Kasus Integratif: Shoppers Mart

casestudy-iconAnn Christy merasa senang karena sistem yang baru di Shoppers Mart yang sangat dibutuhkan tersebut disetujui dan bahwa dia serta timnya telah dengan akurat menilai kebutuhan perusahaan. Ann menyadari bahwa dia perlu menetapkan apakah lebih baik membeli sistem software dari vendor luar, mengembangkan sistem itu sendiri, atau mengontrak sebuah perusahaan yang menspesialisasikan diri dalam sistem seperti yang diinginkannya untuk mengembangkan serta mengoperasikan sistem tersebut. Secara khusus, dia perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

shoppers-drug-mart

  1. Dapatkah Ann membeli software yang dibutuhkannya? Jika dapat, bagaimana dia mengadakan pendekatan untuk memulai proses pembelian hardware dan software serta memilih vendor?
  2. Bagaimana tanggapan perusahaan tentang ide mengembangkan software sendiri? Apa pendekatan yang terbaik untuk Shoppers Mart?’
  3. Seberapa luas sistem tersebut menggunakan software yang dikembangkan oleh pemakai akhir?
  4. Haruskah Shoppers Mart melakukan perbaikan yang dibutuhkan pada sistem yang ada sekarang ini, atau haruskah perusahaan mempertimbangkan rekayasa teknis proses· bisnisnya dan kemudian mengembangkan sebuah sistem untuk mendukung proses yang baru tersebut?
  5. Apakah melakukan outsourcing untuk sistem informasi merupakan alternatif yang memungkinkan untuk mendapatkan sistem yang baru? Apakah manfaat melakukan outsourcing melebihi risikonya?
  6. Jika perusahaan memutuskan untuk mengembangkan sistem tersebut sendiri, haruskah . perusahaan mempercepat proses pengembangannya dengan menggunakan teknik yang canggih, seperti pembuatan prototipe atau computer-aided software engineering?

Ann memutuskan untuk menyelidiki berbagai alternatif desain guna menetapkan tindakan yang terbaik untuk Shoppers Mart.

Pendahuluan: Strategi Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi.

software-development-related-itemsDi dalam dunia yang saat ini berubah demikian cepat, banyak perusahaan menemukan diri mereka dalam posisi Shoppers Mart saat ini Mereka harus memenuhi kebutuhan informasi dengan cepat dan efisien. Pada pembahasan ini, Anda akan mempelajari tiga cara untuk mendapatkan sistem informasi yang baru: membeli software yang telah diprogram, mengembangkan software sendiri, dan mengontrak perusahaan luar (melakukan outsourcing) untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem tersebut.

????????????????????????Anda juga akan mempelajari tiga cara untuk mempercepat atau meningkatkan proses pengembangan: rekayasa teknis proses bisnis, menggunakan prototipe, dan alat pembuatan software dengan bantuan komputer (computer-aided software engineering-CASE).

case-tools-290x160Pada awal-awal ditemukannya komputer, jarang perusahaan yang dapat membeli software yang memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, sejalan dengan makin dewasanya industri software, makin banyak perusahaan yang mulai membeli software. Oleh karena kemudahan ketersediaan software dan biaya yang lebih murah, diperkirakan 80 persen perusahaan saat ini yang memasang komputer, menggunakan atau mempertimbangkan untuk menggunakan software massal.

Software massal (canned software) dibuat oleh perusahaan pengembang software dan dijual di pasar terbuka untuk berbagai lapisan pemakai yang memiliki persyaratan yang hampir sama. Beberapa perusahaan menggabungkan software dan hardware, serta menjual keduanya sebagai satu paket. Hal ini disebut sebagai sistem terima jadi (turnkey system’s), karena vendor memasang keseluruhan sistem dan pemakai hanya perlu “terima jadi”. Banyak sistem terima jadi dibuat oleh para vendor yang mengkhususkan diri dalam industri tertentu. Contohnya, sistem khusus yang dibuat untuk para dokter dan dokter gigi, perusahaan perbaikan mobil, restoran umum, restoran cepat saji, tempat penyewaan video, dan toko ritel lainnya.

Internet memberi perusahaan cara baru untuk mendapatkan software. Penyedia jasa aplikasi (application service providers-ASPs) menyediakan Web-based software pada komputer mereka dan mengirim software ke klien melalui Internet. Dalam hal ini, perusahaan tidak harus membeli, memasang, dan mempertahankan software massal. Melainkan, perusahaan “menyewa” software yang mereka butuhkan dari ASP. Keuntungan dari cara ini adalah pengurangan biaya software dan overhead administrasi, pembaruan software secara otomatis, penyesuaian skala dengan pertumbuhan bisnis, akses global ke informasi, akses ke personel ahli TI, dan kemungkinan untuk memfokuskan pada kompetensi keuangan inti, bukan pada persyaratan TI.

Tidak lama lagi, sistem aplikasi hanya akan dikembangkan di perusahaan oleh organisasi-organisasi atau perusahaan yang sangat besar dengan persyaratan yang berbeda-beda satu sama lain. Akan tetapi, bahkan saat ini, banyak perusahaan besar membeli software dari pemasok luar. Contohnya, Pacific Gas & Electric Company menandatangani kontrak senilai $750.000 untuk lisensi dan pemasangan software buku besar buatan Dun & Bradstreet untuk menggantikan sistem buku besar yang dikembangkan oleh perusahaan itu sendiri. Survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Deloitte & Touche menunjukkan bahwa kebanyakan dari para chief imformation officer diharapkan untuk mengganti sistem yang telah ada dengan software yang secara komersial tersedia daripada menggunakan sistem yang dikembangkan secara khusus.

Masalah utama dengan software massal adalah sering kali software tersebut tidak dapat memenuhi semua kebutuhan informasi atau pemrosesan data di perusahaan .

Kelemahan ini sering kali dapat diatasi dengan mengubah software massal. Umumnya, cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah meminta vendor software terkait, bukan meminta bantuan pada staf programer perusahaan untuk membuat perubahan. Perubahan yang tidak diotorisasi oleh penjual bisa jadi tidak dijamin dan dapat membuat program tersebut menjadi tidak andal dan tidak stabil. Beberapa perusahaan telah menggunakan pendekatan ini dengan hasil yang cukup baik. Contohnya, sekitar 90 persen dari software di Dow Chemical terdiri dari software massal yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan proses bisnis perusahaan tersebut, sementara sisanya adalah software khusus yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan.

Kesulitan Akuntan dalam Mengembangkan SIA.

Biasanya, para akuntan mengalami berbagai kesulitan berikut ini dalam mengembangkan SIA:9935716-attacking-problems-problem-solving-techniques-asking-questions

  • Permintaan atas sumber daya pengembangan begitu banyak hingga proyek SIA dapat terlambat hingga beberapa tahun.
  • SIA yang baru didesain tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan para pemakainya. Masalahnya mungkin tidak terungkap hingga pada saat sistem tersebut digunakan, namun setelah melewati proses pengembangan yang memakan waktu. Para pemakai sulit untuk memvisualisasikan bagaimana SIA seharusnya atau bagaimana SIA akan beroperasi hanya dengan meninjau dokumentasi desain. Lagipula, ketika para pengembang sistem tidak memahami kebutuhan bisnis perusahaan atau kebutuhan para pemakai, akan sulit bagi mereka memberikan saran yang berarti untuk perbaikan.
  • Proses pengembangan dapat memakan waktu yang begitu lama hingga sistem tersebut . tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Contohnya; Fannie Mae menghabiskan delapan tahun dan $100 juta untuk mengembangkan sistem akuntansi untuk pinjaman yang terbesar di dunia. Sayangnya, ketika sistem tersebut akhirnya selesai, sistem tersebut tidak lagi memenuhi sebagian besar dari kebutuhan bisnis Mae.
  • Para pemakai tidak dapat menspesifikasikan kebutuhan mereka dengan tepat. Sering kali mereka tidak mengetahui dengan pasti apa yang mereka butuhkan, dan kapan mereka membutuhkannya. Mereka kadang kala tidak mengkomunikasikan ide-ide ini ke para pengembang sistem.
  • Perubahan atas SIA sering kali sulit untuk dibuat setelah persyaratan telah ditetapkan menjadi spesifikasi. Jika para pemakai diizinkan untuk terus dapat mengubah persyaratan, SIA akan memakan waktu sangat lama untuk dapat diselesaikan dan biayanya meningkat setiap kali SIA dikerjakan ulang.

Pembelian Software dan SDLC dalam Mengembangkan SIA.

Perusahaan yang membeli, bukan mengembangkan software SIA, masih harus mengikuti proses SDLC sebagai berikut:????

  • Analisis sistem. Perusahaan harus melakukan penyelidikan awal, survei sistem, dan survei kelayakan. Perusahaan juga harus menetapkan persyaratan SIA.
  • Desain konseptual sistem. Bagian yang penting dari desain konseptual adalah menetapkan apakah software yang memenuhi persyaratan SIA telah tersedia. Jika memang tersedia, keputusan membuat atau membeli harus dilakukan.
  • Desain fisik Apabila software dibeli, beberapa tahap desain fisik, seperti pendesainan dan pengkodean program, dapat dihilangkan. Akan tetapi, mungkin akan memerlukan perubahan agar software dapat lebih baik memenuhi kebutuhan perusahaan. Bahkan jika software dibeli, perusahaan sering kali mendesain output, input, file, dan prosedur pengendalian.
  • Implementasi dan perubahan. Perusahaan harus merencanakan implementasi dan perubahan aktivitas, memilih dan melatih personel, memasang dan menguji hardware serta software, mendokumentasikan prosedur, dan mengubah dari sistem yang lama ke SIA yang baru. Akan tetapi, perusahaan tidak mengembangkan serta menguji modul software atau dokumen program komputer itu sendiri.
  • Operasi dan pemeliharaan. SIA dioperasikan seperti software lainnya, dan vendornya . biasanya melakukan pemeliharaan atas software tesebut.

Memilih Vendor dalam Mengembangkan SIA.

Memutuskan untuk membuat atau membeli software dapat dilakukan secara terpisah dari keputusan untuk mendapatkan hardware, perbaikan, pemeliharaan, dan sumber daya SIA lainnya. Sama halnya, sumber daya-sumber daya ini dapat dibeli secara terpisah dari software, walaupun keputusan mengenai hardware dan vendor dapat saja bergantung pada keputusan atas software.

Choosing-CRM-Software-VendorVendor dapat ditemukan dengan mencari dari buku telepon, mendapatkan referensi, mencari-cari dalam majalah komputer atau perdagangan, menghadiri konferensi, atau menggunakan organisasi pencari. Beberapa vendor berkembang sementara lainnya tidak lagi beroperasi. Selain itu, banyak perusahaan yang menawarkan layanan tetapi memiliki sedikit pengalaman atau modal. Ketika vendor tidak lagi beroperasi, mereka sering kali meninggalkan perusahaan yang menggunakan produk mereka tidak terurus. Oleh karenanya, merupakan hal yang penting untuk selektif dalam memilih vendor.

Mendapatkan Hardware dan Software dalam Mengembangkan SIA.

Pada saat persyaratan SIA telah ditetapkan, organisasi siap untuk membeli software dan hardware. Perusahaan yang hanya mensyaratkan PC, sebuah word processor, dan spreadsheets biasanya dapat menyelesaikan sendiri penelitian mereka dan membuat pilihan. Akan tetapi, perusahaan yang membeli sistem yang besar atau rumit, akan mengirimkan permintaan proposal (request for proposal-RFP), yang mengundang para vendor untuk mengusulkan sebuah sistem pada tanggal yang telah ditentukan. Setiap proposal dievaluasi dan sistem yang terbaik diteliti secara mendalam untuk memverifikasi bahwa persyaratan perusahaan dapat dipenuhi. Pendekatan formal untuk mendapatkan sistem, seperti RFP, adalah hal yang penting untuk alasan-alasan berikut ini:hard-software

  1. Menghemat waktu. Informasi yang sama diberikan ke semua vendor, meniadakan pengulangan tinjauan dan pertanyaan.
  2. Menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Semua respons diberikan dalam format yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama.
  3. Mengurangi kesalahan. Peluang mengabaikan taktor-faktor yang penting akan berkurang.
  4. Menghindarkan dari potensi ketidaksesuaian. Kedua pihak memiliki perkiraan yang sama dan informasi yang terkait telah dicantumkan dalam bentuk tertulis.

Ketika RFP diminta berdasarkan pada spesifikasi hardware dan software tertentu, biaya totalnya biasanya akan lebih rendah dan lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk persiapan vendor dan evaluasi perusahaan. Akan tetapi, hal ini tidak memungkinkan vendor merekomendasikan teknologi altematif. Sebaliknya, RFP umum berisi definisi masalah dan meminta sistem yang memenuhi tujuan kinerja dan persyaratan tertentu. Hal ini memungkinkan perusahaan yang meminta proposal untuk menyerahkan masalah teknis pada vendor. Kelemahan dari pendekatan ini adalah semakin besarnya kesulitan untuk mengevaluasi proposal dan adanya potensi tawar-menawar yang lebih mahal biayanya.

Secara umum, makin banyak informasi yang diberikan perusahaan kepada vendor, makin baik peluang perusahaan untuk menerima sistem yang dapat memenuhi persyaratan perusahaan. Para vendor membutuhkan spesifikasi terinci atas SIA yang baru, termasuk aplikasi input dan output, file serta database yang dibutuhkan, frekuensi dan metode untuk pembaruan file dan permintaan, serta karakteristik atau persyaratan unik lainnya. Merupakan hal yang juga penting untuk membedakan antara persyaratan yang wajib dengan yang diinginkan.

Mengevaluasi Proposal dan Memilih Sistem dalam Mengembangkan SIA.

Proposal yang kehilangan informasi yang penting, akan gagal untuk memenuhi persyaratan minimum atau tidak jelas sehingga harus dieliminasi. Proposal yang dapat melalui pemeriksaan awal ini harus dengan hati-hati dibandingkan dengan persyaratan SIA yang diusulkan untuk menetapkan apakah (1) proposal tersebut memenuhi semua persyaratan wajib, dan (2) berapa banyak persyaratan yang diinginkan dapat dipenuhi.

proposalVendor yang paling banyak memenuhi kriteria, dapat diundang untuk mendemonstrasikan kinerja sistem serta memvalidasi hal-hal yang dinyatakan oleh vendor tersebut. Tabel dibawah ini menyajikan kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi hardware, software, dan para vendor.

Table-17-0001-aSalah satu cara untuk membandingkan kinerja sistem adalah menggunakan benchmark problem-pekerjaan pemrosesan data dengan kegiatan input, pemrosesan, dan output umum yang akan diproses oleh SIA yang baru. Waktu pemrosesan akan dihitung dan dibandingkan, dan SIA dengan waktu terendah akan dinilai paling efisien.

Pendekatan lainnya adalah dengan penilaian poin, yang digambarkan dalam Tabel berikut ini. Setiap kriteria evaluasi akan diberikan bobot berdasarkan pada tingkat kepentingan relatifnya. Vendor akan diberikan nilai untuk setiap kriteria yang didasarkan pada seberapa baik proposalnya sesuai dengan standar.

Nilai total bobot akan menjadi dasar untuk perbandingan dan membedakan berbagai sistem. Bedasarkan pada pendekatan penilaian poin dalam contoh ini, vendor 3 menawarkan sistem yang terbaik. Sistem penjual tersebut mendapat nilai 190 poin lebih banyak daripada vendor 2, kandidat keduanya.

Table-17-0002-aPerhitungan biaya persyaratan memperkirakan biaya untuk membeli atau mengembangkan berbagai fitur yang tidak terdapat dalam SIA tertentu. Biaya total dari setiap SIA dihitung dengan menambahkan biaya perolehan dan pembelian atau biaya pengembangan. Total yang dihasilkan adalah biaya sistem dengan semua fitur yang dibutuhkan dan memberikan dasar yang wajar untuk perbandingan.

Baik penilaian poin maupun perhitungan biaya persyaratan tidak seluruhnya objektif. Di dalam penilaian poin, bobot dan poin-poin diberikan secara subjektif dan perkiraan nilai uang dari biaya serta manfaat tidak dimasukkan. Perhitungan biaya persyaratan mengabaikan faktor tidak berwujud seperti keandalan dan dukungan dari vendor. Di dalam kegiatan apa pun, pilihan akhir di antara berbagai proposal vendor tampaknya bukan keputusan mudah karena harus bergantung pada faktor-faktor subjektif tertentu dan pertimbangan biaya.

Pada saat SIA yang terbaik telah diidentifikasi, software tersebut harus seluruhnya diuji, pemakai lain akan dihubungi untuk melihat seberapa puas mereka, personil vendor akan dievaluasi, dan rincian proposal akan dikonfirmasikan. Perusahaan ingin memverifikasi bahwa SIA yang tampaknya merupakan yang terbaik di atas kertas memang benar-benar yang terbaik dalam praktiknya. Pelajaran yang didapat oleh Geophysical System Corporation dari proses pemilihan vendornya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas vendor (lihat Fokus Pembelian Software yang Menjadi Kesalahan).

Di luar ketersediaan software yang bagus, banyak organisasi memenuhi kebutuhan informasi mereka dengan membuat sendiri software mereka. Bagian berikut ini membahas pengembangan software oleh perusahaan. Kemudian, bagian selanjutnya akan membahas software yang dikembangkan pemakai sendiri.

PENGEMBANGAN SISTEM OLEH DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI

Di luar ketersediaan software massal yang bagus, banyak organisasi yang mengembangkan software mereka sendiri karena kebutuhan perusahaan unik atau karena ukuran perusahaan dan kerumitannya membutuhkan software khusus.

in-houseMengembangkan software khusus sulit untuk dilakukan dan berpeluang menimbulkan kesalahan, serta memakan banyak waktu dan sumber daya. Setelah pemakai akhir menetapkan persyaratan mereka, analis bekerja dengan mereka untuk menetapkan format output kertas dan tampilan layar.

Analis kemudian akan mengidentifikasi data yang dibutuhkan untuk setiap input dan data yang akan disimpan dalam file. Analis juga mengembangkan spesifikasi program terinci untuk diartikan dan dikodekan oleh seorang programer.

Oleh karena banyaknya dan keanekaragaman tugas, proses tersebut membutuhkan kedisiplinan dan pengawasan manajemen yang besar. Para akuntan sering kali membantu mengembangkan software khusus, baik sebagai supervisor proyek, pemakai, atau anggota tim pengembang. Software khusus biasanya dikembangkan dan ditulis sendiri.

Untuk memahami secara mendalam proses yang digunakan untuk mengembangkan software, silahkan kunjungi (Pembahasan tentang Desain, Implementasi dan Operasi Sistem).

Melibatkan Perusahaan Luar dalam Mengembangkan SIA.

Sebaliknya, organisasi dapat melibatkan perusahaan luar, seperti Accenture atau EDS, untuk mengembangkan software atau merakit software dari persediaan modul program mereka. Modul-modul ini disesuaikan, digabungkan, dan diatur untuk membentuk produk khusus yang memenuhi persyaratan khusus perusahaan. Ketika mengontrak organisasi luar, perusahaan harus mempertahankan pengendalian atas proses pengembangan.

outsourcing-benefitsPetunjuk berikut ini direkomendasikan:

  • Memilih pengembang dengan hati-hati. Pengembang luar harus memiliki pengalaman dalam industri perusahaan, pemahaman yang baik atas bisnis secara umum, dan pemahaman mendalam tentang bagaimana perusahaan melakukan bisnisnya.
  • Menandatangani kontrak. Kontrak harus menempatkan tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan dari perusahaan ke pengembang dan memungkinkan perusahaan menghentikan proyek jika kondisi-kondisi utama tertentu tidak dipenuhi.
  • Rencanakan dan awasi setiap langkah. Semua aspek dari proyek harus didesain secara terinci, dan harus ada pemeriksaan untuk mengawasi proyek.
  • Menjaga komunikasi yang efektif Hubungan antara perusahaan dan pengembang harus disebutkan secara menyeluruh: Dibutuhkan banyak komunikasi.
  • Kendalikan semua biaya. Biaya harus dikendalikan dengan ketat dan arus kas harus diminimalkan hingga proyek tersebut telah selesai dan diterima.

Saran beberapa konsultan Sistem Informasi dalam Mengembangkan SIA.

Arthur D. Little dan para konsultan sistem informasi lainnya menyarankan para klien mereka untuk mengembangkan software khusus jika software tersebut memberikan keunggulan kompetitif.

it-consultantContohnya, biasanya tidak terdapat manfaat yang bisa diukur untuk memiliki sistem penggajian atau piutang usaha yang ditulis secara khusus. Sebaliknya, mungkin terdapat manfaat yang signifikan atas software manajemen persediaan just-in-time yang canggih atau software manufaktur produk. Apabila sebuah software aplikasi tidak memberikan keunggulan kompetitif, Little menyarankan kliennya untuk membeli software dari pemasok luar.

Membuat atau Membeli dalam Mengembangkan SIA>

Tidak terdapat jawaban yang benar atas keputusan membuat atau membeli. Perusahaan yang berbeda memiliki kesimpulan yang berbeda.

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Contohnya, Gillette dahulu mengembangkan software-nya sendiri, tetapi akhir-akhir ini memutuskan untuk berpindah dari sistem kepemilikan ke software jadi kapan saja memungkinkan.

Alasannya adalah perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif yang lebih besar dari memutuskan bagaimana software harus digunakan daripada menetapkan software apa yang harus digunakan dan kemudian membuatnya.

Apabila software massal tidak memenuhi semua kebutuhan Gillette, perusahaan akan mengubahnya dengan menggunakan alat pengembang berteknologi tinggi.

Sebaliknya, Pepsi, telah berpindah dari arah yang berbeda. Pepsi dahulu membeli sebagian besar dari software mainframe utamanya tetapi setelah berpindah ke arsitektur klien/server, Pepsi tidak dapat menemukan software yang cukup canggih untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Walaupun Pepsi masih membeli software jika membutuhkannya, perusahaan tersebut telah membuat sendiri sebagian besar dari software baru yang dipasangnya.

Evaluasi hardware dalam Mengembangkan SIA>

hardware-evaluationEvaluasi hardware

  • Apakah biaya hardware wajar, sesuai kemampuan dan fiturnya?
  • Dapatkah hardware menjalankan software yang diinginkan?
  • Apakah kecepatan pemrosesan CPU dan kemampuannya memadai untuk penggunaan yang direncanakan?
  • Apakah kemampuan penyimpanan sekunder memadai?
  • Apakah kecepatan dan kemampuan input dan output memadai?
  • Apakah sistem memiliki kemampuan komunikasi yang memadai?
  • Apakah sistem dapat ditingkatkan?
  • Apakah hardware didasarkan pada teknologi terbaru, atau teknologi lama atau yang akan segera ketinggalan zaman?
  • Apakah hardware tersedia saat ini? Jika tidak, kapan?
  • Apakah sistem yang dipertimbangkan sesuai dengan hardware, software, dan periferal yang ada saat ini?
  • Bagaimana evaluasi kinerja sistem jika dibandingkan dengan pesaingnya?
  • Bagaimanakah ketersediaan dan biaya dukungan serta pemeliharaannya?
  • Apa jaminan dan garansi untuk sistem tersebut?
  • Apakah ada pengaturan pendanaan?

Evaluasi Software dalam Mengembangkan SIA.

software-evaluationEvaluasi software

  • Apakah software memenuhi semua spesifikasi wajib?
  • Seberapa baik software tersebut memenuhi spesifikasi yang diinginkan?
  • Akankah perubahan program dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan?
  • Apakah software berisi pengendalian yang memadai?
  • Apakah kinerja (kecepatan, akurasi, keandalan) memadai?
  • Berapa banyak perusahaan lain yang menggunakan software tersebut?
  • Apakah pemakai lainnya puas dengan software tersebut?
  • Apakah software tersebut didokumentasikan dengan baik?
  • Apakah software tersebut sesuai dengan software perusahaan yang ada saat ini?
  • Apakah software tersebut mudah digunakan oleh pemakai?
  • Dapatkah software tersebut didemonstrasikan dan diuji?
  • Apakah software tersebut memiliki jaminan yang memadai?
  • Apakah software tersebut fleksibel dan mudah dipelihara?
  • Apakah permintaan on-line atas file serta catatan, tersedia?
  • Akankah vendor terus memperbarui software tersebut?

Evaluasi Vendor dalam Mengembangkan SIA>

supplier-evaluation1Evaluasi Vendor

  • Seberapa lama vendor telah ada dalam bisnis tersebut?
  • Seberapa besar vendor tersebut?
  • Apakah vendor secara keuangan stabil dan aman?
  • Seberapa banyak pengalaman yang dimiliki vendor dengan hardware dan software tersebut?
  • Sebarapa baik vendor menjamin produk tersebut?
  • Sebarapa baik garansinya?
  • Apakah vendor secara rutin memperbarui produknya?
  • Apakah vendor memberikan pendanaan?
  • Akankah vendor memasukkan janji-janji dalam kontrak? Akankah vendor memasok daftar pelanggan sebagai referensi?
  • Apakah vendor memiliki reputasi dalam hal keandalan dan dapat menjadi tempat bergantung?
  • Apakah vendor memberikan dukungan dan pemeliharaan atas hardware dan software?
  • Apakah vendor memberikan dukungan untuk implementasi dan pemasangan?
  • Apakah vendor memiliki personel yang berkualitas bagus, responsif, dan berpengalaman?
  • Apakah vendor memberikan pelatihan?
  • Seberapa responsif dan tepat waktu dukungan dari vendor?

Kasus: Pembelian Software yang Menjadi Kesalahan.

 Fokus: Pembelian Software yang Menjadi Kesalahan

Geophysical Systems Corporation (GSC), yang mengkhususkan diri untuk mengembangkan perlengkapan pengeboran, mengembangkan sebuah alat yang menggunakan.sonar untuk menganalisis potensi produksi penemuan minyak dan gas.

GSC membutuhkan program software untuk menganalisis data yang dihasilkan dari alat sonar perusahaan. GSC mengontrak Seismograph Service Corporation dan membayar sejumlah $20 juta untuk membuat sistem komputer tersebut.

Hal yang mencemaskan adalah, GSC menemukan bahwa sistem Seismograph tidak dapat secara akurat memproses perhitungan rumit yang dibutuhkan. Ketika kegagalan ini muncul, para klien GSC membatalkan kontrak mereka.

Akibatnya, perusahaan tersebut mengalami perubahan dari penjualan tahunan senilai $40 juta dengan laba $6 juta ke pengajuan kebangkrutan dua tahun kemudian.

GSC menuntut Seismograph, menyatakan bahwa sistem pemasok tersebut gagal beroperasi seperti yang dijanjikan. Sebagai tambahan, perusahaan tersebut menyatakan bahwa Seis­mograph mengetahui sistem tersebut tidak akan mampu beroperasi seperti yang diinginkan sebelum proyek pengembanganya dimulai.

Para juri menye­tujui hal ini, memberikan GSC kompensasi lebih dari $48 juta atas kerugian dan biaya sistem kom­puter tersebut. Seismograph menuntut dengan dasar bahwa sistemnya bekerja dan.penurunan penjualan GSC disebabkan karena jatuhnya harga minyak.

Pengalaman GSC bukanlah pengalaman yang luar biasa; banyak proyek pengembangan sistem yang tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Pengembangan Software oleh Pemakai Akhir dalam Mengembangkan SIA.

End-user computing (EUC) adalah pengembangan, penggunaan, dan pengendalian aktif atas sistem informasi berbasis komputer oleh para pemakai. Dengan kata lain, EUC adalah orang yang menggunakan TI untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri daripada bergantung pada ahli-ahli sistem.

Contohnya, lembaga penyimpanan dan pinjaman di California menginginkan sebuah sistem yang dapat menelusuri persyaratan jaminan kredit. Departemen sistem informasinya mengatakan bahwa sistem tersebut akan membutuhkan waktu pengembangan selama 18 bulan.

end-user-computingDaripada menunggu, bagian kredit menggunakan PC dan program database untuk mengembangkan program fungsional dalam sehari. Meningkatkan program membutuhkan waktu beberapa hari lebih lama.

Tidak hanya bagian kredit mempersingkat waktu pengembangan dari 18 bulan ke beberapa hari, tetapi bagian tersebut mendapatkan informasi yang dibutuhkannya karena para pemakai mengembangkan sistem tersebut sendiri.

Prediksi Pesimis terhadap Perkembangan Teknologi.

Setelah dikenalnya mobil para ahli sosiologi memperkirakan bahwa pasar mobil tidak akan melebihi 2 juta mobil karena hanya sebanyak itulah orang yang bersedia menjadi supir. Sebaliknya, puluhan juta mobil terjual dalam setahunnya ke orang-orang yang menyetir sendiri mobil mereka.

pessimistDahulu diperkirakan bahwa sistem telepon akan hancur karena pertumbuhan geometris dalam hubungan telepon akan mensyaratkan setiap orang menjadi operator telepon. Sebaliknya, perlengkapan telah dikembangkan sehingga dapat mengotomatisasi banyak fungsi yang sebelumnya dilakukan oleh operator.

Kemungkinan yang akan terjadi atas perkembangan teknologi SI.

Sejak dikenalkannya komputer, permintaan atas sistem informasi telah meningkat pesat. Jika sebuah perusahaan ingin meniadakan kelebihan informasi, hampir setiap orang akan menjadi programer.

possibilityApakah hal ini mirip dengan contoh mobil dan telepon di atas? Solusinya melibatkan para pemakai akhir yang memenuhi sendiri kebutuhan informasi mereka. Seperti halnya dengan telepon, teknologi dikembangkan untuk mengotomatiskan banyak dari proses tersebut untuk kita.

Seperti kebanyakan orang belajar untuk mengendarai mobil, peningkatan keahlian komputer dan bahasa pemrograman yang lebih mudah digunakan akan memungkinkan hampir semua orang mengoperasikan komputer yang canggih.

Pemakai akhir berusaha memenuhi kebutuhan sendiri dengan End-User Computing.

Bersama dengan bangkitnya PC yang murah dan banyaknya ragam software yang canggih dan murah, para pemakai mulai mengembangkan sistem mereka sendiri untuk membuat dan menyimpan data, mengakses serta men-download data perusahaan, serta berbagi data dan sumber daya komputer dalam jaringan.

pcKetika pemakai akhir mulai memenuhi sendiri kebutuhan awal mereka, ada dua hal yang terjadi.

Pertama, para pemakai menyadari komputer dapat digunakan untuk memenuhi lebih banyak lagi kebutuhan informasi.

Kedua, peningkatan akses ke data membuat banyak penggunaan serta kebutuhan baru informasi.

end-user-computingAkibatnya, telah terjadi pertumbuhan pesat dalam end-user computing, pertumbuhan yang diperkirakan terus berkembang makin cepat disepanjang abad ini.

End-user computing

EUC-PlatformPertumbuhan dalam end-user computing telah secara signifikan mengubah peran para pegawai bagian sistem informasi. Mereka tetap mengembangkan dan memelihara sistem pemrosesan transaksi dan database keseluruhan perusahaan yang merupakan sumber bagi para pemakai akhir untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.

Sebagai tambahan, pegawai memberi para pemakai saran teknis dan dukungan operasional, serta membuat informasi tersedia sebanyak mungkin bagi para pemakai akhir. Walaupun hal ini telah mengakibatkan tambahan pekerjaan bagi para pegawai bagian sistem, kondisi ini diseimbangkan dengan penurunan permintaan atas layanan tambahan yang harus dilakukan para pegawai tersebut.

euc-competencyApabila trend end-user computing berlanjut, hal ini akan mewakili 75 hingga 95 persen semua pemrosesan informasi pada akhir dekade ini. Oleh karena Anda akan menjadi pemakai akhir atau memiliki keterlibatan yang signifikan dalam end-user computing di mana pun Anda bekerja, maka merupakan hal yang penting untuk memiliki pemahaman atas konsep-konsep end-user computing.

Perkembangan dan Penggunaan oleh Pemakai Akhir yang Tepat.

EUDPerkembangan pemakai akhir (end-user development-:-EUD) terjadi ketika para pemakai informasi, seperti para manajer, akuntan, dan auditor internal, mengembangkan aplikasi mereka sendiri dengan menggunakan spesialis komputer sebagai penasihat.

AR-systemPerkembangan oleh pemakai akhir tidaklah tepat bagi sistem yang kompleks, seperti sistem yang digunakan untuk memproses transaksi dalam jumlah besar atau untuk memperbarui catatan database. Oleh karenanya, tidak digunakan untuk pemrosesan penggajian, piutang usaha dan utang usaha, buku besar, atau persediaan.

Berikut ini adalah contoh-contoh yang perkembangan oleh pemakai akhir yang tepat:

  • Menarik informasi dari database perusahaan untuk menghasilkan laporan sederhana atau untuk menjawab permintaan yang tidak rutin.
  • Melakukan sensitivitas “what if’, atau analisis statistik.
  • Mengembangkan aplikasi dengan menggunakan software yang telah jadi, seperti spreadsheets atau sistem database.
  • Mempersiapkan jadwal dan daftar, seperti jadwal depresiasi, daftar jatuh tempo piutang usaha, dan amortisasi pinjaman.

Manfaat dari End-User Computing (Rasa Kepemilikan).

Salah satu alasan meningkatnya end-user computing adalah kemampuan untuk menawarkan keuntungan berikut ini.

Rasa Kepemilikan.

sense_of_belongPara akuntan dan pemakai akhir lainnya, bukan departemen sistem informasi, mengendalikan proses pengembangan. Mereka memutuskan kebutuhan informasi apa yang penting dan apakah sebuah sistem harus dikembangkan. Rasa kepemilikan yang ditimbulkan dengan diterapkannya pengembangan oleh pemakai akhir membantu para pemakai mengembangkan sistem yang lebih baik.

Ketika pemakai akhir mengembangkan sistem mereka sendiri, sistem tersebut tampaknya akan lebih dapat memenuhi kebutuhan para pemakainya. Pemakai juga dapat menemukan kesalahan sistem yang tidak akan dapat ditemukan oleh orang-orang dari bagian sistem. Masalah komunikasi pemakai-analis-programer yang biasanya terdapat dalam pengembangan program secara tradisional dapat dihindari.

Banyak dari penundaan dalam waktu lama dalam proses pengembangan sistem secara tradisional dapat dihindari, seperti analisis yang mahal dan memakan waktu, definisi persyaratan terinci, dan penundaan yang tidak dapat dihindari serta birokrasi dalam proses persetujuan.

Manfaat dari End-User Computing (Membebaskan sumber daya sistem).

Salah satu alasan meningkatnya end-user computing adalah kemampuan untuk menawarkan keuntungan berikut ini.

Membebaskan sumber daya sistem.

resourcesSemakin banyak kebutuhan informasi pemakai yang dapat dipenuhi, semakin banyak waktu yang harus dihabiskan departemen sistem informasi atas informasi lainnya dan aktivitas pemeliharaan. Hal ini mengurangi kelebihan beban yang tampak dan tidak tampak dari proyek pengembangan

Manfaat dari End-User Computing (Kefleksibilitasan dan kemudahan penggunaan).

Salah satu alasan meningkatnya end-user computing adalah kemampuan untuk menawarkan keuntungan berikut ini.

Kefleksibilitasan dan kemudahan penggunaan.

Simpy-and-easy-Logo-2Sebagian besar software end-user computing mudah untuk dipahami dan digunakan. Para pemakai dapat mengubah informasi yang mereka hasilkan atau memodifikasi aplikasi mereka kapan saja kebutuhan mereka berubah. Jika menggunakan komputer laptop, pekerjaan dapat diselesaikan di rumah di pesawat, atau hampir di semua tempat.

Seperti dalam paragraf sebelumnya, end-use computing memiliki keuntungan yang signifikan. Hal yang sama pentingnya adalah kelemahannya, yang didiskusikan dalam bagian berikutnya. Manfaat dan risiko yang berkaitan dengan end-user computing diringkas dalam Tabel dibawah ini.

Table-17-0003-a

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Kesalahan logika dan pengembangan).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Kesalahan logika dan pengembangan

Oleh karena para pemakai akhir memiliki sedikit pengalaman dalam pengembangan sistem, mereka cenderung melakukan kesalahan dan kurang dapat mengenali kesalahan jika terjadi kesalahan. Pemakai yang melakukan pengembangan juga dapat mengatasi masalah yang salah, menggunakan software yang salah, atau menggunakan informasi yang tidak lengkap atau kedaluwarsa. Sering kali kesalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan logika atau penggunaan yang salah atas rumus atau perintah dalam software.

logical-errorContohnya, para pegawai di perusahaan minyak dan gas mengembangkan spreadsheet yang rumit untuk menganalisis akuisisi yang diusulkan. Berdasarkan pada hasilnya, pihak manajemen perusahaan menjadwalkan pertemuan untuk mengusulkan akuisisi ke dewan komisaris.

Sebelum perusahaan membuat presentasi, para konsultan dari kantor akuntan publik yang dikontrak perusahaan menguji model tersebut untuk melihat apakah para konsultan tersebut dapat menerima hasilnya dan memberikan persetujuan mereka.

Tidak lama sebelum pidatonya, salah seorang penyaji melakukan uji sendiri agar dia dapat memahami bagaimana model tersebut bekerja dan dapat menjawab pertanyaan berat apapun yang dilemparkan dewan pada dirinya.

Dia menemukan beberapa formula yang menurutnya mendistorsikan proyeksi tentang apa yang bisa didapatkan perusahaan dari menjual properti perusahaan yang diakuisisi, pernyataan ulang cadangan gas, dan neraca konsolidasi dari kedua gabungan entitas tersebut.

Dia menghubungi kelompok yang mengembangkan spreadsheets tersebut dan beberapa rekan dari kantor akuntan publik. Ketika formula-formula tersebut diperbaiki, angkanya menunjukkan bahwa akuisisi tersebut akan mengarah pada kerugian yang signifikan.

Presentasi ke dewan dibatalkan, orang yang mengembangkan spreadsheets diberhentikan, dan kantor akuntan tersebut tidak lagi melakukan kegiatan audit atau kegiatan konsultasi apapun untuk perusahaan tersebut.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Pengujian Aplikasi yang tidak memadai).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Pengujian Aplikasi yang tidak memadai.

inadequatePara pemakai cenderung tidak melakukan uji yang lengkap atas aplikasi mereka, baik karena mereka tidak menyadari perlunya melakukan hal tersebut atau karena kesulitan atau waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut. Salah satu akibatnya adalah aplikasi dengan jenis kesalahan yang telah disebutkan sebelumnya.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Sistem yang tidak efisien).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Sistem yang tidak efisien.

inefficiencyKebanyakan pemakai akhir bukanlah programmer dan tidak terlatih dalam pengembangan sistem. Walaupun sistem yang mereka kembangkan mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan mereka, sistem tersebut tidak selalu efisien.

Contohnya, seorang staf administrasi bank menghabiskan tiga minggu mengembangkan sebuah program yang memeriksa setiap sel dalam mengubah nilainya menjadi nol jika jumlahnya negatif. Ketika program berjumlah 60 halaman tersebut menunjukkan pesan kesalahan”terlalu banyak kata jika”, staf administrasi tersebut memanggil seorang konsultan komputer.

Dalam waktu lima menit, konsultan tersebut mengembangkan aplikasi jadi dengan menggunakan fungsi spreadsheets yang memang tersedia dalam program tersebut.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Sistem yang dikendalikan dan didokumentasikan dengan kurang baik).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Sistem yang dikendalikan dan didokumentasikan dengan kurang baik.

bad-documentationBanyak pemakai akhir tidak mengimplementasikan pengendalian untuk melindungi sistem mereka. Sistem yang dibuat oleh pemakai sering kali didokumentasikan dengan kurang baik karena pemakai tersebut menganggap tugas tersebut membosankan atau tidak penting. Para pemakai tidak menyadari bahwa tanpa dokumentasi, orang lain tidak dapat memahami bagaimana sistem bekerja.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Ketidak sesuaian Sistem).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Ketidak sesuaian Sistem.

discrepanciesBeberapa perusahaan menambah perlengkapan pemakai akhir tanpa mempertimbangkan implikasi teknologi. Akibatnya perusahaan memiliki berbagai hardware dan software yang sulit ditangani atau dibentuk jaringannya.

Contohnya, Aetna Life & Casualty menghabiskan lebih dari $1 miliar dalam setahun untuk TI dalam usaha mereka mendapatkan keunggulan kompetitif. Hasilnya adalah 50.000 PC dari beberapa lusin produsen, 2.000 komputer mini dan server, 108 sistem word processor, 19 sistem e-mail yang tidak sesuai, dan 36 jaringan komunikasi yang berbeda.

Aetna Life & Casualty akhirnya menyadari perusahaan itu perlu menggeser penekanannya dari mencoba memiliki teknologi terbaru menjadi penggunaan teknologi secara efektif. Aetna menstandarkan sistem mereka dan kini menggunakan hanya beberapa jenis PC, produk software dari Microsoft, dua sistem e-mail, dan satu jaringan. Hasilnya adalah kesesuaian diantara semua sistem dan berkurangnya biaya secara signifikan.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Duplikasi sistem dan data serta pemborosan sumber daya).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Duplikasi sistem dan data serta pemborosan sumber daya.

duplicationApabila pemakai akhir tidak menyadari kebutuhan informasi pemakai lain yang hampir sama, duplikasi sistem akan terjadi. Para pemakai yang tidak berpengalaman akan mencoba untuk mencapai lebih daripada yang dapat mereka capai, yang berakhir dengan pemborosan waktu dan sumber daya.

Resiko atau Kerugian End-User Computing (Peningkatan Biaya).

Terdapat beberapa kerugian yang signifikan dalam end-user computing dan dalam meniadakan keterlibatan analis/programer dalam proses pengembangan.

Peningkatan Biaya

expensiveSebuah pembelian PC tidaklah mahal, tetapi membeli PC untuk ratusan bahkan ribuan pekerja adalah mahal. Memperbarui hardware dan software setiap beberapa tahun juga mahal. End-user computing juga memiliki biaya peluang yang tinggi jika penerapannya mendistorsi perhatian pemakai dari pekerjaan utamanya. Lagipula, hal tersebut meningkatkan waktu dan permintaan data dari mainframe komputer dan atas penggunaan orang bagian sistem informasi untuk memberi dukungan atau bantuan.

cost-benefitKeseimbangan yang tepat antara memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko sistem buatan pemakai akhir dapat dicapai dengan cara menyediakan analis sistem sebagai penasihat dan mensyaratkan sistem yang dibuat oleh pemakai untuk ditinjau serta didokumentasikan sebelum digunakan. Sebagai tambahan, para pemakai dapat dilatih dalam proses analisis sistem agar mereka dapat mengidentifikasi serta memenuhi kebutuhan mereka secara memadai dan meninjau hasil dari pemakai lainnya.

Mengelola dan Mengendalikan End-User Computing.

Organisasi menggunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk mengelola dan mengendalikan end-user computing. Memberikan sistem pengendalian departemen atas end-user computing akan menghambat pertumbuhan end-user computing, membuat organisasi tidak mendapatkan sebagian besar dari manfaatnya, dan bukan merupakan kepentingan terbaik jangka panjang dalam perusahaan,

Akan tetapi, jika tidak terdapat pengendalian atas pemakai akhir, seperti alat end-user computing apa yang dibeli atau bagaimana alat tersebut digunakan, maka kekacauan dapat dengan mudah terjadi.

Control Key on Computer KeyboardHal tersebut juga sulit untuk dapat mendukung sistem. Langkah terbaik adalah memberikan petunjuk dan standar yang cukup agar dapat secara memadai mengendalikan sistem tetapi tetap memungkinkan pemakai mendapatkan fleksibilitas yang mereka butuhkan.

Contoh: Mengelola dan Mengendalikan End-User Computing.

Contohnya, help desk dapat mendorong, mendukung, mengkoordinasikan, dan mengendalikan berbagai aktivitas pemakai akhir.

helpdeskKeenampuluh analis help desk dan teknisi di Schering-Plough menangani lebih dari 9.000 kontak dalam sebulan. Analis garis depan menggunakan software expert system untuk secara cepat menemukan jawaban atas pertanyaan bagi mereka dan kemudian memberikan saran tertulis. Teknisi garis kedua menangani permintaan yang lebih rumit. Perusahaan lainnya menggunakan software multimedia dengan animasi atau video untuk membantu para pegawai di garis depan membimbing para pengontak melalui sebuah proses yang kompleks.

Kewajiban help desk dalam mengelola dan mengendalikan End-User Computing.

helpdesk-1Kewajiban help desk termasuk hal-hal berikut ini:

  • Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah.
  • Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan.
  • Melatih para pemakai akhir tentang bagaimana menggunakan hardware atau software tertentu, dan menyediakan pemeliharaan dan dukungan yang memadai.
  • Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai akhir yang baru.
  • Membantu pengembangan aplikasi.
  • Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar untuk (1) pembelian hardware dan software untuk memastikan kesesuaian; (2) mendokumentasikan dan menguji aplikasi; dan (3) mengendalikan masalah-masalah keamanan seperti penipuan, pembajakan software, dan virus.
  • Mengendalikan data perusahaan agar (1) para pemakai akhir yang sah dapat mengakses dan berbagi data; (2) data tidak diduplikasi; dan (3) akses ke data yang rahasia dibatasi.

helpdesk-2

Melakukan Outsource untuk Software.

IT-OutsourceMelakukan outsource adalah mengontrak perusahaan luar untuk menangani semua bagian dari data aktivitas pemrosesan organisasi.

Di dalam perjanjian outsource mainframe, penyedia layanan membeli semua komputer klien dan mempekerjakan semua atau sebagian besar pegawai klien. Penyedia layanan tersebut kemudian mengoperasikan dan mengelola keseluruhan sistem di lokasi klien, atau memindahkan sistem tersebut ke komputer penyedia layanan. Banyak kontrak outsourcing atas mainframe berjangka waktu 10 tahun atau lebih dan berbiaya dari ratusan ribu hingga jutaan dolar setahun.

EnronContohnya, beberapa tahun sebelum kebangkrutannya Enron menandatangani perjanjian senilai $750 juta dengan EDS untuk outsource seluruh sistem informasinya. EDS membeli komputer, software, dan jaringan transmisi Enron. EDS juga mempekerjakan semua 550 pegawai Enron dengan gaji dan kompensasi yang sama.

Enron membayar EDS biaya tetap tahunan, ditambah tambahan biaya berdasarkan volume pemrosesan. Selama satu tahun masa berlakunya kontrak tersebut, Enron memperkirakan dapat menghemat $200 juta, yang merupakan hampir dari 25 persen dari biaya komputasinya.

Dalam perjanjian outsourcing klien/server atau PC, organisasi meng-outsource layanan tertentu, bagian dari bisnisnya, fungsi tertentu, atau dukungan Pc. Sebagian besar dari perusahaan yang tercantum dalam Fortune 2000 meng-outsource 10 persen hingga 80 persen fungsi pendukung PC mereka.

Taco-BellContohnya, Taco Bell meng-outsource layanan help desk PC perusahaan tersebut. Royal Dutch Shell, perusahaan minyak internasional, memiliki 80.000 PC di seluruh dunia dan meng-outsource sebagian besar dari pemasangan, pemeliharaan; pelatihan, help desk, dan dukungan teknisnya.

Pertumbuhan dalam Aplikasi Outsourcing.

Outsourcing awalnya digunakan untuk menstandarkan aplikasi seperti penggajian, akuntansi, dan pembelian atau oleh perusahaan yang berjuang untuk bertahan hidup dan menginginkan pemasukan kas yang cepat dari penjualan hardware-nya.

kodak-logo-primaryAkan tetapi, pada tahun 1989, Eastman Kodak mengejutkan dunia bisnis dengan mengontrak tiga perusahaan yang berbeda untuk mengoperasikan sistem komputernya.

Kodak meng-­outsource operasi pemrosesan datanya dan menjual mainframe perusahaan itu ke IBM. Perusahaan tersebut meng-outsource fungsi telekomunikasinya ke DEC dan operasi PC­nya ke Businessland (yang kemudian menjadi Entek Information Services).

decgrnKetika kinerja DEC dan Entek mulai turun, Kodak membuka layanan yang lowong tersebut untuk penawaran baru. Kodak terus melakukan perencanaan dan pengembangan strategis sistem informasinya, tetapi tanggung jawab implementasi serta operasi menjadi milik pihak pemberi layanan.

Hasilnya sangatlah dramatis. Pengeluaran modal untuk komputer turun hingga 90 persen sementara biaya operasi turun antara 10 hingga 20 persen. Kodak memperkirakan penghematan tahunan dari sistem informasinya mencapai sekitar $130 juta selama periode 10 tahun perjanjiannya.

Contoh: Pemanfaatan Aplikasi Outsource.

Beberapa tahun yang lalu, Xerox menandatangani perjanjian outsourcing terbesar dalam sejarah: kontrak berjangka waktu 10 tahun senilai $3,2 miliar dengan EDS untuk meng-outsource pengelolaan komputasi, telekomunikasi, dan software di 19 negara.

xerox_logoPerusahaan tersebut berpindah ke outsourcing untuk memotong biaya, mempercepat pergerakan dari arsitektur mainframe ke komputasi klien/ server, dan untuk membebaskan pihak manajemen agar dapat berfokus pada masalah-masalah manajemen strategis daripada atas masalah harian.

Akan tetapi, Xerox mempertahankan pengendalian atas fungsi sistemnya, seperti perencanaan strategis dan pengembangan aplikasi baru untuk mendukung usaha perekayasaan ulangnya.

Keberhasilan Kodak dan Xerox memotivasi organisasi lainnya untuk meng-outsource sistem informasi mereka.

Contohnya, 15 dari 25 perusahaan tingkat atas dalam Fortune 500 meng-outsource beberapa atau semua sistem informasi mereka. Perusahaan­-perusahaan kini menghabiskan lebih dari $100 miliar setahun untuk meng-outsource fungsi-fungsi TI mereka.

Manfaat Outsourcing (Sebuah solusi untuk bisnis).

Sebuah solusi untuk bisnis.

Business_Solutions_Logo_stacked_left_align_for_WebOutsourcing adalah solusi untuk bisnis yang masuk akal, daripada sekadar solusi untuk sistem informasi. Outsourcing adalah pendekatan yang strategis dan ekonomis yang dapat dilakukan karena memungkinkan perusahaan berkonsentrasi pada kompetensi inti mereka.

Kodak yakin untuk meinfokuskan usahanya dalam hal yang terbaik yang dapat mereka lakukan-menjual film dan kamera-dan membiarkan pemrosesan data ke perusahaan komputer yang lebih berkualifikasi. Kodak menganggap pihak penyedia layanan sebagai mitra dan bekerja sama secara dekat dengan mereka untuk memenuhi tujuan pemrosesan data strategis dan operasional perusahaan tersebut.

Manfaat Outsourcing (Penggunaan Aset).

Penggunaan aset.

Organisasi dengan jutaan dolar terikat untuk TI dapat meningkatkan posisi kas mereka dan mengurangi biaya tahunan mereka dengan menjual aset tersebut kepada pihak pemberi layanan.

No caption availableBersama perubahan teknologi yang begitu cepat, fungsi SIA dapat mengosongkan cadangan kas perusahaan karena mencoba mengikuti perkembangan terakhir.

Contohnya, Health Dimensions, sebuah perusahaan pengelola rumah sakit, meng-outsource fungsi pemrosesan data dari empat rumah sakit mereka agar perusahaan tersebut dapat menggunakan sumber daya keuangannya yang terbatas untuk pembelian yang dapat menghasilkan pendapatan.

Manfaat Outsourcing (Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih).

Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih.

Banyak perusahaan tidak mampu mempertahankan pegawai untuk mengelola atau mengembangkan jaringan yang makin rumit yang dibutuhkan bisnis saat ini.

unableContinental Bank dan Del Monte Foods berpaling ke outsourcing karena biaya dan waktu yang dilibatkan untuk tetap mengejar teknologi baru makin meningkat secara signifikan.

Washington Water Power Company mulai melakukan outsourcing ketika prospek untuk meningkatkan dan mengganti sistem komputer lama mereka tampak seperti tugas yang menakutkan.

Manfaat Outsourcing (Biaya yang lebih rendah).

Biaya yang lebih rendah.

Outsourcing dapat meriurunkan biaya sistem infromasi sebesar 15 hingga 30 persen. Pihak pemberi layanan memberikan beberapa dari penghematan yang dicapai dari penstandaran aplikasi pemakai, membeli hardware dalam harga grosir, memisahkan biaya pengembangan dan pemeliharaan antarproyek, serta beroperasi dalam volume yang lebih tinggi.

low-costContinental Bank akan menghemat $100 juta (20 persen dari biaya TI perusahaan tersebut) selama kontrak berjangka waktu 10 tahunnya. Akan tetapi, perusahaan seperti Occidental Petroleum dan USX telah menolak outsourcing karena dianggap lebih mahal daripada pengembangan dan oper<l:si SIA secara internal.

Manfaat Outsourcing (Perbaikan waktu untuk pengembangan).

Perbaikan waktu untuk pengembangan

Para ahli dalam bidang industri yang berpengalaman sering kali mengembangkan dan mengimplementasikan sebuah sistem yang lebih cepat serta lebih efisien daripada staf dalam perusahaan.

time-managementPihak-pihak yang menyediakan fasilitas outsourcing juga dapat membantu perusahaan memangkas banyak kebijakan politis internal di sekitar pengembangan sistem.

Manfaat Outsourcing (Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan).

Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan.

Banyak perusahaan memiliki bisnis musiman yang membutuhkan banyak komputer selama suatu bagian dari tahun tetapi membutuhkan sangat sedikit komputer untuk tahun yang tersisa.

efficiency-round-bottomContohnya, dari Januari hingga Maret, W. Atlee Burpee & Company memproses pesanan melalui surat dan permintaan pembelian grosir atas benih dan produk berkebun mereka. Selama periode ini, mainframe IBM mereka beroperasi dalam 80 persen kapasitasnya, tetapi berfungsi hanya sebanyak 20 persen pada sisa waktu tahun tersebut.

Para personel sistem kurang banyak digunakan dalam sebagian besar waktu. Burpee berpaling ke outsourcing dan kini membayar Computer Science Corporation sesuai dengan seberapa banyak penggunaan sistem. Oleh karena melakukan hal ini, Burpee menghemat hingga setengah dari biaya pemrosesannya.

Manfaat Outsourcing (Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan).

Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan

Perusahaan yang mengecilkan ukurannya sering kali memiliki fungsi SIA besar yang tidak diperlukannya lagi.

small-coyGeneral Dynamics mengecilkan ukurannya secara dramatis pada awal era tahun 1990 karena berkurangnya pengeluaran untuk industri pertahanan. Perusahaan tersebut menjual pus at datanya ke Computer Sciences Corporation (CSC) senilai $200 juta dan mentransfer 2.600 pegawainya ke CSc.

Perusahaan tersebut menandatangani kontrak outsourcing senilai $3 miliar dengan jangka waktu 10 tahun walaupun fungsi sistem informasinya dinilai sebagai nom or satu dalam industri pesawat terbang.

Resiko Melakukan Outsourcing (Ketidakfleksibilitasan).

Ketidakfleksibilitasan.

inflexibleBanyak kontrak outsourcing ditandatangani untuk 10 tahun. Jika selama periode waktu tersebut muncul masalah, jika perusahaan merasa tidak puas., atau jika perusahaan melakukan perubahan struktural yang ekstensif, kontrak tersebut sulit atau terlalu mahal untuk diputuskan. Dalam kasus semacam ini, perusahaan dapat menemukan dirinya dalam kondisi terpasung.

terpasungSebelum melakukan merger, Integra Financial Corp. dan Equimark Corp. memiliki kontrak dengan penyedia layanan yang berbeda. Setelah merger, salah satu kontrak harus ditiadakan, dengan biaya $4,5 juta.

Resiko Melakukan Outsourcing (Kehilangan Kendali).

Kehilangan Kendali.

lostControlPerusahaan yang melakukan outsource dalam jumlah yang signifikan atas SIA miliknya, memiliki risiko kehilangan kendali atas sistem dan data perusahaan.

Sebagai tambahan, ketika pihak eksternal memproses data bisnisnya, perusahaan dihadapkan pada kemungkinan penyalahgunaan pembagian data rahasia.

Demi alasan ini, perjanjian outsourcing Ford dengan Computer Sciences Corporation tidak mengizinkan CSC mengambil produsen mobil lainnya sebagai klien.

Resiko Melakukan Outsourcing (Pengurangan keunggulan kompetitif).

Pengurangan keunggulan kompetitif

Dalam jangka panjang, perusahaan dapat kehilangan pemahaman mendasar atas kebutuhan informasi mereka sendiri dan bagaimana sistem tersebut dapat memberi keunggulan kompetitif.

competitive-advantageSistem yang tidak berubah dan ditingkatkan, tidak dapat menambah nilai dan membantu mencapai tujuan perusahaan.

Sebagai tambahan, para penyedia layanan tidak dapat diharapkan untuk menjadi bersemangat seperti para kliennya untuk mencoba memenuhi tantangan persaingan industri tertentu.

Akan tetapi, hingga 80 persen dari proses bisnis perusahaan dapat dianggap standar (penggajian, pengeluaran kas, piutang usaha).

Kelemahan ini dapat dikurangi secara signifikan dengan melakukan outsourcing atas fungsi-fungsi standar ini dan menyesuaikan 20 persen dari proses bisnisnya yang memberikan keunggulan kompetitif.

Resiko Melakukan Outsourcing (Sistem Paket).

Sistem Paket.

package-systemBegitu perusahaan melakukan outsourcing atas sistemnya dan menjual pusat pemrosesan datanya, merupakan hal yang sulit dan mahal untuk membalikkan proses tersebut.

Jika perusahaan tidak dapat membeli kembali fasilitas pemrosesan data tersebut, maka akan harus membeli perlengkapan baru dan mempekerjakan pegawai pemroses data yang baru, sering kali dengan biaya yang besar.

Blue Cross di California memutuskan bahwa kinerja pemberi layanannya, EDS, begitu jelek hingga ingin mengakhiri perjanjiannya; akan tetapi, ketika Blue Cross mulai mengawali perubahan tersebut, perusahaan tersebut menyadari bahwa perusahaan tidak mengetahui apa-apa tentang sistem tersebut dan tidak mampu memberhentikan EDS.

high-costSebaliknya, LSI Logic, sebuah produsen chip, menghentikan perjanjiannya dengan IBM dan mengoperasikan kembali sistemnya secara internal dengan biaya dan personel yang mahal ketika memasang sistem ERP.

Resiko Melakukan Outsourcing (Tujuan yang tidak terpenuhi).

Tujuan yang tidak terpenuhi.

Kritik menunjukkan bahwa banyak tujuan dan manfaat outsourcing tidak pernah terwujud. Paling tidak sebuah penelitian menunjukkan beberapa manfaat yang dapat diklaim, seperti peningkatan efisiensi, adalah mitos belaka.

failureUSF&G Corporation membatalkan kontrak senilai $100 juta dengan Cigna Information Services setelah 18 bulan, karena Cigna tidak dapat mengimplementasikap perubahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem tersebut bekerja dengan baik.

Rekayasa Ulang Proses Bisnis(1).

Masalah dengan beberapa sistem hanyalah cara mengotomatisasi operasi bisnis sama dengan cara bisnis dilakukan sebelum penggunaan komputer. Rekayasa ulang proses bisnis, pendekatan yang radikal untuk mengenalkan perubahan besar atas sistem informasi dan meningkatkan proses pengembangan.

BPRDi luar triliunan dolar yang dihabiskan untuk TI dalam dekade lalu, produktivitas tidak meningkat secara signifikan. Salah satu alasannya adalah banyak proses bisnis yang merupakan peninggalan dari zaman sebelum digunakannya komputer, saat pekerjaan didasarkan pada economy of scale dan spesialisasi tenaga kerja.

Pekerjaan diatur sebagai urutan tugas yang ditetapkan secara sempit, mengalir antar spesialis yang melakukan sedikit proses berpikir dan logika. Para pekerja hanya harus melakukan tugas yang diberikan pada mereka se-efisien mungkin.

Ketika komputer digunakan, bisnis menggunakannya untuk mempercepat aliran proses serta prosedur manual dan kertas mereka.

Rekayasa Ulang Proses Bisnis(2).

Pada tahun-tahun ini, lingkungan kerja telah berubah secara drastis. Banyak sistem yang ada saat ini tidak didesain untuk menangani banjir informasi baru yang tersedia saat ini. Banyak juga sistem yang tidak dapat memanfaatkan aliran tetap teknologi baru yang memungkinkan untuk melakukan berbagai hal dalam cara yang berbeda.

Dengan database yang canggih dan penyimpanan yang hampir tidak terbatas, kita dapat mengakses lebih banyak informasi yang lebih baik daripada sebelumnya. Pendekatan yang dibutuhkan sebagai ganti dari mengeraskan jalan tanah adalah membuat jalan baru.

Banyak para pakar manajemen sekarang mendukung perubahan radikal, atau apa yang mereka sebut sebagai rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering-BPR).

BPR-ImageBPR adalah analisis menyeluruh dan pendesainan ulang yang lengkap atas proses bisnis dan sistem informasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang dramatis. BPR adalah proses revolusioner yang menantang struktur organisasi, peraturan, asumsi, aliran kerja, deskripsi kerja, prosedur manajemen, pengendalian, dan nilai serta budaya organisasi.

Rekayasa Ulang Proses Bisnis(3).

BPR menarik perusahaan kembali ke proses bisnis dasamya serta berfokus pada mengapa BPR dilakukan daripada rincian bagaimana BPR dilakukan. BPR kemudian membentuk kembali keseluruhan. praktik kerja organisasi dan aliran informasi untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal ini dilakukan untuk menyederhanakan sistem, untuk membuatnya menjadi lebih efektif, dan untuk meningkatkan kualitas serta layanan perusahaan.

bpr-metodologyCSC Index, sebuah kantor konsultan, mengukur penghematan biaya dan waktu serta pengurangan kelemahan sebelum serta sesudah membantu 15 klien mereka menyelesaikan usaha rekayasa ulang.

CSC menemukan bahwa pada dasarnya perubahan proses bisnis menghasilkan rata-rata perbaikan 48 persen dalam hal biaya, 80 persen dalam hal waktu, dan 60 persen dalam hal kelemahan.

Setelah Citibank merekayasa ulang sistem analisis kreditnya, para pegawai menghabiskan 43 persen dari waktu mereka (sebagai ganti dari 9 persen) untuk mendapatkan bisnis baru sebagai ganti melengkapi pekerjaan manual untuk menutup transaksi. Dalam waktu dua tahun, laba meningkat lebih dari 750 persen. Melalui rekayasa ulang operasi layanan pelanggannya,

Datacard Corporation meningkatkan penjualannya tujuh kali lipat. Sebuah proses yang memerlukan waktu sehari penuh dan lima panggilan telepon digantikan dengan satu panggilan telepon yang membutuhkan waktu satu jam.

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang (Mengatur hasil. bukan tugas).

Di dalam sistem yang direkayasa ulang, pendekatan tradisional untuk membebankan bagian yang berbeda dari proses bisnis ke banyak orang tidaklah tepat. Pendekatan ini, dengan banyaknya peralihan tugas, mengakibatkan penundaan dan kesalahan. Sebagai gantinya, jika memungkinkan, satu orang diberikan tanggungjawab untuk keseluruhan proses. Pekerjaan setiap orang didesain;. di seputar tujuan atau hasil, seperti komponen jadi atau menyelesaikan proses.

goal-orientedDi Mutual Benefit Life (MBL), sebuah perusahaan asuransi, menyetujui sebuah aplikasi asuransi sebelumnya meliputi 30 langkah yang dilakukan oleh 19 orang dalam lima departemen. Oleh karena pekerjaan administratif harus dipindahkan di antara banyak orang, persetujuan dapat memakan waktu antara 5 hingga 25 hari.

Ketika MBL merekayasa ulang proses bisnisnya, perusahaan tersebut meniadakan deskripsi pekerjaan saat ini dan batasan departemen. Perusahaan tersebut menciptakan posisi case manager dan memberi setiap manajer otoritas untuk melakukan semua pekerjaan persetujuan aplikasi.

Sejumlah sistem informasi, termasuk expert system, mendukung para case manager yang dapat memanggil para spesialis untuk mendapatkan bantuan dengan aplikasi sulit mana pun. Oleh karena satu orang bertanggung jawab atas keseluruhan proses, tidak ada peralihan file. Hal ini menghasilkan lebih sedikit kesalahan, penurunan biaya, dan peningkatan dramatis waktu pengembalian.

Para case manager kini menangani lebih dari dua kali lipat volume aplikasi baru, hingga memungkinkan perusahaan meniadakan 100 posisi lapangan. Aplikasi baru kini diproses dalam waktu maksima14 jam, dengan rata-rata pengembalian hanya dua hingga lima hari.

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang (Membuat Pemakai Output Melakukan Proses).

Para pemakai dan manajer sering kali mengatur perusahaan mereka ke dalam beberapa departemen terpisah, yang masing-masing mengkhususkan diri dalam tugas terpisah.

Oleh karena setiap departemen memindahkan produk jadinya ke pihak lainnya, suatu departemen adalah pelanggan untuk departemen lainnya. Strategi ini mungkin dapat berjalan baik untuk proyek yang khusus, tetapi dapat menurunkan kinerja perusahaan ketika diterapkan pada tugas yang lebih umum.

working-togetherContohnya, bayangkan masalahnya ketika bagian akuntansi ingin memesan barang yang tidak bernilai strategis dan murah seperti perlengkapan kantor. Bagian tersebut harus meminta perlengkapan tersebut dari bagian pembelian, yang bertanggung jawab untuk memilih pemasok dan memesan barang. Sistem ini lambat, repot, dan sebenarnya dapat lebih mahal bagi perusahaan, dalam hal waktu .dan uang, daripada nilai perlengkapan itu sendiri.

Salah satu produsen besar memiliki masalah ini sebelum merekayasa ulang proses bisnisnya. Produsen tersebut memanfaatkan TI dan membuat database terkomputerisasi atas vendor yang disetujui (dipelihara oleh bagian pembelian), mengembangkan expert system untuk membeli barang-barang yang tidak bernilai strategis, serta menghubungkan semua departemen ke dalam sebuah jaringan.

Proses yang baru tersebut memungkinkan para pemakai, dengan bantuan expert system dan database, memesan perlengkapan mereka sendiri. Proses pembelian sekarang lebih cepat, sederhana, dan lebih murah karena departemen yang memesan perlengkapan adalah departemen yang benar-benar menggunakannya.

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang (Membuat mereka yang menghasilkan informasi memproses informasi tersebut).

Kebanyakan organisasi memproses informasi perolehan/pembayarannya dengan cara yang dahulu dilakukan oleh Ford. Sebelumnya, bagian pembelian di Ford membuat pesanan pembelian dengan beberapa salinan, mengirimkan satu salinan ke vendor, satu ke bagian utang usaha, dan satu untuk disimpan di bagian tersebut.

Ketika barang diterima, bagian penerimaan membuat laporan penerimaan dengan beberapa salinan, serta mengirimkan satu salinan ke bagian utang usaha, dan satu untuk disimpan. Vendor membuat faktur penjualan dengan beberapa salinan dan mengirim satu salinan ke bagian utang usaha. Bagian utang usaha memproses ketiga dokumen tersebut dan mencocokkan 14 bagian data yang berbeda dari ketiga dokumen tersebut sebelum pembayaran dapat diproses.

working-togetherBagian utang usaha menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencoba merekonsiliasi semua ketidaksesuaian. Pembayaran ditunda, vendor tidak merasa senang, dan proses tersebut memakan waktu serta membuat frustasi. Membutuhkan lebih dari 500 pegawai untuk memproses utang usaha Ford.

Di dalam sistem Ford yang telah direkayasa ulang, orang-orang yang menghasilkan informasi juga harus memprosesnya. Pegawai bagian pembelian membuat dan memproses pesanan pembelian dengan memasukkannya ke dalam database on-line. Vendor mengirimkan barang tetapi tidak mengirimkan faktur penjualan.

Ketika barang datang, staf administrasi bagian penerinlaan memasukkan ketiga bagian data ke dalam sistem: nomor suku cadang, unit pengukuran, dan kode pemasok. Komputer akan membandingkan informasi dari bagian penerimaan dengan data pesanan pembelian yang belum diselesaikan.

Jika tidak sesuai, barang akan dikembalikan. Jika memang sesuai, barang akan diterima dan komputer membuat cek bagi vendor, yang dikirim oleh bagian utang usaha. Sistem yang telah direkayasa tersebut menghemat uang dalam jumlah yang signifikan, yang kebanyakan diraih melalui pengurangan sebesar 75 persen dari pegawai bagian utang usaha.

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang (Memusatkan dan menyebarkan data).

Agar dapat mencapai economic of scale dan.untuk meniadakan birokrasi serta sumber daya yang sama, perusahaan memusatkan operasinya. Agar dapat lebih responsif ke para pelanggan dan· untuk memberikan layanan yang lebih baik, perusahaan mendesentralisasikan operasinya.

Melalui teknologi saat ini, perusahaan tidak lagi harus memilih di antara kedua pendekatan ini. Database keseluruhan perusahaan dapat memusatkan data, dan teknologi komunikasi kemudian dapat menyebarkannya ke lokasi yang membutuhkan. Akibatnya, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari kedua pendekatan tersebut.

central-decentralHewlett-Packard (HP) memiliki sistem pembelian terdesentralisasi yang berhasil melayani kebutuhan dari 50 unit manufaktumya. Akan tetapi, HP tidak dapat memanfaatkan kekuatan belinya yang ekstensif untuk menegosiasikan diskon jumlah.

HP merekayasa ulang sistemnya dan memperkenalkan departemen pembelian untuk keseluruhan perusahaan yang mengembangkan dan memelihara sebuah database yang dapat berbagi mengenai vendor yang disetujui. Setiap pabrik terus memenuhi kebutuhan uniknya dengan melakukan sendiri pembelian dari vendor yang disetujui. Kantor pusat perusahaan akan menelusuri pembelian dari semua 50 pabrik tersebut, menegosiasikan diskon jumlah dan pemberian lainnya dari vendor, serta menyelesaikan perselisihan dengan vendor.

Hasilnya adalah biaya yang secara signifikan lebih rendah atas barang yang dibeli,50 persen pengurangan waktu tunggu, 75 persen pengurangan tingkat kegagalan, serta 150 persen peningkata,n kiriman tepat waktu.

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang (Mengintegrasikan aktivitas paralel).

Beberapa proses, seperti pengembangan produk, dilakukan secara paralel dan kemudian diintegrasikan pada akhir prosesnya.

integratedContohnya, Chrysler memiliki satu departemen yang hanya mengerjakan desain mesin, lainnya untuk transmisi, sedangkan lainnya untuk rangka, dan seterusnya. Sayangnya, departemen-departemen tersebut sering kali tidak berkomunikasi seperti yang seharusnya dilakukan.

Pada tahap integrasi dan pengujian mereka sering kali menemukan bahwa komponen-komponennya tidak sesuai satu sama lain dengan baik. Akibatnya, mereka harus mendesain ulang dengan biaya yang mahal.

Chrysler merekayasa ulang proses pengembangan produknya untuk menempatkan paling tidak satu orang dari setiap departemen dalam sebuah tim. Setiap tim dibebani tanggung jawab untuk mobil tertentu.

Hasilnya, Chrysler mampu mengurangi waktu pengembangan produknya secara signifikan, dan mengurangi biaya pendesainan ulang yang mahal.