Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Tanggal 29 September 2015, hari selasa, merupakan hari bahagia bagi Mahasiswa FEB(Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Esa Unggul, Jakarta. Pada hari itu sebanyak 146 Mahasiswa FEB (86 Mahasiswa Program Studi Akuntansi dan 60 Mahasiswa Program Studi Manajemen) dinyatakan LULUS sebagai Sarjana Ekonomi dan berhak menyandang predikat ke-Sarjana-annya.

Para lulusan terdistribusi dalam predikat kelulusan sebagai berikut:

Predikat Kelulusan

20150929_103644

20150929_103703

Pada Acara Yudisium itu Dekan FEB Dr. MF. Arrozi Akt. MSi, menyatakan dalam pidato pembukaan bahwa para lulusan itu merupakan lulusan pertama yang menggunakan kurikulum berbasis KKNI(Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang tingkat Kualifikasinya diakui didunia Internasional, sehingga dimanapun lulusan itu menerapkan ilmunya maka ia akan memperoleh penghargaan dan pengakuan yang sama dengan lulusan dari berbagai negara didunia dan oleh karena itu Dekan FEB mengharapkan agar para lulusan berlaku sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati meng-aplikasi-kan ilmunya serta tetap menjaga norma dan etika agar nama baik Universitas Esa Unggul sebagai almamaternya tetap bergaung dalam dunia kerja..

20150929_103741

20150929_103713

Dekan FEB juga meminta para lulusan agar selalu menjaga hubungan timbal-balik dengan almamater dan memberikan masukan-masukan agar tidak terjadi kesenjangan dunia kerja dengan materi pendidikan di Universitas Esa Unggul umumnya dan FEB khususnya.

Para lulusan juga diharapkan tetap menjaga rantai nilai almamater sehingga dapat membuka dan memudahkan jalan bagi para yuniornya dalam memasuki dunia kerja.

Selamat Datang Intelektual baru, semoga keberkahan akan selalu mengikuti langkah kalian.

Diprediksi, 27 Januari Jakarta “Tenggelam”

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan seluruh warga DKI Jakarta diimbau untuk waspada terhadap datangnya banjir yang mungkin akan lebih besar dibandingkan dengan 2007. Bahkan, diprediksi, pada medio 26-29 Januari 2013 banjir yang terjadi berpotensi “menenggelamkan” Ibu Kota Jakarta.

Pakar air dari Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, menjelaskan, curah hujan Jakarta diperkirakan akan terus meningkat, ditambah pada 27 Januari, Bulan akan berada di puncak purnama. Pada saat itu, air pasang di laut akan lebih tinggi sehingga tak dapat menampung air yang berasal dari daratan sehingga potensi banjir di Jakarta diprediksi akan melebihi banjir yang terjadi pada 2007.

hujan3Untuk diketahui, pada 2007 curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 320 milimeter. Curah hujan di Jakarta saat ini sekitar 95 milimeter dan di wilayah hulu (Puncak, Bogor) sekitar 75 milimeter. Satu milimeter air hujan di 1 meter persegi mampu menghasilkan air sebanyak 1 liter.

Dapat dibayangkan, luas Jakarta mencapai 626 kilometer persegi dikali curah hujan di akhir Januari yang diprediksi akan lebih tinggi. Hal itu diperparah dengan air kiriman dari hulu dan kondisi tanah Jakarta yang jenuh akibat pori tanah terisi penuh oleh air akhirnya hanya mampu menyerap air sebanyak 15 persen.

flood6“Nanti kejadiannya bisa lebih hebat dari 2007. Waspada, khususnya di 27 Januari, karena air di darat sekecil apa pun tak akan bisa mengalir ke laut,” kata Firdaus, Kamis (17/1/2013).

SolutionsSaat ditanya mengenai solusi terbaik menghadapi ancaman itu, Firdaus menjawab, pemerintah harus menjamin antisipasi evakuasi, ketersediaan logistik, dan obat-obatan. Menurut dia, sudah tak ada cukup berdoa1waktu untuk menghindari banjir. “Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali berdoa, meminta kemurahan Tuhan. Kalau mau menghindari banjir, dari dulu ke mana saja,” ujar Firdaus.

Editor :
Glori K. Wadrianto
Dicuplik dari : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/18/06305199/Diprediksi.27.Januari.Jakarta.Tenggelam