Langkah 1: Membuat Tabel untuk Setiap Entitas dan Hubungan M:N

Database yang didesain dengan tepat memiliki sebuah tabel untuk setiap entitas yang berbeda, dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many) dalam diagram REA.

Dalam kasus siklus pendapatan PERUSAHAAN yang diperlihatkan di Gambar DD-6, terdapat tujuh entitas berbeda, yaitu: persediaan, kas,, pesanan pelanggan, penjualan, penerimaan kas, pegawai, dan pelanggan. Walaupun diagram REA tersebut berisi entitas terpisah untuk staf penjualan dan kasir, hanya satu tabel, yaitu pegawai, yang diperlukan karena PERUSAHAAN perlu mengetahui informasi yang identik mengenai staf penjualan dan kasirnya, seperti nama, tanggal lahir, tanggal dipekerjakan, dan tingkat gaji.
Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa-dd-6

Gambar DD-6 juga menunjukkan tiga hubungan M:N (pesanan pelanggan-persediaan, penjualan-persediaan, dan penjualan-penerimaan kas). Oleh sebab itu, 10 tabel akan dibuat untuk mengimplementasikan diagram REA yang diperlihatkan dalam Gambar DD-6-satu tabel untuk tiap ketujuh entitas dan satu tabel untuk setiap ketiga hubungan M:N.

Merupakan langkah yang baik untuk memberikan nama yang sama seperti entitas yang diwakili untuk setiap tabel. Akan tetapi, tabel yang menunjukkan hubungan M:N sering kali diberi judul dengan cara memberi tanda hubung di antara kedua nama entitas yang dihubungkannya. Jadi, sehubungan dengan Gambar kita akan membuat tabel pesanan pelanggan-persediaan, penjualan-persediaan, dan penjualan-penerimaan kas, untuk semua hubungan M:N tersebut.
Tabel DD-1gbr-table-5-100011-a

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(1)

Langkah berikutnya adalah menetapkan atribut mana yang seharusnya dimasukkan ke
dalam setiap tabel. Selama proses pembuatan model data, pemakai dan manajemen akan mengidentifikasi fakta-fakta yang ingin mereka kumpulkan.

gbr-table-5-100011-aTabel DD-1 mendaftar fakta–fakta yang diketahui Perancang database penting untuk database siklus pendapatan PERUSAHAAN yang sedang didesainnya.gbr-table-5-100012-a-dd-8

Gambar DD-8
Tabel-tabel yang Dibuat untuk Mengimplementasikan Diagram REA dalam Gambar DD-6Gambar-5-0006-aa-dd-6

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(2)

Gambar DD-8.gbr-table-5-100012-a-dd-8
Menetapkan Kunci Utama (primary key) Setiap tabel di dalam database relasional harus memiliki sebuah kunci utama, yang terdiri dari sebuah atribut, atau kombinasi dari beberapa atribut, yang secara unik mengidentifikasi setiap baris dalam tabel tersebut.

Perusahaan sering kali membuat pengidentifikasi numeris untuk sumber daya, kegiatan dan pelaku tertentu. Pengidentifikasi numeris ini merupakan kandidat yang baik untuk menjadi kunci utama. Contohnya, PERUSAHAAN dapat mempergunakan nomor faktur penjualan sebagai kunci utama tabel penjualan, dan nomor pelanggan sebagai kunci utama dalam tabel pelanggan.

Umumnya, kunci utama dalam suatu tabel yang mewakili sebuah entitas merupakan atribut tunggal. Akan tetapi, kunci utama untuk tabel hubungan M:N selalu terdiri dari dua atribut yang mewakili kunci utama dari setiap entitas yang dihubungkan dalam hubungan tersebut.

Contohnya, kunci utama tabel penjualan-persediaan terdiri dari baik nomor faktur penjualan (yang merupakan kunci utama dalam entitas penjuatan) dan nomor barang (yang merupakan kunci utama dalam entitas persediaan). Kunci utama dengan atribut lebih dari satu semacam ini disebut sebagai kunci yang saling berhubungan (concatenated key).

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(3)

Menetapkan atribut lain ke tabel yang tepat. Atribut tambahan selain kunci utama dimasukkan dalam setiap tabel untuk memenuhi persyaratan pemrosesan transaksi dan kebutuhan informasi manajemen.
Gambar DD-8gbr-table-5-100012-a-dd-8

Gambar DD-8 memperlihatkan atribut-atribut yang ditetapkan Perancang database keberbagai tabel yang dibuatnya untuk mengimplementasikan diagram REA siklus pendapatan PERUSAHAAN. Beberapa atribut tersebut, seperti tanggal dan jumlah tiap penjualan, merupakan informasi penting untuk memproses transaksi secara akurat dan lengkap.

Atribut-atribut tersebut juga penting untuk pembuatan laporan keuangan dan manajerial. Atribut lainnya disimpan karena mereka memfasilitasi manajemen yang efektif atas sumber daya, kegiatan, dan pelaku perusahaan. Contohnya. Manajemen dapat menggunakan data mengenai waktu saat terjadinya transaksi penjualan untuk mendesain jadwal kerja staf.

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(4)

Atribut Non-Kunci (nonkey atribute) dalam Tabel Hubungm M:N Mari kita pelajari penempatan atribut yang bukan berupa kunci dalam setiap inbel M:N, untuk melihat alasan mengapa mereka harus disimpan dalam tabel-tabel. tersebut.

atribute-urlPertama-tama bayangkanlah tabel penjualan-penerimaan kas. Ingatlah kembali bahwa PERUSAHAAN mengizinkan para pelanggannya untuk membuat beberapa pembelian secara kredit, dan untuk rnelakukan pembayaran secara cicilan atas sisa utang mereka. Jadi, satu pembayaran dari pelanggan mungkin perlu diaplikasikan ke beberapa faktur penjualan berbeda (transaksi penjualan).

Oleh sebab itu, atribut “jumlah yang dibebankan” tidak dahat ditempatkan dalam tabel penerimaan kas karena hal ini akan menimbulkan nilai lebih dari satu, yang akhirnya akan melanggar persyaratan dasar database relasional yaitu setiap atribut dalam setiap baris harus bernilai tunggal (yaitu, persyaratan bahwa setiap tabel haruslah berupa flat file). Atribut “jumlah yang dibebankan” juga tidak dapat ditempatkan dalam tabel penjualan, karena kemungkinan pembayaran secara cicilan menimbulkan situasi kemungkinan adanya nilai ganda suatu atribut. Atribut “jumlah yang dibebankan” merupakan fakta mengenai pembayaran pelanggan dan transaksi penjualan. Oleh sebab itu, termasuk dalam tabel M:N yang menghubungkan dua kegiatan tersebut.

Sekarang pelajari tabel penjualan-persediaan. Setiap baris dalam tabel ini berisi informasi mengenai suatu barang dalam faktur penjualan. Walaupun banyak pelanggan PERUSAHAAN yang hanya membeli satu jenis produk dari berbagai jenis produk yang dijual PERUSAHAAN, beberapa penjualan ke beberapa pelanggan melibatkan jumlah yang besar.

Konsekuensinya, PERUSAHAAN harus mencatat jumlah yang dijual untuk setiap harang. Akan tetapi, setiap kegiatan penjualan dapat melibatkan lebih dari satu barang persediaan. Jadi, atribut “jumlah yang dijual” dapat memiliki beberapa nilai dalam satu :aktur penjualan. Sebagai tambahan, PERUSAHAAN melacak persediaan melalui jenis barangnya, bukan melalui identifikasi tertentu.

Oleh sebab itu, suatu barang, seperti monitor 21 inci dengan Merek X, dapat dijual dalam beberapa transaksi penjualan. Konsekuensinya, “jumlah yang dijual” tidak dapat dipergunakan sebagai atribut dalam tabel persediaan, karena dapat memiliki beberapa nilai. Oleh sebab itu, dengan pertimbangan bahwa atribut “jumlah yang dijual” dapat diaplikasikan ke suatu barang yang termasuk dalam transaksi penjualan tertentu, maka atribut ini termasuk dalam tabel hubungan M:N yang menghubungkan kedua tabel tersebut.

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(5)

Data harga
Di dalam Gambar DD-8, perhatikan bahwa informasi mengenai harga disimpan sebagai atribut baik dalam tabel persediaan, maupun tabel penjualan-persediaan. Tabel persediaan menyimpan daftar harga yang disarankan untuk setiap barang. Harga tersebut umumnya tidak berubah dalam suatu periode fiskal. Tabel penjualan-persediaan menyimpan harga penjualan yang sebenarnya, yang dapat berbeda-beda selama masa berjalan periode fiskal, sebagai hasil dari adanya promosi penjualan.
Gambar DD-8gbr-table-5-100012-a-dd-8

Langkah 2: Menetapkan Atribut untuk Setiap Tabel(6)

Data kumulatif
Gambar DD-8.gbr-table-5-100012-a-dd-8
Gambar DD-8 juga memasukkan beberapa atribut, seperti “jumlah yang dimiliki” dalam tabel persediaan dan “saldo rekening” dalam tabel pelanggan, yang mewakili data kumulatif.

Secara teoritis, tidaklah penting untuk menyimpan atribut-atribut tersebut secara terpisah dalam database, karena sistem tersebut dapat menghitungnya apabila diperlukan. Contohnya, informasi mengenai jumlah yang dijual untuk setiap barang, disimpan dalam tabel penjualan-persediaan. Informasi mengenai jumlah yang dibeli akan disimpan dalam tabel yang hampir sama untuk menghubungkan pembelian dan persediaan.

Dalam rangka menetapkan jumlah yang dimiliki, SIA dapat langsung menghitung perbedaan antara jumlah yang dijual dengan jumlah yang dibeli. Dengan cara yang hampir sama, tabel penerimaan kas dan pembayaran kas berisi informasi mengenai arus masuk dan keluar kas. SIA dapat menghitung perbedaan tersebut untuk menampilkan saldo terakhir dalam akun kas.

Akan tetapi, menyimpan secara eksplisit jumlah total dan saldo dapat meningkatkan waktu respons atas permintaan informasi, yang menjelaskan alasan mengapa Gambar DD-8 memperlihatkan beberapa atribut ringkasan semacam ini untuk tabel-tabel yang sesuai. Akan tetapi, hal ini seharusnya dilakukan hanya bila DBMS memiliki kemampuan untuk secara otomatis memperbarui nilai ringkasan ini ketika suatu kegiatan baru terjadi; jika tidak, nilai ringkasan tersebut biasanya tidak benar.

Langkah 3: Menggunakan Kunci Luar (Foreign Key) untuk Mengimplementasikan Hubungan 1:1 dan 1:N…(1)

many2manyHubungan M: N harus diimplementasikan sebagai tabel-tabel terpisah untuk membuatnya menjadi database relasional yang terstruktur baik, walaupun hubungan 1:1 dan 1:N juga dapat diimplementasikan sebagai tabel-tabel terpisah, biasanya lebih efisien apabila mengimplementasikan mereka dengan menggunakan kunci luar.

1-1-urlIngatlah bahwa kunci luar adalah atribut suatu entitas yang sebenarnya juga merupakan kunci utama dari entitas lain. Contohnya, atribut “nomor pelanggan” dapat muncul baik dalam tabel pelanggan maupun penjualan. Atribut itu dapat menjadi kunci utama dalam tabel pelanggan, tetapi merupakan kunci luar dalam tabel penjualan.

Langkah 3: Menggunakan Kunci Luar (Foreign Key) untuk Mengimplementasikan Hubungan 1:1 dan 1:N…(2)

Hubungan Satu-ke-Satu (one-to-one relationships) Di dalam database relasional, hubungan satu-ke-satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya. Demi mendesain database yang terstruktur baik, pilihan tabel mana yang akan dipergunakan tmtuk menempatkan kunci luar merupakan pilihan individual. Analisis yang dilaksanakan dengan hati-hati atas kardinalitas minimum hubungan tersebut dapat memberikan saran pendekatan mana yang tampaknya lebih efisien.Gambar-5-0007-aa-dd-7

Gambar DD-7.
Lihatlah hubungan l:l antara penjualan dan pembayaran pelanggan yang ditunjukkan dalam Gambar DD-7, Panel A. Kardinalitas minimum untuk kegiatan penjualan adalah 0, menunjukkan adanya penjualan secara kredit, sedangkan kardinalitas minimum untuk kegiatan penerimaan kas adalah 1, menunjukkan bahwa pembayaran dari pelanggan hanya terjadi setelah adanya penjualan (contoh tidak ada pembayaran di muka).

Pada kasus ini, memasukkan nomor faktur penjualan (kunci utama dalam kegiatan penjualan) sebagai kunci luar dalam kegiatan penerimaan kas, mungkin lebih efisien karena nantinya hanya satu tabel itu saja yang perlu diakses dan diperbarui untuk memproses data mengenai tiap pembayaran dari pelanggan. Selanjutnya, untuk hubungan 1:1 antara dua kegiatan yang berurutan, memasukkan kunci utama dari suatu kegiatan yang pertama kali terjadi sebagai kunci luar dalam kegiatan yang terakhir terjadi, dapat meningkatkan pengendalian internal.

Langkah 3: Menggunakan Kunci Luar (Foreign Key) untuk Mengimplementasikan Hubungan 1:1 dan 1:N…(3)

Hubungan Satu-ke-Banyak (one-to-many) Sebagaimana dengan hubungan l:l, hubungan 1:N juga dapat diimplementasikan dalam database relasional dengan menggunakan kunci luar.

gbr-table-5-100012-a-dd-8Dalam rangka melakukan hal ini, tempatkan kunci utama dari suatu entitas yang memiiiki kardinalitas maksimum N sebagai kunci luar dalam entitas yang memiliki kardinalitas maksimum 1. Contohmya, dalam Gambar DD-8, kunci utama tabel staf penjualan dan pelanggan dimasukkan sebagai kunci luar dalam tabel penjualan. Dengan cara yang hampir sama, kunci utama dalam tabel kas, pelanggan, dan kasir dimasukkan sebagai kunci luar dalam tabel penerimaan kas.
Gambar DD-7.Gambar-5-0007-aa-dd-7

Apabila kita akan membuat tabel untuk Gambar DD-7, Panel B, atribut “nomor faktur penjualan” akan muncul sebagai kunci luar dalam tabel penerimaan kas. Akan tetapi, apabila kami akan membuat tabel untuk Gambar DD-7, Panel C, atribut “nomor pengiriman uang” akan muncul sebagai kunci luar dalam tabel penjualan.

Kemungkinan pengecualian atas peraturan umum untuk mengimplementasikan hubungan 1:N ini dapat terjadi apabila hubungan tersebut terdiri dari dua entitas kegiatan yang berurutan, dan kegiatan yang biasanya terjadinya pertama kali juga merupakan kegiatan yang dapat terjadi beberapa kali dalam hubungan tersebut. Pada kasus ini, mengimplementasikan hubungan tersebut sebagai tabel terpisah dapat meningkatkan pengendalian internal.

Pemeriksaan Kelengkapan (Completeness Check)…(1)

Untuk mengimplementasikan model data REA dari siklus pendapatan PERUSAHAAN yang ditunjukkan pada Gambar DD-6, Perancang database telah membuat serangkaian tabel seperti yang ditampilkan pada Gambar DD-8.
Gambar DD-8.gbr-table-5-100012-a-dd-8
Akan tetapi, ketika meninjau daftar fakta (Tabel DD-1) yang disimpan dalam database, Perancang database melihat bahwa perancang database perlu menentukan tabel database untuk fakta-fakta yang berhubungan dengan kunjungan penjualan (sales call). Perancang database ingat bahwa Manajemen ingin mulai mengumpulkan informasi tambahan mengenai kinerja staf penjualan luar, yang kerjanya mengunjungi pelanggan korporat.
Tabel DD-1.gbr-table-5-100011-a

Secara khusus, mereka ingin tahu berapa banyak pelanggan yang didatangi oleh setiap tenaga penjual setiap hari, produk apa yang didemonstrasikan oleh tenaga penjual tersebut, dan hasil dari kunjungan tersebut. Perancang database menyadari bahwa perancang database harus memodifikasi model dari REA yang ada dan mungkin membuat tabel tambahan untuk menampung hal-hal tersebut.

Pemeriksaan Kelengkapan (Completeness Check)…(2)

Perancang database membuat suatu entitas kegiatan, yang disebutnya “mengunjungi pelanggan (call on custorner).” Perancang database menghubungkannya dengan entitas tenaga penjual dan pelanggan untuk menunjukkan hubungan pelaku-kegiatan (agent-event relationship) yang relevan.phone_cartoon

Setiap kunjungan penjualan (sales call) mencakup satu tenaga penjual yang berbicara dengan satu pelanggan. Selama satu tahun, setiap tenaga penjual akan melakukan banyak kunjungan penjualan dan setiap pelanggan mungkin akan mendapatkan lebih dari satu kali kunjungan. Oleh sebab itu,

Perancang database menetapkan model hubungan pelaku-kegiatan sebagai 1:N, dengan kardinalitas minimum dan maksimum yang sama untuk setiap entitas seperti yang digunakan dalam hubungan pelaku-kegiatan (agent-event relationship) yang mencakup kegiatan pesanan pelanggan.

Pemeriksaan Kelengkapan (Completeness Check)…(3)

Selama kunjungan penjualan, seorang tenaga penjual biasanya membicarakan dan mendemonstrasikan lebih dari satu produk. Sama juga halnya, suatu produk dapat didemonstrasikan dalam berbagai kunjungan penjualan. Oleh sebab itu, Perancang database menetapkan model hubungan mengunjungi pelanggan-persediaan sebagai M:N, dengan kardinalitas minimum dan maksimum yang sama dengan yang digunakan dalam hubungan pesanan pelanggan-persediaan (customer order-inventory relationship).

Jika kunjungan penjualan berhasil, pelanggan akan memesan produk PERUSAHAAN. Namun demikian, tidak setiap kunjungan akan menghasilkan pesanan. Beberapa pelanggan mungkin tidak langsung memesan setelah kunjungan pertama, melainkan setelah beberapa kali kunjungan. Untuk tujuan evaluasi kinerja, Manajemen meminta Perancang database menganggap pesanan tersebut sebagai hasil dari kunjungan penjualan yang, paling terakhir.

Lebih lanjut, menurut Manajemen, ada beberapa pelanggan korporat yang memesan setelah menerima katalog produk PERUSAHAAN atau setelah mengunjungi Website PERUSAHAAN. Oleh sebab itu, Perancang database menetapkan model hubungan mengunjungi pelanggan-pesanan pelanggan sebagai 1:1, dengan kardinalitas minimum 0 untuk setiap kegiatan.
Gambar DD-9.Gambar-5-0008-aa-dd-9

Gambar DD-9 menunjukkan revisi dari diagram REA yang dibuat oleh Perancang database, dan Gambar DD-10 menunjukkan isi dari dua tabel baru yang dibuat oleh Perancang database. Perancang database juga memodifikasi tabel pesanan pelanggan pada Gambar DD-8 untuk memasukkan atribut “nonor kunjungan” sebagai kunci luar yang menghubungkan kegiatan tersebut dengan kegiatan mengunjungi pelanggan.

Gambar DD-10.Gambar-5-0009-a-1a-dd-10

Pemeriksaan Kelengkapan (Completeness Check)…(4)

Bukanlah hal yang aneh jika Perancang database memodifikasi diagram REA agar dapat menampung fakta tambahan. Bahkan, sering kali berguna untuk membuat tabel bahkan sebelum menyelesaikan diagram REA, dan kemudian memodifikasi diagram agar mencakup entitas tambahan dan hubungan yang ada dalam proses penempatan atribut dalam tabel.
Gambar DD-8.gbr-table-5-100012-a-dd-8

Gambar DD-9.Gambar-5-0008-aa-dd-9

Pada tahap ini, Perancang database telah hampir menyelesaikan desain database siklus pendapatan PERUSAHAAN. Menurutnya, Gambar DD-8, DD-9, dan DD-10 telah memenuhi persyaratan dasar untuk mendesain database relasional yang terstruktur dengan baik. Persyaratan dasar tersebut adalah:

  1. Setiap tabel memiliki kunci utama.
  2. Atribut non-kunci lainnya dalam setiap tabel merupakan fakta mengenai sesuatu yang ditugaskan oleh kunci utama, atau merupakan kunci luar yang digunakan untuk menghubungkan tabel tersebut dengan tabel lainnya.
  3. Setiap atribut dalam setiap tabel bernilai tunggal yaitu: setiap tabel adalah flat-file atau ‘file datar’).

Gambar DD-10.Gambar-5-0009-a-1a-dd-10
Perhatikan bahwa rangkaian tabel pada Gambar DD-8 dan DD-10 merupakan hasil yang alami dari penggunaan model data REA. Oleh sebab itu, rangkaian tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan database yang tepat, tetapi juga menunjukkan semantik/ hubungan dasar mengenai bagaimana PERUSAHAAN nelaksanakan aktivitas bisnis siklus pendapatan.

Memadukan Diagram REA Antar-Siklus……(1).

Seperti yang telah disebutkan, untuk mendesain SIA yang dapat berfungsi untuk PERUSAHAAN, Perancang database harus mengembangkan diagram REA untuk siklus tambahan dan kemudian memadukan diagram-diagram tersebut.
Gambar DD-11.Gambar-5-0009-a-2a-dd-11

Gambar DD-11 menunjukkan diagram REA yang pertama perancang database kembangkan untuk siklus pengeluaran PERUSAHAAN. Diagram ini hanya mencakup kegiatan pertukaran ekonomi (bandingkan dengan Gambar DD-3).
Gambar DD-3Gambar-5-0003-a-dd-3

Perancang database kemudian menggabungkan diagram siklus pendapatan dan pengeluaran agar Manajemen mendapat gambaran umum tingkat tinggi mengenai hal-hal yang akan dimasukkan dalam SIA mereka. Gambar DD-12 menampilkan hasil perpaduan diagram REA.

ASAL MULA DAN PERKEMBANGAN SOSIOLOGI.

Asal Usul Sosiologi
Dari bukti peninggalan bersejarah, manusia prasejarah hidup secara berkelompok. Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon (makhluk sosial). Sejak dilahirkan manusia mengalami ketergantungan kepada manusia lain. Dalam ketergantungannya dia mengalami proses bersosialisasi. Manusia dalam kelompoknya mengembangkan cara hidup tertentu untuk mempertahankan hidupnya. Cara hidup ini disebut kebudayaan.Sociology-tree

  • Sosiologi merupakan salah satu rumpun dalam ilmu sosial.
  • Sosiologi lahir dari kekuatiran seorang ahli filsafat Perancis yang bernama Auguste Comte terhadap maraknya anarki (tidak dipatuhinya aturan) dalam masyarakat Perancis setelah pecahnya Revolusi Perancis.
  • Lahirnya sosiologi tercatat pada tahun 1842 melalui karya Auguste Comte yang berjudul Cours de Philosophie Positive.
  • Auguste Comte membagi Sosiologi menjadi dua bagian besar:
    • Statika Sosial (Social Static), yang mewakili stabilitas & kemantapan.
    • Dinamika Sosial (Social Dynamics) yang mewakili perubahan.

Memadukan Diagram REA Antar-Siklus……(2).

Perancang database memadukan dua diagram REA individual dengam menyatukan entitas yang sama. Jadi, Gambar DD-12 hanya mencakup satu entitas persediaan dan satu entitas kas. Perancang database kemudian memeriksa kelengkapan Gambar DD-12 dengan menguji apakah diagram tersebut memenuhi dua peraturan berikut ini:

  1. Setiap entitas sumber daya harus berhubungan dengan dua kegiatan arus stok: salah satunya menambah sumber daya dan yang lainnya menguranginya.
  2. Setiap kegiatan pertukaran ekonomi yang menambah sumber daya harus berhubungan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang mengurangi sumber daya, hal tersebut disebut prinsip dualitas ekonomi.

Gambar DD-12.Gambar-5-0010-aa-dd-12
Gambar DD-12 memenuhi kedua peraturan tersebut. Sumber-daya persediaan berhubungan dengan kegiatan pembelian (yang menambahnya) dan dengan kegiatan penjualan (yang menguranginya). Sama halnya, sumber daya kas berhubungan dengan kegiatan penambahan, penerimaan kas, dan kegiatan pengurangan, pembayaran kas.

Sebagai tambahan, pembelian yang merupakan kegiatan penambahan ekonomi, berhubungan dengan pembayaran kas yang merupakan kegiatan pengurangan ekonomi. Sama juga dengan, penjualan yang merupakan kegiatan pengurangan ekonomi yang menurunkan sumber daya persediaan, berhubungan dengan penerimaan kas yang merupakan kegiatan peningkatan ekonomi yang menaikkan sumber daya kas.

Menggunakan Diagram REA……(1).

Sejauh ini, telah ditunjukkan bagaimana cara menggunakan model data REA untuk mengarahkan desain SIA. Dalam proses tersebut, dikembangkan diagram REA untuk PERUSAHAAN. Bagian ini, membahas bagaimana diagram REA dapat juga digunakan untuk mendokumentasikan praktik bisnis dan mengarahkan pencarian informasi dari database.

Dokumentasi Praktik Bisnis
Diagram REA secara khusus berguna untuk mendokumentasikan SIA tingkat lanjut yang menggunakan database, karena kardinalitas dalam diagram REA menyediakan informasi mengenai praktik bisnis organisasi dan pola pertukaran ekonominya.
Gambar DD-12.
Gambar-5-0010-aa-dd-12Contohnya, Gambar DD-12 menunjukkan bahwa PERUSAHAAN memperpanjang kredit ke pelanggan dan memperbolehkan mereka untuk membayar secara mencicil. Diagram tersebut juga menunjukkan bahwa PERUSAHAAN menjual barang yang diproduksi secara masa1.

Untuk menginterpretasikan secara tepat makna dari kardinalitas pada diagram REA, perlu dipahami dengan baik mengenai hal yang diwakili dari kemunculan setiap entitas. Hal ini biasanya mudah untuk entitas pelaku dan kegiatan. Setiap kemunculan entitas pelaku mewakili orang atau organisasi tertentu.

Sama halnya dengan kemunculan entitas kegiatan yang mewakili transaksi atau aktivitas bisnis tertentu. Contohnya, setiap kemunculan kegiatan penjualan mewakili transaksi penjualan tertentu.

Menggunakan Diagram REA……(2).

Akan tetapi, pemahaman mengenai hal yang diwakili oleh kemunculan sumber daya, kadang-kadang lebih sulit. Misalnya mengenai persediaan. Kemunculan dari entitas ini dapat mewakili satu objek fisik tertentu atau sekelompok objek, bergantung pada sifat persediaan tersebut.
Gambar DD-8.gbr-table-5-100012-a-dd-8
Dalam kasus seperti ini, perlu diuji atribut yang berasosiasi dengan entitas tersebut guna menentukan apa yang diwakilinya. Contohnya: Gambar DD-8 menunjukkan bahwa entitas persediaan mencakup atribut “kuantitas yang dimiliki,” yang berarti bahwa setiap baris pada tabel persediaan mewakili suatu jenis persediaan, bukan sebuah objek individual.

Jadi, satu baris dalam tabel persediaan PERUSAHAAN dapat menyimpan data mengenai merek monitor 21 inci tertentu, sedangkan baris yang lain dapat menyimpan data mengenai model DVD tertentu. PERUSAHAAN ingin mengetahui berapa banyak dari produk tersebut yang masih dimiliki, sehingga atribut “jumlah yang dimiliki” akan ditemukan pada tabel persediaan.

Sebaliknya, jika hubungan-persediaan-penjualan dibuat menjadi l:N, maka organisasi tersebut pasti menjual produk yang unik sehingga menggunakan data nomor seri individual. Dalam hal ini, tabel persediaan tidak akan memasukkan atribut “kuantitas yang dimiliki” karena hanya ada satu barang untuk setiap jenis.

Menggunakan Diagram REA……(3).

Pembahasan sebelumnya menunjukkan bahwa setiap organisasi akan memiliki diagram REA tertentu, sehingga hubungan kardinalitas juga bersifat unik karena praktik bisnis berbeda antar-perusahaan.

cardinalities1Contohny-a: jika PERUSAHAAN sering melakukan pengiriman parsial (tidak penuh), maka hubungan pesanan pelanggan-penjualan mungkin akan dimodel mejadi 1:N. Jika PERUSAHAAN juga sering menggabungkan beberapa pesanan dari satu pelanggan ke dalam satu pengiriman besar, maka hubungannya akan dibuat model menjadi M:N.

Dalam kenyataannya, perbedaan dalam praktik bisnis cenderung menghasilkan pembuatan model berbagai entitas yang berbeda. Contohnya, jika hanya menjual kepada pelanggan yang berkunjung ke toko dan tidak menerima pesanan pelanggan, maka PERUSAHAAN tidak memerlukan kegiatan komitmen pesanan pelanggan.

Menggunakan Diagram REA……(4).

Kardinalitas dalam diagram REA juga menyediakan informasi mengenai pengendalian bisnis. Contohnya, setiap baris pada entitas kas mewakili akun tertentu. Jadi, satu baris menyimpan data mengenai rekening giro PERUSAHAAN, satu baris mengenai akun pembayaran gaji, baris yang lain mengenai akun investasi pasar uang, dan seterusnya. Gambar DD-12 menunjukkan model hubungan kas-penerimaan kas sebagai 1:N.
Gambar DD-12.Gambar-5-0010-aa-dd-12
Hal ini mencerminkan praktik pengendalian yang baik mengenai penyimpanan semua pembayaran pelanggan ke dalam rekening giro utama dari perusahaan.

Meskipun perkembangan diagram REA untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN tampaknya cukup langsung pada sasaran dan intuitif, pembuatan model data dapat menjadi proses yang kompleks dan berulang-ulang. Satu tantangan yang umum terjadi ketika pemakainya menggunakan terminologi (istilah) yang berbeda-beda.

Pengambilan Informasi dari SIA,,,,(1).

gbr-table-5-100012-a-dd-8Diagram REA yang lengkap juga berfungsi sebagai petunjuk yang berguna untuk meminta informasi dari database SIA. Lihat Gambar DD-8, DD-9, dan DD-10, yang menunjukkan SIA database Perancang database yang dikembangkan untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN dengan menggunakan model data REA.

Gambar-5-0008-aa-dd-9Jika dilihat sekilas, akan tampak bahwa sejumlah elemen yang ada pada SIA tradisional, seperti jurnal, buku besar, dan informasi mengenai piutang, dihilangkan. Dalam kenyataannya, informasi tersebut ada, tetapi disimpan dalam format yang berbeda.Gambar-5-0009-a-1a-dd-10

Pengambilan Informasi dari SIA,,,,(2).

journal-ledger-urlMenghasilkan Jurnal dan Buku Besar Permintaan data (queries) dapat digunakan untuk menghasilkan jurnal dan buku besar dari database relasional yang dibuat dengan menggunakan model REA. Informasi biasanya ditemukan dalam jurnal yang disimpan dalam tabel-tabel yang digunakan untuk mencatat data mengenai kegiatan.

Contohnya, jurnal penjualan dapat dihasilkan dengan cara menulis permintaan (query) yang menampilkan entri (entry) yang sesuai dalam tabel penjualan selama periode tertentu. Permintaan dapat ditulis untuk menampilkan setiap entri dalam tabel penjualan, menghasilkan daftar semua kegiatan penjualan, baik yang penjualan secara kredit maupun secara tunai.

Akan tetapi, secara tradisional, jurnal penjualan digunakan untuk mencatat semua penjualan secara kredit. Oleh sebab itu, permintaan untuk menghasilkan jurnal penjualan secara kredit akan harus mencakup tabel penerimaan penjualan dan tunai (kas). Logika dari permintaan akan rnencakup pembatasan hasil sehingga hanya menampilkan penjualan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembayaran pelanggan yang terjadi pada hari yang sama dengan penjualan.

Proses yang sama dapat diikuti untuk menghasilkan jurnal kegiatan seperti pembelian atau pernbayaran.

Pengambilan Informasi dari SIA,,,,(3).

Informasi yang secara tradisional berada pada buku besar, biasanya disimpan pada database relasional dalam kombinasi tabel sumber daya dan kegiatan. Contohnya adalah salah satu jenis buku pembantu yang paling umum: buku pembantu piutang usaha.

Jadi, piutang tidak perlu disimpan secara eksplisit dalam database. Melainkan, jumlah total piutang dapat diperoleh dengan cara menghitung jumlah total penjualan dari pembayaran pelanggan yang belum diterirna.

Tabel DD-2 mendeskripsikan beberapa cara untuk melakukan hal ini, bergantung pnda hubungan antara kegiatan penjualan dan tanda terima kas/uang tunai.Gambar-5-0002-a-dd-2

Pengambilan Informasi dari SIA,,,,(4).

Gambar-5-0002-a-dd-2Logika permintaan dalam Tabel DD-2 menunjukkan jumlah total piutang. Untuk mendapatkan saldo akun untuk setiap pelanggan, logika permintaan harus diperluas ke tabel pelanggan dan mencakup perintah yang sesuai (misalnya “group by” dalam SQL) untuk melakukan perhitungan secara terpisah untuk setiap pelanggan. Hasil dari permintaan seperti ini akan berupa tabel dengan baris untuk setiap pelanggan dan kolom yang menunjukkan saldo pelanggan yang belum dibayar. Permintaan yang lain dapat ditulis untuk menjumlah saldo akun dalam tabel ini, sehingga total piutang dapat dihitung. Prosedur yang sama dapat digunakan untuk memperoleh konsep akuntansi lainnya, seperti piutang, yang mewakili ketidakseimbangan antara dua kegiatan.

Akan tetapi, ingatlah bahwa prosedur untuk menghitung piutang, yang dideskripsikan pada paragraf sebelumnya, tidak harus diikuti setiap kali informasi ini diinginkan. Melainkan, permintaan tersebut hanya perlu ditulis sekali dan setelah diuji keakuratannya, dapat disimpan untuk penggunaan selanjutnya. Bahkan, karena informasi-mengenai ketidakseimbangan intra-kegiatan temporal, seperti piutang dan utang, sangat sering dibutuhkan, kompromi implementasi cenderung dibuat agar saldo akun tidak akan disimpan sebagai atribut yang dihitung dalam tabel yang sesuai.

gbr-table-5-100012-a-dd-8Contohnya, tabel pelanggan yang ditampilkan pada Gambar DD-8 memiliki kolom yang menyimpan saldo akun pelanggan. Hal ini menyederhanakan logika permintaan data yang diperlukan untuk mengetahui piutang, karena hanya tabel pelanggan yang perlu diakses. Untuk menampilkan jumlah utang seorang pelanggan, kita perlu menulis permintaan yang menampilkan baris tertentu dalam tabel pelanggan. Untuk menghitung jumlah total piutang, kita perlu menjumlah kolom saldo akun.

Mengapa Para Pemakai Perlu Berpartisipasi dalam Pembuatan Model Data?

Pembuatan model data bukanlah tugas yang mudah, seperti yang dialami oleh Hewlett-Packard ketika mulai mendesain database baru untuk fungsi akuntansi dan keuangannya. Masalah utamanya adalah istilah yang sama dapat memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda. Misalnya, akuntansi menggunakan istilah pesanan (order) untuk mengacu pada jumlah dolar total dari pesanan dalam setiap periode waktu, sedangkan departemen penjualan menggunakan istilah tersebut untuk mengacu pada pesanan pelanggan individual.

Bahkan, kebingungan ini juga muncul dalam fungsi akuntansi dan keuangan. Contohnya kelompok yang melaporkan menggunakan istilah produk untuk mengacu pada barang yang saat itu dijual ke pelanggan. Jadi, kunci utama untuk entitas ini adalah nomor produk. Sebaliknya, kelompok yang membuat peramalan menggunakan istilah produk untuk mengacu pada barang yang masih dalam tahap perencanaan dan belum memiliki nomor produk.

hp-urlUntuk mengatasi masalah ini, Hewlett-Packard meminta berbagai kelompok pemakai untuk secara aktif berpartisipasi dalam proses pembuatan model data. Langkah pertama adalah meyakinkan semua pemakai mengenai perlunya dan keuntungan pembuatan model data untuk fungsi mereka. Selanjutnya, perlu untuk mendefinisikan secara hati-hati mengenai cakupan usaha pembuatan model,

Hewlett-Packard merasakan bahwa waktu yang diinvestasikan dalam tahap awal ini sangat bermanfaat, karena memfasilitasi aktivitas, memperjelas definisi dan mengembangkan daftar atribut yang terjadi pada proses selanjutnya.

Aktivitas selanjutnya merupakan pekerjaan pengulangan yang mencakup banyak revisi. Dokumentasi merupakan hal yang penting dalam proses ini. Setiap anggota tim pemodel dan kelompok pemakai memiliki kopi dari daftar yang diusulkan, yang mempermudah untuk mengetahui inkonsistensi dalam pendefinisian.

Hewlett-Packard mengakui kontribusi yang signifikan dari pendekatan pembuatan model data terhadap kesuksesan keseluruhan proyek. Pembuatan model data membuat para peserta pertama-tama berkonsentrasi pada pemahaman karakteristik bisnis yang penting dalam sistem yang baru, sehingga tidak langsung terhenti dalam penentuan isi tabel relasional.

Hal ini membantu mereka untuk mengidentifikasi dan mengatasi pandangan yang berbeda sejak awal proses, dan membuka jalan ke penerimaan sistem yang dihasilkan. Namun demikian, langkah utamanya adalah melibatkan kelompok pemakai untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembuatan model data. Jika tidak, model data yang dihasilkan tidak akan akurat atau diterima secara luas.
Sumber: Diadaptasi dari C.Rzndall Byers dan Lysa Beltz, Financial Data modeling at . Hewlett-Packard,” Journal of System Management (january1994) 28-33.

Pengambilan Informasi dari SIA……(5).

Menyediakan Informasi Laporan Keuangan Lainnya. Diagram REA dapat mengarahkan penulisan permintaan untuk menghasilkan informasi lain yang akan dimasukkan dalam laporan keuangan.financial-report-url

Permintaan tabel tunggal dapat menghasilkan banyak jenis laporan keuangan. Contohnya, penjumlahan kolom dalam tabel penjualan akan menghasilkan penjualan untuk periode saat ini.

Akan tetapi, informasi lainnya, misalnya piutang, mungkin perlu meminta beberapa tabel. Dengan membaca dan memahami secara tepat apa yang dinyatakan dalam diagram REA mengenai bagaimana data disimpan, penting untuk mengetahui bagaimana menulis permintaan seperti itu.

Pengambilan Informasi dari SIA……(6).

Menyiapkan Laporan Manajerial. Keuntungan utama dari model data REA adalah perpaduan antara data non-keuangan dan keuangan dalam SIA dan membuat kedua jenis data tersebut mudah diakses oleh manajemen. Contohnya, satu atribut dalam tabel penjualan pada Gambar DD-8 adalah waktu terjadinya penjualan.

gbr-table-5-100012-a-dd-8Manajemen dapat menggunakan data ini untuk mengetahui aktivitas penjualan selama waktu tertentu dalam sehari guna merencanakan kebutuhan staf secara lebih baik. Tabel persediaan penjualan juga mencakup atribut non-keuangan yang berguna: Apakah pembelian tersebut merupakan pembelian ulang atau penggantian (replacement) atau pembelian pertama kali atas suatu produk? Manajemen mungkin dapat menggunakan data ini untuk meningkatkan usaha pemasarannya.

Mereka dapat mengidentifikasikan jenis produk baru yang laris menjadi pengganti dari alat yang tua, dan kemudian mengembangkan iklan tertentu yang akan dikirim ke pelanggan yang telah membeli jenis barang yang tua tetapi belum menggantinya dengan model yang lebih baru.

Pengambilan Informasi dari SIA……(7).

gbr-table-5-100012-a-dd-8Sebagai tambahan, database siklus pendapatan PERUSAHAAN yang ditunjukkan pada Gambar DD-8, DD-9, dan DD-10 juga dapat diperluas dengan mudah guna memadukan data dari sumber eksternal.

Gambar-5-0008-aa-dd-9Contohnya, untuk memperbaiki evaluasi status kredit pelanggan, Manajemen dapat memutuskan untuk mengumpulkan informasi dari lembaga rating kredit (credit rating agency), seperti Dun &- Bradstreet.

Gambar-5-0009-a-1a-dd-10Informasi ini dapat ditambahkan ke database dengan membuat kolom tambahan pada tabel pelanggan untuk menyimpan rating kredit pelanggan. Proses yang sama dapat digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pemasok yang dapat digunakan dalam proses seleksi vendor.cust-credit-report-index

Pengambilan Informasi dari SIA……(8).

Berbeda dengan model data REA, buku kas pada SIA yang didesain secara tradisional menggunakan grafik akun uutuk menyimpan dan mengatur data berdasarkan struktur laporan keuangan. Pada contoh sebelumnya, SIA tradisional hanya berisi data mengenai aspek-aspek keuangan dari transaksi penjualan, seperti tanggal dan jumlah.

opr-performance-urlData lainnya yang berguna untuk mengevaluasi kinerja operasional, seperti waktu terjadinya penjualan atau jika pelanggan mengganti alat yang tua, harus disimpan dalam sistem informasi atau database terpisah. Keberadaan sistem yang terpisah membuat manajemen lebih sulit dan lebih lambat dalam mengakses informasi yang dibutuhkannya.

Sangat penting bagi SIA organisasi untuk dapat menyimpan ukuran keuangan tradisional dan ukuran kinerja operasional lainnya. Seperti yang dijelaskan oleh Robert Elliott:”Teknologi informasi (TI) mengubah segalanya. TI menunjukkan paradigma pasca industri yang baru mengenai penciptaan kesejahteraan yaitu dengan mengganti paradigma industri dan secara nyata mengubah cara kerja bisnis.business-way-url

Karena adanya perubahan dalam bisnis, keputusan yang harus diambil oleh manajemen sangat berbeda dengan keputusan yang sebelumnya. Jika tujuan dari informasi akuntansi adalah untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis, dan jenis keputusan manajemen sedang mengalami perubahan, maka wajar jika akuntansi diharapkan juga berubah-baik akuntansi internal maupun eksternal.

Pengambilan Informasi dari SIA……(9).

database-01_590Model data REA dapat digunakan untuk membangun database yang memperbolehkan SIA berubah sebagai respons terhadap perubahan permintaan informasi manajemen.

Model data REA menunjukkan bahwa akuntansi tidak perlu dibatasi pada model berpasangan (double-entry) tradisional dengan jurnal, buku besar, dan grafik akun. Melainkan, model data REA mendukung pandangan bahwa akuntansi adalah proses atau sistem untuk mengumpulkan dan menggabungkan informasi mengenai transaksi bisnis dari organisasi.double_entry_journal

Akan tetapi, dengan adanya perkembangan baru dalam teknologi pemrosesan informasi, mungkin saja ada perubahan dalam sarana untuk memenuhi tujuan. Secara jelas, Cerita tentang Perubahan Akuntansi di IBM menyarankan bahwa mungkin saja terjadi beberapa perubahan yang signifikan mengenai bagaimana akuntansi dilaksanakan dalam organisasi. Akan tetapi, meskipun mekanika akuntansi dapat berubah, kebutuhan akan hasil akuntansi (laporan manajerial dan laporan keuangan) tetap ada

Perubahan Akuntansi di IBM.

Pada tahun 1979, IBM menggunakan sistem akuntansi yang terpisah di seluruh dunia (Worldwide) untuk mendukung enam aplikasi akuntansi, yaitu: buku besar, aset tetap, transaksi intra-perusahaan, transaksi antar-perusahaan, piutang, dan utang. Selama tahun 1980-an, IBM mengkonsolidasikan sistem tersebut, dan pada akhir tahun 1991, IBM hanya memiliki 36 sistem akuntansi yang terpisah. Namun demikian, sistem yang tersisa tersebut masih belum cukup fleksihel untuk mendukung pembuatan keputusan perusahaan sesuai dengan yang diinginkan oleh IBM. Akibatnya, IBM melaksanakan perubahan total atas proses akuntansinya.

IBM-200px-Write_protect_ring.agrIBM tidak hanya menerapkan teknologi baru pada proses yang ada, melainkan mulai memikirkan ulang dan mendesain ulang cara proses bisnis dilaksanakan dari tingkat bawah sampai atas. Kompomen utama dari perubahan ini mencakup perluasan orientasi yang disehabkan oleh transaksi dari sistem akuntansi yang ada dengan memastikkan ukuran non-keuangan dari kegiatan bisnis. Tujuannya agar informasi keuangan dan non-keuangan berpadu sehingga keduanya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

IBM juga memadukan teknologi informasi dalam proses bisnisnya agar data dicatat sesuai waktunya (real-time), pada saat kejadian dibuka. Bagian akhir dari solusi ini mencakup mensejajarkan kepemilikan data agar perusahaan dapat bertanggung jawab untuk mengembangkan model data korporat, menentukan data yang perlu dicatat utuk setiap kegiatan, dan menyediakan para pemakai alat penelusuran informasi yang sesuai.

real-time-urlDengan menyadari tugas-tugas ini, para manajer fungsional akan bertanggung jawab untuk memastikan adanya pencatatan data yang sesuai untuk setiap kegiatan dan adanya pengendalian yang sesuai. Para pemakai individual kemudian bertanggung jawab untuk menggunakan alat yang disediakan oleh perusahaan untuk menelusuri informasi yang mereka perlukan.

IBM telah menggunakan prosedur ini untuk menggabungkan empat proses pembayaran dana yang sebelumnya terpisah (pembayaran gaji, biaya perjalanan, pembayaran berbagai pengeluaran, dan pencatatan waktu dan kehadiran) menjadi satu proses terpadu. IBM memperkirakan bahwa proyek tersebut akan menghemat lebih dari 300 juta dolar selama 10 tahun, dan juga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memproses klaim hingga 65% sampai 75%.

administrative-clerical-jobsPerubahan-perubahan ini secara dramatis mempengaruhi peran staf akuntansi dan Kontroler. Kebanyakan dari penghematan yang diproyeksikan dalam proyek pembayaran berasal dari pengurangan kerja administratif dan penghilangan sistem. Memang dalam kenyataannya studi internal di IBM menyarankan bahwa hampir 60% pekerjaan akuntansi bersifat administratif, sehingga dapat dihapus.

Kontroler menjadi pemain utama untuk mendesain ulang SIA dengan mengidentifikan proses yang dapat dihilangkan dan mengusulkan cara menggunakan teknologi informasi agar pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien, sambil mempertahankan pengendalian yang memadai.

Pada saat yang sama, tanggun-jawab Kontroler diperluas untuk mencakup data keuangan dan non-keuangan. Dengan demikian, Kontroler dan staf akuntansi berpartisipasi lebih banyak dalam proses pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Sumber: Diadoptasi dari David P. Andros, J. Owen Cherrington, dan Eric L. Denna, “Reengineering Your Accounting, The IBM Way” FinancialExecutive (July-Augustus 1992): 28-31

Sifat hubungan antara kegiatan penjualan dan penerimaan kas

Gambar DD-7 memperlihatkan bahwa kemungkinan-kemungkinan ini dapat mendeskripsikan sifat hubungan antara kegiatan penjualan dan penerimaan kas.
Gambar DD-7Gambar-5-0007-aaGambar DD-7, Panel A menunjukkan hubungan satu-ke-satu (1:1) di antara kedua kegiatan tersebut. Kardinalitas maksimum 1 yang berhubungan dengan entitas penjualan memiliki arti bahwa setiap kegiatan penjualan (baris dalam tabel penjualan) dapat dihubungkan ke paling banyak satu kegiatan penerimaan kas.

Hal ini mencerminkan kebijakan bahwa pelanggan tidak diizinkan untuk membuat pembayaran cicilan. Pada saat yang sama, kardinalitas maksimum 1 yang berhubungan dengan kegiatan penerimaan kas memiliki arti bahwa setiap pembayaran yang dilakukan pelanggan dihubungkan ke palinq banyak satu kegiatan penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan harus membayar untuk setiap transaksi penjualan yang dilakukanmya.

Detoks pada saat anda tidur.

Penyerap racun tubuh bantalan kaki ini pertama kali digunakan di Jepang. Metode ini adalah dengan menempelkannya pada telapak kaki sebelum tidur. Niscaya keesokan harinya akan anda lihat warna kehitaman yang diserap cari zat-zat buruk dari dalam tubuh pada bantalan kaki ini.

detox-your-bodyPenyerap racun tubuh ini sangat berguna bagi anda yang sering mengalami kelelahan, nyeri sendi, dan sakit kepala.
Selain dapat membeli yang siap pakai, detoks bantalan kaki ini bisa anda buat sendiri di rumah.

bawang-merah-putihBerikut adalah bahan-bahan yang diperlukan:.

  • Bawang Putih
  • Bawang Merah
  • Air
  • Kain Kassa
  • Plester lebar
  • Kaos kaki.

Cara Membuatnya:bawang-merah-640x320bawang-putih

  • Iris bawang putih dan bawang merah sampai lembut
  • Siapkan air bersih dan rebus hingga mendidih
  • Masukkan irisan bawang putih dan bawang merah kedalam air mendidih
  • Biarkan selama 10 menit
  • Matikan kompor dan diamkan hingga dingin(kurang-lebih 20 menit).
  • Tuangkan ramuan itu kekain kassa yang telah disiapkan, secukupnya saja hingga basah, apabila terlalu banyak air, peras kain kassa tersebut.
  • Usahakan untuk tidak membasahi plester agar tetap lengket.
  • Tempelkan kain kassa pada telapak kaki bagian tengah, kemudian rekatkan dengan plester lalu gunakan kaos kaki dan tidurlah sampai keesokkan harinya, buanglah bantalan detoks tersebut.
  • Lakukan hal ini secara rutin.

davit-detox1

detoks-kaoskakisetelah-penggunaan-koyo-kakiSaya peroleh dari FB dan disitu tercantum kalimat:

“Mohon sebarkan informasi bermanfaat ini kepada orang disekitar anda.

Pendekatan Audit SI menurut Mahasiswa.

Dalam melakukan proses audit risiko audit sifatnya sangat fundamental di wilayah auditing. Banyak hal yang berisiko yang dipertaruhkan ketika kita akan menjalani proses audit seperti profesionalisme, integritas maupun nama KAP itu sendiri. Dan sangat tidak mungkin bagi auditor harus memeriksa transaksi per transaksi satu persatu. Tidak akan cukup waktu. Oleh sebab itu auditor wajib mengukur dan memetakan risiko audit terlebih dahulu sebelum mulai menjalankan proses pemeriksaan.

Risiko audit adalah kemungkinan risiko salahsaji yang bersifat material dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jika auditor tidak melakukan tugasnya secara cermat. Mengingat risiko itu maka, auditor harus melakukan pemeriksaan risiko yang bertujuan untuk mengukur dan memetakan risiko audit yang mungkin timbul.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : 2012-12-001 Tursina Andriani  pada artikel Pendekatan Audit SI pada blog ini

Tahapan Audit Sistem Informasi dari kacamata Mahasiswa.

Tahapan Audit Sistem Informasi :audit_easy_button

  • Perencanaan (Planning)
    Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.
  • Pemeriksaan Lapangan (Field Work)
    Tahap ini yang akan dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapan berbagai metode pengumpulan data yaitu: wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.
  • Pelaporan (Reporting)
    Audit Sistem Informasi – Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan (gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.
  • Tindak Lanjut (Follow Up)
    Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Rahmaliani 201212311  pada artikel Manfaat Standar Audit SI pada blog ini

Audit Internal dari persepsi Mahasiswa

Setuju pak. Audit internal merupakan suatu penilaian atas aktivitas perusahaan apakah perusahaan telah menerapkan standar dan prosedur yang ada yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Ini membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola.

audit-urlAudit internal juga untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi dengan memberikan wawasan dan rekomendasi berdasarkan analisis dan penilaian data dan proses bisnis. Dengan komitmen untuk integritas dan akuntabilitas, audit internal yang memberikan nilai kepada mengatur badan dan manajemen senior sebagai sumber tujuan saran independen.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Larasati Eka Hudiyanti  pada artikel Standar Audit SI pada blog ini

Audit SI dimata Mahasiswa

Audit informasi ialah proses pengumpulan bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer tersebut dapat mengamankan aset, memelihara data secara efektif, dan menggunakan sumber daya secara efisien.

audit-team-urlTujuan lain dari sistem informasi :
Untuk memeriksa kecukupan dari pengendalian lingkungan, keamanan fisik, keamanan logikal, serta keamanan operasi sistem informasi.
Untuk memastikan bahwa sistem informasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, sehingga bisa membantu organisasi untuk mencapai tujuan strategis

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Rindu Riadihardja 2012-12-073  pada artikel Audit SI dan Tujuannya pada blog ini

Konsep Dasar Melakukan Audit Menurut Mahasiswa

audit-through-comp-urlMenurut saya audit sistem informasi adalah suatu proses pengumpulan data dan memeriksa bukti-bukti yang ada untuk mengetahui apakah bagian keseluruhan komputer benar-benar aman saat terjadinya kegiatan operasional dan memastikan bahwa pengendalian yang ditetapkan oleh perusahaan benar-benar diterapkan sehingga komputer dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Riko Septadi Nim : 2012-12-117  pada artikel Konsep Dasar Melakukan Audit SI pada blog ini

Pentingnya Audit Pengembangan Program.

Audit pengembangan program sangat penting dalam rangka melaksanakan evaluasi atas sistem informasi bagi para pihak yang mempunyai kepentingan.

Tujuannya agar sistem yang dijalankan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku agar dapat dijadikan dasar atas audit sistem informasi bagi yang melaksanakannya. Untuk mencapai hal tersebut harus adanya analisis sistem dan penyusunan audit engembangan program. Dari analisis tersebut maka bisa didapatkan hasil apakah sistem sudah dapat diterima sesuai standar yang berlaku.

audit-through-comp-urlProses audit pengembangan program menjadi bagian penting dalam pengkajian terhadap nilai suatu perusahaan.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Anik Wahyuni NIM : 2012-12-036  pada artikel Kesimpulan atas Tujuan ke-2 Audit SI pada blog ini.

Tiga pendekatan Audit SI menurut Mahasiswa

Komputerisasi mempunyai dampak yang besar terhadap prosedur dan teknik auditing. Pelaksanaan semua audit dilandasi standar yang menyangkut profesionalisme yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pelaksanaan audit PDE tidak dapat menghilangkan kebutuhan akan pengalaman dan penilaian profesional auditor.

audit-siTiga pendekatan kunci metode auditing berdasarkan komputer ( EDP Auditing ) adalah auditing di sekitar komputer, auditing melalui komputer dan auditing dengan komputer. Cara yang digunakan dalam EDP auditing adalah data uji, pengujian terpadu, simulasi paralel, teknik modul audit terpasang dan audit dengan bantuan mikrokomputer.
Proses audit PDE terdiri dari tahap – tahap mulai dari tahap pemeriksaan pendahuluan, tahap pemeriksaan rinci, tahap pengujian kesesuaian, tahap pengujian kebenaran bukti, dan tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.

Audit PDE melibatkan software audit untuk membantu pengujian serta evaluasi record dan file perusahaan. Penggunaan software audit memerlukan pertimbangan antara biaya dan manfaat.

Auditor atau stafnya dalam melaksanakan audit di lingkungan PDE harus mempunyai keahlian minimum tentang sistem berkomputer ( PDE ).

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Laras Tiara Putri NIM : 201212070  pada artikel Kesimpulan atas Tujuan ke-6 Audit SI pada blog ini.

Tahap-tahap Audit SI

Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap.

businesswoman drawing plan of AuditTahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :

  1. Tahap Pemeriksaan Pendahuluan.
    Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit.
  2. Tahap Pemeriksaan Rinci.
    Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.
  3. Tahap Pengujian Kesesuaian.
    Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri.
  4. Tahap Pengujian Kebenaran Bukti.
    Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981) :

    1. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
    2. Menilai kualitas data
    3. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
    4. Membandingkan data dengan perhitungan fisik
    5. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.
  5. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian.

Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Rahmaliani 201212311  pada artikel Kesimpulan atas Tujuan ke-1 Audit SI pada blog ini.

Djempol Pandan Wangi kembali beraksi di Tabgha Pemancingan.

Karena belum menemukan racikan yang pas untuk umpan praktis dan ekonomis ala “Kong Marga” maka hari minggu tgl 14 Feb 16, kembali mendatangi Tabgha Pemancingan, dengan berbekal racikan sbb:

SAMSUNG1/2 bks Djempol Pandan Wangi
1/2 bks susu dancow putih
1 bks cuwe tongkol(berisi 4 potong ikan cuwe)
1 btr telor asin
1 ons kroto

Cara meraciknya:
Siapkan kukusan isi air dan panaskan dikompor tunggu hingga air mendidih, kemudian rebus 4 potong cuwe tongkol, angkat setelah 5 menit, masukkan Djempol Pandan Wangi dengan dancow kedalam baskom umpan aduk-aduk campuran Djempol Pandan Wangi dengan dancow hingga menyatu ambil air bekas rebusan tongkol tadi sebanyak 60cc tuangkan kedalam campuran Djempol Pandan Wangi dan dancow, aduk hingga kalis adonan umpan harus agak lembek, jika dirasa kurang lembek tambahkan air rebusan cuwe tadi(usahakan adonan seperti bubur tingkat kelembekannya)…..Nah…disini kuncinya agar setelah jadi umpan tidak terlalu keras/kenyal).

Angkat adonan tadi dan tempatkan dipiring, kemudian masukkan 4 ptg cuwe tongkol yang sudah dibuang bagian coklat/hitamnya, aduk hingga benar-benar hancur ……hancurkan ..hancurkan ….hancurkan…!!!!
Setelah benar2 hancur daging cuwe tongkol masukkan adonan Djempol Pandan Wangi lalu aduk hingga tercampur sempurna Kemudian parut telor asin(gunakan seluruhnya baik putih maupun kuningnya) Aduk hingga tercampur, setelah kalis masukkan kedalam plastik tahan panas dan kukus selama 20 menit(balik kedua sisinya 10 menit sekali agar umpan matang sempurna).

Cuci kroto dengan air kran, kemudian rendam dengan air kukusan(bekas merebus cuwe tongkol dan diamkan selama 5 menit, kemudian tiriskan.

Umpan siap tempur……………!!!!!!!!!!

Jalan cerita hingga dapat menggunduli peserta lainnya di Tabgha Pemancingan:

Berbekal informasi yang disajikan Tabgha Pemancingan bahwa hari minggu ada paket dengan tiket 200rb + C dan dimulai jam 10:00, saya meluncur kesana dan tiba tepat jam 09:00……….eiiiitttt suepiiiiii……..waduh ..jangan2 empang ini tutup karena merayakan hari kasih sayang ……..

Tabgha-pemancinganTanpa ragu langsung angkat telpeon dan menghubungi sang Owner Tabgha Pemancingan, Om Daniel Tan, ehhhh beliau bilang “Jadwal itu akan berlaku minggu depan Kong, hari ini main jam 11:00 dan paket akan berlangsung jam 14:00″…..weleh….weleh…..sudah terlanjur tiba di TKP nih…..okelah saya tunggu.

Saya titip arsenal pada panitia dan saya memilih untuk melihat kegiatan pemancing diseputar setu Cipondoh sambil mencari makan siang.

Tepat pukul 13:00 saya kembali ke Tabgha Pemancingan dan bertemu dengan Om Daniel Tan, sambil menunggu undian lapak kami terlibat dalam obrolan seputar komposisi hadiah, tak terasa panitia mengumumkan undian lapak segera dimulai…..Kong Marga……………lapak 31……..!!!!!!!!!!!
Wah……..dua lapak dari pojok nih………..mulai berfikir mengatur strategi cari Induk…ahhhh……..!!!!

Priiiiittttt…..lomba dimulai……seperti biasa ada ritual lempar-tarik sebanyak 5x kemudian tunggu…..wuiiidiiihhh ngetrik cuuuyyy…beuuutt…gentak dan kosong…..wahhh…..lempar lagi kali ini saya tunggu hingga ngetrik hueeebbbaatt….baru beuuuttt…….gentak …..deebbbbb…….wuiiihhhh bueraattt…..bray……….waduh babon nih……..sambil mengendalikan ikan saya berteriak memanggil kedi ………. cundit…..cundit….cundit..(cundit itu bahasa daerah setempat untuk serokan ikan)…ehhhh ternyata sang kedi memang sudah stand-by disisi kanan saya(memang tanggap nih kedi2 di Tabgha Pemancingan)tidak membutuhkan waktu terlalu lama sang induk pun naik podium dengan posisi ikan induk pertama…dan tentunya terberat……

ikan-masDengan tingkat keyakinan yg tinggi lanjutken lagi mancingnya…..setelah beberapa kali gentak dan kosong…akhirnya….beuuuttt….gentak….. joran melengkung tetapi seketika itu pula joran kembali lurus dan ……cel…….mocel…..wah koq mocel…yaaa……saya periksa kenur…ternyata putuuuusss……wah….koq bisa ya …….saya amati kenur yang putus itu….dan saya lihat ada bekas hitam pada putusannya……wah terkena abu rokok…nih(nah untuk pemancing hati2lah ketika menjentikkan abu rokok usahakan jangan terkena kenur….ini akibatnya), hilanglah sepasang mata kail Gamakatsuku…….!!!!

Beberapa pemancing lainnya menimbang ikan induk juga…tetapi tidak satupun yg mampu melewati berat ikanku…hingga pada akhir lomba panitia mengumumkan :

JUARA LOMBA KALI INI ADALAH…..KONG MARGA…!!!!

Juara-di-Tabgha-Feb-2016Nah sudah 3 x (TIGA KALI) saya buktikan racikan Djempol Pandan Wangi + cuwe tongkol dengan tingkat keberhasilan yg fantastis……sekarang giliran anda untuk mencobanya….semoga kesuksesan yg saya rasakan dapat anda rasakan juga.

RASA

loveKetika rasa itu merasuk menggetarkan jiwa
Kucoba menahannya meski sesak didada
Dan ketika rasa itu bergolak menuntut muara
Kuatur kendali agar semua tetap terjaga

 

 

Day-03-Ingatan-Masa-LaluKupalingkan wajah ini dari nyata
Memandang jauh kebelakang masa
Kulepas ingin yang membungkah didada
Agar bahagiaku tak mengoyak bahagia yang ada

 

 

pemandangan7Kulihat langit membentang diangkasa
Kuamati lembah dan bukit raya
Indah rasanya dinikmati mata
Tersadar aku bahagia itu hanya sebatas rasa

 

pendamRasa memiliki dan dimiliki yang menjawab dahaga
Tanpa serakah menjajah jiwa
Biarlah rasa tetap terpendam didada
Karena rasa begitu berharga.

Jakarta, 11 Feb 2016; 12:50

Umpan Ikan Mas Praktis dan Ekonomis

Grand Opening Tabgha Pemancingan 07 Feb 2016
Grand-Opening-Tabgha-Feb-2016Khawatir tidak dapat lapak hari rabu tgl 03 Feb 16 BBM Kang Ito, minta dicatat sebagai salah satu peserta dan beliau jawab, ok dicatat.

tk-sayurMinggu pagi 07 Feb 16, jam 06:00 cegat super market dorong……”mbak cuwe tongkolnya ada nggak”, si empunya super market dorong menjawab “Ada…mau berapa plastik”, saya jawab “satu saja mbak”, kemudian sang empunya super market dorong menyorongkan plastik berisi 5(lima) potong cuwe tongkol…..seraya berkata “lima ribu…”, tanpa banyak cakap saya serahkan uang lima ribu sambil berkata “kembaliannya ambil…saja…”, siMbak super market dorong tertegun…seraya..binun……..he…he…he….asyik…..pagi2 udah bisa ngerjain orang…..wah harapan nih bisa ngerjain ikan.

Sambil menjinjing seplastik cuwe tongkol saya kegudang, ambil Djempol Pandan Wangi satu bungkus, Dancow putih satu bungkus dan sebutir telor asin yg memang sudah saya beli pada hari jumat,

Cuwe-TongkolMasuk dapur, nyalakan kompor taruh panci kukus diatasnya, tak lama kemudian air mendidih, saya masukkan 5 potong cuwe tongkol kedalam panci kukus yg airnya telah mendidih itu……lalu saya biarkan selama 3 menit……(ingat…3 menit….soalnya kalau lebih dari 3 menit nanti bisa jadi……Jamrud………..binun…khan………coba deh baca ini………30 menit kita disini tanpa suara dan aku resah harus menunggu lama ..kata darimu……..Jamrud…..khaaaan……????)

Angkat cuwe tongkol taruh dipiring…..kemudian ambil 1/2 bungkus Djempol Pandan Wangi…tuangkan kedalam baskom umpan…….trus ambil 1/2 bungkus dancow putih….juga taruh didalam baskom umpan, setelah itu mulai berdendang…….mengayun-ayunkan baskom umpan(seperti nenek-nenek jaman dulu disaat mereka menampi beras) berisi Djempol Pandan Wangi dan Dancow putih……agar keduanya bercampur sempurna.

Andra_-_Season_2Setelah merasa yakin Djempol Pandan Wangi dan Dancow putih tercampur sempurna…….saya ambil air didalam kukusan(bekas merendam cuwe tongkol) kira2 40cc lalu saya masukkan kedalam baskom berisi campuran Djempol Pandan Wangi dan dancow putih……hughhh…..saya aduk hingga kalis, lalu saya singkirkan dan tempatkan dipiring disamping cuwe tongkol tadi dan sekarang gantian….cuwe tongkol yg dapat giliran saya iles-iles hingga hancur…….setelah benar2 hancur…..saya masukkan Umpan Djempol yg sudah kalis tadi…….kembali saya ayunkan centong untuk membuat keduanya tercampur……Andra and The BackBone…….kagak ngarti ye….mangkenye sering2 dengerin ardio……pan jiye ngomong begini ” Kau adalah darahku, Kau adalah jantungku, Kau adalah hidupku, Lengkapi diriku, Oh sayangku, kau begitu, Sempurna… Sempurna”.

Telor-asinKemudian saya ambil telor asin(jangan lupa kupas kulitnya) dan parutan keju,,,trus…. gosok… gosok deh telor asin(semuenye ye nyang putih ame nyang kuningnye) diatasnya………kemudian aduk lagi hingga kaliiiiisssss……… lalu ambil plastik tahan panas masukkan adonan tadi…ikat pakai karet(supaya mudah membukanya saat diempang)….. kukus selama 20 menit(10 menit untuk setiap sisinya…artinye…pas ngukus entu empan kudu dibolak-balik)….. Nah Umpan sudah siap.

Jam 07:20 berangkat ke Tabgha Pemancingan dan ternyata masih sepi….waduh kepagian..nih…nggak apa-apa deh.

Jam 08:40 Kang Ito, mengumumkan adanya penundaan saat start lomba karena ada beberapa peserta yg masih tersasar….lomba akan dimulai pukul 09:30 dan waktu berakhirnya juga diperpanjang 30 menit, sehingga akan berakhir pukl 16:30.

Tepat pukul 09:25 undian dilaksanakan dilakukan oleh panitia dan disaksikan oleh seluruh pemancing, karena saya datang paling awal maka nomor urut saya pertama dan mendapat kesempatan pertama diundi nomor lapaknya…….kocrek….kocrek…bunyi tempat nomor lapak dikocok dan kluar… saya dapat lapak 43…..wah lumayan nih…… saya pun menyiapkan diri menuju lapak dimaksud.

Priiiiitttt……lomba dimulai dan saya mengayunkan umpan setengah lapak(kira2 3,5 mtr dari tempat duduk), tunggu 2 menit…. sementara kiri-kanan sudah langsung strike……. waduuhhhh….. ada apa gerangan….koq umpan saya tidak dimakan….. dan saya tetap melakukan kebiasaan saya yaitu lempar tarik dan lempar tarik….. saya lakukan hal ini 5x ber-turut2……. berhasil…berhasil….hore…kata Dora The Explorer……dan benar saja begitu saya gentak terjadi perlawanan sengit……sehingga saya terpaksa mengerahkan enam bagian dari tenaga dalam saya…baru ikan itu berhasil didaratkan….. dan ditimbang….. lumayan 4,350kg…. saya lanjutkan lagi dan kembali saat saya sentak reel Ryobi Artica 3000 saya menjerit… tetapi kali ini saya hanya mengerahkan 3 bagian dari tenaga dalam saya dan ikan berhasil didaratkan masuk timbangan….waduh cuma 3,300kg….lalu hening……hening….hening…hening… sementara tetangga kanan kiri sudah berkali-kali menaikkan ikan….. dan saya tetap dengan keheningan….tetapi seperti biasanya saya tidak goyah…. saya tetap melakukan lempar-tarik…..lempar-tarik kembali……dan pada saat saya melakukan tarik(dengan maksud membuang umpan)eeehhhh…..koq berat dan reel kembali menjerit….. waduh kegaet nih pikir saya……yaaahhhh…. apa boleh buat saya pinggirkan juga ikan itu ternyata kemek…cuuyyyy…..doi….kemek…..bukan nyangkut…….welehhhh…nimbang lagi….. 3,150kg…..waduh nominasi induk terbanyak nih…….

mancing-Grand-Opening-TabghaJam 11:00, Ikan mulai makan….tetapi…setelah ngetrik dan saya gentak….zonkk…begitu terus…….saya ambil keputusan untuk mengganti mata kail dari ukuran nomon 4 menjadi nomor 5(bukan nyombong nih Gamakatsu…braayyy), benar saja upaya itu menunjukkan hasil dan saya mulai mengumpulkan ikan satu per satu…hingga satu saat ikan makannya halus sekali saya gentak…. kena….tetapi…hanya dipinggir bibir ikan…waduh gawat nih…tetapi dasar belum bisa mengatasi rasa gengsi…saya tidak memanggil kedi untuk menyerok ikan itu dan saya paksakan mengangkatnya…..benar saja ditengah perjalanan ikannya melepaskan diri …. byuuurrrr…. masuk lagi kedalam empang…. nyesel……. nyesel deh……

Sampai lomba berakhir dan dihitung hasil perolehan…saya hanya memperoleh 15 ekor saja dan induk 3 ekor, sementara juara prestasinya dari lapak 40,16 ekor…. 16 ekor… broo……. nyesek…. nyesek dah….. dan juara induk terbanyak dari lapak 62, dengan perolehan 4 ekor ikan induk….. yahhh….. apa boleh buat dan saya tetap tersenyum……benar…benar tersenyum…… saya pikir namanya juga mancing banyak faktor yg ikut menentukan…….

Ada hadiah dari para Sponsor, yaitu Umpan Djempol dan Toko Aneka Raya, dari Umpan Djempol berupa Tas 2 buah….karena kriteria untuk memperoleh hadiah itu tidak tercapai, panitia memutuskan melakukan pengundian untuk membagikannya…..pertama diundi 2 buah tas……yaahhh…nomor lapak saya tidak keluar…tetapi kembali saya tersenyum… karena saya yakin rejeki itu tidak dapat dipaksakan………

??????????Pengundian berikutnya hadiah dari Aneka Raya berupa 3(tiga) buah Reel Relix….pertama……entah saya lupa jatuh dilapak berapa……dan kedua…. panitia berteriak melalui pengeras suara….lapak 43….lapak 43…. wahhh itu lapak saya dan benar….braaayyy….saya dapat…..saya dapat……
Terima kasih Om Daniel(Tabgha Pemancingan) Kang Ito(Umpan Djempol) dan Aneka Raya.

Oh iya tadi saya sempat shooting lhooo…….untuk testimoni sejak kapan saya pakai Umpan Djempol….. mau tahu..nggak…broo…..saya pakai Umpan Djempol sejak tahun 2010 hingga sekarang saya tidak pernah tergiur menggunakan umpan lainnya.

Pada saat mancing tadi sang Maestro Umpan Djempol sempat minta umpan saya dan beliau coba,,,,benar saja asal lempar pasti dimakan…tetapi sering tidak kena….menurut beliau umpan saya terlalu keras…saya pikir benar juga karena umpan itu saya kukus…..pada saat sebelum dikukus umpan itu teksturnya agak gembur….tetapi setelah dikukus…ternyata terlalu kenyal….jika ada yg mau ber-eksplorasi silahkan dan jika mungkin tolong share ya (bagaimana caranya agar tekstur umpannya tidak terlalu kenyal, sehingga jika ikan makan akan langsung……. kena dehhh.).

Silahkan Nikmati

Musisi Indonesia ditahun 70-an mencoba berkreasi dengan lagu berbahasa Inggris, meski akhirnya Tantowi Yahya, merevisi liriknya pada tahun 2000-an.

Kesimpulan atas tujuan pertama Audit SI.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa jenis kesalahan yang dapat terjadi pada sistem komputer seperti kerusakan akibat kecelakaan atau disengaja untuk akses sistem, akses yang tidak sah, pengungkapan atau modifikasi dana dan program secara tidak sah, dan gangguan kegiatan bisnis penting. Hal itu dapat diminimalisir dengan menentukan prosedur pengendalian yang dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan, menentukan apakah prosedur yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik dan memuaskan, mengevaluasi setiap kelemahan yang ditemukan pada suatu prosedur untuk mengevaluasi pengaruhnya pada kebiasaan, waktu dan menjalankan prosedur pemeriksaan.

audit_easy_buttonTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Viyanti Yulia 2012-12-122  pada artikel Tujuan ke-1 Audit SI pada blog ini.

Audit SI dapat mengurangi tingkat kesalahan.

Audit sistem informasi atas audit pengendalian pemrosesan komputer untuk mengurangi terjadinya kesalahan pada saat pemrosesan komputer diperlukannya sebuah prosedur pengendalian yang kemudian prosedur tersebut auditor akan meninjau atas sistem, setelah dilakukannya tinjauan atas sistem auditor akan menguji pengendalian atas prosedur dan menilai pengendalian pengimbang.

logical-error-urlTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Angela Agustini Wibowo NIM : 2012 – 12 – 098  pada artikel Tujuan ke-4 Audit SI pada blog ini.

Bentuk Pengendalian terhadap kesalahan yang terjadi.

Dalam pemrosesan komputer yang kerap kali terjadinya kegagalan maka dibutuhkannya sebuah prosedur pengendalian untuk mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan.

Selain itu, dapat memberikan pemahaman pengendalian atas kemungkinan terjadinya kesalahan dan mengamati bagaimana bentuk pengendalian diberlakukan terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi.

businesswoman drawing plan of AuditTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Angela Agustini Wibowo NIM : 2012 – 12 – 098  pada artikel Tujuan ke-4 Audit SI pada blog ini.

Audit SI untuk menilai kemampuan SI.

Menurut saya audit sistem informasi merupakan suatu tindakan atau langkah yang dilakukan untuk menilai kemampuan dari sistem komputer perusahaan dalam menjaga keamanan data serta aset perusahaan dari hal-hal yang tidak diinginkan agar dapat tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan menyeluruh.

sw-fraud-detectTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Ramkori Arsih Suryaeni 201212092  pada artikel Audit SI pada blog ini.

Tujuan ke-4 Audit SI dalam perspective Mahasiswa.

Sistem informasi atas keslahan masuknya kesalahan dalam file selama pembaharuan . Maka di lakukan prosedur pengendalia tentang prosesur perbaikan yang efektif. Sehingga auditor dapat meninjau dokumentasi administratif untuk standar pemroseaan . Setelah di lakukan tinjauan makan auditor dapat melakuka uji pengendalian menelusuri pengaturan sampel kealaham yg ditandai oleh rutinitas edit data untuk memastikan adanya penanganan yg tepat.

audit-team-urlTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : suci sudarti NIM :2012 12 103  pada artikel Tujuan ke-4 Audit SI pada blog ini.

Proses dalam Audit SI.

Audit sistem informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait dapat melindungi aset, menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data. Audit sistem informasi dilakukan untuk dapat menilai apakah sistem komputerisasi suatu perusahaan dapat mendukung pengamanan aset, apakah sistem komputerisasi tersebut efektif, efisien dan data integrity terjamin.

process-iconTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Aji Mardika 2012-12-128  pada artikel Audit SI pada blog ini.

Efektivitas SI dengan Audit SI.

Audit sistem informasi bertujuan untuk mengamankan asset, menjaga integritas data, menjaga efektivitas sistem dan mencapai efisiensi sumber daya.

Mengamankan asset, aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan.

Menjaga integritas data, jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang benar.
Menjaga efektivitas sistem, suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user

audit-through-comp-urlMencapai efisiensi sumberdaya, suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Viyanti Yulia 2012-12-122  pada artikel Audit SI pada blog ini.

Audit SI untuk menentukan tercapainya Tujuan Organisasi.

Audit Sistem Informasi (Informatin System Audit) atau EDP Audit (Electronic Data Processing Audit) atau computer audit adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem informasi telah melindungi aset, menjaga integritas data, dan memungkinkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien.

audti-evidenceTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Rizky Putri Pratiwi NIM : 2012-12-032  pada artikel Audit SI pada blog ini.

Proses pada Audit SI.

Menurut saya audit sistem informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:

  • melindungi aset,
  • menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,
  • menyediakan informasi yang relevan dan handal,
  • mencapai tujuan organisasi dengan efektif,
  • menggunakan sumber daya dengan efisien,

IS-AuditTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Suci Rachmadhanti Nim : 201212053  pada artikel Audit SI pada blog ini.

Resiko dalam kegiatan berbasis Komputer.

Dalam menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan komputer, pasti akan ada resiko kesalahan baik oleh kegagalan dari komputer itu sendiri (misalnya, error pada komputer) maupun karna kesalahan dan/ kelalaian dari pengguna.

Maka dari itu dengan adanya prosedur-prosedur di atas, bertujuan untuk mencegah atau meminimalisir resiko kesalahan dalam penggunaan komputer. Namun prosedur-prosedur tersebut harus diterapkan dengan seksama agar pencegahan resiko tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Control Key on Computer KeyboardTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : RIZKI FITRIANA 2012 12 167  pada artikel Pengendalian Pemrosesan Komputer pada blog ini.

Proses dalam Audit SI.

Menurut saya audit system informasi adalah suatu proses pengumpulan data dan memeriksa bukti-bukti yang ada yang berhubungan dengan aplikasi computer.

Tujiannya adalah untuk mengetahui apakah bagian keseluruhan computer benar-benar aman saat melakukan proses oprasiaonal perusahaan dan memastikan bahwa pengendalian yang ada benar-benar diterapkan dan berjalan dengan baik, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan efesien dan efektif sesuai dengan tujuan perusahaan.

audit-through-comp-urlTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Barita Agustina Nim : 2012 – 12 – 157  pada artikel Keamanan Keseluruhan SI pada blog ini.

Di dalam mengaudit system informasi, seorang auditor dapat menemukan beberapa kesalahan atau penipuan yang terjadi didalam system informasi perusahaan. Untuk memastikan bahwa system informasi terhindar dari kesalan atau penipuan yang ada. Seorang auditor harus melakukan 4 tahapan, yaitu:

  1. Prosedur pengedalian artinya seorang auditor harus melihat pengendalian-pengendalian yang ada didalam perusahaan tersebut.
  2. Melakukan tinjauan atas system, artinya seorang auditor melihat langsung keadaan system informasi yang ada diperusahaan tersebut.
  3. Uji pengendalian, artinya seorang auditor melakukan pengujian atas pengendalian yang ada, apakah pengendalian tersebut efektif atau tidak.
  4. Melakukan pengendalian pengimbang, tahapan ini merupakan tahapan yang paling penting karena jika tahapan ini tidak berjalan dengan baik maka tahapan 1-3 tidak berjalan dengan baik pula.

IS-AuditTulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Barita Agustina Nim : 2012 – 12 – 157  pada artikel Keamanan Keseluruhan SI pada blog ini.

Beberapa Aspek Audit SI.

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

audit-through-comp-urlAda beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi:

  • Audit secara keseluruhan menyangkut : efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security.
  • Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file.

Tulisan ini dicuplik dari komentar mahasiswa: Nama : Rafa Putri Oktavia NIM : 2012-12-113  pada artikel Audit SI pada blog ini.