Tugas Pengganti UAS Motivasi Usaha seksi 11 (Semester Genap April 2015)

vision-mission-url

  1. Buatlah VISI dan MISI untuk diri Anda sendiri dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Visi         :  Sebuah kondisi yang diharapkan dapat dicapai dimasa depan.

  • Harus mencerminkan pencapaian diatas rata-rata.
  • Harus unik
  • Dapat dicapai

Misi        : Mencerminkan bagaimana Visi dapat dicapai

  • Merupakan konsep kerja yang akan dilaksanakan
  • Didalamnya terkandung pemanfaatan atas sesuatu.

Catatan: Waspadai jangan sampai anda terjebak pada Tujuan karena Visi merupakan apa yang diharapkan dapat dicapai dalam jangka panjang sedangkan Tujuan adalah apa yang diharapkan dapat dicapai dalam jangka pendek.

2. Kemudian Jelaskan apa manfaat dari Visi dan Misi tersebut bagi Anda.

3. Berikan pula ulasan bagaimana Visi dan Misi yang Anda buat dapat menjadi efektif.

Kirim jawaban anda dalam bentuk MS-Word ke:

tugasmotivasi@gmail.com

setelah anda mengirimkan jawaban anda berikan reply pada post ini dengan kalimat:

“Saya, NIM, NAMA telah mengirim tugas ini pada email tsb.”

Tentunya Anda tidak akan lupa ada sebuah kegiatan administratif yg harus Anda lakukan.

Materi Motivasi Usaha

MOTIVASI USAHA
motivation-board

Silahkan Klik dan anda akan memperoleh artikelnya.

  1. Teori Motivasi
  2. Pandangan lain tentang Teori Motivasi
  3. Teori Motivasi Kontemporer
  4. Area Motivasi Manusia
  5. Variabel-variabel Motivasi
  6. Teori X dan Teori Y
  7. Teori Hierarki Kebutuhan.
  8. Prestasi
  9. Menetapkan Tujuan yang SMART
  10. Cara Mencapai Tujuan
  11. Bagaimana Merencanakan Masa Depan
  12. Peluang Sebuah Pengertian
  13. Kepemimpinan dalam Motivasi
  14. Pemimpin yang Baik
  15. Pengertian Visi dan Misi
  16. Perbedaan Visi dan Misi
  17. Pandangan lain tentang Visi dan Misi
  18. Manfaat Visi dan Misi
  19. Menjadikan Visi dan Misi Efektif
  20. Komponen Perencanaan Strategis
  21. Nilai/Values bagi Perusahaan.

Tugas Membuat Visi dan Misi Organisasi.(Pengganti UAS)

visi-misi-urlMisalkan anda ingin membuka sebuah usaha(bidang usaha dapat anda sesuaikan dengan keahlian dan minat anda), buatlah VISI dan MISI usaha anda tersebut dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Visi         :  Sebuah kondisi yang diharapkan dapat dicapai dimasa depan.

  • Harus mencerminkan pencapaian diatas rata-rata.
  • Harus unik
  • Dapat dicapai

Misi        : Mencerminkan bagaimana Visi dapat dicapai

  • Merupakan konsep kerja yang akan dilaksanakan
  • Didalamnya terkandung pemanfaatan atas sesuatu.

Catatan: Waspadai jangan sampai anda terjebak pada Tujuan Organisasi karena Visi merupakan apa yang diharapkan dapat dicapai Organisasi dalam jangka panjang sedangkan Tujuan Organisasi adalah apa yang diharapkan dapat dicapai oleh organisasi dalam jangka pendek.

 

Selamat ber-Kreasi…..!!!!!

Tugas Motivasi Usaha pengganti UTS seksi 11.

Berikan sebuah ilustrasi bagaimana memperlihatkan peluang yang anda miliki.

Silahkan kirimkan jawaban anda kealamat email dibawah ini:

tugaskewirausahaan202@gmail.com

Dengan Judul : Tugas Motivasi Usaha NIM, NAMA, Seksi ..

Catatan: jika anda telah melaksanakan tugas tsb dan mengirimkannya ke email dimaksud, berikan reply pada tulisan ini dengan kalimat sbb : “Saya telah mengirim jawaban pada email tsb; NIM, NAMA”

oo0Selamat Bekerja0oo

Bagaimana Merencanakan Masa Depan.

plan-your-future-url

  1. Pergilah ketempat yang tenang dimana anda dapat berfikir tanpa mendapatkan gangguan
  2. Telusuri diri anda sendiri secara menyeluruh. Apa yang sudah anda peroleh? Ingin menjadi orang seperti apa Anda di masa depan? Apa gairah Anda? (yaitu, sesuatu yang Anda akan senang melakukannya bahkan jika Anda tidak dibayar untuk melakukannya.)
  3. Tuliskan semuanya. Sebagian besar orang yang telah mencapai impian mereka mengambil langkah pertama menuju apa yang ingin mereka capai. mereka menuliskannya.
  4. Rencanakan jalan menuju ke sana. Tuliskan apa saja yang akan dapat membawa Anda untuk mencapai impian Anda.
  5. Tempatkan sepotong kertas berisikan tujuan Anda di mana Anda dapat melihat dan mengingatkan diri Anda akan tujuan Anda
  6. Kerjakan Rencana Anda. Bertindaklah dengan mengikuti rute ke impian Anda. Ini mungkin berarti menyesuaikan banyak hal dalam hidup Anda, tetapi hal ini akan menjadi sangat berarti pada suatu saat kelak.
  7. Mulailah menabung dan depositokan 25% dari pendapatan bulanan Anda. Kemudian ketika Anda perlu membeli sesuatu, Anda sudah akan memiliki dana untuk itu.
  8. Hilangkan pikiran yang negatif dan mulai membicarakan masa depan Anda di masa sekarang. Ini akan berasimilasi ke dalam pikiran Anda dan membantu Anda untuk bertahan terhadap impian Anda.

Peluang sebuah pengertian

opportunity-urlMenurut beberapa literature dapat disimpulkan bahwa peluang adalah : Segala sesuatu yang ada disekeliling kita yang dapat membantu kita mewujudkan sebuah tujuan.
Sesungguhnya banyak sekali segala sesuatu yang dapat membantu kita mewujudkan tujuan kita(peluang), tetapi keterbatasan wawasan dan kemampuan serta kemauan kita dapat membelenggu penglihatan kita.

opportunitySeseorang tidak akan pernah melihat peluang secara jelas jika tidak menetapkan sebuah tujuan terlebih dahulu, meski terkadang peluang datang begitu saja secara kebetulan tetapi hal ini sekali lagi hanya sebuah kebetulan semata dan tentunya kita tidak akan menggantungkan cita-cita kita pada sebuah kebetulan.

Pandangan lainnya tentang Visi dan Misi

mission-urlPernyataan Misi mendefinisikan tujuan utama sebuah organisasi. Merupakan Fungsi internal yang utama – juga merupakan kunci untuk menentukan ukuran keberhasilan organisasi – dan penonton utamanya adalah tim kepemimpinan dan pemegang saham.

vision-urlPernyataan Visi juga mendefinisikan tujuan organisasi, tapi kali ini mereka melakukannya dalam nilai-nilai organisasi dan bukan ukuran yang digaris bawahi (nilai yangmengarahkan keyakinan tentang bagaimana hal-hal yang harus dilakukan.) Pernyataan visi menyampaikan baik tujuan maupun nilai-nilai organisasi . Bagi karyawan, memberikan arahan tentang bagaimana mereka diharapkan berperilaku dan menginspirasi mereka untuk memberikan yang terbaik.

Manfaat Visi dan Misi

MissionVissionPernyataan Visi dan Misi adalah kata-kata inspiratif yang dipilih oleh pemimpin yang sukses dengan jelas dan ringkas untuk menyampaikan arah organisasi. Dengan menyusun sebuah pernyataan misi yang jelas dan pernyataan visi, Anda dapat menyampaikan niat yang anda yang kuat dan memotivasi tim atau organisasi untuk mewujudkan visi bersama yang menarik dan inspiratif bagi masa depan.

Dibawah ini contoh dari pernyataan Visi dan Misi.
JEC_Vision-Mission

Menjadikan Visi dan Misi efektif

effective-vision-missionAgar visi dan misi organisasi menjadi efektif, mereka(visi dan misi) harus berasimilasi ke dalam budaya organisasi. Mereka(visi dan misi) juga harus dinilai secara internal maupun eksternal. Penilaian internal harus fokus pada bagaimana para anggota dalam organisasi menafsirkan pernyataan misi mereka. Penilaian eksternal – yang mencakup kepentingan semua stakeholder bisnis – penilaian ini sangat berharga karena menawarkan perspektif yang berbeda. Perbedaan antara kedua penilaian dapat memberikan wawasan tentang efektivitas visi dan misi sebuah organisasi.

Perbedaan Visi dan Misi

mission-vision-24567305Banyak orang mengira pernyataan visi digunakan untuk menyatakan misi, dan kadang-kadang satu hanya digunakan sebagai versi jangka panjang dari yang lain. Visi dan Misi berbeda. Visi menjadi gambaran deskriptif keadaan masa depan yang diinginkan, dan misi menjadi pernyataan alasan, berlaku sekarang maupun di masa depan. Oleh karena itu Misi adalah cara berhasil mencapai visi.

Apa sih Nilai/Values bagi sebuah organisasi

values-urlNilai: Keyakinan yang dibagi di antara para pemangku kepentingan organisasi. Nilai mendorong budaya dan prioritas organisasi dan menyediakan sebuah kerangka di mana keputusan dibuat. Misalnya, “Pengetahuan dan keterampilan adalah kunci keberhasilan” atau “memberikan roti kepada seseorang hanya akan memberinya makan untuk satu hari, tapi mengajarkan dia untuk bertani akan memberinya makan untuk hidup”.

Pengertian Visi dan Misi

vision-mission-urlVisi: menguraikan ingin menjadi apa sebuah organisasi, atau bagaimana ia ingin dunia di mana ia beroperasi menjadi (sebuah “ideal” pandangan dunia). Visi adalah pandangan jangka panjang dan berkonsentrasi pada masa depan. Hal ini dapat emotif dan merupakan sumber inspirasi. Sebagai contoh, sebuah badan amal yang bekerja dengan orang miskin mungkin memiliki pernyataan visi yang berbunyi “Dunia tanpa Kemiskinan.”

Misi: Mendefinisikan tujuan mendasar dari sebuah organisasi atau perusahaan, secara ringkas menjelaskan mengapa itu ada dan apa yang dilakukannya untuk mencapai visinya. Sebagai contoh, badan amal di atas mungkin memiliki pernyataan misi sebagai “menyediakan pekerjaan bagi para tunawisma dan pengangguran”.

Sebuah Organisasi terkadang meringkas tujuan dan sasaran dalam pernyataan misi dan/atau pernyataan visi. Lainnya dimulai dengan visi dan misi dan menggunakannya untuk merumuskan tujuan dan sasaran.

Teori Motivasi

Motivation Theory

Motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan tertentu. Dorongan itu bisa saja berbentuk: antusiasme, harapan dan semangat. Semua yang kita lakukan setiap hari senantiasa dibayangi oleh adanya motivasi. Misalnya, seorang karyawan yang bekerja tentu saja memiliki motivasi bekerja, begitu pula seorang atlet memiliki motivasi bertanding, seorang pelajar dengan motivasi belajar, dan lain sebagainya.

• Dasar Pemikiran
Salah satu cara memahami hakekat manusia adalah dengan pendekatan yang lebih mengarah kepada teori tentang kepribadian manusia. Dewasa ini telah banyak hasil yang dicapai oleh para ahli psikologi dalam usaha untuk menyusun teori kepribadian . Pembahasan tentang kepribadian ini berkaitan erat dengan perilaku manusia yang salah satu determinannya adalah motivasi.
Berdasarkan penggolongan determinan perilaku manusia itulah para ahli psikologi mengemukakan teori-teorinya tentang motivasi. Di antara teori motivasi yang dikemukakan adalah teori aktualisasi diri yang pertama kali dikemukakan oleh Carl Rogers dan kemudian dikembangkan oleh Abraham H. Maslow. Abraham H. Maslow ini dianggap sebagai tokoh madzhab ketiga dari aliran psikologi yang melakukan penelitan dengan cara meneliti orang-orang yang sehat sebagai obyeknya.

• Teori Motivasi Maslow
Hakikat Manusia
Tentang hakekat manusia Maslow berpendapat bahwa manusia memiliki satu kesatuan jiwa dan raga yang bernilai baik, dan memiliki potensi-potensi. Yang dimaksud baik itu adalah yang mengakibatkan perkembangan kearah aktualisasi diri.
Kebutuhan Pokok Manusia
Manusia memiliki kebutuhan dasar yang akan selalu menjadi motivasi perilakunya, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan memiliki dan rasa cinta, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Untuk dapat sampai pada tingkat aktualisasi diri semua kebutuhan-kebutuhan pokok manusia pada tingkat sebelumnya harus terpenuhi. Selain kebutuhan pokok tersebut yang disebut basic needs manusia juga memiliki metaneeds sebagai kebutuhan pertumbuhan seperti keadilan, keindahan, keteraturan, dan kesatuan.
Kebutuhan Pokok sebagai Unsur Motivasi
Teori Motivasi Maslow dibentuk atas dasar teori hirarki kebutuhan pokok. Dengan kata lain pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok inilah yang memotivasi manusia berbuat sesuatu. Teori ini tidak sekedar bersifat homeostatis tetapi juga homeostatis psikologis. Bahkan pada tingkat puncak kebutuhan yang disusun Maslow mengarah kepada mistisisme.

Teori Hierarki Kebutuhan.

Hierarchy of Needs Theory

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow.
• Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.

Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.

Lima (5) kebutuhan dasar Maslow – disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :

1. Kebutuhan Fisiologis/Physiological Needs.
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan/Safety Needs.

Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Sosial/ Social Needs.
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4. Kebutuhan Penghargaan/Esteem Needs.
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri/Self Actualisation.
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.

Pemimpin yang Baik

BossesBeberapa  dekade  yang  lalu  kekuasaan  dan  posisi  sangat  berpengaruh terhadap seorang pemimpin. Namun, dewasa ini seorang pemimpin tidak dapat  menuntut  bawahan  untuk  menghormati  dan  menghargai  mereka. Penghormatan dan penghargaan tersebut harus diperoleh.

A-good-leaderKepemimpinan saat ini, lebih dari kapan pun, merupakan proses dua arah antara  pemimpin dan yang dipimpin. Pada akhirnya, tanpa bawahan yang mempunyai kemauan, pemimpin tidak dapat memimpin.

10_worst_leadersKepemimpinan sangat mempengaruhi produktivitas sebuah organisasi. Kepemimpinan yang buruk akan mengakibatkan:

  1. Kelompok tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Waktu dan sumber daya  dapat terbuang  percuma, dan  pekerjaan  pun  tidak dilaksanakan dengan sempurna.
  2. Kelompok tidak termotivasi. Memerlukan waktu yang lebih  lama untuk menyelesaikan suatu tugas, atau bahkan tidak dapat menyelesaikannya sama sekali.
  3. Individu tidak bekerja sebagai tim dan tidak tidak berinteraksi sebagai suatu kelompok.
  4. Kemungkinan  kelompok  akan  berusaha  minimal  untuk  menyelesaikan suatu tugas, dan tidak dapat bertahan jika bekerja dalam tekanan.
  5. Turn over anggota kelompok akan lebih sering karena mereka tidak mau bertahan dalam lingkungan tersebut.
  6. Individu  tidak  akan  mengembangkan  keahlian  yang  diperlukan. Oleh karena itu, kelompok ini tidak akan dapat menghadapi situasi baru.
  7. Individu maupun kelompok memiliki kecenderungan menutupi kesalahan yang terjadi, sehingga sumber/penyebab masalah tidak akan pernah terungkap dan alternatif jalan keluar dengan sendirinya tidak akan pernah ada, sehingga dari waktu ke waktu masalah yg sama akan terulang kembali.
  8. Setiap individu akan berusaha berjalan dalam koridor tertentu dan tidak akan pernah ada kata Inovatif serta kreatif.
  9. Kepedulian terhadap organisasi tidak akan pernah ada, sehingga tidak ada “sense of belonging“.

Sebaliknya, kegood-leaders loyalpemimpinan yang baik akan dapat mengakibatkan:

  1. Kelompok bekerja sebagai tim, tidak sebagai individu di dalam kelompok. Mereka bekerja untuk tujuan kelompok.
  2. Tim dapat  memahami tujuan-tujuan kelompok dan  bagaimana mereka dapat   menyesuaikan  tujuan  kelompok  tersebut  dengan  tujuan-tujuan organisasi.
  3. Anggota tim saling mendukung satu sama lain
  4. Tim bersedia memberikan usaha lebih saat dibutuhkan.
  5. Tim      menetapkan     target   pekerjaan   yang          sempurna,        tidak    hanya ‘melakukan pekerjaan’
  6. Setiap  individu  tahu  apa  yang harus  dikerjakan  oleh  tim,  dan peran masing-masing individu dalam melakukan pekerjaan tersebut.
  7. Anggota tim bermotivasi untuk melakukan tugas seefektif mungkin.
  8. Tugas  spesifik  di  dalam  pekerjaan  keseluruhan  ditugaskan  kepada anggota tim yang paling berkemampuan.

duckleaderManajer               menjadi                 seorang              pemimpin            saat        kepribadian        dan karakter, pengetahuan dan fungsi keahlian untuk pemimpin diakui dan diterima oleh individu-individu yang berhubungan.

Kepemimpinan dapat diperoleh dari sebuah situasi spesifik dan otoritasnya dapat   diperoleh   dari  posisi  (jabatan),   kepribadian   (kualitas  dasar  dan pengaruh), serta pengetahuan (keahlian teknis).

great-leaderAgar dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, terdapat beberapa kualitas yang harus dimiliki, yaitu:

  1. Enthusiasm
  2. Integrity,  baik  pribadi  keseluruhan  dan konsisten  pada  nilai  diluar  diri sendiri, terutama   kebaikan     &            kejujuran.   Kualitas    ini        menimbulkan kepercayaan kepada pemimpin.
  3. Toughness,  Demanding,  with  high  standards,  resilient,  tenacious  and with the aim of being respected ( not necessarily popular )
  4. Fairness, memberi reward dan penalty terhadap performa kerja tanpa ada ‘favorite’, memperlakukan individu berbeda tapi seimbang.
  5. Warmth, hati dan pikiran terikat, menyayangi orang lain, serta kepedulian terhadap orang lain.
  6. Humility, kebalikan dari angkuh, menjadi pendengar yang baik dan tanpa ego yang berlebihan.
  7. Confidence, tidak percaya diri berlebihan (yang biasanya dapat menuju pada arogansi), tapi tetap memiliki kepercayaan diri.

 

Kepemimpinan dalam Motivasi

leadershipKepemimpinan adalah: The process of inspiring others to work hard   to   accomplish   important   task   (Schermerhorn,   1996).   Pengertian tersebut dapat dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • inspirationMemberikan   inspirasi  pada  orang   lain  untuk  termotivasi/memotivasi dirinya bekerja keras agar produktif.
  • efektif-komunikasi
  • Mengarahkan/mempengaruhi usaha orang lain untuk pencapaian tujuan bersama melalui komunikasi efektif.

conducive_solutions_logoDalam hubungannya dengan motivasi, kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap  penciptaan   lingkungan   kelompok   yang   kondusif   agar  dapat memotivasi   anggota-anggota kelompoknya. Agar dapat menginspirasi individu untuk   memotivasi dirinya   sendiri, seorang pemimpin  perlu memahami kebutuhan dan keinginan individu tersebut. Lingkungan kondusif yang dapat memotivasi sangat penting, karena motivasi setiap individu akan berkorelasi langsung dengan produktivitas.

Pada saat menginspirasi anggota kelompoknya, seorang pemimpin sedang mengubah   cara      berpikir   mereka, sedangkan   pada   saat memotivasi, pemimpin sedang mengubah cara bertindak.

INSPIRATION is changing THINKING, MOTIVATION is changing ACTION.

Cara mencapai tujuan

Cara mencapai tujuan

  • Untuk mencapai tujuan lakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menentukan tujuan, (2) evaluasi diri, (3) mencari strategi, (4) menyusun rencana, (5) melaksanakan kegiatan
  1. Tentukan tentukan-tujuantujuan dengan mendeskripsikan tujuan tersebut dengan kalimat positif, menentukan indikator keberhasilan dan jangan lupa untuk mensosialisasikannya kepada relasi atau orang-orang terdekat

 

 

evaluasi-diriLakukan evaluasi diri dengan menentukan apa yang telah dihasilkan selama ini berikut pengorbanannya, analisis hasil dan pengorbanan tersebut dan gunakan untuk memantapkan tujuan

 

 

 

Carilah stategi untuk mencapainya 9063721-silhouette-businessman-builds-his-business-strategy-adding-blocks-to-achieve-goalsdengan menganalisis masalah yang dihadapi pada waktu mencapai tujuan sebelumnya, susunlah alternatif cara mencapainya kemudian pilih alternatif terbaik.

 

business_planning-ProcessSusunlah rencana dengan menjabarkan alternatif cara mencapai tujuan dalam bentuk kegiatan, jadual serta sumber dan jumlah dana yang diperlukan

 

120822_consistency-is-key_500_youanew1Jalankan kegiatan sesuai rencana dan lakukan dengan konsisten, lakukan evaluasi dan perbaiki hasilnya.

 

Menetapkan tujuan yang SMART

Menetapkan tujuan yang SMART

set-goalsTujuan harus dirumuskan dengan benar, karena akan memudahkan seseorang dalam mewujudkannya. Tujuan harus dirumuskan dengan SMART sehingga memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan mudah disosialisasikan. Apakah yang dimaksud dengan tujuan yang SMART?

Tujuan finansial

goals_rewardsKetika seorang pekerja atau pekerja lepas sudah berhasil mengubah pola pikir dalam bekerja, maka mantapkanlah niat bahwa bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan uang namun bekerja adalah belajar cara menguasai uang. Sebelum jauh melangkah, alangkah lebih bijaksananya kalau kita tetapkan dulu tujuan kita ke depan, terutama tujuan finansial kita. Untuk membuat tujuan finansial yang tepat, maka ingatlah konsep SMART yang merupakan singkatan specific, measurable, achieveable, realistic, timebound.

smart-goals

Specific-goals-21Tujuan finansial yang spesifik (Specific) artinya kita harus menetapkan tujuan yang fokus, jelas dan dirumuskan secara tertulis. Tujuan finansial yang specifik, misalnya begini : “Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000”. Kita jangan hanya mengatakan,  ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif yang besar” karena ini adalah tujuan finansial yang terlalu umum dan tidak jelas. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena uang yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya.

measurement-targetTarget finansial yang terukur (Measurable) menyangkut kriteria keberhasilan dalam mencapainya, baik kuantitatif atau kualitatif.  Tentukan kriteria keberhasilannya misalnya berapa jumlah penghasilan pasif yang anda inginkan atau berapa lama penghasilan tersebut akan diwujudkan. Tujuan finansial yang berbunyi, “Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000” mempunyai kriteria yang jelas karena menyangkut besaran rupiah. Tujuan tersebut akan semakin mudah mengukurnya kalau ditambahkan dengan besaran waktu, sehingga kalimatnya menjadi begini,  “Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000 pada saat saya berumur 40 tahun”

achievable-goals-bannerTujuan finansial tersebut dapat dicapai (Achieveable) karena kita mempunyai keyakinan untuk mencapainya. Kita mempunyai keyakinan dapat mencapai tujuan itu karena ada seseorang yang memiliki kemampuan setara dengan kita atau bahkan pendidikan dan pengalaman orang tersebut relatif lebih rendah dari kita telah mampu mencapainya.

realistic-Goals_largeTarget finansial yang realistis (Realistic) artinya target tersebut bersifat moderat, tidak terlalu sulit tapi juga tidak terlalu mudah bagi kita. Target yang terlalu sulit mustahil dapat mewujudkannya, sedangkan target yang terlalu mudah membuat kita tidak termotivasi untuk memperjuangkannya. Mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 500.000 pada saat berumur 40 tahun adalah terlalu mudah, namun kalau ditetapkan sebesar Rp 500.000.000 juga tidak realistis karena terlalu sulit.

time-boundTarget finansial juga perlu ditetapkan waktunya (Timebound). Tujuan finansial yang berbunyi : “Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 5.000.000 pada saat saya berumur 40 tahun” telah memenuhi persyaratan ini.

 

Indikator keberhasilan

Tujuan yang dirumuskan dengan SMART dengan sendirinya akan mengmeasure of successhasilkan sebuah tujuan dengan  indikator keberhasilan yang jelas. Tujuan yang dirumuskan dalam contoh tersebut di atas mempunyai indikator keberhasilan dalam bentuk besaran uang dan besaran waktu. Artinya, tujuan tersebut dapat dikatakan tercapai apabila berhasil mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 5.000.000 pada saat berumur 40 tahun.

Tujuan di atas merupakan tujuan jangka panjang yang dapat dipersingkat dalam jangka waktu yang lebih dekat, misalnya 15 tahun, 10 tahun, atau 5 tahun. Untuk tujuan jangka waktu 5 tahun yang akan datang rumusan menjadi, ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 1.000.000 dalam waktu 5 tahun”

Selain merumuskan tujuan jangka panjang, perlu dibuat pula tujuan jangka pendek untuk kurun waktu 1 tahun. Tujuan jangka pendek atau tujuan tahun depan tersebut dapat dirumuskan, misalnya ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 500.000 setahun yang akan datang” Untuk mereka yang memiliki utang, sebaiknya dibuatkan pula rumusan tujuan yang menyangkut penyelesaian utang-utangnya, misalnya ”Saya ingin mempunyai penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 200.000 dan mengurangi utang sebesar Rp 3.000.000 pada tahun yang akan datang”

Tujuan yang dirumuskan dengan SMART dengan sendirinya akan menghasilkan sebuah tujuan dengan  indikator keberhasilan yang jelas. Tujuan yang dirumuskan dalam contoh tersebut di atas mempunyai indikator keberhasilan dalam bentuk besaran uang dan besaran waktu. Tujuan jangka pendek dapat dikatakan tercapai apabila berhasil mendapatkan penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 500.000 atau mendapatkan penghasilan pasif per bulan sebesar Rp 200.000 dan mengurangi utang sebesar Rp 3.000.000 pada tahun yang akan datang..

no-elevator-to-successTujuan yang telah dirumuskan dengan SMART dan jelas indikator keberhasilannya tidak serta merta dapat diwujudkan dengan mudah. Tujuan tersebut harus disosialisasikan pada relasi dan orang-orang terdekat atau disosialisasikan pada pihak-pihak yang terkait secara langsung atau tak langsung dengan upaya pencapaian tujuan. Sosialisasi tersebut diperlukan agar para pihak tersebut dapat memberikan dukungan atau bantuan guna memperlancar pencapaian tujuan yang diharapkan.

 

Prestasi

Prestasi.

prestasiMuray  (1990) mendefinisikan prestasi sebagai berikut :

“To overcome obstacle, to exercise power, to strive to do something difficult as well and as quickly as possible”

“Kebutuhan untuk prestasi adalahmengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulitdengan baik dan secepat mungkin”.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.

Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek,yaitu :

  • kemampuan intelektual,
  • strategi kognitif,
  • informasi verbal,
  • sikap
  • dan keterampilan.

Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu.

Menurut Gibson, prestasi (performance) dipengaruhi oleh motivasi (motivation) dan kemampuan (ability), sedangkan Miner menambahkan faktor ketiga, yaitu eksternal (external)

  1. Motivasi diketahui dari konsep motivasi Maslow ataupun motivasi berprestasi Mc Clellandprestasi-karya-anak-bangsa
  2. Kemampuan dapat dimiliki dengan pendidikan (formal, non formal atau informal), pelatihan dan pengalaman
  3. Faktor ekonomi, teknologi, keamanan merupakan faktur eksternal yang mempengaruhi prestasi
  4. Prestasi dapat diukur dari jumlah (quantity), mutu (quality), kerja sama (cooperation) atau kehadiran (absence) guna menentukan produktivitasnya

Area motivasi manusia

food-pyramid1cinta-1Empat area utama motivasi manusia adalah makanan,cinta, seks  , dan pencapaian tujuan.

 

 

Tujuan-sex-icontujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh indivimencapai-tujuan-bisnis1du yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik (keinginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebut), atau karena motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal. disamping itu terdapat pula fsktor yang lain yang mendukung diantaranya ialah faktor internal yang datang dari dalam diri orang itu sendiri.

Variabel-Variabel Motivasi

Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari: (1) Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); (2) Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); (3) Kebutuhan atas imbalan (Insentive). Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive).
Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dalam banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut.

Motif.

motiveMenurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai : a motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes. Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

tahapankehidupanWilliam G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow sebagaimana diungkap pada halaman sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

Harapan.

hope-in-focus-1Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004)mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan. Arthur levingson dalam buku Vilfredo Pareto (1953: 178) menyatakan : The individual is influenced in his action by two major sources of role expectation the formal demands made by the company as spalled out in the job, and the informal expectation forces make behavioral demans on the individual attemps to structure the social situation and the devine his place in it.

tuntutan-pekerjaanDengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu : sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105), addtionally, as could be anticipated, the groups themselves can be axpected to interact, effecting the others expectations. Ternyata kelompok karyawan sendiri dapat juga mempengaruhi harapan-harapan yang akan dicapainya. Dan dengan adanya keyakinan atau pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan atau menggerakkan usahanya (Gary Dessler, 1983: 66). Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori expectancy mengajukan 3 (tiga) konsep konsep dasar, yaitu : (1) Valence atau kadar keinginan seseorang; (2) Instrumentality atau alat perantara; (3) Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri (Gary Dessler, 1983: 66).

Insentif.

IncentiveSMALLDalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah peransang, tepatnya pendapat Dubin adalah incentive are the inducement placed the course of an going activities, keeping activities toward directed one goal rather than another. Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain. Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan dari pada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap atau tingkah laku orang-orang. Secara lebih lengkap Viteles menyatakan : incentive are situasions which function in arousing dynamis forces in the individual, or managements of conditions introduced with the expectation of influencing or altering the behavior of people.

modern-employee-incentives-589x328Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemnberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin: ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.

 

Teori motivasi kontemporer:

Teori kebutuhan McClelland

mcclelland-theory-1Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya.
Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:

  • AcquiredNeedsTheory-mcclelandkebutuhan berprestasi: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
  • kebutuhan berkuasa: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
  • kebutuhan berafiliasi: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

Teori evaluasi kognitif

cognitive-theoryTeori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan. Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukung.

Teori penentuan tujuan

goal226x150Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan.

teori-penguatanTeori penguatan

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan.

Teori Keadilan

teori-keadilanTeori keadilan adalah teori bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang lain, dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidakadilan.

Teori harapan

teori-harapan-motovasi-lawlerTeori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut

Teori X dan teori Y

McGregor's Theory X & Theory Y GraphicDouglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.

  • Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  • Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  • Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  • Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

x-y-theory-291536Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.

  • Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
  • Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
  • Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab. *Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

x-y-theory-10_command_and_controlPengertian, Visioner, Tegas, Bijaksana Bisa menempatkan diri, Mampu/cakap Terbuka, Mampu mengatur, Disegani , Cerdas, Cekatan, Terampil, Pemotivasi, Jujur, Berwibawa, Berwawasan luas, Konsekuen, Melayani, Credible, Mampu membawa perubahan, Adil, Berperikemanusiaan, Kreatif, Inovatif, Sabar, Bertanggung jawab, Konsiten, Low profile, Sederhana dan humble (rendah hati), Rendah hati/humble, Royal/tidak kikir, berjiwa sosial Loyal (setia) kepada bawahan, Disiplin, Mampu menjadi tauladan/memberi contoh, Punya integritas, Berdikasi/berjiwa mengabdi, Dapat dipercaya (credible), Percaya diri, Kritis, Religious, Mengayomi, Responsive (cepat tanggap), Teliti, Supel (ramah), Pema’af, Peduli (care), Profesional, Berprestasi, Penyelesai Masalah (problem solver), Good looking, Sopan, Cerdas secara emosi (memiliki tingkat EQ yang tinggi)

 

Pandangan lain tentang Teori Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

6640944-motivation-success-incentive

dep_5323810-Hierarchy-of-Needs-Pyramid---Maslows-Theory-IllustratedXY-theoryBerdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, semangatjpgseperti contoh dalam percakapan “saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi”. Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

IntensityIconketekunanDalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.