningkatkan model dasar ini untuk mendesain SIA perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, perancang database juga harus membangun model yang hampir sama untuk siklus transaksi lainnya, dan kemudian mengintegrasikan diagram-diagram terpisah tersebut ke dalam sebuah model pada tingkat perusahaan.

fourstepsMembangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut:

  1. Langkah-1: Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.
  2. Langkah-2: Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
  3. Langkah-3: Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi.
  4. Langkah-4: Tetapkan kardinalitas (cardinalities) setiap hubungan.

Langkah 1: Identifikasi Kegiatan Pertukaran Ekonomi dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Gambar DD-4Gambar-5-0004-aa
Gambar DD-4 memperlihatkan bahwa pola dasar REA terdiri dari sepasang kegiatan, satu kegiatan meningkatkan beberapa sumber daya, dan kegiatan satunya menurunkan beberapa sumber daya. Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.

Jadi, Perancang database mulai menggambar diagram REA untuk siklus pendapatan perusahaan dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik.

dtbase-designer-urlSelama menggambar diagram REA untuk suatu siklus transaksi, sangatlah berguna untuk membagi kertas yang digunakan untuk menggambar ke dalam tiga kolom, satu kolom untuk setiap jenis entitas. Pergunakan kolom kiri untuk sumber daya, kolom tengah untuk kegiatan, dan kolom kanan untuk pelaku.

Kemudahan untuk membaca diagram dapat ditingkatkan apabila entitas kegiatan digambar dari atas ke bawah, sesuai dengan urutan kejadiannya. Jadi, perancang database mulai membuat Gambar DD-6 dengan memperlihatkan entitas penjualan di atas entitas kegiatan tanda terima kas, di dalam kolom tengah kertasnya.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Langkah 2: Identifikasi Sumber Daya dan Pelaku dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi. Melanjutkan contoh sebelumnya, Perancang database mengamati bahwa kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan, dan bahwa kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan. Oleh sebab itu, perancang database menambahkan entitas persediaan dan kas di dalam kolom sumber daya, serta menggambar hubungan arus barang antara kedua entitas tersebut dan kegiatan yang mempengaruhi keduanya.

AR-urlBagaimana dengan piutang? Piutang tidak dimodelkan sebagai entitas terpisah karena piutang bukanlah objek yang independen. Sebaliknya, piutang hanya mewakili perbedaan waktu antara dua kegiatan, yaitu: penjualan dan penerimaan kas. Piutang hanya mewakili penjualan yang pembayarannya belum diterima dari pelanggan. Konsekuensinya, apabila data mengenai penjualan dan penagihan kas telah disimpan di dalam database, seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menghitung piutang dapat diambil dari informasi yang disimpan mengenai kedua kegiatan tersebut.

Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan atau penyedia barang/vendor) yang terlibat dalam setiap kegiatan. Di dalam kasus siklus pendapatan PERUSAHAAN, pelanggan dan staf penjualan terlibat daiam kegiatan penjualan. Jadi, Perancang database memasukkan tiga entitas pelaku dalam diagram REA siklus pendapatan PERUSAHAAN, yaitu: staf penjualan, pelanggan, dan kasir. Perancang database kemudian menambahkan hubungan untuk mengindikasikan pelaku mana yang terlibat dalam suatu kegiatan. Demi menghindari kekacauan, perancang database tidak menggambar berulang-ulang entitas pelanggan.

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa
Merupakan hal yang penting untuk dipahami bahwa pelaku dalam model data REA mewakili fungsi, bukan mewakili orang tertentu. Jadi, di dalam Gambar DD-6, Perancang database membuat model entitas staf penjualan dan pelanggan, sebagai entitas terpisah. Akan tetapi, mungkin saja bahwa orang yang sama melakukan kedua peran entitas tersebut. Contohnya, di dalam penjualan tunai, staf penjualan juga dapat bertindak sebagai kasir dan menagih pembayaran dari pelanggan. Akan tetapi, dalam diagram REA akan tetap dimasukkan dua pelaku sebagai model situasi ini.

Akhirnya, Perancang database mempertimbangkan apakah perancang database perlu menambahkan hubungan lain antar-entitas. Model REA mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dihubungkan paling tidak ke satu sumber daya, dan paling tidak dua pelaku. Informasi semacam ini memerlukan tambahan informasi dari wawancara dengan pihak manajemen, untuk mengidentifikasi kemungkinan hubungan lainnya. Contohnya, apabila organisasi mmgarahkan seorang pelanggan ke staf penjualan tertentu untuk menyediakan pelayanan yang sama, maka hubungan langsung antara kedua entitas tersebut (staf penjualan dan pelanggan) akan ditambahkan dalam diagram. Perancang database memutuskan bahwa perancang database tidak perlu memasukkan hubungan semacam ini untuk PERUSAHAAN. Pada tahap ini, diagram REA Perancang database untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN akan tampak seperti Gambar DD-3.
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a

Langkah 3: Masukkan Kegiatan Komitmen dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a
Walaupun Gambar DD-3 secara akurat memodelkan penjualan PERUSAHAAN ke pelanggan yang datang ke toko, Perancang database tahu bahwa PERUSAHAAN juga menerima pesanan dari pelanggan dalam tiga cara, yaitu: melalui Internet, telepon, dan surat.

Merupakan hal yang penting bagi PERUSAHAAN untuk secara akurat memperbarui informasi mengenai pesanan-pesanan ini agar manajemen mengetahui kapan saatnya memesan kembali berbagai barang persediaan. Selain itu, merupakan hal yang penting pula untuk diketahui pesanan mana yang telah dikirim dan kapan waktu pengirimannya. Oleh sebab itu,

Perancang database mernutuskan untuk mengganti kegiatan pertukaran ekonomi tunggal yang diwakilkan sebagai penjualan dalam Gambar DD-3, dengan kombinasi kegiatan komitmen, yang disebutnya sebagai pesanan pelanggan, dan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang tetap disebutnya sebagai penjualan.

Perancang database memutuskan bahwa kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko, karena. PERUSAHAAN mengumpulkan informasi yang hampir sama mengenai kedua jenis penjualan tersebut. Perbedaan utama antara kedua kegiatan tersebut adalah penjualan yang terjadi di toko tidak memiliki nomor dokumen pengiriman.

Akan tetapi, Perancang database rnemutuskan untuk tidak memecah kegiatan pertukaran penerimaan kas. Satu-satunya hal yang perlu dilacak PERUSAHAAN adalah penerimaan pembayaran yang sesungguhnya, walaupun untuk pembayaran pelanggan diterima pada saat penjualan, seperti yang umumnya terjadi untuk penjualan di toko, atau penjualan melalui surat.

Akan tetapi, bagaimana dengan penagihan pada pelanggan? Perancang database tidak membuat model penagihan sebagai sebuah kegiatan, karena ini bukanlah merupakan kegiatan pertukaran ekonomi maupun komitmen. Mencetak faktur penjualan dan mengirimkannya ke pelanggan tidak meningkatkan atau mengurangi jumlah sumber daya.

Penagihan juga tidak mewakili komitmen organisasi untuk melaksanakan pertukaran ekonomi di masa mendatang. Kewajiban pelanggan untuk membayar organisasi penjual bukan muncul dari aktivitas penagihan, tetapi dari pengiriman barang dagangan. Aktivitas penagihan hanyalah sebuah kegiatan pemrosesan informasi yang hanya mengambil informasi dari database mengenai pesanan pelanggan dan kegiatan penjualan yang telah terjadi.

Organisasi membangun database untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan informasi mengenai aktivitas rantai nilai mereka. Aktivitas proses informasi seperti ini tidak merubah isi database, dan karenanya, tidak dimodelkan sebagai kegiatan dalam diagram REA. Konsekuensinya, aktivitas pencetakan dan pengiriman faktur penjualan tidak perlu muncul dalam diagram REA siklus pendapatan organisasi.

Langkah 4: Menetapkan Kardinalitas (Cardinalities) Hubungan dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

Langkah terakhir dalam menggambar diagram REA untuk satu siklus transaksi adalah menambahkan informasi mengenai sifat hubungan antar-entitas.

Pembahasan ini, mengadopsi notasi Batini untuk mewakili informasi kardinalitas. Jadi, pasangan huruf dan angka dalam tanda kurung yang terdapat di setiap entitas Gambar DD-6, mewakili kardinalitas minimum dan maksimumnya, sesuai dengan keterlibatan entitas dalam hubungan tersebut. Sayangnya, tidak ada standar universal untuk mewakili informasi mengenai kardinalitas dalam diagram REA.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Pengertian Kardinalitas dalam REA.

Apa Kardinalitas itu? Entitas yang mewakili kelas atau rangkaian objek. Contohnya, entitas pelanggan mewakili seluruh pelanggan organisasi, sedangkan entitas penjualan mewakili seluruh transaksi penjualan yang terjadi selama periode fiskal yang berjalan. Setiap individu pelanggan atau transaksi penjualan mewakili sebuah perumpamaan khusus entitas pelanggan dan penjualan.

cardinality-urlKardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya. Contohnya, kardinalitas menunjukkan berapa banyak transaksi penjualan yang dapat dihubungkan ke setiap individu pelanggan, dan sebaliknya, berapa banyak pelanggan yang dapat dihubungkan ke setiap transaksi penjualan.

Di dalam database relasional, setiap entitas adalah tabel, dan setiap perumpamaan adalah baris dalam tabel tersebut. Oleh sebab itu, di dalam database relasional, kardinalitas menunjukkan berapa banyak baris di dalam satu tabel yang dapat dihubungkan ke setiap baris di dalam tabel lainnya.

Kardinalitas Minimun dalam REA

Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa
GambarDD-6 menyajikan kardinalitas sebagai pasangan nomor di setiap entitas.

Nomor pertama adalah kardinalitas minimum. Ini menunjukkan apakah sebuah baris dalam tabel harus dihubungkan dengan paling tidak satu baris di dalam tabel yang letaknwa berseberangan dalam hubungan tersebut. Kardinalitas minimum nol (0) memiliki arti bahwa sebuah baris baru dapat ditambahkan di tabel tersebut tanpa harus dihubungkan dengan baris tertentu dalam tabel yang letaknya berseberangan dalam hubungan tersebut.

Contohnya, di dalam Gambar DD-6, kardinalitas minimum 0 yang terletak di dekat entitas pelanggan dalam hubungan pelanggan-penjualan, menunjukkan bahwa informasi tentang pelanggan baru (prospektif) dapat ditambahkan ke tabel pelanggan tanpa harus dihubungkan ke suatu transaksi penjualan.

minimumSebaliknya, kardinalitas minimum satu (1) memiliki arti bahwa setiap baris dalam suatu tabel harus dihubungkan ke paling tidak satu baris dalam tabel lainnya di hubungan tersebut. Contohnya, di dalam Gambar DD-6, kardinalitas minimum yang terletak di dekat entitas penjualan dalam hubungan pelanggan-penjualan, menunjukkan bahwa informasi mengenai transaksi penjualan baru dapat ditambahkan hanya apabila terhubung dengan sebuah baris dalam tabel pelanggan.

Kardinalitas Maksimun dalam REA

Nomor kedua dalam setiap pasangan kardinalitas adalah kardinalitas maksimum. Hal ini menunjukkan apakah suatu baris dalam tabel dapat dihubungkan ke lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.

maximum-urlKardinalitas maksimum 1 memiliki arti bahwa setiap baris di dalam tabel dapat dihubungkan ke paling banyak hanya satu baris dalam tabel lainnya. Perhatikan hubungan pelanggan-penjualan yang ditunjukkan di Gambar DD-6, yang memiliki kardinalitas maksimum 1 di entitas penjualannya.

Hal ini berarti setiap transaksi penjualan dapat dihubungkan hanya ke satu pelanggan tertentu saja. Sebaliknya, perhatikan bahwa kardinalitas maksimum di dekat entitas pelanggan adalah N (yang mewakili arti banyak/many). Hal ini berarti setiap baris dalam tabel pelanggan dapat (tetapi bisa tidak perlu) dihubungkan ke lebih dari satu baris tabel penjualan.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Tugas Pertemuan 6 Seksi 13 dan 14

Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan manusia menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow.

Kirimkan jawaban saudara pada email tugasmotivasi@gmail.com dengan judul : NIM-NAMA-SEKSI-TUGAS-SOSIOLOGI-6,

contoh : 201599001-13-TUGAS-SOSIOLOGI-6

Batas akhir pengiriman jawaban Hari : Jumat, tgl : 07 April Jam : 00:00

Jenis Hubungan dalam antar entitas.

Tiga jenis hubungan. Terdapat kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antar-entitas, tergantung dari kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan setiap entitas.cardinality-url

  1. Hubungan satu-ke-satu (one-to-one relationship) (1:1) terjadi saat kardinalitas maksimum untuk setiap entitas dalam hubungannya adalah 1 (lihat Gambar DD-7, Panel A).
  2. Hubungan satu-ke-banyak (one-to-many relationship) (1:N) terjadi saat kardinalitas maksimum dari suatu entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinalitas maksimum entitas lainnya dalam hubungan tersebut adalah N (lihat Gambar DD-7, Panel B dan C).
  3. Hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many relationship) (M:N) terjadi saat kardinalitas maksimum kedua entitas dalam suatu hubungan adalah N (Gambar DD-7, Panel D).

Gambar DD-7Gambar-5-0007-aa-dd-7

 

Hal yang memungkinkan terjadinya hubungan 1:N (satu ke banyak).

Gambar DD=7, Panel B dan Gambar DD-7, Panel C menunjukkan dua cara kemungkinan terjadinya hubungan satu-ke-banyak (1:N). Gambar DD-7, Panel B memperlihatkan bahwa setiap kegiatan penjualan dapat dihubungkan dengan banyak kegiatan penerimaan kas.

Gambar DD-7Gambar-5-0007-aa
Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan dapat melakukan pembayaran secara cicilan, walaupun bukan merupakan syaratnya. Akan tetapi, Gambar DD-7, Panel B juga memperlihatkan bahwa setiap kegiatan penerimaan kas dihubungkan dengan paling banyak satu kegiatan penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan harus membayar setiap transaksi penjualan secara terpisah; mereka tidak bisa membuat rekening saldo untuk suatu periode.

Sebaliknya, Gambar DD-7, Panel C memperlihatkan bahwa setiap kegiatan penjualan dapat dihubungkan dengan paling banyak satu kegiatan penerimaan kas. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan tidak dapat membayar secara cicilan. Gambar DD-7, Panel C juga memperlihatkan bahwa setiap kegiatan penerimaan kas dapat dihubungkan dengan berbagai kegiatan penjualan yang berbeda.

Hal ini menunjukkan adanya kebijakan yang mengizinkan pelanggan membuat beberapa pembelian selama suatu periode waktu (contoh: dalam satu bulan), dan kemudian membayar lunas pembelian mereka dengan satu kali pembayaran.mandatory-reltshp-url

Hal yang memungkinkan terjadinya hubungan M:N (banyak ke banyak).

Gambar DD-7, Panel D menunjukkan hubungan banyak-ke-banyak (M:N) antara kegiatan penjualan dan penerimaan kas:

many2manySetiap kegiatan penjualan dapat dihubungkan dengan satu atau lebih kegiatan penerimaan kas, dan setiap kegiatan penerimaan kas dapat dihubungkan dengan satu atau lebih kegiatan penjualan.

Hal ini mencerminkan situasi organisasi yang dapat melakukan beberapa penjualan tunai, penjualan yang memungkinkan pelanggan membayar secara cicilan, dan penjualan yang memungkinkan pelanggan membayar lebih dari satu pembelian dengan satu kali pengiriman uang.
Gambar DD-7Gambar-5-0007-aa

Aturan untuk Menspesifikasi Kardinalitas.

Pendesain database tidak menentukan sendiri kardinalitas. Sebaliknya, kardinalitas mencerminkan fakta mengenai organisasi yang dibuat modelnya dan juga praktik bisnis organisasi tersebut.

Informasi ini diperoleh dalam tahap definisi persyaratan dari proses desain database. Jadi, Perancang database harus dengan jelas memahami bagaimana perusahaan melakukan aktivitas-aktivitas bisnisnya untuk memastikan bahwa Gambar DD-6 sudah benar untuk kondisi PERUSAHAAN.

Akan tetapi, beberapa prinsip umum tertentu dapat memberikan titik awal untuk mulai membangun model data REA bagi organisasi jenis apa pun.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Aturan Kardinalitas untuk Hubungan Pelaku-Kegiatan (Agent-Event Relationship)

Perhatikan bahwa di dalam Gambar DD-6 kardinalitas minimum dan maksimum yang berhubungan dengan entitas kegiatan dalam setiap hubungan pelaku-kegiatan adalah satu (1).

Gambar-5-0006-aaGambar DD=6.
Kondisi ini hampir selalu dapat ditemui di mana saja. Kardinalitas minimum yang berhubungan dengan entitas kegiatan bernilai 1 karena harus ada beberapa pelaku yang terlibat dalam kegiatan terscbut.

Contohnya, suatu kegiatan penjualan harus dihubungkan dengan seorang pelanggan. Kardinalitas maksimum juga biasanya bernilai 1, karena organisasi ingin agar ada seorang pelaku tertentu yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Melanjutkan contoh sebelumnya, sebuah penjualan dilakukan oleh beberapa pelanggan yang dapat diidentifikasi, yang diharapkan membayar untuk penjualan tersebut. Dengan cara yang hampir sama, kardinalitas maksimum entitas kegiatan dalam hubungan dengan pelaku internal (contoh untuk kegiatan penjualan, seorang staf penjualan) juga biasanya bernilai 1, untuk memberikan kredit ke pegawai terkait.

Prinsip Umum Kardinalitas dalam hubungan Pelaku-Kegiatan

Terdapat pula prinsip umum tentang kardinalitas yang berhubungan dengan entitas pelaku dalam hubungan pelaku-kegiatan. Perhatikan bahwa dalam Gambar DD-6, kardinalitas yang berhubungan dengan setiap pelaku dalam hubungan pelaku-kegiatan seluruhnya memiliki nilai minimum nol (0) dan maksimum N. Kombinasi ini juga umum dalam hubungan tersebut.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan entitas pelaku internal dalam hubungan pelaku-kegiatan juga hampir selalu N, karena organisasi berharap pegawai mereka akan terlibat dalam berbagai kegiatan. Kardinalitasnya juga akan N untuk pelaku eksternal, karena organisasi sering kali terlibat dalam transaksi berulang-ulang dengan pemasok dan pelanggan yang sama.

Alasan Kardinalitas minimum Entitas Pelaku (Pelaku-Kegiatan) bernilai 0(nol)

Terdapat dua alasan mengapa kardinalitas minimum yang berhubungan dengan entitas pelaku di hubungan pelaku-kegiatan biasanya bernilai nol (0).

zero-card-urlPertama, organisasi ingin dapat menambah informasi mengenai pelanggan dan pemasok potensial, walaupun para pelaku tersebut mungkin saja tidak (belum) terlibat dalam transaksi bisnis apa pun.

Kedua, entitas kegiatan sesuai dengan file transaksi, sedangkan entitas pelaku sesuai dengan file utama (master file). Pada akhir tahun fiskal, isi tabel kegiatan biasanya akan diarsipkan dan tahun fiskal yang baru akan mulai dengan baris kosong dalam berbagai tabel kegiatan.

Sebaliknya, informasi mengenai pelaku bersifat permanen dan dibawa terus dari satu periode fiskal ke periode berikutnya. Oleh sebab itu, pada awal periode fiskal baru, pelanggan dapat tidak dihubungkan dengan kegiatan penjualan yang baru berjalan.

Asumsi Perancang Database untuk setiap hubungan Pelaku-Kegiatan.

Perancang database memulai dengan asumsi bahwa setiap hubungan pelaku-kegiatan dapat dimodelkan sesuai dengan pola berikut:

Kegiatan (l,l)-(0,N) Pelaku. Perancang database kemudian mewawancarai Manajemen untuk menetapkan apakah perancang database perlu memodifikasi asumsi tersebut atau tidak.

Setelah perancang database mengetahui bahwa tidak ada pengecualian dalam praktik umum ini, perancang database membiarkan kardinalitas tersebut sebagaimana adanya, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar DD-6.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa

Aturan Kardinalitas untuk Hubungan Sumber Daya-Kegiatan

Gambar-5-0006-aaGambar DD-6
Perhatikan bahwa dalam Gambar DD-6 kardinalitas minimum dan maksimum yang berhubungan dengan setiap sumber daya di hubungan sumber daya-kegiatan, bernilai nol (0) dan N. Hal ini umum untuk sebagian besar organisasi dan sumber daya. Alasannya sama dengan yang diberikan sebelumnya ketika menjelaskan kardinalitas minimum dan maksimum umum, yang berhubungan dengan pelaku dalam hubungan pelaku-kegiatan.

Satu pengecualian pada aturan umum ini adalah kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan sumber daya persediaan kadang kala bernilai satu (1). Gambar DD-6 mencerminkan fakta bahwa PERUSAHAAN menjual barang dagangan yang diproduksi secara masal. Bagi setiap barang yang diterimanya, PERUSAHAAN harus mengetahui jumlah yang dimiliki dan jumlah yang tersedia untuk dijual.

Perusahaan tersebut juga harus mengetahui jumlah setiap barang yang dibeli atau dijual. Akan tetapi, PERUSAHAAN tidak mencoba untuk melacak barang tertentu yang secara fisik termasuk dalam sebuah transaksi.

Konsekuensinya, setiap baris dalam tabel persediaan di Gambar DD-6 mewakili jenis barang. Bagi PERUSAHAAN, kunci utama (primary key) adalah nomor barangnya. Organisasi lain mungkin akan menyebut kunci utama sebagai nomor bagian atau nomor SKU. Hal yang penting untuk dipahami adalah bahwa setiap baris dalam tabel persediaan PERUSAHAAN dapat dihubungkan dengan berbagai baris berbeda dalam tabel penjualan.

Akan tetapi, kadang kala organisasi melacak barang persediaan tertentu secara fisik. Contoh kondisi ini adalah berkaitan dengan karya seni asli, kendaraan bermotor, atau rumah. Bagi barang dagangan semacam ini, setiap baris dalam tabel persediaan akan mewakili lukisan atau rumah tertentu, dan akan diidentifikasi dengan kunci utama yang menjadi sejenis ID dengan nomor seri. Dalam kasus semacam ini, suatu baris dalam tabel persediaan dapat dihubungkan dengan paling banyak satu transaksi penjualan dan karenanya, akan memiliki kardinalitas maksimum 1, bukan N.

Prinsip Umum Kardinalitas Minimum entitas kegiatan dalam hubungan Sumber daya-Kegiatan.

Sekarang perhatikan kardinalitas yang berhubungan dengan entitas kegiatan dalam hubungan sumber daya-kegiatan.

Gambar-5-0006-aaGambar DD-6 mencerminkan prinsip umum bahwa kardinalitas minimum yang berhubungan dengan entitas kegiatan dalam hubungan sumber daya-kegiatan biasanya bernilai l.

Contohnya, setiap kegiatan penjualan harus memasukkan paling tidak satu baris dalam tabel persediaan (agar penjualan terjadi, PERUSAHAAN harus menjual sesuatu). Dengan cara yang hampir sama, setiap pembayaran yang diterima dari seorang pelanggan harus disimpan ke dalam akun kas.

Satu-satunya pengecualian dalam aturan umum ini muncul apabila sebuah kegiatan berpotensi dihubungkan dengan lebih dari satu entitas sumber daya. Bayangkan sebuah bisnis perbaikan mobil. Beberapa pelayanan, seperti pergantian ban, bisa jadi tidak melibatkan penjualan suku cadang apa pun; sementara pelayanan lainnya, seperti perbaikan rem; melibatkan baik tenaga kerja dan suku cadang. Jadi, kegiatan penjualan untuk bisnis perbaikan mobil seperti ini dapat dihubungkan ke sebuah entitas persediaan, atau ke sebuah entitas pelayanan perbaikan, atau dihubungkan pada kedua jenis sumber daya tersebut.

Konsekuensinya, kardinalitas minimum untuk kegiatan penjualan tersebut adalah 0 dalam hubungan¬-hubungan tersebut. (Catatan: Dalam situasi tertentu yang jarang terjadi, sebuah kegiatan dapat dihubungkan ke salah satu dari beberapa entitas pelaku khusus. Dalam kasus semacam ini, kardinalitas minimum yang berhubungan lagi dengan entitas kegiatan terkait akan bernilai 0, bukan seperti normalnya, yaitu 1).

Prinsip Umum Kardinalitas Maksimum entitas kegiatan dalam hubungan Sumber daya-Kegiatan.

Akan tetapi, tidak ada prinsip umum berkaitan dengan kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan entitas kegiatan dalam hubungan sumber daya-kegiatan. Sebagai gantinya, kardinalitas maksimum untuk sebuah kegiatan tergantung pada sifat sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut dan oleh kebijakan bisnis organisasinya.

Gambar-5-0006-aa-dd-6Contohnya, Gambar DD-6 memperlihatkan bahwa setiap kegiatan penerimaan kas dapat dihubungkan ke paling banyak satu akun kas. Hal ini menunjukkan bahwa PERUSAHAAN mengikuti praktik bisnis yang baik dan menyimpan seluruh pembayaran pelanggan dalam akun yang umum dipergunakan. (Manajemen dapat saja’ kadang-kadang mentransfer kelebihan uang ke akun khusus investasi.)

Sebaliknya, Gambar DD-6 memperlihatkan bahwa setiap pesanan pelanggan dan kegiatan penjualan dapat dihubungkan dengan beberapa baris dalam tabel persediaan; karena PERUSAHAAN mengizinkan, bahkan mendorong, para pelanggannya untuk memesan dan membeli berbagai jenis produk yang sesuai keinginan mereka. Contohnya, sebuah transaksi penjualan dapat memasukkan baik sebuah monitor 21 inci dan printer dengan kualitas mencetak foto. Konsekuensinya, di dalam Gambar DD-6, kardinalitas maksimum baik untuk pesanan pelanggan dan entitas penjualan dalam hubungannya dengan tabel persediaan, adalah N.

Aturan Kardinalitas untuk Hubungan Kegiatan-kegiatan (Event-event Relationship)

Gambar DD-7Gambar-5-0007-aa-dd-7
Gambar DD-7 memperlihatkan adanya kemungkinan hampir semua jenis pasangan kardinalitas untuk setiap entitas kegiatan dalam hubungan kegiatan-kegiatan. Praktik bisnis dan kebijakan organisasi harus dipahami untuk memutuskan kemungkinan mana yang benar.

Perancang database telah mempelajari bahwa PERUSAHAAN memperpanjang kredit ke para pelanggannya dan mengirimkan laporan bulanan ke mereka yang mendaftar semua pembelian yang belum dibayar. Perancang database juga telah mempelajari bahwa banyak pelanggan yang mengirim PERUSAHAAN satu cek untuk membayar seluruh pembelian mereka dalam suatu periode waktu tertentu.

Jadi, satu kegiatan penerimaan kas dapat dihubungkan dengan banyak kegiatan penjualan. PERUSAHAAN juga mengizinkan para pelanggannya membayar secara cicilan untuk pembelian dalam jumlah besar; jadi suatu kegiatan penjualan dapat dihubungkan dengan lebih dari satu kegiatan penerimaan kas. Inilah alasan mengapa Perancang database membuat model hubungan antara kegiatan penjualan dan penerimaan kas sebagai hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many).many2many

PERUSAHAAN mengirim setiap pesanan pelanggan secara terpisah, dan menunggu hingga seluruh barang terdapat dalam persediaan sebelum memenuhi suatu pesanan. Oleh sebab itu, Perancang database membuat model hubungan antara pesanan pelanggan dengan kegiatan penjualan sebagai hubungan satu-ke-satu (one-to-one).one2one-images

Prinsip Umum Pembuatan Model untuk hubungan Kegiatan-Kegiatan.

sampleERSatu-satunya prinsip umum pembuatan model yang dapat diaplikasikan dalam hubungan kegiatan-kegiatan adalah bahwa untuk dua kegiatan yang bersifat sementara, kardinalitas minimum untuk kegiatan pertama adalah 0, karena pada saat kejadiannya, kegiatan lainnya belum terjadi. Sering kali, tetapi tidak selalu, kardinalitas minimum untuk kegiatan kedua adalah 1, menunjukkan bahwa kegiatan pertama harus terjadi terlebih dahulu.

Contohnya, bagi perusahaan yang menjual baik melalui katalog ataupun melalui Website, pesanan pelanggan (kegiatan 1) mendahului pengiriman ke pelanggan (kegiatan 2). Akan tetapi, kadang kala kedua kegiatan tersebut tidak perlu terjadi. Contohnya, PERUSAHAAN menerima pesanan dari pelanggan korporatnya sebelum mengirim barang dagangan mereka. Akan tetapi, penjualan di dalam toko bagi para pelanggan yang langsung datang ke toko tidak dimulai dengan suatu kegiatan pesanan apa pun.

Konsekuensinya, dalam Gambar DD-6, kardinalitas minimum yang berhubungan dengan kegiatan kedua (penjualan) dalam hubungan pesanan pelanggan-penjualan juga bernilai 0.

Gambar-5-0006-aa-dd-6Gambar DD-6.
Gambar DD-6 memperlihatkan bagaimana diagram REA Perancang database untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN setelah adanya penambahan informasi mengenai kardinalitas hubungan. Langkah berikuhnya adalah mengimplementasikan model ini dalam database relasional.

Mengimplementasikan Diagram REA dalam Database Relasional.

reaKetika diagram REA telah selesai dibangun, diagram ini dapat dipergunakan untuk mendesain database reiasional yang terstruktur baik. Bahkan, membuat suatu rangkaian tabel berdasarkan diagram REA secara otomatis akan menghasilkan database relasional yang terstruktur baik, tanpa adanya masalah anomali pembaruan (update), penyisipan data (nsert), dan penghapusan (delete).

Mengimplementasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu:

  1. Membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many).
  2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat.
  3. Menggunakan kunci luar (foreign key) untuk mengimplementasikan hubungan satu¬ke-satu (one-to-one) dan hubungan satu-ke-banyak (one-to-many).